11/27/2017

My Golden Life Episode 26 PART 1

SINOPSIS My Golden Life Episode 26 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 25 Part 2
Ji An tidak menyangka dan sepertinya belum siap jika harus bertemu ayah saat ini. Ia terus melangkah mundur walaupun ayah sudah menghentikan langkahnya. Ia lalu berbalik dan akan melarikan diri lagi.


Tapi ayah memanggilnya, “Ji Ji An..Kau.. kau masih hidup.. Kenapa kau tidak menghubungi kami? Kau harusnya memberi tahu kami kalau kau baik-baik saja.” Ji An kembali menatap ayahnya. Ia masih belum bisa melupakan ketika ayahnya dipukul Pak Choi.


Ayah bilang bahwa setiap hari ia berusaha menelepon dan mengirim pesan pada Ji An. Ji An meminta maaf dan memberi tahu bahwa ponselnya hilang.


Ji An meminta ayahnya tidak khawatir, tapi tetap tidak mau memberi tahu dimana ia tinggal atau bekerja. Ayah meminta maaf atas kesalahannya mengirim Ji An ke rumah Pak Choi.


Ayah mengajaknya pulang, tapi Ji An bilang ia sudah cukup usia untuk mulai tinggal sendiri. Ayah berharap Ji An  memberi mereka kesempatan untuk menjelaskan dan memohon maaf padanya


“Haruskah? Kenapa? Haruskan keluarga tinggal bersama walaupun itu tidak mudah? Apa kau pikir aku bisa menghadapimu dan ibu? Apa kau pikir aku bisa tinggal bersama kalian?” kata Ji An. JJi An lalu meminta maaf dan mengatakan ingin sendiri saja untuk saat ini..


Ayah hanya bisa pasrah melihat anak yang selama ini dicarinya pergi.


Setelah merasa aman, Ji An menyandarkan tubuhnya di dinding. Perasaannya tidak menentu.


Sementara itu Pak Choi memberitahu istrinya melalui telepon bahwa Ji An belum juga menghubungi keluarganya. Pak Choi juga berencana menyewa orang untuk mencari Ji An. “Untuk apa?” tanya Ibu No.


Do Kyung meminta bawahannya untuk mengurus pembukaan toko baru. 


Do Kyung mengirim SMS pada Hyuk memberi tahu, jika ia telah mengirimkan lamaran atas nama Ji An untuk posisi pekerjaan yang bagus dan menggunakan nomor Hyuk di formulir lamarannya. “Dia ada di pihak Ji An, apakah dia akan memberitahunya?” kata Do Kyung pada dirinya sendiri.
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Pemilik hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Ji An sudah mulai bekerja lagi.


Ayah pulang ke rumah. Ia berjalan tanpa ekspresi. Walaupun sudah bertemu Ji An, ayah masih sedih.


Tapi kini ayah sudah bisa melipat jaketnya dan bersiap-siap untuk tidur., hal yang selama ini tidak bisa ia lakukan, karena terus mencari dan memikirkan Ji An.


Teman kerja  Ji An pamit pulang, jadi pemilik juga menyuruh Ji An pulang. Tapi kemudian pemilik mengingat pesan Hyuk untuk memberi Ji An banyak pekerjaan agar ia tidak punya banyak waktu untuk berpikir.


Pemilik lalu memintanya untuk bekerja lagi.


Ibu pulang dari restoran terkejut karena melihat ayah sudah tidur, dan jaketnya pun sudah terlipat rapi. “Aku tidak pernah melihatnya tidur setenang ini. Dia juga melipat pakaiannya dengan rapi.”


Keesokan harinya, ibu bangun tapi masih mendapati ayah masih tidur


Ibu yang sedang menyiapkan sarapan menghampiri Ji Tae dan Soo A yang akan berangkat kerja. Ibu memberi tahu keadaan ayahnya, tapi Ji Tae bilang untuk membiarkannya saja karena ayah pasti sangat lelah. Ibu mengerti tapi ia kecewa saat Ji Tae menolak ajakannya untuk sarapan bersama.


Woo Hee mengajak Hyuk minum kopi. Ia juga memberi tahu Ji An tidak pernah makan di rumah dan Hyuk bahkan tidak menengoknya. “Aku sudah berjanji padanya untuk membiarkannya melakukan apa yang dia mau,” kata Hyuk.


Ji Soo lalu datang mengantarkan roti. Hyuk mengambilnya dan akan membayar janjinya untuk mentraktirnya makan siang ini.


Ji Soo kembali ke toko roti dengan riang, dan memberi tahu bahwa hari ini akan makan bersama Hyuk dan ia bisa memilih menunya. Bos Kang memberinya saran agar datang ke tempat makan yang butuh waktu lama untuk menikmatinya. 


Bos Kang menanyakan keadaan pemilik kafe. Ji Soo bilang bahwa Woo Hee tidak lagi ramah padanya, “Sejak kapan kau suka padanya?”


5 Maret 1998. Ternyata Bos Kang tinggal dan besar di Panti Asuhan, namun setelah lulus sekolah, ia tidak bisa lagi tinggal di sana. Ia kemudian belajar membuat hotteok dari temannya. Lalu, tanpa perencaan yang matang, ia memutuskan membuka kedai hotdog di sebuah universitas.. Orang-orang yang membeli tidak menyukai rasanya.


Saat Woo Hee muda datang bersama teman-temannya, temannya bilang bahwa rasanya tidak enak. Woo Hee menyenggol temannya agar tidak mengatakan itu.


Bos Kang tahu bahwa orang-orang tidak menyukai hotdognya, tapi selama tiga hari berturut-turut Woo Hee terus datang dan membeli hotteoknya.


Hingga pada hari ke-empat, Woo Hee mulai mengajaknya mengobrol. Woo Hee memberikan saran mengenai cara membuat hotteok. Keesokan harinya, Bos Kang mulai mencoba saran Woo Hee dan mendapati rasanya berubah banyak menjadi lezat, sayangnya sejak itu Woo Hee tidak pernah datang lagi.


Dua minggu setelahnya saat kedai Bos Kang ramai pengunjung, ia Woo Hee dari kejauhan, ia memanggilnya dan menyuruh Woo Hee mencoba resep barunya. Dan Woo Hee memuji rasanya yang sangat lezat.


Bos Kang: “Dia orang pertama yang tersenyum begitu cerah kepadaku. Aku tidak pernah punya ibu.”

Ji Soo: “Jadi pemilik kafe adalah cinta pertamamu.”

Bos Kang: “Bukan. Kau menyebut seseorang cinta pertama jika kau punya cinta lainnya. Tapi, dia adalah cintaku satu-satunya.”

Ji Soo: “Apa itu alasanmu belum menikah juga?”


Investor sekaligus temannya menyarankan agar mereka menambah pegawai baru jika ingin memulai proyek interior, tapi Hyuk bilang agar mereka melakukan tes pasar terlebih dahulu.


Hyuk lalu menerima telepon yang ditujukan untuk Ji An dari Perusahaan Wonderful Tech.


Hyuk datang ke toko perabot. Pemilik memberi tahu bahwa Ji An sangat giat belajar, bahkan ia menyelesaikan pekerjaannya dua lebih cepat daripada Sun Tae, karyawannya yang lain.


Hyuk lalu memberikan jadwal wawancara dan alamat perusahaannya. Ji An menerimanya dan mengucapkan terima kasih. 


Ji An: “Hyuk, apa kau pernah bertemu ayahku?”

Hyuk: “Ya, pernah. Dia mengajar di kelas perkayuan. Kenapa kau bertanya?”

Ji An: “Tidak apa-apa.”


Do Kyung menerima SMS dari Hyuk bahwa Wonderful Tech menelepon dan ia sudah memberi tahu Ji An. Hyuk juga memohon agar Do Kyung tidak menghubunginya lagi. “Aku juga tidak mau,” kata Do Kyung.


Hyuk menjemput Ji Soo dengan mobilnya.


Bos Kang lalu menghampirinya. “Pak Sunwoo, aku akan membuat resep rahasia. Jadi dia tidak bisa kembali terlalu cepat. Tidak apa-apa kalau dia tidak kembali hari ini.”


Saat Hyuk dan Ji Soo berangkat, Bos Kang melihat Woo Hee ada di depan tokonya.


Mereka lalu pergi ke taman. Woo Hee menyuruh Bos Kang duduk tapi Bos Kang tidak mau, karena ia suka melihat wajah Woo Hee saat ada di luar ruangan.


Sambil menahan tangisnya, Woo Hee meminta Bos Kang menghentikan semuanya. Ia tahu alasan Bos Kang melakukan semua ini. Dia berterima kasih karena Bos Kang telah membantunya menjadi dirinya sendiri. Tapi Ia ingin melupakan semua masa lalunya. “Aku ingin masa lalu kita menjadi  kenangan indah bagiku.


Bos Kang: “Kau sangat kejam.”

Woo Hee: “Benar, aku sangat kejam padamu. Kenapa kau tidak bisa melupakanku? Aku ingat betapa memalukannya aku. Tolong aku hentikan semua ini, atau aku akan pergi.”

Bos Kang: “Hee, kau yang menolongku. Setelah kau pergi, kau berharap kau akan selalu bahagia. Aku tidak peduli pada hidupku. Tidak ada yang menyenangkan. Aku bahkan tidak punya teman. Tidakkah kau kasihan padaku?”


Woo Hee bilang karena ia peduli pada Bos Kang, jadi mereka tidak akan pernah bisa bersama. “Tolong jangan kembali,” lalu Woo Hee meninggalkan Bos Kang yang masih berusaha menahan tangisnys.


Sesuai saran Bos Kang, Ji Soo memilih restoran yanh populer sehingga mereka harus mengantri untuk mendapat giliran masuk.


Ji Soo memberi tahu Hyuk bahwa ia suka semua makanan yang terbuat dari tepung, terutama roti.


Akhirnya mereka makan di restoran biasa, dan tanpa sengaja mengucakan “Ah.. Lezat..” bersama-sama.


Hyuk bertanya bagaimana keadaan Ji Soo. “Aku bahagia jika sedang melupakannya.” 


Pemilik sudah membelikan JI An nasi goreng, tapi Sun Tae malah memakannya. Pemilik punya jjampong sebagai gantinya dan mengajaknya makan bersama.


Pemilik berkata, “Kita harus makan untuk bertahan hidup. Saat aku sudah tua seperti ini aku tidak bisa mengabaikan orang yang seusia dengan anakku.”


Saat makan, Ji An tersedak. Lalu ia pergi ke toilet dan menangis di sana mengingat kedatangan ayahnya kemarin.


Ji Soo dan Hyuk sudah selesai makan dan ternyata Ji Soo yang bayar. “Kalau begitu aku masih berhutang padamu. Lain kali aku yang traktir,” kata Hyuk. .


Do Kyung menerima telepon dari Gi Jae yang memberi tahu kalau Ji An tidak ikut wawancaranya.


Do Kyung datang lagi ke tempat Ji An bekerja. Ia mengajak Ji An bicara berdua. Ji An bilang tidak ada alasan khusus dia membatalkan wawancara kerjanya, dia hanya tidak mau saja. Do Kyung meminta Ji An berteriak padanya, atau apapun untuk meluapkan kekesalannya. Tapi Ji An bilang Do Kyung tidak berhutang apa-apa padanya, karena yang salah adalah orang tuanya.


Ji An bertanya, “Kenapa kau peduli padaku? Aku bertanya berkali-kali, kenapa kau peduli padaku?” Sepertinya Ji An mengharapkan Do Kyung menyadari perasaannya. “Karena kita tidak ada urusan lagi, kau tidak pelru khawatir bagaimana aku hidup. Aku tidak punya alasan untuk bertemu denganmu lagi. Aku tidak mau bertemu denganmu lagi.”


Ji An kembali lagi ke dalam. Hyuk memberinya kopi dan bertanya alasan Ji An tidak mengikuti wawancaranya. “Aku tidak mau lagi mencari pekerjaan, mengikuti wawancara. Itu semua tidak berguna.”


Do Kyung bersama Gi Jae di restoran, tapi ia tidak mau makan. Dari cerita Do Kyung, Gi Jae mengambil kesimpulan bahwa Ji An sudah mengambil keputusannya.

Do Kyung: “Aku sadar bahwa aku memiliki perasaan padanya. Tapi aku tidak berencana untuk terlibat lebih jauh dengannya.”

Gi Jae: “Benar. Lagipula So Ra akan datang minggu depan. Apa kau akan menemuinya?” [crstl]

2 komentar

  1. Aduuh gemes liat do Kyung blm mau mengakui perasaannya Ama ji an....

    BalasHapus
  2. Terima kasih banget kaa untuk sinopsis tercepat nya hehe semangat terus!!!😊

    BalasHapus


EmoticonEmoticon