11/23/2017

Mad Dog Episode 13 PART 1

SINOPSIS Mad Dog Episode 13 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 13 Part 2

Pak Kim memasuki ruangan konferensi pers.
Cheetah: “Dia pura-pura percaya diri, padahal dia gugup.”
Ha Ri: “Dia terlihat sangat ketakutan.”


Pentium sangat terkejut dan ketakutan saat ayahnya dan Hong Joo memergokinya sudah sadar, apalagi dia sedang memegang sebuah ponsel.
Jaksa On: “On Noo Ri, kapan kau sadar? Apa yang kau lakukan dengan ponsel itu?”


Hong Joo mengambil ponselnya, dan melihat apa yang sudah Noo Ri perbuat dengan ponsel itu.


Melihat Kang Woo sudah menganggukkan kepalanya, Pak Kim memulai konferensi pers dengan pertama-tama memperkenalkan dirinya sebagai adik co-pilot pesawat 801


Kang Woo menerima SMS dari Noo Ri. Ternyata Noo Ri sudah berhasil mengirimkannya.


Kang Woo sangat terkejut saat membacanya.


Sementara itu, Pak Kim siap membuka kacamatanya.


Kang Woo berteriak, “Adik Kim Bum Joon!”. Semua wartawan langsung menengok ke arah Kang Woo yang mulai berjalan ke arah Pak Kim. “Hey, kau brengsek! Jangan berani-berani mengucapkan apapun!” lanjutnya. Para wartawan mulai mengambil gambar mereka.


Cheetah dan Ha Ri tidak mengerti apa yang terjadi.


Berita kemudian menyiarkan bahwa konferensi pers dihentikan karena terganggu oleh seorang pria. Pria itu adalah anggota keluarga dari salah satu korban kecelakaan pesawat 801.


Hong Joo meminta maaf kepada ayahnya yang sedang menonton berita itu. Tapi Ketua Cha malah bilang bahwa Hong Joo berhasil, “Mereka berperan sebagai korban dan pelaku, tetapi akting mereka jelek. Masyarakat pasti segera tahu dan tidak akan mempercayai mereka lagi.”


Di kantor Polisi, Polisi yang termakan kebohongan Pak Lee, mulai memperdengarkan bukti-bukti kesalahan Pak Kim. Pak Kim dianggap sebagai anggota keluarga korban kecelakaan pesawat 801 yang menyimpan dendam terhadap JH dan juga Pak Lee.


Cheetah menatap penuh kebencian pada Pak Lee, sedangkan Kang Woo menahan kemarahan dengan mengepalkan tangannya.


Polisi mengatakan bahwa untuk Pak Kim dapat dituntut 5 tahun untuk gangguan bisnis dan 3 tahun untuk pengancaman, “Mungkin kau punya masalah mental seperti kakakmu. Bukankah pilot itu depresi atau semacamnya? Periksalah ke rumah sakit sebelum kau menjadi seperti dia.”


Polisi juga mengatakan bahwa Kang Woo telah membuat salinan ilegal terhadap blackbox.


Cheetah semakin marah, “Apakah kau tidak tahu tentang praduga tak bersalah? Lakukan penyelidikan yang adil.”
Polisi: “Berani-beraninya kau. Oh kalian semua satu tim kan? Siapa namanu dan nomor jaminan sosialmu?”


Cheetah sudah menyebutkan nama aslinya dan akan menyebutkan nomornya juga, tapi Kang Woo melarangnya.


Kang Woo: “Pak Kim bisa dituntut 5 tahun, dan aku 10 tahun untuk bukti palsu, bukan begitu Pengacara Lee?”
Pak Lee: “Benar.”
Pak Kim: “Tidak, aku yang membuat salinannya. Pak Polisi, semua itu aku yang melakukannya, jadi silakan hubungi Kedutaan Jerman.”


Kang Woo bertanya, kenapa Pak Kim menerima semua tuduhan itu. “Sebelumnya, kau yang menyerahkan diri ke kejaksaan, sekarang giliranku,” jawab Pak Kim.


Cheetah mencegah Ha Ri yang berencana menemui Hong Joo. Ha Ri memaksa pergi, tapi kemudian ia melihat Joo Hyun Ki datang ke Kantor Polisi.


Hyun Ki datang ternyata bukan untuk Pak Lee. Ia malah meminta Polisi untuk melepaskan Pak Kim. “Dia tidak merusak bisnis JH, dan dia juga tidak memeras kami,” kata Hyun Ki. 


Hyun Ki juga bilang bahwa dia memang menyuruh Kang Woo untuk membuat salinan blackbox itu. Dia lalu pergi sambil membawa blackbox-nya.


Ketua Cha bertemu dengan Jaksa On. Sekarang giliran Ketua Cha yang meminta Jaksa mennagkap Hyun Ki. Jaksa On lalu menerima telepon. Setelah itu ia berkata, “Sepertinya kau duluan yang akan disingkirkan?”


Ketua Cha tidak mengerti maksud Jaksa On. Lalu, ia mendapat telepon dari Pak Lee.


Mad Dog berkumpul di restoran. Cheetah memberi tahu kalau Pentium dipindahkan ke rumah sakit lain, tapi belum diketahui dimana. Perawat Oh akan mencari tahu.


Berita menyiarkan berita tentang Pak Kim, lalu Cheetah mengganti chanelnya. Tapi sekumpulan orang yang juga makan disana ikut membicarakannya juga, bahwa Co-Pilot pesawat 801 melakukannya demi uang. Pak Kim sangat sedih mendengarnya.


Pak Kim kembali ke markas lebih dulu. Ia mendengarkan rekaman suara terakhir kakaknya sambil menangis. “Hyung, maafkan aku. Aku merusak semuanya. Maafkan aku,” katanya sambil menatap foto kakaknya


Kang Woo memikirkan apa yang terjadi hari ini, “Cha Hong Joo...”


Sementara itu, Hong Joo sedang menemui Hyun Ki. Hong Joo meminta Hyun Ki untuk berhenti bersikap pura-pura bodoh.


Ekspresi dan nada bicara Hyun Ki berubah menjadi serius tidak seperti biasanya, “Haruskah? Saat aku mengetahui kau memberikan barang milikku kepada Choi Kang Woo, aku tidak marah tapi hatiku sakit. Karena aku menyukaimu, aku akan memberi kesempatan pada ayahmu untuk mengaku.” Hong Joo bingung dan bertanya, “Pengakuan apa?”


Hong Joo lalu menemui ayahnya di rumah kaca dan bertanya, “Apakah Ketua Joo meregang nyawanya di sini dua tahun lalu?”


Ketua Cha lalu bercerita mengenai mendiang istrinya, ibu Hong Joo. “Dia bilang dia hanya punya 2 hal, kau dan pohon ini. Dia menolak semua pohon yang bagus bahkan impor. Tapi hari itu, Ketua Joo menendang-nendang pohon itu. Bahkan dia mengambil 30 juta-ku, dan akan meminta lagi 10 juta.”


Dua tahun lalu Ketua Joo berkata, “Sepertinya anakku menyukai putrimu.’ Mendengar itu, Ketua Cha semakin marah dan menyemprotkan pestisida padanya. Asmanya kumat, dan dia ambruk.


Hong Joo: “Hyun Ki tahu tentang hal itu, dia tahu semuanya. Dia ingin memberimu kesempatan untuk mengakui dosamu.”
Ketua Cha: “Kau kesini setelah mendengar cerita darinya? Jadi itulah yang dia inginkan. Dia ingin memisahkan kita. Jadi, apa kau kecewa padaku? Haruskah aku mengaku?”
Hong Joo: “Tidak. Tidak perlu memikirkannya.


Hong Joo keluar dari rumah kaca dan menelepon seseorang, “Jaksa On, maaf meneleponmu malam-malam begini. Ini darurat.”


Hyun Ki yang sedang memeriksa berkas dikagetkan oleh kedatangan bawahannya yang memberi tahu bahwa Tim Investigasi Kejaksaan datang dan sedang memeriksa kantor mereka.


Hyun Ki meminta bawahannya untuk menghancurkan beberapa dokumen.


Hyun Ki juga sampai membanting dan menginjak-injak laptopnya.


Tim Investigasi memaksa masuk sambil menunjukkan surat penangkapan, “Hentikan! Kalau tidak, kau akan dianggap merusak bukti.”
“Laptop mahalku rusak, aku jadi kesal,” kata Hyun Ki.


Hyun Ki menemui Hong Joo, “Kau meminta Jaksa On untuk menemukan surat asuransi dan blackbox-nya. Aku agak terluka.”
Hong Joo: “Baguslah. Jangan selalu aku yang terluka.”
Hong Joo juga mengatakan bahwa ia akan mengadakan rapat pemegang sahamdan kau akan ditangkap. Ia kemudian mengusir Hyun KI.


Di markas, Mad Dog mendengarkan rekaman pembicaraan telepon antara Hong Joo dan Jaksa On. Hong Joo berjanji akan menghapus bukti keterlibatan Jaksa On di persetujuan rute pesawat baru dua tahu lalu, dan sebagai gantinya Hong Joo meminta Jaksa On menemukan blackbox-nya. 


Ha Ri juga menyalakan berita tentang Tim Investigasi Kejaksaan yang datang menggeledah Kantor JH. Kang Woo mengambil kesimpulan bahwa itu semua perbuatan Hong Joo.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang Episode drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Ha Ri bertanya kepada Kang Woo apa langkah mereka selanjutnya. Kang Woo menjawab, “Mad Dog akan bubar!” [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon