11/25/2017

Avengers Social Club Episode 6 PART 1

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 6 PART 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Avengers Social Club Episode 5 Part 2
Baek Young Pyo berada di mobilnya.
"Aku akan berusaha, yeobo. Aku akan berusaha untuk berubah." Lalu keluar dari mobil sambil membawa buket bunga.


Young Pyo masuk ke rumah dan terkejut ada Doo Hee di rumahnya. Lalu Jung Hye keluat dari toilet sambil sempoyongan karena mabuk dan memaki "Dasar b*jing*an, akan ku bunuh kau."

Jung Hye berhenti saat melihat ada Young Pyo lalu berkata "Oh dasar b*jing*n" sambil menunjuk wajah Young Pyo, sebelum melanjutkan kata-katanya Do Hee membekap mulutnya, dan menyembunyikan wajahnya di bahu Jung Hye.

Mi Sook juga terkejut suaminya pulang lebih cepat. Do Hee langsung pamit pulang, tapi Young Pyo mencegahnya. Dia seperti mengenali wajah Do Hee. Jung Hye kembali meracau di depan wajah Young Pyo sambil mengatakan "Pertarungan ayam". Mi Sook dan Do Hee menampakkan wajah kaget dan takut. Do Hee meminta maaf telah membuat Young Pyo terluka lalu segera pamit dan menuju pintu. Mi Sook mengambil tas Jung Hye dan menyerahkan pada Do Hee.


Saat mereka sudah keluar Mi Sook mengatakan mereka mengadakan pertemuan orang tua murid, dan Do Hee adalah ibu temannya Seo Yeon. Young Pyo hanya berkata agar berhati-hati memilih teman sambil memberikan buket bunga. Mi Sook kaget menerima bunga dari suaminya. 


Do Hee dan Jung Hye berada di taksi. Do Hee menerima telepon dari Soo Gyum, "Pokoknya nanti kalau kutelepon keluarlah." Kata Do Hee.


Mi Sook membawa vas bunga dan meletakkan di kamar. Young Pyo sedang membaca buku di tempat tidur.

"Baik anggap saja istri direktur Lee tidak apa-apa. Tapi wanita petarung ayam, siapa dia?"

"Dia ahjuma yang aku kenal daribtoko yang biasa aku datangi. Tapi ternyata dia ibu dari temannya Seo Yeon."

"Tetap saja jangan membawa sembarangan orang ke rumah. Terutama di saat gosip bisa bermunculan, jadi kita harus berhati-hati."


Jung Hye sudah sampai di rumah, Soo Gyum memberinya segelas minuman. Untung ayah pulang telat katanya. Ada yang ingin dikatakan Soo Gyum tapi tidak jadi karena Jung Hye sedang mabuk berat, menuju kamarnya saja dia salah arah.


Kepala sekolah Hong Sang Man memanggil Hee Kyung ke ruangannya. 

"Guru Hee Kyung sepertinya orang yang punya banyak bakat. Tapi kau jarang memperlihatkannya. Sayang sekali bakatmu tidak bersinar sebagaimana mestinya."
"Kenapa anda memanggil saya?"

Hong Sang Man memintanya menyiapkan karangan bunga dan membuat kopi besok saat kandidat Baek Young Pyo datang ke sekolah. "Pak, saya ini guru olahraga." Hee Kyung keberatan dengan tugas yang diberikan. 

"Kalau guru olahraga juga membuat kopi yang enak, itu jauh lebih baik. Benarkan?" Hong Sang Man juga menambahkan agar besok Hee Kyung berpakaian dengan pantas.


Hee Kyung merasa kesal dan melakukan gerakan menendang. Ternyata di belakangnya ada Hee Soo dan Soo Gyum yang hampir terkena tendangannya. Hee Kyung mengenali Soo Gyum sebagai penyelamatnya Hee Soo saat membaca papan nama di seragamnya. Hee Kyung akan mentraktir roti, tapi Soo Gyum mengatakan dia sudah diajak makan roti oleh Hee Soo.  Hee Kyung lalu ditarik oleh Hee Soo dan diajak pergi.


Byung Soo sedang berada di kantornya bersama Jung Yun (kakak Jung Hye). Mereka membicarakan rencana pembangunan di lahan milik kakek Soo Gyum.

"Apa kau sudah bicara dengan anak itu?"

"Apa itu masalah aku bicara dengannya atau tidak? Segera setelah aku mengambil keputusan, maka itu akan dilaksanakan."

"Tetap saja, secara tidak sah......"

"Aku wali dari anak itu."


Hee Kyung sampai di sekolah dengan rambut dan pakaian olahraga yang berantakan juga. Dia menghampiri kepala sekolah meminta buket bunga yang akan diserahkan kepada Baek Young Pyo. Hong Sang Man kaget melihat penampilan Hee Kyung yang tidak layak, jadi dia menyuruhnya masuk saja. Hee Kyung pergi dengan sangat senang.


Baek Young Pyo memberikan pidato di kelas Seo Yeon. Kepala sekolah meminta Seo Yeon maju dan menceritakan ayah seperti apa Baek Young Pyo itu. Seo Yeon menjawab singkat "Tanya langsung saja." Lalu pergi meninggalkan kelas.


Baek Young Pyo dan Hong Sang Man sedang berada di ruang kepala sekolah. Baek Young Pyo malu dan marah karena kelakuan Seo Yeon. Hong Sang Man mengatakan mungkin saja Seo Yeon sedang sensitif.

"Bagaimanapun dia sedang puberitas, dia seharusnya bersikap sopan. Itu karena ibunya membiarkannya, makanya anak itu......" Kemudian Soo Gyum masuk ke ruangan dan memperkenalkan diri kepada Baek Young Pyo.

Kepala sekolah mengatakan bahwa dia putra ditektur Lee. Young Pyo memintanya agar menjaga Seo Yeon. Kepala sekolah memintanya keluar, Soo Gyum sengaja berjalan lambat. Dia mendengar percakapan "Direktur Lee akan segera memberikan barangnya. Nonhyeon-dong, haruskah kita bertemu di sana?"


Jung Hye sedang minum kopi di toko ikan Do Hee. Mereka memikirkan Mi Sook, untuk sementara waktu dia mungkin tidak bisa keluar dan harus berhati-hati. Jung Hye sepertinya tidak menikmati kopinya seperti biasa, lalu Do Hee mengajak Jung Hye pergi ke sauna.


Saat mereka sedang sauna Hee Kyung menelepon Hee Soo untuk mengajak makan bersama karena dia sudah mendapat gaji pertamanya. Tapi ibunya tidak di rumah, dia lalu merubah rencanya.

Hee Kyung menyusul Do Hee ke sauna. Jung Hye selalu iri dengan Hee Kyung karena bisa mendapat kasih sayang dari ibunya. Saat Do Hee mengelus kepala Hee Kyung, Jung Hyee pun meminta dielus juga oleh Do Hee. Jung Hye lalu mentraktir mereka minum dengan gaji pertamanya.


Bok Ja Club sedang bertemu di sebuah cafe. Mereka membahas rencana untuk menyelidiki apa yang kemarin di dengar Soo Gyum di ruang kepala sekolah.

"Suap, aku yakin itu. Byung Soo mendujung kandidat Baek." Kata Jung Hye.

"Tetap saja, tidak ada bukti." Mi Sook menimpali.

Soo Gyum berinisiatif memeriksa tempat Byung Soo dan Young Pyo akan bertemu. Tapi Mi Sook dan Jung Hye tidak tahu nama tempatnya di mana mereka akan bertemu di Nonhyeon-dong. Jadi mereka mengatur agar pertemuannya di rumah saja, Do Hee memberikan ide:
"Bilang saja kau mau mendukung mereka, jadi undang mereka ke rumahmu."

"Baiklah. Pokoknya kita coba saja. Meski aku tidak tahu apa mereka akan percaya padaku."


Soo Gyum menceritakan pembicaraan dengan presdir Lee saat medical check up di rumah sakit. Kakeknya sebenarnya mempunyai impian menjadi guru. Maka kedua putranya berusaha mengabulkan impian ayah mereka. Anak tertua ingin membangun sekolah, makanya dia ingin terlibat dalam pemilihan pengawas pendidikan. Anak kedua ingin membangun yayasan. Kakeknya bertanya apakah Soo Gyum mau mengabulkan impian kakeknya. 

"Ada alasan kenapa ayah terobsesi dengan pemilihan suaminya Mi Sook Ahjuma."
"Itu adalah pilihan untuk jadi pewaris kan?" Kata Jung Hye.

Hong Sang Man dijanjikan akan diberikan kedudukan jika Baek Yiung Pyo terpilih. Dan jika tidak terpilih makan Byung Soo akan gagal.

"Pengawas pendidikan ini mungkin kesempatan bagi kita untuk membalas dendam pada mereka berdua sekaligus." kata Soo Gyum.

Mi Sook tampak sedih mendengar rencana ini, tapi kemudian ia yakin menjalankan rencana balas dendam. Soo Gyum mendapatkan menjawab telepon lalu pergi.


Soo Gyum berada di kantor Jung Yun, dia memberi tahu Soo Gyum tentang rencana Byung Soo dengan lahan milik kakek neneknya. Saat Soo Gyum pamit akan pergi, Jung Yun menambahkan:
" Kau tidak bisa dipercayakn pada ayahmu kan? Tetap saja, berkat dirimu dia bisa menaikkan statusnya. Karena sebenarnya yang ditunjuk jadi pewaris sudah ditetapkan, yaitu pamanmu."
"Aku tidak penasaran dengan masalah itu."

"Kau menarik juga. Tapi sekarang minatmu bertambah. Siapa orang yang bisa membantumu, pikirkanlah baik-baik."


Presdir Lee berbicara di telepon dengan Jung Yun.
"Jadi bagaimana menurutmu cucuku?"
"Dia layak untuk dimiliki presdir. Kau berpikir dia mirip dengan anak keduamu kan?"
"Tidak perlu tergesa-gesa. Karena aku tidak tahu siapa yang mirip denganku."


Di mobil Jung Hye berbicara dengan Soo Gyum.
"Presdir mungkin tidak mau kau dekat dengan ayahmu."
"Karena orang itu bekerja secara dekat dengan pamanku."
"Ya, mungkin itu sebabnya kenapa kau diperlukan."
"Ada banyak orang yang menyelidiki aku. Semuanya mencari tahu bagaimana baiknya memanfaatkan aku."


Saat Jung Hye dan Soo Gyum tiba di rumah, Byung Soo sedang menelepon. 
"Ayah. Aku bertemu dengan presdir Kim Jung Yun dan tahu tentang masalah lahanku. Aku bilang dengan jelas padanya kalau aku tidak tertarik menjual lahan itu, dan dia menerimanya."
"Aku tidak pernah setuju menjualnya. Tapi itu akan jadi hal yang baik untukmu. Itu untuk kebaikanmu sendiri."

Jung Hye memotong "Itu mungkin untuk kebaikanmu." lalu meminta Soo Gyum masuk duluan. Byung Soo menahan Soo Gyum tapi dia tetap masuk. Dia mengatakan pada Soo Gyum siapapun yang ditemuinya harus melapor pada dirinya. Soo Gyum tidak menjawab.
"Apa benar cuma itu alasanmu membawa anak mu ke sini?"

"Memangnya kenapa lagi aku membawanya ke sini kalau tidak ada gunanya? Meskipun aku tidak tahu dia akan melakukan hal bodoh seperti ini."
"Apa kau merasa kurang percaya diri? Makanya kau menggunakan warisan anakmu?" Jung Hye lalu masuk ke kamarnya.


Mi Sook sedang menunggu Seo Yeon yang belum pulang, Baek Young Pyo pulang dalam keadaan mabuk. Dia memarahi Mi Sook karena tidak bisa mendidik anak yang telah membuat malu ayahnya di sekolah. Dan bertambah marah saat tahu Seo Yeon belum pulang.

Seo Yeon masuk ke rumah, ayahnya memangilnya tapi dia tidak menghuraukan dan terus berjalan menuju kamar. 
"Kenapa? Ayah akan memukulku juga?"
"Kalau itu membuatmu sadar."


Mi Sook mendorong suaminya dan mengajak Seo Yeon masuk ke kamar. Ayahnya terus menerus memukul pintu agar Mi Sook membuka pintunya. Di dalam kamar Mi Sook berkata pada "Seo Yeon, tidak apa-apa. Ibu akan mengurusnya." Seo Yeon tidak menjawab, lalu memasang headset dan tidak memperdulikan ibunya.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang Episode drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Mi Sook keluar dari kamar Seo Yeon lalu membuka pintu rumah agar tetangganya bisa mendengar dan mendengar Baek Young Pyo sedang marah.

"Apa kau sudah gila?"
"Aku sudah bilang aku tidak akan diam saja. Kalau kau tidak berubah, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Akan kuberitahu semua orang semua perbuatanmu. Makanya! Hentikanlah!"
Comments


EmoticonEmoticon