11/17/2017

Mad Dog Episode 12 PART 2

SINOPSIS Mad Dog Episode 12 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 13 Part 1

Seorang pria menyarankan agar Jaksa On Joo Sik maju pada pemilihan Presiden berikutnya. Taglinenya adalah ‘Jaksa yang Baik, Simbol Keadilan’.


Pembicaraan itu tersadap, dan didengarkan pula oleh Mad Dog di markas mereka. Tak lama kemudian, Jaksa On menelepon Kang Woo. Kang Woo sudah menduga bahwa Jaksa On membutuhkan rekaman blackbox Penerbangan 801.


Kang Woo dan Jaksa On bertemu di sebuah restoran yang katanya mahal. Kang Woo menyerahkan blackboxnya, dan Jaksa On berjanji akan menginvestigasi ulang kasusnya.


Sementara itu, Perawat Oh menelepon Cheetah mengabarkan bahwa pria dengan gaya berpakaian Eropa datang lagi. Yang dimaksud adalah Hyun Ki.


Di kamar rawat VIP Pentium, Jaksa On seperti akan menyerahkan rekaman aslinya kepada Hyun Ki, padahal itu adalah ancaman. Hyun Ki tidak mau diancam, ia menyodorkan kembali blackboxnya dan berkata, “Silakan lakuka investigasi ulang, dan gorok leherku.”


Jaksa On terkejut dengan respon Hyun Ki. Hyun Ki bilang bahwa kecelakaan itu sangat tragis dan menewaskan 190 orang, walaupun kasusnya diinvestigas ulang dan menyelesaikan kasusnya, masyarakat tidak akan mengingatnya sampai Pemilihan Presiden yang masih 4 tahun lagi.


Kemudian, Hyun Ki balik mengancam Jaksa On. Ia membacakan SMS yang dikirimkan pada 13 Desember 2014 dari Jaksa On kepada Ketua Joo, ayah Hyun Ki, yang isinya “Menteri Transportasi dan Pertanahan akan menyetujuinya, jangan khawatir Ketua Joo”. Persetujuan itu adalah mengenai rute penerbangan baru, jika saja Menteri tidak menyetujui, maka pesawat 801 tidak akan melewati area tersebut dan mengalami kecelakaan. Akibat ancaman Hyun Ki itu, Jaksa On membatalkan rencananya untuk melakukan investigasi ulang.


“Kejaksaan menekan, Kementerian mengizinkan, Perusahaan Asuransi berkomplot, Perusahaan penerbangaan menerbangan pesawat yang sudah tua, lalu mereka menyalahkan kakakku,” kata Pak Kim menyimpulkan.


Flashback..
Untungnya, rekaman blackbox yang sekarang ada di tangan Jaksa On hanya copy-annya saja. Kang Woo meminta Pak Kim membuat tiruannya, walaupun Cheetah sempat meragukannya dan mengatakan Pak Kim bukanlah Pentium.


Pak Kim berencana untuk melakukan konferensi pers dengan sebelumnya menjebak Pak Lee. Yang lain tidak setuju, karena itu akan sangat berbahaya, tapi Pak Kim bilang, “Berbahaya jika aku sendirian, tapi aku bersama kalian.”


Pak Kim menemui Pak Lee di sebuah restoran, ia bertanya, “Karirmu bagus, uangmu pasti banyak, tapi kenapa kau terus membunuh orang? Kau membunuh Ko Jin Chul, dan mencoba membunuhku dua kali. Kenapa kau melakukannya? Apa kau seorang psikopat?”


Pak Lee tertawa dan menyangkal semua tuduhan itu. Setelah memastikan Pak Lee marah, Pak Kim pergi.



Pak Lee mengikuti mobil Pak Kim, dan di belakangnya ada mobil Ha Ri. Di markas, Kang Woo dan Cheetah memantau mereka. Kang Woo ingin menyusul mereka, tapi Pak Kim bilang dia percaya Ha Ri dapat menjaganya.


Pak Kim turun di suatu tempat. Pak Lee mengikutinya sambil memakai sarung tangannya. Tepat di belakangnya, ada Ha Ri.

Mereka berbelok di jalan sempit dan sepi. Kang Woo masih memantau melalui monitor, sedangkan Cheetah dalam perjalanan menyusul mereka.


Pak Kim berjalan semakin cepat, tapi Pak Lee tidak, ia malah menjaga jarak. Tiba-tiba dia berhenti dan berbalik. Ternyata ia tahu kalau Ha Ri mengikutinya. Ha Ri langsung lari menghindarinya, dan Pak Lee mengejarnya. Sementara itu, Cheetah sudah sampai di tempat Ha Ri memakirkan mobilnya.



Ha Ri terus berlalu, tapi ia menemui jalan buntu. Pak Lee berhasil menemukannya! 



Pak Lee mendekati Ha Ri, untungnya Pak Kim datang dan melemparkan dirinya ke arah Pak Lee. Mereka berkelahi. Lalu, Pak Kim memberitahu bahwa ada kamera di kacamatanya dan juga kacamata Ha Ri. Akhirnya Pak Lee melepaskan Pak Kim.


Cheetah lalu datang dan menelepon polisi. Pak Lee diinterogasi di kantor polisi, tapi ia tetap diam.


Mad Dog juga ada disana. Tapi kemudian kemudian semuanya pergi karena marah pada Ha Ri yang membuat mereka semua khawatir. 


Pak Kim dan Ha Ri bicara berdua. Pak Kim memintanya jangan menempatkannya dirinya dalam bahaya lagi.


Cuaca sangat dingin, tapi Pak Kim malah mengambil scarf Ha Ri, lalu ia pergi. Sesaat dia kembali lagi dan memakaikan jaket pada Ha Ri.



Keesokan harinya di rumah sakit, Pentium mulai membuka matanya. Ia shock dan menggerak-gerakkan tangannya sampai tidak sengaja menemukan bungkus gimbab dari Cheetah yang dititipkan pada Perawat Oh.


Pentium lalu berhasil menemukan sebuah ponsel, dan berusaha menggunakannya sambil menahan sakit.



Artikel mengenai penangkapan Pak Lee sudah menyebar di internet. Begitu pula artikel tentang adik Pilot Kim Bum Joo (Pak Kim) yang akan melakukan konferensi pers.


Sementaa itu di rumah sakit, Perawat Oh melihat Hong Joo datang ke rumah sakit.


Saat mendengar ada yang masuk kamarnya, Pentium langsung menyembunyikan ponselnya dan pura-pura memejamkan matanya. Ia mendengar Hong Joo dan ayahnya berbicara mengenai Pak Lee dan bahwa blackbox yang ia berikan pada Kang Woo dulu bukanlah yang asli. 


Flashback..
Setelah Mad Dog pergi dari rumah sakit, barulah Pak Lee mulai bicara. Dan dia berbohong. Ia mengatakan bahwa ia diikuti seorang pria yang claim asuransinya tidak disetujui, sehingga ia kehilangan kontrol saat pria itu terus menyebutnya pembunuh. Pak Lee menyerahkan rekaman pembicaraan dengan Pak Kim saat di restoran.



Tanpa mengetahui kebohongan Pak Lee dan Hong Joo, tim Mad Dog siap melakukan konferensi pers sambil membawa blackbox, yang ternyata juga adalah sebuah copy-an..


Mendengar cerita Hong Joo, Pentium berusaha melepaskan selang oksigennya. Ia mengirim SMS kepada Kang Woo, “Hentikan konferensi persnya, jangan nyalakan rekamannya, pergi saja dari sana. Ini semua rencana Direktur Cha (Hong Joo).”
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang Episode drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁


Saat akan menekan tombol ‘kirim’, ayahnya membuka tirai dan melihat Pentium sudah sadar! [crstl]

2 komentar


EmoticonEmoticon