11/26/2017

My Golden Life Episode 25 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 25 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 24 Part 2
Do Kyung membuka sabuk pengaman Ji An, lalu menariknya keluar. Hyuk juga keluar dari mobilnya.


Do Kyung bertanya banyak hal, “Ada apa denganmu? Kau tidak menelepon atau menerima teleponku. Kenapa kau ada di sana? Apa kau di sana sepanjang waktu?”


Ji An menjawab, “Kenapa kau peduli? Aku tidak tahu kenapa kau kesal”. Ji An lalu membalikkan badannya dan hendak kembali ke mobil. Tapi Do Kyung berusaha menahan Ji An dengan memegang lengannya. “Hyuk, singkirkan dia dariku. Aku tidak tahu ada apa dengannya,” pinta Ji An.


Hyuk mendekat dan berkata, “Sekarang kau sudah tahu dia baik-baik saja, kau harus pergi sekarang.” Lalu Ji An melepaskan pegangan tangan Do Kyung.


Do Kyung: “Kau mau kemana? Apa kau akan pulang?”
Ji An: “Kenapa kau peduli?”


Ji An lalu masuk kembali ke mobil, begitu juga dengan Hyuk. Mereka lalu meninggalkan Do Kyung yang hanya bisa terdiam menahan kesedihan dan kekecewaannya atas sikap Ji An.


Masih penasaran, Do Kyung mengikuti mobil Hyuk.


Hyuk memberi tahu Ji An kalau Do Kyung mengikuti mereka dan bertanya haruskah ia mengecohnya. Ji An menjawab, “Untuk apa? Kenapa aku harus menghindarinya? Aku tidak peduli. Biarkan saja dia.”


Do Kyung: “Aku tidak percaya dia menghubungi Hyuk. Kekasih yang menakjubkan. Kemana mereka akan pergi? Huh, apa yang kulakukan, jika An ikut dengannya berarti Hyuk bisa diandalkan. Kau harap dia mengantarkannya pulang dengan selamat.”


Do Kyung lalu mengingat perkataan ibunya, bahwa ia tidak akan menuntut ayah dan ibu Ji An ke penjara, sehingga ia membatalkan niatnya untuk mengetahui kemana Ji An pergi. Ia memutuskan kembali ke Seoul tanpa Ji An.
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Ji An sampai di rumah Hyuk. Hyuk memberi tahu bahwa dia dan adiknya, Yong Gook, menggunakan lantai 1 dan ada beberapa orang juga yang menyewa kamar di lantai atas.


Hyuk menunjukkan kamarnya yang akan dipakai oleh Ji An. Hyuk sendiri akan tidur di kamar Yong Gook. Melihat Ji An yang tidak membawa apapun, Hyuk menyuruhnya beristirahat lalu mereka akan berbelanja pakaian. Tapi Ji An berkata bahwa dia akan mengambil barang-barangnya. Dia juga memberi tahu bahwa dia tidak punya ponsel sekarang.


Ayah duduk di persimpangan jalan memperhatikan orang yang berlalu lalang. Ia berharap akan menemukan Ji An di sana. Ayah masih tidak bisa menghubungi Ji An, dan hanya bisa meninggalkan pesan, “Ji.. Ji An, kau.. kau baik-baik saja kan? Tolong hubungi aku, aku mohon..”


Ji Soo melayani pembeli dengan baik, tapi pikirannya melayang ke pertemuannya dengan ayahnya di taman bahwa Ji An belum juha menghubungi ayah.


“Dia baik-baik saja kan?” Ji Soo menelepon Ji An, tapi tidak berhasil. “Ada apa denganmu, Seo Ji An?”


Ji An datang ke Ruang Barang Hilang dan Barang Temuan di Stasiun kereta bawah tanah.


Flashback..
Saat terakhir ia pulang dari menginap di ruang karyawan Haesung, Ji An membawa sebuah tas agak besar yang kemudian ia simpan di loker


Ji An mendapatkan kembali tasnya.


Selain pakaian, di dalam tas juga ada buku tabungan dan stempelnya.


Ji An lalu pergi ke bank untuk mengambil uang 500.dollar.


Teman Hyuk khawatir Ji An akan menghilang lagi, apalagi ia tidak memiliki ponsel. “Dia tidak akan melarikan diri. Aku yakin. Dia pasti bisa mengatasinya. Dia Seo Ji An,” kata Hyuk.


Ji An sudah kembali dan merapikan pakaiannya di lemari.


Seo Hyun ada di dalam sebuah taksi bersama Ji Ho. Ji Ho berpesan agar Seo Hyun jangan terbawa perasaan karena Supir Ryu dan istrinya hanya ingin menarik simpatinya saja.


Terlihat Supir Ryu dan istrinya sudah menunggu mereka di depan kantor pengacara.


Mereka menandatangi perjanjian tidak akan menyebarkan foto-foto Seo Hyun. 


Jika mereka melanggarnya maka mereka berdua akan dituntut secara hukum. “Jangan lupa itu,” kata Ji Ho lagi.


Supir Ryu dan istrinya hanya bisa mengangguk ketakutan.


Saat Supir Ryu memanggil namanya dan hendak minta maaf, dengan ketus Seo Hyun menjawab, “Tutup mulutmu, seberapa besarpun kau menyesal itu sudah terlambat.” Ji Ho tidak percaya Seo Hyun bisa bersikap seperti itu.


Ji Ho bilang bahwa bantuannya ini berarti mengurangi hutang ibunya. Seo Hyun mengiyakan dan mengucapkan terima kasih, tapi wajahnya berubah sedih. Ji Ho merasa aneh, padahal di dalam tadi Seo Hyun sangat dingin.


Seo Hyun melihat ke arah Supir Ryu, dan Ji Ho memarahinya karena Seo Hyun masih menyukai Suoir Ryu.


Ji Ho: “Hey kau tidak pernah berkencan ya sebelumnya?”
Seo Hyun: “Aku kira itu cinta sejati.”
Kemudian Seo Hyun menangis, dan Ji Ho berusaha menutupinya.


Seo Hyun bilang ia akan mentraktir Ji Ho. Yang ada malah Seo Hyun masih menangis di balik daftar menu yang ia pegang. Ji Ho menasehatinya dan Seo Hyun sangat berterima kasih atas apa yang sudah Ji Ho lakukan untuknya.


Ji Ho: “Jika kau merasa berterima kasih padaku, maka perlakukan Ji Soo dengan baik.”
Seo Hyun: “Entahlah, aku bingung.”


Bir buah pesanan mereka datang. Karena baru pertama kali, ia mencium aromanya, dan setelah dicicipi dia berkata, “Wah.. lezat..”


Seo Hyun menjelaskan bahwa dia meminta bantuan Ji Ho karena Ji Ho suka uang. Jika ia memberi Ji Ho uang, pasti Ji Ho mau menyimpan rahasianya. “Dan karena kau adalah adik Ji An.”


Ji An menyapa Woo Hee yang sudah pulang dari cafe. Woo Hee lalu bercerita bahwa setelah bercerai, selama empat tahun ia terus sedih, dan Hyuk-lah yang membantunya belajar tenang kopi dan akhirnya membuka sebuah cafe. Woo Hee juga memberikan beberapa pakaiannya untuk Ji An. 


Ji An memberikan uang 300 dollar sebagai pengganti uang sewanya. Hyuk melarangnya, tapi Woo Hee menerimanya, karena Ji An mengingatkannya pada dirinya sendiri, Ji An pasti tidak mau kehilangan harga dirinya.


Bu Min membawakan secangkir teh untuk Ibu No yang sedang melamun. Bu Min juga memberikan surat yang ditinggalkan Ji An di kotak surat dan meminta maaf karena ia baru ingat tentang surat itu.


Isinya adalah kartu kredit yang pernah diberikan Ibu No pada Ji An. Bu Min memberi tahu bahwa surat itu ada di kotak surat pada hari Ji An datang untuk memberitahukan kebenarannya.


Ibu No menanyakan apakah Bu Min sudah menemukan guru untuk Ji Soo. “ Saat ini, Ji Soo masih belum sadar siapa dirinya sekarang dan siapa dia di masa depan, walaupun begitu aku harus mendidiknya agar dapat menjadi bagian dari kami,” kata Ibu No.


Ji Ho keluar dari cafe untuk mengangkat telepon dari Ji Soo.


Ji Soo: “Bagaimana ujian masuk kuliahmu?”
Ji Ho: “Apa? Apakah itu alasan kau meneleponku?
Ji Soo: “Apa Ji An sudah pulang?”
Ji Ho: “ Aku tidak tahu. Ponselnya mati. Aku juga tidak mau bicara dengan keluargaku. Ji Soo Noona aku merindukanmu. Kenapa? Apa kau membenciku juga? Kita bahkan belum mengucapkan selamat tinggal.”
Mereka lalu saling meminta maaf.


Ibu No masuk ke kamar Ji Soo dan membawakan kosmetik baru. Ia berkata, “Maafkan aku karena dulu aku kehilangan dirimu, Ji Soo.”


Ibu No: “Aku akan memanggilmu Ji Soo sampai kau siap.”
Ji Soo: “Terima kasih.”
Ibu No: “Mari kita coba menerima satu sama lain sebagai keluarga.”


Ji Tae dan Soo A memberi tahu ayah bahwa mereka akan pindah. Ayah mengerti, “Baiklah,” lalu langsung masuk ke kamarnya.


Di kamar, ia memeukul dadanya yang terasa sesak karena terus menahan kesedihan, ditambah lagi Ji Tae dan Soo A yang memutuksn untuk pindah.


Ji Tae dan Soo mencari iklan rumah sewaan, yang cocok harga sewanya, biaya depositnya dan juga lokasinya ke tempat kerja.


Ji An sudah tertidur.


Tapi tidak begitu dengan Do Kyung, “Aku harap ia sampai di rumah dengan selamat.”


Keesokan paginya, Do Kyung menemui Ji Soo, dan menanyakan kapan ia libur. DO Kyung mengajaknya berkegiatan untuk melepas stres.


Do Kyung: “Apa yang kau suka? Olahraga? Seni? Belanja?”
Ji Soo: “Aku menyembuhkan stres dengan makan.”
Do Kyung menawarkan berbagai jenis makanan, tapi Ji Soo bilang, “Aku tidak suka itu semua. Hanya ada seorang yang istimewa yang bisa membuatnya.”


Sementara itu, Woo Hee mengajak Ji An untuk sarapan bersama. Ji An menolak dan dia akan minum susu yang sudah ia beli. “Jika kekenyangan, aku jadi malas. Bisakah aku pergi sekarang?”


Ibu No memberikan uang sebesar 30.000 dollar untuk Ji Soo, dan tugasnya adalah menghabiskan seluruh uang itu hari ini, “Pergilah berbelanja. Belilah apapun yang kau butuhkan.” Ji Soo pamit bekerja dan saat ditanya sampai kapan ia akan bekerja, Ji Soo menjawab “Aku akan selalu bekerja di sana.”


Hyuk memperkenalkan wilayah area rumahnya kepada Ji An.


Hyuk membawa Ji An ke toko perabotan kayu, dan memperkenalkannya sebagai pekerja baru.


Pemilik mengajari Ji An menggunakan mesin potong, dan Ji An melakukannya dengan baik.


Ji Soo sampai di toko dan melihat Bos Kang sedang minum obat. “Apa kau sakit? Kenaoa kau terus saja minum kopi?” tanya Ji Soo khawatir. Tapi Bos Kang bilang ia tidak apa-apa.


Ji Soo datang ke cafe Woo Hee untuk mengirimkan roti.
Ji Soo: “Bosku datang ke sini setiap hari ya?”
Woo Hee: “Ya, dia pasti suka sekali minum kopi.”
Ji Soo: “Tidak. Bosku tidak bisa minum kopi. Jadi lain kali bisakah kau memberinya teh saja?”


Woo Hee: “Dia tidak bisa minum kopi?”
Ji Soo: “Setelah dia minum kopi di sini, ia minum susu untuk menenangkan perutnya. Sekarang da bahkan minum obat sakit perut.”


Sambil mengemudi, Do Kyung menelepon Hyuk dan menanyakan keadaannya. Do Kyung juga bertanya bagaimana cara ia bisa menghubungi Ji An. “Dia tidak punya ponsel,” kata Hyuk.


Hyuk tidak bisa memberikan jawaban saat Do Kyung bertanya bagaimana ia bisa bertemu Ji An.


Saat waktu makan siang, Hyuk menemui Ji An untuk mengajaknya makan bersama. Rekan kerja Ji An memberi tahu bahwa Ji An belum istirahat sedetik pun.
Hyuk: “Cha Do Kyung ingin bertemu denganmu. Jadi aku menyuruhnya menunggu di kafe. Apa yang akan kau lakukan?”
Ji An tidak menjawab.


Do Kyung sudah menunggu di cafe, dan dia lega karena Ji An akhirnya datang. Do Kyung mengajaknya makan, tapi Ji An bilang mereka hanya akan bicara.


Do Kyung meminta maaf karena ia tidak menepati janjinya. Do Kyung menyebutkan semua kesalahannya, tapi Ji An bilang itu semua hanya masa lalu. Do Kyung meminta Ji An menceritakan segalanya padanya. Ji An berkata bahwa ia sudah tidak peduli tentang itu semua. Ia lalu meninggalkan Do Kyung.


Do Kyung mengejarnya, tapi Ji An hanya mengucapkan selamat tinggal.


Do Kyung pergi ke kantor Hyuk! [crstl]

1 komentar

  1. Terimakasih untuk sinopsis nyaa 😘😘😘 ditunggu next eps nya 😇😇 semangatt!!!

    BalasHapus


EmoticonEmoticon