11/16/2017

Mad Dog Episode 11 PART 2

SINOPSIS Mad Dog Episode 11 PART 2



Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 12 Part 1

Setelah bertemu Ha Ri, Hyun Ki bertemu dengan On Joo Sik. On Joo Sik mengatakan bahwa ia memiliki rekaman polis asli. 
Hyun KI: “Oh rupanya itu yang mereka curi di rumahku.”
On Joo Sik: “Jika muncul ke publik, itu akan merusak reputasimu.”
Hyun KI: “Bagaimana kabar anakmu?”
Mereka mulai saling mengancam.


Mad Dog membahas Pentium. Ha Ri bilang sebaiknya mereka tidak mencarinya agar Pentium lebih aman. Cheetah tidka mau, “Dia sudah menunggu kita, menungguku. Kita semua keluarga!”


Pentium ada di rumah sakit jiwa. Dia berbohong ke perawat bahwa ia memiliki alergi matahari, sehingga membutuhkan topinya. Perawat memberikan topinya kepada Pentium.


Pentium mengaktifkan alat pemancar yang disembunyikan di balik topinya. Ia lalu pergi ke taman rumah sakit.


Cheetah yang pertama menyadari ada alat pemancar yang diaktifkan. Mereka langsung bergerak. 


Dalam perjalanan, Cheetah merasa heran bagaimana seorang ayah bisa mengurungnya anaknya sendiri di rumah sekat jiwa. Tidak ada yang merespon ucapannya, lalu dia pura-pura mengantuk dan tidur. 


Pak Kim menawarkan jus untuk Ha Ri, tapi karena Ha Ri menolak jadi Pak Kim akan meminumnya sendiri, sayangnya Ha Ri mengerem mendadak, sehingga membuatnya hampir tersedak. Pak Kim akan mengambil tisu, tapi dia menemukan sapu tangan miliknya yang dia pinjamkan saat ha Ri menangis dulu. Ia ingin mengambilnya kembali, tapi Ha Ri melarangnya karena belum sempat dicuci.


Cheetah yang sedari tadi pura-pura tidur di kursi belakang, tersenyum mendengarkan mereka berdua.


Manajer Park membawakan Hong Jo berkas claim yang harus dibayar sebesar 1 juta dollar. Hong Jo setuju untuk memproses semuanya. Hong Jo merasa Manajer Park pasti merasa kecewa padanya.
Manajer Park: “Direktur Cha, aku bekerja di Taeyang Insurance selama 16 tahun sebagai pemeriksa claim. Aku berencana untuk membuat Taeyang melakukan proses claim yang benar. Itulah tugas saya, dan itulah apa yang perusahaan asuransi lakukan.”
Sepertinya omongan Manajer Park mengenai di hati Hong Jo, “Itulah apa yang perusahaan asuransi lakukan,” gumamnya.


Hong Jo bertemu dengan Kang Woo, dan bilang bahwa dia tidak menahu tentang blackbox.
Kang Woo: “Benar, kau tidak tahu. Jika kau tahu, kau tidak akan membiarkan  Mi Suk dan Ju Won naik pesawat itu.”
Hong Jo yang semula sudah berdiri dan akan pergi, akhirnya duduk kembali. Mengingat kecelakaan yang menimpa istri dan anak Kang Woo, yang ia anggap saudara dan keponakannya sendiri.
Kang Woo mengatakan bahwa ia tidak mengincar Ketua Cha, ia hanya ingin mengungkap orang yang menyebab kecelakaan itu terjadi, Joo Hyun Ki.


Sementara itu di taman rumah sakit, Pentium duduk sendiri berharap teman-temannya segera datang.



Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang mengenalinya. Ia mengganggu Pentium, sampai topinya terjatuh. Ia lalu bercerita bahwa ia dan anak-anak konglomerat lain pura-pura sakit dan dirawat disana utk menghindari wajib militer. 


Cheetah menemui perawat rumah sakit. Kali ini ia menyamar menjadi perawat yang sedang mencari pekerjaan. Kepala perawat setuju untuk menerima bekerja, tetapi Cheetah harus mengisi surat pernyataan tidak akan menceritakan apapun yang dia lihat atau dengar kepada orang di luar rumah sakit.


Sambil memakai seragam barunya, Cheetah menelepon Pak Kim dan mengatakan keanehan rumah sakit itu. Kepala perawat menemuinya dan melarang Cheetah memakai ponsel selama ada di rumah sakit. Sebelum menutup teleponnya, Cheetah memberi kode dengan mengetukkan ponselnya “tuktuk... tuk.”



Pak Kim kebingungan karena kehilangan kontak dengan Cheetah. Ha Ri menyadari kode Cheetah yang berarti 2,1 atau pukul 21.00, Ha Ri lalu menghubungi  Manajer Park, bahwa ada tempat yang harus Manajer Park periksa.


Cheetah berhasil menemukan Pentium dan memberi kode dengan jari 2, 1, kepadanya. Pentium yang sedang di-bully merasa lega karena sudah melihat Cheetah. Cheetah kesal melihat Pentium sedan dibully.


Hong Jo memikirkan ucapan Kang Woo yang memintanya untuk membawakan blackbox penerbangan 801 yang disembunyikan Ketua Cha, ayahnya. Sekretaris mengatakan bahwa Ketua Cha sedang rapat bersama Hyun Ki. Ia lalu menuju kantor ayahnya, dan mengingatkan sudah saatnya ayah pulang ke rumah. Dia juga menyuruh Hyun Ki pulang.
Hong Jo: “Ayah, tidak bisakah kau berhenti berurusan dengan JH. Memiliki taeyang juga sudah cukup, jangan terlalu rakus.”
Ketua Cha: “Jangan bicara omong kosong! Kemasi barangmu, lalu pulanglah.”


Malam harinya, Manajer Park datang membawa data dan menemukan bahwa banyak claim asuransi dari Rumah Sakit Woonrim Ha Ri yang diduga adalah mereka yang menghindari wajib militer. Bersama Manajer Park, Ha Ri dan dan Pak Kim menyamar sebagai petugas asuransi Taeyang dan berhasil masuk ke rumah sakit.


Alarm pasien berbunyi. Perawat bilang ada pasien yang mengancam dengan senjata. Pentium mulai melawan orang yang mem-bully-nya, bahkan mengancam akan membunuhnya. Pentium semakin kalut, lalu ia disadarkan oleh teriakan Cheetah yang memanggil namanya. Pak Kim membuat alarm kebakaran palsiu. Alarm  berbunyi, lalu Pentium melepaskan temannya.


Saat semua pasien dan dokter panik karena bunyi alarm, Cheetah melemparkan pakaian ganti untuk Pentium. Ia langsung mengganti pakaiannya.


Manjer Park menemui para polisi dan menjelaskan bahwa ia datang ke rumah sakit itu karena ada laporan bahwa para pasien di sana adalah orang-orang yang menghindari wajib militer
Manajer Park: “Ini adalah rumah sakit jiwa, tapi pasiennya terlihat sehat dan sadar.”
Sementara itu, mad Dog berhasil kabur.


Pentium berhasil keluar.


Orang yang membully Pentium ternyata mengikutinya. Pak Kim menghajarnya. Semua orang kagum, tapi pak Kim malah mengeluh tangannya sakit.


Sementara itu, Hong Jo menyerahkan blackbox pada Kang Woo. Hong Jo, “Jangan libatkan ayahku.”


Ketua Cha kembali mengingat saat Hong Jo memintanya agar tidak serakah. Ia kembali ke kantor dan mengecek brankasnya. Ia tidak menemukan apa yang dia cari.


Ketua Cha lalu menelepon Hong Jo dan memarahinya karena Hong Jo mengambil barang yang bukan miliknya, dan bahwa Hong Jo telah dimanfaatkan.


Ha Ri makan bersama Pak Kim sambil menunggu Cheetah dan Pentium yang belum juga datang. Melihat tangan Pak Kim kesakitan, Ha Ri mengompresnya. Pak Kim lalu keluar restoran untuk membeli kopi.


Pentium sudah kelaparan, tapi Cheetah melarangnya turun agar Ha Ri dan Pak Kim bisa menikmati waktunya berdua saja.
Pentium lalu melihat ke bawah, dan ada Pak Kim yang melintas, hendak ke mini market.



Sementara itu, Kang Woo memperdengarkan salinan blackbox kepada Hyun Ki.
Blackbox: “Mayday, mayday, Menara Jeju, mayday, mayday, tidak....”
Hong Joo lalu datang.
Sambil menepuk pundak Hyun Ki, Kang Woo berbisik, “Kalau kau menyentuh orangku lagi, aku akan membunuhmu.” 
Hong Jo kecewa karenaKang Woo tidak jujur padanya.


Ketua Cha bicara sendiri, “Kang Woo, aku kira sudah memperingatkanmu agar tidak menyentuh keluargaku.” Ia merencakan sesuatu


Pentium mengagetkan Pak Kim yang sedang berjalan sendirian setelah membeli kopi. Pentium bilang, ia akan memanggilnya Hyung mulai sekarang.



Pentium melihat ada orang bermasker yang membawa kain sama persis dengan kain yang digunakan untuk menjerat leher Pak Kim tempo hari. Ia berlari menghalangi orang itu agar tidak mendekat ke arah Pak Kim. “Hyung....”




Ternyata di balik kain itu ada pisau, dan Pentium tertusuk! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon