11/26/2017

My Golden Life Episode 25 PART 2

SINOPSIS My Golden Life Episode 25 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 25 Part 1
Karena tidak mendapat jawaban apapun dari Ji An, Do Kyung menemui Hyuk dan meminta penjelasannya. Sayangnya Hyuk berkata, “Aku pikir kau tidak punya hak untuk bertanya lebih jauh.” Bahkan Hyuk meminta Do Kyung agar jangan menemuinya lagi.


Do Kyung bertemu dengan Gi Jae. Gi Jae kesal karena Ji An tidak datang, padahal ia sudah meminta kepada pamannya untuk menerima Ji An di perusahaannya. Do Kyung meminta maaf.


Gi Jae tertawa saat Do Kyung bilang kalau Ji An tidak mau menerima pekerjaan karena koneksi. Gi Jae lalu memberi tahu bahwa di perusahaannya sedang membuka lowongan untuk bagian marketing, “Tapi lamarannya akan ditutup hari ini. Tanyakan padanya jika dia berminat.”


Do Kyung meminta Gi Jae mengundur waktunya tapi Gi Jae menolak, karena Do Kyung tidak pernah jujur padanya. “Ada cinta di matamu, tapi kau terus menyangkalnya.” Llau DO Kyung berjanji akan menceritakan segalanya setelah perayaan ulang tahun perusahaannya.


Karena Perusahaan Haesung memiliki data Ji An Do Kyung menyuruh Sekretaris Ko agar mengisi lamaran online Ji An. Do Kyung juga memberikan nomor ponsel Hyuk untuk diisi di formulir, karena Ji An tidak punya ponsel.


“Kita tidak punya waktu, cepatlah. Dan cari tempat kerja Ji An, pasti tidak jauh dari kantor Hyuk,” perintah Do Kyung.


Saat Bos Kang datang, Woo Hee memberinya teh Yuzu sesuai saran Ji Soo. Ia meminta Bos Kang berhenti minum kopi dan berhenti melipat kertas seperti itu.


Bos Kang: “Kau bilang 1000 bangau kertas akan mewujudkan harapanku.”
Saat itu usia Woo Hee 22, sedangkan Bos Kang 21. Woo Hee bilang itu saat ia masih muda, sedangkan Bos kang sekarang sudah tua tapi masih melakukan hal konyol seperti itu.
Bos Kang: “Sekarang aku 39 dan kau 40 tahun.”
Woo Hee: “Benar, aku 40 tahun. Jadi aku tidak akan luluh dengan burung bangau. Aku memutuskan menikah dengan pria kaya saat berumur 23 tahun. Itulah diriku!”  
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Bos Kang berkata bahwa ia kehilangan Woo Hee karena ia tidak membuat 1000 bangau, karena dulu Woo Hee meminta ukuran yang sangat kecil. “Jika saja dulu aku membuatnya sebesar ini, aku akan bisa menyelesaikannya.”


Woo Hee terdiam saat Bos Kang berkata, “Aku akan datang ke sini selama 1000 hari. Dan saat 1000 burung bangau sudah jadi, harapanku akan menjadi kenyataan. Selama 18 tahun, harapanku tidak pernah berubah.”


“Impianmu tidak akan terwujud. Aku tidak suka padamu. Aku tidak suka Kang Nam Goo! ” kata Woo Hee sambil menyobek bangau kertasnya.


“Ucapkan itu lagi setelah 1000 hari,” kata Bos Kang sambil pergi.


Ji Soo tidak pergi ke butik desainer seperti dugaan Ibu No. Dia malah pergi ke toko baju biasa di pasar milik seseorang yang sudah ia kenal.


Temannya sangat terkejut saat Ji Soo bilang akan membeli semuanya.


Masih di lokasi yang sama, Ji Soo lalu membeli sepatu.


Saat sedang makan di kaki lima, Ji soo menerima pesan dari ibu yang mengatakan bahwa ia sama sekali tidak pernah membedakannya dengan Ji An, ia merindukan Ji Soo, dan khawatir apakah Ji Soo baik-baik saja, ibu juga bilang bahwa ia ingin sekali saja bertemu dengan Ji Soo.


Ji Soo bicara sendiri, ‘Kau bohong.”


Selesai makan, Ji Soo menyumbangkan seluruh uangnya untuk amal.


Di rumah, Pak Choi bertanya kenapa Ji Soo belum juga pulang, padahal Depatment Store sudah tutup dari tadi.


Ji Soo akhirnya pulang dengan membawa tas besar di kedua tangannya.


Ibu No meminta Bu Min mengeluarkan semua belanjaan Ji Soo dan juga meminta nota-nota pembeliannya.


Ji Soo: “Untuk apa?”
Seo Hyun: “Jika ibu bilang itu adalah tugas, maka ibu akan memeriksanya.”


Ji Soo mengeluarkan banyak nota dari kantong kanan dan kirinya.


Semua hanya bisa menghela napas saat melihat apa saja yang dibeli Ji Soo.
Ibu No: “Kenapa kau berbelanja di pasar, bukannya di Department Store?”
Ji Soo: “Aku sudah terbiasa belanja di sana.”


Seo Hyun: “Benang di pakaian ini tidak rapi.”
Ji Soo: “Aku akan memotongnya dan memanaskannya dengan pemantik.”


Pak Choi menahan tawanya.


Seo Hyun bertanya apa semuanya 30,000 dollar. “Tidak, ini hanya 2.800 dollar. Sisanya aku sumbangkan ke organisasi keselamatan.”


Ibu No sangat kesal karena Ji Soo terus saja menjawab ketika menyuruhnya menyesuaikan diri dengan kondisinya sekarang.


Ji Soo sendiri sangat bahagia karena punya banyak baju baru.


Ibu Ji An mengambil sebuah kotak yang disimpan di kulkas. Ia mengisi kotak itu dengan uang yang dimasukkan ke plastik hitam. Terlihat kotak sudah penuh dengan plastik hitam, itu adalah uang yang ibu hasilkan selama bekerja di restoran.


Sekretaris Ko melanjutkan tugasnya menyelidiki tempat kerja Ji An.


Ayah Ji An  mendapat telepon dari Pak Choi.


Berdasarkan informasi dari Sekretaris Ko, Do Kyung datang ke tempat kerja Ji An.


Do Kyung berkata pada pemilik bahwa dia ingin bertemu Ji An.


Do Kyung: “Kenapa kau bekerja di sini? Aku mencarikanmu pekerjaan.”
Ji An: “Pak Choi, apa yang aku lakukan dan dimana aku melakukannya, itu sama sekali bukan urusanmu


Do Kyung bilang mereka pernah menjadi adik kakak, maka dari itu ia mengkhawatirkan Ji An.
Ji An: “Terima kasih, tapi...”


Do Kyung lalu mengambil berkas di mobilnya dan menyerahkannya pada Ji An. “Mereka butuh tenaga marketing. Aku sudah mengirimkan lamaranmu dari data yang kami punya di Haesung.”


Ji An mengambil berkas itu, lalu Do Kyung berkata bahwa mungkin Ji An tidak lolos seleksi administrasi, “Tapi jika lolos, datanglah untuk wawancara.”


Ji An: “Aku akan memikirkannya. Aku ingin menjadi pertemuan terakhir kita. Selamat tinggal.”


Setelah menerima telepon, Ayah Ji An datang ke kantor Pak Choi.


Ayah sangat terkejut ketika Pak Choi berkata, “Eun Seok kami. Terima kasih sudah merawatnya dengan baik.”   


“Aku sudah menyuruh orang untuk mengecek tempat kau menemukan Eun Seok. Tidak heran, jika kau pikir kami sengaja menelantarkannya. Kami juga bertanggung jawab atas hilangnya dia dulu. Mari kita lanjutkan hidup,” lanjut Pak Choi.


Ayah Ji An: “Tuan Choi..”
Pak Choi: “Ayah Ji Soo, sekarang aku ayahnya Eun Seok.”
Ayah Ji An: “Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf.”
Pak Choi: “Kita akan berusaha menjadikan Ji Soo anak kita. Kau bisa menenangkan Ji An. Dia juga pasti sama marahnya dengan Ji Soo.”


Pak Choi bilang ia dapat melihat jika Ji An sangat menyalahkannya, lalu ayah memberi tahu kalau Ji An belum pulang. “Dia belum pulang ke rumah?” tanya Pak Choi memastikan.


Sekretaris Ko: “Aku benar-benar berharap kau tidak akan stres lagi.”
Do Kyung: “Tidak akan. Jika dia sudah dapat pekerjaan.”


Do Kyung lalu melihat ayah Ji An yang sedang berjalan menuju pintu keluar.


Ayah memegang perutnya dan matanya berkunang, tak lama ia terjatuh. Do Kyung dan Sekretaris Ko langsung menolong dan memanggil ambulance.


Pak Choi yang tidak tahu apa yang terjadi pada ayah Ji An, mengingat kembali saat ia mengusir Bu Mi dan juga saat ia memukul ayah Ji An. “Apakah Ji An melihatnya?” tanya pak Choi pada dirinya sendiri.


Ayah Ji An sudah diperiksa, dan dokter bilang bahwa ayah terlalu lelah, stres dan juga kurang gizi.


Sekretaris Ko mengabarkan bahwa ayah Ji An sudah selesai diperiksa, tapi tidak mau pulang. “Ia ingin pergi ke kantor polisi.”


Do Kyung menyusul Ayah Ji An ke kantor polisi. Ia menemui ayah dan mengingatkan bahwa dia Choi Do Kyung dan mereka pernah bertemu di depan rumahnya. 


Do Kyung: “Ji An baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.”
Ayah Ji An: “Kau melihatnya? Kapan? Dimana?”
Do Kyung: “Aku tidak tahu dimana dia tinggal, tapi aku melihatnya di Yeonnam-dong. Dia pasti akan segera menghubungimu. Jangan khawatir. Kau bisa menunggu di rumah.”59


Ayah hampir jatuh karena terkejut tapi menolak diantar pulang..



Do Kyung memperhatikan ayah Ji An dari jauh. Ayah lalu naik taksi.


Ayah sampai di depan Toko Roti,  lalu menelepon Ji Soo dan bertanya apakah Ji An meneleponnya.


Ji Soo: “Tidak, apakah kau masih mencarinya?”
Ayah: “Dia masih belum pulang. Dia mungkin akan segera menghubungimu. Jika itu terjadi, bisakah kau memberitahuku? Aku mohon..”
Ji Soo: “Baiklah..”


Ji Soo bicara sendiri, “Dia mungkin akan menghubungiku? Apa kau sudah kembali, Seo Ji An?”


Ayah yang memperhatikan Ji Soo dari luar, juga bicara sendiri, “Ia tinggal bersama keluarga kaya, tapi kenapa ia semakin kurus?”


Ji An bertanya apa lagi yang harus di kerjakan. Tapi pemilik bilang bahu Ji An pasti terasa sakit karena ia terus bekerja. Jadi ia menyuruh Ji An untuk berjalan-jalan untuk meregangkan ototnya, baru setelah itu ia akan memberikan pekerjaan lagi.


Ji An pergi keluar sambil melemaskan bahunya.


Tiba-tiba langkahnya terhenti.


Ayah berjalan maju, tapi Ji An malah melangkah mundur! [crstl]

5 komentar

  1. Wah cepet banget sudah ada sinopsis episode 15.. Seneng banget ama ni drama, thanks ya min udah buat sinopsisnya😍😘

    BalasHapus
  2. Semakin penasaran Ama jalan cerita nya..apakah ji Soo tetep membenci ji an apalg klo tau Hyuk mencintai ji an...
    Krn smua syg Ama ji an..ji Soo semakin membencinya...
    Lanjutkan ya kak...

    BalasHapus
  3. Semoga Jisoo segera sadar klo kelakuannya gak bakal bikin org jadi mengerti. Sedangkan Jian banyak dimengerti.

    BalasHapus
  4. Penasaran bagian pak choi .

    BalasHapus
  5. Makasih ya min udh dibuatin sinopsis nya, serasa nonton beneran deh. Meskipun gak ada waktu nonton, tetap bisa serasa nonton. Penasaran sama Do kyung sama ji an nya deh. Do kyung itu pacar able banget deh

    BalasHapus


EmoticonEmoticon