11/24/2017

Mad Dog Episode 14 PART 1

SINOPSIS Mad Dog Episode 14 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 13 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 14 Part 2

Saat sedang mengintai, Pak Kim membuka kaca jendelanya. Lalu Ha Ri menutupnya lagi dengan alasan dia kedinginan. Pak Kim bertanya apakah Ha Ri marah padanya, tapi Ha Ri mengelak.
Pak Kim: “Wanita yang waktu itu aku bawa ke lantai atas waktu itu adalah..”
Ha Ri: “Aku tidak tertarik. Wanita dan pria muda masuk ke lantai atas dengan bergandengan tangan, mereka mungkin menghabiskan malam dengan...”


Pak Kim: “Kau penasaran dengan apa yang kami lakukan malam itu?”
Ha Ri: “Sudah kubilang tidak, kita sedang dalam operasi. Fokus saja pada targetnya.”

Mereka baru sadar bahwa mereka memakai alat komunikasi. Alhasil, tim Mad Dog lainnya bisa mendengar percakapan mereka.


Cheetah menggoda mereka dan mengatakan bahwa dia penasaran apa yang Pak Kim lakukan sepanjang malam dengan wanita itu. Pentium lalu memberi tahu bahwa dia sudah mengecek CCTV, dan wanita itu hanya tinggal selama dua menit di ruangan Pak Kim. “Senior Ha Ri, kau tidak perlu khawatir,” kata Pentium ikut menggoda mereka. 


Hong Joo dan dua orang dari Divisi Udara terlihat sudah keluar dari restoran.


Sementara Ha Ri dan Pak Kim masih merasa malu karena pembicaraan mereka didengar oleh seluruh Mad Dog.


Sambil melihat foto tiga orang targetnya, Kang Woo berkata, “Mereka hanya menghabiskan waktu 10 menit di Restoran Korea.”  Cheetah bilang makan bimbimbap saja butuh waktu lebih banyak. “Aku menebak bahwa Hong Joo sedang terburu-buru,” lanjut Kang Woo.


Mobil Hong Joo meninggalkan restoran, sementara Sung Ho dan Dong Chul terlihat membawa sesuatu di tangannya masing-masing. 


Mereka melihat Dong Chul mengangkat sesuatu di tangannya dan Sung Ho yang terus menggelengkan kepalanya.
Pak Kim: “Mereka berdua mungkin diancam atau malah ditawari suatu perjanjian.
Ha Ri: “Yang jelas, mereka terlihat khawatir.”


Di markas, Pentium memperbesar rekaman untuk mengetahui apa yang mereka pegang. Mereka melihat itu adalah amplop besar yang belum mereka bawa saat masuk ke restoran. 


Cheetah menduga hal yang ditawarkan sangat besar sambil mengangkat 1 jarinya. Ha Ri menduga 2 kali lipat dari dugaan Cheetah. Pentium malah mengangkat tiga jarinya, lalu Pak Kim menambahnya jadi empat. Sedangkan Kang Woo bilang, mereka siap mengambil umpannya.


Mad Dog berkumpul lengkap untuk membahas langkah selanjutnya.


Park Dong Chul yang merupakan wakil direktur di Kementerian Pertanahan dan Transportasi. Dong Chul bertanggung jawab atas pengecekan kelayakan pesawat terbang, tapi Pesawat 801 tetap bisa berangkat walaupun sudah tidak layak terbang karena usianya.


Sedangkan Cho Sung Ho adalah Wakil Direktur di Divisi Transportasi Udara Internasional. Hari memberi tahu jika Perusahaan Penerbangan ingin membuat rute baru atau menambah jumlah penerbangan di rute yang sudah ada, maka akan berurusan dengan Menteri Pertanahan dan Transportasi


Karena mereka berdua berhubungan dengn Divisi Kebijakan Penerbangan, Pentium mencari tahu siapa kepalanya. Pentium sangat terkejut karena kepalanya teman sekolah ayahnya, Lee Sang Myun, dan keluarga mereka berteman baik.


Pentium: “Saat di rumah sakit aku mendengar dari Direktur Cha Hong Joo bahwa ayahku menekan kementerian untuk menambah jumlah penerbangan JH. Aku yakin dia tidak menekan Kementerian, tapi mungkin dia meminta Sang Myun untuk melakukannya. Kecelakaan pesawat itu akibat ulah ayahku, bukan?”


Kang Woo memandang prihatin pada Pentium, sedangkan Pak Kim berusaha menahan tangisnya.


Pentium membungkukkan badannya meminta maaf kepada Kang Woo dan Pak Kim. Ia menangis dan merasa sangat bersalah karena ini semua ulah ayahnya.


Kang Woo berkata pada Pentium, bahwa dia tidak perlu melakukan itu. “Ayahku yang melakukan itu! Keluargamu, Kakak Pak Kim, aku akan meminta maaf 100 kali. Aku akan terus meminta maaf,” kata Pentium sambil menangis.


Pak Kim berkata bahwa ia menderita karena tuduhan orang-orang padanya dan ia akan merasa lebih baik jika ada yang mengatakan, “Kau tidak melakukan kesalahan. Ini bukan salahmu.” Dan kini ia mengatakannya pada Pentium.


Sementara itu Sang Myun sedang bersama Jaksa On. Ia khawatir karena masalah JH dan Taeyang terus dibicarakan. Jaksa On meyakinkan dirinya bahwa mereka tidak melakukan apapun.


Jaksa On mendapat pesan dari bawahannya di Ruang Interogasi Kejaksaan, bahwa Ketua Cha menunggu dirinya.


Didampingi Pak Lee sebagai pengacaranya, Ketua Cha sedang diinterogasi di Kantor Kejaksaan.


Jaksa berkata bahwa mereka sudah memiliki buktinya. Ia juga memberitahu bahwa sudah tidak ada ruang interogasi untuk VIP. “Kejaksaan harus melakukan penyelidikan sesuai aturan, walaupun orangnya adalah seorang mantan presiden.” 


Ketua Cha yang berakting sakit di depan publik menginap di rumah sakit dan Hong Joo juga ada di sana. Ketua Cha menghubungi Anggota Kongres Park untuk meminta bantuan, tapi ia menolak.


Hong Joo sangat terkejut saat ayahnya memberi tahu bahwa ia memanggil Hyun Ki. Ayahnya akan membuat Hyun Ki yang menerima hukuman.


Hyun Ki datang dan Ketua Cha mengajaknya minum teh.


Ketua Cha memberi tahu bahwa Jaksa On ingin menjatuhkan mereka berdua. Mereka membahas pencucian uang. Hyun Ki berkata bahwa ia belum menerima bagian sahamnya, jadi ia tidak akan terlibat.


Saat Ketua Cha mulai membahas Ketua Joo (ayah Hyun KI), Hyun Ki marah sampai ia tangannya berdarah karena gelas tehnya pecah.


Hong Joo kembali dan mengingatkan ayahnya bahwa Hyun KI memiliki polis asuransi dan juga blackboxnya.


Hyun Ki memasuki ruang kerja di rumahnya dengan marah. Ia kemudian mengambil polis asuransi dan blackbox asli yang disimpan di dalam brankas yang tersembunyi di balik buku-buku.


Saat akan pergi, Hyun Ki melihat darahnya menempel di kenop pintu. Ia menyadari bahwa ia dimanfaatkan oleh Ketua Cha. “Ia ingin mengotori tanganku, agar Hong Joo tidak perlu mengotori tangannya. Hangat sekali cinta seorang ayah,” kata Hyun Ki sinis.


Hyun Ki tidak jadi pergi dan duduk di ruangannya


Dari markas, Cheetah memantau pengintaian yang dilakukan Mad Dog.


Ha Ri menemui Dong Chul di sebuah restoran.


Pak Kim menemui Sung Ho di bar.


Sedangkan Kang Woo datang menemui Hong Joo di Kantor Taeyang. Pak Lee bahkan menggeledah Kang Woo terlebih dahulu.


Kang Woo memainkan rekaman pembicaraan antara Hong Joo dan Jaksa On saat di kamar rumah sakit tentang janjinya kepada Jaksa On bahwa ia akan menghapus bukti tekanan yang dilakukan Jaksa On kepada Kementerian Pertanahan dan Transportasi.


Pak Lee mematikan rekaman itu.


Hong Joo terkejut, tapi ia mencoba menguasai dirinya. Ia akan membuat publik percaya pada Teyang. Kang Woo membalas, “Bagaimana jika yang menyebarkan rekaman ini adalah putra kandung Jaksa On?”


Sedangkan Pentium memperdengarkan rekaman yang sama kepada ayahnya. Ia marah atas apa yang ayahnya lakukan. 


Jaksa On lalu menelepon seseorang untuk membawa Pentium ke rumah sakit jiwa di sebuah pulau.


Pentium: “Ayah, aku sudah mengaturnya. Jika aku tidak kembali, maka rekaman ini akan ter-ekspos ke dunia.”
Jaksa On: “Teganya kau melakukan ini pada ayahmu!”
Pentium: “Kapan ayah menganggapku anakmu?”


Pentium menyerahkan tangannya agar Jaksa On menangkapnya atas tuduhan penyadapan ilegal. Jaksa On hampir memukulnya. Jaksa On lalu membatalka niatnya mengurung Pentium.


Pentium lalu pergi setelah mengucapkan, “Selamat tinggal. Jaga dirimu, Jaksa On.”


Ponsel Hong Joo berdering. Ia kemudian mengusir Kang Woo pergi.


Di bar, Pak Kim mentraktir Sung Ho dan wanitanya dengan bir yang mahal.


Pak Kim lalu meletakkan kacamata ber-kamera miliknya di dekat ponsel Sung Ho yang bergetar. 


Sementara itu, Ha Ri mengeluhkan steaknya.


Dong Chul mengecek jam tangannya, lalu memesankan steak baru untuk Ha Ri. Lalu ia pergi untuk mengangkat teleponnya.


Ha Ri melewati Dong Chul yang sedang menelepon,  dengan alasan akan pergi ke toilet karena pakaiannya terkena noda. Ia mendengar pembicaraan Dong Chul bahwa ia akan melakukan pertemuan di restoran Korea yang sama.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang Episode drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Sung Ho pun panik saat melihat siapa yang mencoba meneleponnya sebanyak tujuh kali. Ia lalu berlari untuk mengangkatnya.


Hong Joo-lah yang menelepon mereka! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon