11/13/2017

My Golden Life Episode 22 PART 1

SINOPSIS MY GOLDEN LIFE – EPS.22
PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 21 Part 2
Ji Soo datang secara tiba-tiba ke rumah orang tua kandungnya. Walaupun sangat terkejut karena Ji Soo datang secara tiba-tiba, Pak Choi sangat senang karena Eun Seok (Ji Soo) yang asli sudah kembali. Ibu No masih merasa aneh kenapa Ji Soo datang begitu tiba-tiba. Tapi Ji Soo berkata, “Kenaoa? Apa aku harusnya tidak ada di sini?”


Do Kyung turun dari lantai dua, dan langsung menyapa Ji Soo. Do Kyung bertanya kenapa Ji Soo tidak menghubungi mereka dulu. Pak Choi menyela agar mereka duduk dulu baru bicara. Ji Soo bilang dia lelah dan ingin istirahat. Pak Choi tampak kecewa.


Tak lama, Seo Hyun pulang ke rumah. Dia heran karena semua orang sedang berkumpul, ditambah lagi ada orang asing di sana. Dia bertanya siapa Ji Soo. Ji Soo bilang, “Panggil saja saya Ji Soo sampai nanti kalau sudah resmi.”
Seo Hyun bingung apanya yang resmi. Lalu ibu No menmberi tahu Ji Soo, bahwa Seo Hyun belum mengetahui apa yang terjadi. Seo Hyun masuk ke ruang belajar untuk mendengarkan penjelasan orang tuanya.


Do Kyung dan Bu Min mengantar Ji Soo ke kamarnya. Ji Soo bertanya apakah dulu Ji An tinggal di kamar ini, dan Bu Min membenarkannya. Ji Soo tidak menyukai hal itu, jadi dia minta Bu Min untuk mengganti semua dekorasinya.


Seo Hyun keluar dari ruang belajar bertepatan dengan Ji Soo yang turun lagi ke bawah, ia berpapasan dengan Seo Hyun, tapi tidak peduli sama sekali. Ji Soo ingin mengambil air minum, tapi Ibu No melarangnya. Ibu No bilang, “Jika butuh sesuatu, kau bisa panggil pelayan. Aku akan memberikan nomornya.” Ji Soo menolak, “Aku tidak perlu memanggil pelayan hanya untuk membawakan air.”

Ia lalu melihat TV dan menyalakannya. Ibu No berkata bahwa saat malam hari, ia tidak bisa menyalakan TV di ruang tamu. Ibu No menyarankan Ji Soo untuk membaca buku daripada menonton TV. Ji Soo bilang dia tidak suka baca buku, dan setelah Bu Min datang membawakan minumnya, ia kembali ke kamarnya. Ibu No hanya bisa menghela napasnya.


Seo Hyun dan Do Kyung mengobrol di kamar Seo Hyun. Seo Hyun merasa aneh karena kakaknya ganti. Dia bercerita pada Do Kyung saat Ji An menyelamatkannya. Saat itu, Ji An menyuruhnya menghubungi Do Kyung saat ia kesulitan dan Do Kyung pasti langsung membantu Seo Hyun.


Do Kyung kembali memikirkan Ji An.


Pak Choi dan Ibu No kembali mengobrol berdua di kamar mereka. Ibu No heran kenapa ayah dan ibu tidak menghubungi mereka tentang kedatangan Ji Soo. Pak Choi berpikir Ji Soo merasa dikhianati, sehingga dia menjadi marah.



Ji Tae memegang sebuah buku, tapi ia hanya melamun saja. Soo A menyadari kegalauan suaminya dan mengajaknya bicara. Mereka sadar bahwa mereka sama-sama khawatir, tapi mereka tetap harus kuat dan mempersiapkan apa yang mungkin terjadi, Mereka saling mmenggenggam tangan dan menguatkan satu sama lain.



Ayah dan ibu Ji An tidak bisa tidur. Mereka memikirkan Ji An yang tidak kunjung pulang, dan ayah berpikir untuk melaporkannya ke polisi sebagai orang hilang.


Sesaat Ji Soo menatap kasur barunya. Lalu dia membaringkan tubuhnya di sana.


Keesokan harinya saat sarapan, Ji Soo tidak memedulikan sopan santun sama sekali. Ia sengaja makan dengan terburu-buru dan sampai mengeluarkan suara kunyahannya. Semua orang menatapnya, tapi ia tidak peduli. Ibu No mengajaknya bicara setelah sarapan, tapi Ji Soo bilang dia harus beangkat kerja. Ia melihat jam tangannya, lalu meninggalkan meja makan lebih dulu.


Tertekan atas ulah Ji Soo, Ibu No memutuskan untuk beristirahat di kamar. Seo Hyun menemuinya dan memberi tahu kalau tumit Supir Ryu terluka, sehingga Seo Hyun memberinya libur satu minggu dan akan taksi selama rentang waktu itu. Ibu No setuju.


Sementara itu, teman ibu, Hae Ja, datang ke rumah karena khawatir. Ibu lalu menceritakan semuanya. 


Ji Soo keluar dari kamar dan akan berangkat ke toko roti. Do Kyung menemuinya dan bertanya apakah Ji Soo mengetahui keberadaan Ji An. Ji Soo bilang tidak tahu, dan bertanya kenapa Do Kyung mengkhawatirkan Ji An, padahal dia bukan adiknya. Ji Soo lalu pergi.


Do Kyung kembali ke kamarnya. Ia kembali melihat foto-foto yang dikirimkan Ji An, daa bertanya-tanya di mana Ji An saat ini dan mengapa Ji An mengirimkan foto-foto itu padanya.


Ayah Ji An pergi ke kantor polisi. Ayah meminta polisi langsung mencari Ji An, tapi polisi bilang tiga hari belum cukup sebagai kasus kehilangan, yang penting laporannya sudah masuk.


Do Kyung meminta Sekretaris Ko untuk.menghubungi semua teman sekolah dan kuliah Ji An, dia juga meminta orang untuk menjaga rumah Ji An dan segera mengabarkannya jika mendaoat informasi tentang Ji An.


Berbekal informasi dari ayah Ji An bahwa dulu dia menemukan Ji oo di daerah terpencil, Pak Choi meminta anak buahnya mencari lokasi tersebut. Dan ternyata lokasinya benar-benar terpencil. Pak Choi heran kenapa ia begitu memaafkan Jo Soon Ok yang sudah meninggalkan anaknya di tempat seperti itu.


Ibu No menganalisis tulisan di surat kaleng dengan tulisan tangan Jo Soon Ok dan suaminya. Ia melingkari beberapa huruf dan menemukan bahwa tulisan itu memang bukan tulisan mereka.


Ditemani Bu Min, Ibu No masuk ke kamar Ji Soo untuk mendekor ulang kamarnya. Ibu No mengingat Ji An, lalu kembali lagi ke kamarnya.
Flashback..


Ibu No mengingat saat pertama kali Ji An masuk ke kamar itu dan mendekorasinya untuk Ji An.


Ibu Ji An kembali bekerja di restoran.


Di toko roti, Ji Soo dan Bos Kang berebut untuk mengantarkan roti ke Kafe Woo Hee. Ji Soo merebut kembali rotinya karena tidak setuju jika bos mengganggu wanita yang sudah menikah. Ji Soo berlari keluar untuk mengantarkan rotinya. Sesampaiya di sana, Woo Hee berkata pada Ji Soo untuk membawa rotinya kembali dan memberikan amplop uang pembayaran roti sebelumnya. Saat mengobrol, Woo Hee mengetahui bahwa Bos Kang belum pernah menikah dan kini tinggal sendirian di lantai bawah.


Flashback..
Woo Hee menghindar saat melihat Bos Kang di toko bunga. Saat itu ia mendengar Bos Kang meminta pelayan agar menuliskan Happy Anniversary di kartu ucapannya.


Karena Woo menolak, Ji Soo membawa kembali rotinya. Bos Kang marah dan membawa amplop dan rotinya kembali ke kafe Woo Hee.


Flashback..
Woo Hee mengingat saat-saat dia akhirnya bertemu Bos Kang lagi. Saat di pinggir jalan, saat di toko bunga, dan saat Bos Kang mulai mengunjunginya di kafe.



Melihat Bos Kang datang, Woo Hee panik dan mengambil ponselnya. Ia pura-pura sedang bicara dengan suaminya dengan panggilan sayang. Bos Kang tahu Woo Hee berbohong, dia mengambil ponsel Woo Hee. “Kau bodoh. Kau lelah dan takut. Bukan Woo Hee ini yang ingin aku temui.  Aku ingin bertemu Woo Hee yang dulu. Aku merindukan Woo Hee yang dulu!” Bos Kang menangis dan begitu pun Woo Hee. Woo Hee bilang Kang Nam Goo hanya orang 17 tahun lalu yang sudah dia tinggalkan. Bos Kang lalu pergi meninggalkan roti dan amplopnya di sana.


Ji Ho sedang berada di kamarnya dan melihat foto yang saat Seo Hyun hendak berciuman dengan Supir Ryu. Ji Ho tiba-tiba mengingat bahwa pada saat itu, ia melihat seorang wanita yang sedang memotret dengan ponselnya.


Flashback..
Saat itu, Ji Ho sedang keluar dari klub dan melihat seorang wanita memotret dengan foto, tapi ia tidak terlalu memedulikannya. Karena perhatiannya langsung tertuju pada Seo Hyun yang akan berciuman dengan Supir Ryu di dalam mobilnya.

Ji Ho mengingat hadiah 20.000 dollar yang akan diberikan Seo Hyun jika ia membantunya. Ji Ho lalu mengambil buku tabungannya dan berencana untuk memberi tahu ibunya dan juga Ji Tae bahwa selama ini ia bekerja bukannya kuliah.


Di kantor, Soo A memandangi amplop yang diberikan ayah. Ia lalu menelepon Ji Tae dan mengajaknya makan siang bersama. Ji Tae minta maaf karena ada janji dengan bosnya.



Ternyata Ji Tae bukan sedang bersama bosnya. Ia ada di Kantor All About Canada. Petugasnya menjelaskan jika saudara ipar Ji Tae sudah bermigrasi ke Kanada, maka akan lebih mudah bagi Ji Tae untuk melakukan migrasi juga. Kemudian Ji Tae menerima telepon dari Ji Ho. Mereka makan bersama. Ji Ho lalu memberikan buku tabungannya pada Ji Tae. Ji Ho bilang itu adalah uang Ji Tae yang seharusnya digunakan untuk kuliah dan membeli buku, ada juga uang Ibu dan Ji An. JI Tae agak kecewa karena Ji Ho tidak kuliah, tapi saat ini ada yang lebih pentin. Ji Tae menceritakan masalah Ji An dan Ji Soo. 


Ji Ho meninggalkan pesan di ponsel Ji An, bahwa dia selalu berada di pihak Ji An, jadi Ji An bisa segera menghubungi dia.



Lalu Seo Hyun meneleponnya. Mereka sama-sama baru tahu masalah yang menimpa keluarganya. Mereka harus segera menyelesaikan masalah Seo Hyun, karena Ji Ho haurs mencari kakaknya yang hilang. Mereka bertemu Seo Hyun bertemu di restoran. Seo Hyun bilang sudah mentransfer uang mukanya, jadi Ji Ho tidak bisa membatalkan perjanjian untuk membantunya. Dia memohon bantuan Ji Ho atau ibunya akan membunuhnya.



Di kantor, Do Kyung dan timnya kembali rapat. Mereka membahas 10 finalis untuk kontes menggambar di kaos pada acara lalu. Salah satunya adalah gambar bebek milik Ji An.


Hyuk memandangi fotonya bersama Ji An saat sekolah dulu. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon