11/12/2017

My Golden Life Episode 21 PART 2

SINOPSIS MY GOLDEN LIFE – EPS.21
PART 2



Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 21 Part 1
Ji Ho sedang merapikan display produk sepatunya, dan terkejut saat Seo Hyun datang memilih banyak sepatu. “5 Sepatu cukup kan untuk meminjamnya (Ji Ho) selama 30 menit?” kata Seo Hyun kepada teman kerja Ji Ho. Lalu ia mengeluarkan kartu kreditnya agar dapat bicara dengan Ji Ho. Ji Ho menggelengkan kepalanya, tapi temannya malah setuju dan langsung mengambil kartu kredit Seo Hyun. Seo Hyun menggandeng Ji Ho ke lorong yang sepi pengunjung.


Seo Hyun lalu memastikan bahwa Ji Ho kerja di department store dan juga di klub untuk mendapatkan uang. Ji Ho membenarkannya. Seo Hyun lalu bilang akan membayar Ji Ho jika bersedia membantunya. Ia menceritakan masalah yang menimpanya. 



Mereka pindah ke gudang sepatu, dan Seo Hyun menunjukkan foto-foto yang digunakan istri Supir Ryu untuk mengancamnya. Seo Hyun juga jadi curiga kalau supir Ryu terlibat karena melihatnya tersenyum padahal ia sedang kesusahan.
Ji Ho: “Berapa kau akan membayarku?”
Seo Hyun: “Kau mau berapa?” 
Jawaban itu malah membuat Seo Hyun jadi menerima jitakan dari Ji Ho, “Inilah mengapa kau bisa diperas.” 


Tapi Seo Hyun belum sadar juga, ia langsung setuju saat Ji Ho meminta 50.000 dollar, dan langsung menganggukkan kepalanya saat Ji Ho menambahnya menjadi 100.000. Seo Hyun sangat gembira saat Ji Ho memberinya banyak diskon, dan hanya meminta 20.000 dollar saja. 


Seo Hyun keluar dari Departmen Store, dan supir Ryu dengan sigap membawakannya belanjaan Seo Hyun. Mereka lalu bicara di dalam mobil. Seo Hyun bilang uangnya masih kurang 200.000 dollar untuk dibayarkan pada istri supir Ryu. Jadi sementara ia mencari tambahan uangnya, ia tidak mau diantar oleh supir Ryu karena takut istrinya kembali mengambil foto mereka berdua. Supir Ryu malah bilang, “Kenapa tidak kau berikan saja yang 500.000 dulu?” Seo Hyun menolak. (sepertinya sudah diajari Ji Ho ni, hehe..


Ji Ho mengintip dari salah satu pilar yang ada di tempat parkir dan memperhatikan mereka. Ia menganggukkan kepalanya dan Seo Hyun melihatnya dari balik kaca mobil.


Ji Tae dan Soo A membaca buku di suatu tempat. Soo A minta pulang karena tahu Ji Tae tidak konsentrasi membaca dan terlalu malas pulang ke rumah karena kejadian yang menimpa keluarganya. Soo A membujuknya bahwa dia lelah dan ingin istirahat, dan rumah itu adalah rumah pernikahan mereka yang indah.


Ji Soo pulang dari warnet dan melihat ayahnya sedang menatap ponselnya. Ji Soo bilang dia bertemu Ji An. Ayah bertanya kenapa ia tidak membawa saudaranya pulang. Ji Soo balik bertanya, siapa yang dimaksud saudara itu. Ji Soo marah dan naik ke kamarnya.



Ibu mengetuk kamar Ji Soo, tapi ia malah menguncinya dari dalam. Ibu bilang, dialah yang salah. 
“Aku mengirim Ji An kesana bukan karena Ji An anakku, tapi karena aku tidak pernah berpikir bahwa kau bukan anakku. Aku tidak pernah berpikir bahwa kau adalah anak orang lain. Aku bahkan lebih menyukaimu” 


Ibu terus menjelaskan sambil menangis, sedangkan Ji Soo menyemunyikan dirinya di balik selimu dan mencoba menahan tangisnya, tapi itu terlalu sulit.


Ji An sudah berangkat dari stasiun bus, dan sekarang ia berjalan sendirian di pelabuhan.


Ayah masuk ke kamar, dan melihat Ji Soo yang sudah tertidur dengan mata berkaca-kaca. Ibu masih menangis di kamarnya.


Ji Tae dan Soo A pulang ke rumah. Mereka mendengar suara tangisan ibu. Soo A bertanya ada apa dengan ibu, tapi ayah bilang tidak ada apa-apa dan hanya meminta maaf.


Ji Tae masuk ke kamar dan meninggalkan pesan suara ke ponsel Ji An. Ji Tae bilang Ji An bisa mengambil waktunya untuk menenangkan diri, tapi setelah itu ia harap Ji An bisa segera pulang ke rumah.


Soo akan mandi saat ayah memanggilnya. Ayah memberikan uang 10.000 dollar dan meminta Soo A dan Ji Tae pergi dari rumah dan menyewa kamar sendiri. Ayah merasa malu atas apa yang terjadi pada keluarganya, apalagi mereka masih pengantin baru. Soo A menatap amplop yang diberikan ayah.


Ji An tertidur di sudut ruangan.


Keesokan harinya, ayah berdiri di persimpangan jalan menunggu Ji An pulang. Ji Soo melihatnya dari belakang dan semakin sedih karena berpikir ayah hanya peduli pada Ji An. Ia lalu berbalik dan lewat jalan lain.



Ayah pulang ke rumah dan menanyakan Ji Soo pada ibu. Ibu bilang Ji Soo belum turun, jadi ayah akan menjemputnya untuk sarapan. Ibu khawatir jika Ji An sudah pulang ke rumah orang tua kandungnya, maka ia akan berhenti bekerja dari toko roti yang disukainya. Ayah sampai di kamar dan tidak menemukan Ji Soo di sana.


Ji Soo sampai di toko roti 30 menit lebih awal. Ia lalu belajar membuat roti di bawah bimbingan Bos Kang. 



Ji Soo akan mengantarkan roti ke Kafe Woo Hee. Ia berjalan sambil melamun, sampai tidak sadar kalau di depannya ada Hyuk yang sedang naik sepeda. Hal itu malah membuat Hyuk penasaran dan berbalik mengejar Ji Soo. Ji Soo sangat terkejut saat Hyuk menyapanya. Ji Soo meminta maaf atas kejadian kemarin. Hyuk prihatin atas keadaan Ji Soo, jadi ia yang akan mengantar rotinya.


Kafe sudah tutup, dan Woo Hee masih berdiri memikirkan kejadian di toko roti hari sebelumnya.
Flashback..


Woo Hee marah dan pergi dari toko. Bos Kang mengakui semua perbuatannya yang tahu kalau Woo Hee adalah pemilik kafe dan pertemuan mereka itu bukan tidak disengaja, tapi Bos Kang tidak mau dibilang pembual.


Hyuk datang dengan membawa roti dari Ji Soo. Hyuk bilang Woo Hee seperti akan menangis, tapi Ia menyangkal. Hyuk lalu bercerita keadaan Ji Soo pada Woo Hee.


Toko roti Bos Kang dipenuhi pembeli. Rotinya habis hanya dalam waktu satu jam setelah buka. Pelanggannya meminta ia membuat Castella lagi, tapi Bos Kang tidak mau.
Flashback..  


Woo Hee marah, dan meminta Bos Kang agar jangan menunjukkan wajahnya lagi dan tidak perlu mengirim roti ke kafe lagi. Tapi Bos Kang malah tersenyum dan bergumam, “Woo Hee sudah kembali menjadi dirinya sendiri.”


Ji Soo bertanya-tanya kenapa Bos tadi bersembunyi dan kenapa Woo Hee menjadi marah. Bos Kang bilang tidak tahu dan malah bernyanyi-nyanyi sendiri. Ji Soo sampai keheranan dibuatnya. Lalu ponsel Ji Soo berbunyi.



Ternyata ayah yang menelepon dan mengajaknya bertemu. Di kafe ayah mengajaknya makan bersama dan berusaha menjelaskan alasan ia mengirim Ji An kesana. Tapi Ji Soo tidak mau mendengarnya. Ayah akhirnya mengatakan tujuan utamanya mengajak Ji Soo bertemu. “Orang tua kandungmu ingin kami mengirimmu kesana. Mereka menginginkanmu. Setelah apa yang terjadi, mereka pasti tidak mau kehilanganmu lagi,” kata ayah. “Aku pergi atau tidak, itu terserah aku,” kata Ji Soo lalu pergi meninggalkan ayah.


Hyuk datang ke gedung acara dan mencari Ji An, tapi ponselnya tidak dapat dihubungi. Teman Ji An bilang kalau Ji An sudah mengundurkan diri. Hyuk heran.


Ji An bangun dari tidur dan langsung menuju laut. Ia sangat gembira dapat menginjakkan kakinya di laut lagi. Saat makan bersama Hyuk tempo hari, dia menyatakan keinginannya pergi ke laut jika semua urusannya sudah selesai. Dan di sinilah ia sekarang, mencoba menghibur dirinya sendiri dengan udara dan percikan air laut.


Setelah bertemu dengan ayah, Ji Soo kembali ke toko dan malah mendapati ayah kandungnya, Pak Choi, ada disana sedang membeli roti. Ji Soo yang sangat terkejut, lalu segera menarik ayahnya keluar toko, sampai rotinya ketinggalan.


Pak Choi dan Ji Soo bicara. Pak Choi meminta maaf atas apa yang terjadi di rumah ayah. Pak Choi bilang ia kehilangan akal dan marah. JI Soo menganggap Pak Choi dan Bu No menelantarkannnya. Ji Soo mengucapkan selamat tinggal.



Ji An belum beranjak dari pantai. Ia berjongkok sambil menanam ranting di pasir pantai. Ia merasa ada Ji Soo di sampingnya
Flashback..



Ji An mengingat saat ia bermain di pantai bersama Ji Soo. Ayah, ibu, Ji Tae, dan Ji Ho juga ada di sana. Ji Soo kalah bermain ranting, jadi ia harus menggendong Ji An. Ayah dan ibu lalu memanggil mereka untuk makan. Mereka semua terlihat sangat bahagia.


Matahari sudah terbenam, tapi Ji An masih di sana meratapi kesendiriannya. Ia kembali mengaktifkan ponselnya. Mengecek pesan yang masuk, dan melihat foto-fotonya bersama Do Kyung.



Di saat yang sama, Do Kyung berjalan sampai depan rumah keluarga Ji An. Ponselnya berbunyi, ia mendapat kiriman foto-foto dari nomor Ji An. Ia mencoba menghubungi ponsel Ji An, namun sudah tidak bisa karena Ji An sudah melempar ponselnya ke laut.


Ji An berjalan masuk ke dalam hutan.


Di rumah, ayah berusaha menghubungi teman-teman Ji An yang ada di album kenangan sekolah, tapi Ibu bilang saat di Masan dulu Ji An tidak punya teman, karena hanya menghabiskan waktunya untuk belajar. Lalu Ji Soo turun dengan membawa sebuah kopor besar. Ji Soo bilang tidak ada yang berhak melihatnya pergi.  .


Ayah dan ibu berusaha mengejar Ji Soo, namun taksinya langsung berangkat. Ji Tae dan Soo A baru pulang kerja dan melihat kejadian itu.


Masuk semakin jauh ke dalam hutan, Ji An lalu mengeluarkan botol obat dari kantongnya, mengeluarkan semua butir obatnya dan menelannya sekaligus.


Ji Soo sampai di rumah orang tua kandungnya. Bu Min terkejut melihat kedatangan Ji Soo dari interkom dan langsung memberi tahu Ibu No.
Pak Choi dan Ibu No terkejut mengetahui kedatangan Ji Soo yang sangat tiba-tiba. 
Ji Soo: “Jadi ini rumahku? Aku dengar aku putri keluarga ini. Jadi aku putuskan untuk pindah ke sini. Apa aku akan memakai kamar Ji An? Apa kamarnya di atas?”


Ji An terbaring di hutan dan bicara sendiri, “Maafkan aku ibu, maafkan aku ayah, maafkan aku Ji Soo, maafkan aku Ji Tae,  maafkan aku Ji Ho, maafkan aku Hyuk. Ibu.. ayah...maafkan aku.. Do Kyung..Aku tidak dapat memaafkan diriku sendiri.” Kemudian tidak terdengar lagi suaranya.[crstl]

4 komentar

  1. Nyesek banget ceritanya...tapi seru..takut si ji soo nya jadi jahat eum..hiks

    tetep semangat nulisnya ya mba😊

    BalasHapus
  2. Aduhhh aku bacanya sambil nangis .. Deras banget nii airmata sampai hidung tersumbat 😭😭

    BalasHapus
  3. Keren...ikut nanggis
    Tetep semangat ya kak... ditunggu selanjutnya kak
    Makasih

    BalasHapus


EmoticonEmoticon