11/17/2017

Mad Dog Episode 12 PART 1

SINOPSIS Mad Dog Episode 12 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 12 Part 2

Pentium melihat darah di tangannya yang berasal dari dadanya yang tertusuk. Dia ambruk.


Pak Kim berusaha berteriak meminta tolong tapi suaranya hampir tidak keluar karena terlalu shock, lagipula disana sangat sepi. Ia lalu menelepon Ha Ri.


Pentium dibawa ke rumah sakit.


Kang Woo yang saat itu baru selesai menemui Hyun Ki, langsung menyusul ke ruang operasi rumah sakit. Ada Cheetah dan Ha Ri di sana yang memberitahu bagaimana kondiis Pentium.
Kang Woo: “Dimana Kim Min Joon?”


Pak Kim sedang berdiri di toilet, menatap dirinya sendiri, berusaha mencuci tangannya yang penuh dengan darah pentium.


Kang Woo menemui Pak Kim berusaha menenangkannya.
Pak Kim: “Jangan sentuh aku.”
Kang Woo: “Bersihkan dan keluarlah.”


Mereka berempat menunggu di depan ruang operasi. Saat Kang Woo bertanya, apakah Pak Kim melihat wajah penyerangnya. Ia menjawab tidak tahu, ia bahkan tidak ingat apa-apa, karena itu berlangsung sangat cepat. Pelakunya bahkan berlalu dengan santai. Kang Woo memintanya mengingat sesuatu, karena mereka harus menemukannya demi Pentium.


“Aku orangnya. Akulah yang membawa kalian ke dalam masalah ini demi menemukan pembunuh kakakku. Aku sama saja seperti mereka,” kata Pak Kim


Kang Woo: “Kim Min Joo, benar ini salahmu. Lihat aku. Dan ada satu lagi orang di depanmu yang menempatkan kalian dalam bahaya. Tapi kita harus bertahan dan menemukan siapa yang menyakiti kita.”


Operasi selesai dan Pentium dibawa ke ruang rawat inap. Di sana, Perawat Oh menjelaskan bahwa pisaunya tidak mengenai pembuluh nadi besar, tapi sebagian hatinya rusak, sehingga harus diangkat.


Perawat juga bilang pendaharahannya sangat banyak, sehingga Pentium tidak sadarkan diri. “Maksudmu, kau tidak tahu kapan dia akan sadar kan?” tanya Cheetah. Perawat mengangguk.


Pak Kim hanya berani melihat dari jauh, karena rasa bersalahnya. Ia lalu keluar dan berpapasan dengan beberapa dokter dan perawat.


Dokter bilang akan memindahkan Pentium ke ruang VIP sesuai permintaan keluarga. Dokter juga memarahi Perawat Oh, karena membiarkan orang yang bukan keluarga masuk ke ruang rawat.


Lalu, anak buah Kepala Jaksa On Joo Sik, ayah Pentium, datang menyuruh mereka semua pergi.


Mad Dog kembali ke markas, dan membahas mengenai Pak Lee, yang kemungkinan adalah pelaku penusukan itu. Mereka menemukan bahwa kampung halaman Pak Lee sama dengan Ketua Cha, dan menerima beasiswa dari Taeyang, sehingga ia merasa berutang budi pada Ketua Cha. Pak Lee juga pernah menjadi bagian dari angkatan laut.


Kang Woo: “Apa hobi dan keahliannya?”
Pak Kim: “Tidak banyak yang penting. Hobinya sekarang adalah aku, membunuh Jan Gebauer.”


Pak Kim lalu naik ke kamarnya, ia melihat mantelnya yang berlumuran darah Pentium, lalu membersihkan dirinya. Dia terkejut ketika tiba-tiba Kang Woo sudah ada di kamarnya. Ia bisa masuk, karena Pentium sudah membobol password kamar Pak Kim pada hari sebelum kejadian.


Kang Woo membawa salinan suara kakaknya saat kecelakaan terjadi, yang sebelumnya juga diperdengarkan kepada Hyun Ki. Ia menangis, menyesal karena dia dulu selalu menolak saat kakaknya mengajak minum bersama.


Ha Ri dan Cheetah masuk. Mereka kesal dan pura-pura marah, karena Kang Woo dan Pak Kim akan melanjutkan masalah ini berdua saja dengan alasan mengkhawatirkan mereka.


Ketua Cha menemui Hyun Ki di kantor JH. Ketua Cha menyuruh Hyun KI menemui Jaksa On dan mengakui perbuatannya. Ia harus mengakuinya karena Pak Lee selaku pelaku bekerja di JH.


Hyun KI benar-benar menemui Jaksa On. Mereka bertemu di kamar rawat Pentium.  Hyun Ki meminta maaf, tapi Jaksa On bilang kalau dia tahu satu orang lagi dibalik ini semua, yaitu Ketua Cha.


Jaksa On lalu bercerita tentang kejadian dua tahun lalu yang menimpa Ketua Joo, ayah Hyun Ki. Saat berada di rumah kaca Ketua Cha, Ketua Joo ambruk karena asmanya dan saat itu dia tidak membawa inhalernya. Hyun Ki sangat marah mendengar itu semua.


Flashback..
Saat itu, Ketua Joo ternyata membawa inhalernya, tapi Ketua Cha menghalangi ia menggunakannya.


Saat ini di rumah kacanya, Ketua Cha menyuruh Hong Jo mengundurkan diri dari Taeyang. Tapi, Hong Jo bilang ia akan membuat JH menjadi milik ayahnya, dan ia membutuhkan Pak Lee.


Pak Lee sendiri sedang memberikan surat pengunduran diri kepada Hyun Ki dengan alasan tidak ingin merusak nama JH. Hyun Ki lalu menasehatinya, “Pak Lee, jangan terlalu percaya pada Ketua Cha. Dia tidak punya hati.” Pak Lee hanya mengucapkan terima kasih.


Mad Dog sedang melihat artikel pengunduran diri Pak Lee dari JH. Lalu, alarm berbunyi. Mereka bersiap menemui tamu tak diundang.


Yang datang adalah Perawat Oh yang membawa tisu toilet, padahal mereka sudah waspada. Ha Ri malah sudah membawa kunci inggris segala.


Perawat Oh memberikan foto pertemuan Jaksa On dan Hyun KI di rumah sakit. Pak Kim menduga akan ada pertemuan berikutnya.


Kang Woo meminta bantuan Perawat Oh, dan Perawat Oh setuju. Dia menengadahkan tangannya untuk meminta alat penyadap. Cheetah memegang tangan Perawat Oh hendak melarangnya ikut serta, tapi Perawat Oh melepasnya. Pak Kim malah menyerahkan alatnya sambil menggenggam tangan Perawat Oh. Cheetah kesal.


Cheetah juga menitipkan ponsel dan bungkus gimbab untuk disimpan di ranjang Pentium, agar ketika sadar Pentium bisa langsung menghubunginya, sedangkan bungkus gimbabnya sendiri adalah karena Cheetah suka mengambil gimbab milik Pentium, lalu bungkusnya disembunyikan di bawah ranjang.


Perawat Oh berhasil masuk kamar Pentium. Dia meletakkan alat penyadap di bawah meja tamu, dan juga ponsel yang ditutup dengan bungkus gimbab di bawah ranjang Pentium.



Mad Dog sedang membahas latar belakang Jaksa On. Dan saat alat penyadap bekerja, Pak Kim memperdengarkannya kepada Mad Do, bahwa Jaksa On ingin menambah kekuasaannya. Ia berencana untuk mengikuti pemilihan presiden. Untuk itu, ia harus membuat namanya semakin terkenal di masyarakat. Salah satu caranya dengan menyelesaikan kasus besar! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon