11/28/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 1 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 1 Part 1
“Namanya Kim Jong Sam, tahanan hukuman mati,” kata si pria muda berdasarkan pengecekkan sidik jari.


Jong Sam yang kembali ke area restoran melihat Eun Bi dibawah ke mobil patroli untuk pemeriksaan.
Flashback..


Terlihat Jong Sam saat masih ada di penjara, dengan memakai seragam tahanan bernomor dasar merah, tanda bahwa dia akan menerima hukuman mati.


Para tahanan berkumpul untuk melihat pertarungan antara Jong Sam dan Baek Kyung.


Ternyata pertarungannya adalah merakit kipas angin. Dan Jong Sam-lah yang memenangkannya.


Terlihat sebuah luka bakar di dekat tato di tangan Baek Kyung.


Jong Sam masuk ke selnya dan melihat temannya, Ddak Ji, terus memandang foto adiknya, foto Cha Eun Bi. Sipir lalu datang mengantarkan surat ke selnya, salah satu surat itu adalah dari Eun Bi.


Ddjak Ji membuka suratnya dan isinya ‘Aku merindukanmu. Aku akan selalu menunggumu’.


Seorang yang didakwa atas tuduhan perkosaan dengan nomor tahanan Gil Choon, memperhatikan mereka dan ikut tersenyum.


Sebelumnya, Eun Bi menulis suratnya dengan penuh rasa cinta.


Tahanan Gil Choon merebut surat Ddjak Ji. Jong Sam membantunya mengambil kembali surat itu, tapi Gil Choon malah menggigit tangannya, sehingga ia berteriak kesakitan. Sipir lalu masuk untuk memeriksa keadaan. Sipir lalu menyuruh mereka keluar untuk berlatih untuk perayaan hari olahraga.
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Para tahanan memulai latihan mereka.


Jong Sam bertanya apa yang akan Ddak Ji lakukan saat ia bebas dua hari lagi, “Apa kau akan menemui adikmu?”
Ddak Ji: “Tidak.”
Jong Sam: “Tentu kau harus menemuinya. Dia adikmu.”
Ddjak Ji: “Ibuku berpesan agar aku tidak mengganggu Eun Bi. Karena kami sangat miskin, ia membiarkan Eun Bi diadopsi oleh keluarga kaya. Ibuku bahkan tidak sempat melihat Eun Bi sebelum dia meninggal. Ibuku tidak mau merusak kehidupan Eun Bi.”


Jong Sam menasehati Ddak Ji agar tetap menemui adiknya, lagipula Eun Bi sudah tahu keadaan Ddak Ji. Ddak Ji tetap tidak mau karena dia adalah tahanan kasus pembunuhan.


Jong Sam bilang Ddak Ji bukan pembunuh, begitupun sebaliknya. Mereka berdua dijebak. Jadinya mereka malah bertengkar, saling menyebut satu sama lain tidak bersalah. Ddak Ji sampai menangis.


Malam harinya di sel, Jong Sam menanyakan asal luka Baek Kyung. Tapi Baek Kyung tidak mau memberitahunya.


Tahanan Gil Choon membagikan makanan, dan ia memaksa Baek Kyung memakannya. Baek Kyung marah dan menendang Gil Choon sampai terpental.


Baek Kyung berkata, “Aku sudah bilang, jangan menggangguku,” sambil terus menendang tubuh Gil Choon yang berteriak kesakitan.


Petugas lalu datang untuk menghentikannya dan membawanya ke ruang hukuman.


Jong Sam dan Ddak Ji tidak bisa tidur. Ddak Ji bertanya kenapa Jong Sam mengganggu Baek Kyung dengan bertanya tentang lukanya.


Jong Sam: “Ada yang aneh tentangnya”
Ddak Ji: “Apa?”
Jong Sam: “Dia masuk ke ruang hukuman tanpa luka. Tapi ketika dia keluar, sudah ada luka bakar dilengannya. Menurutmu darimana dia mendapatkan itu?”
Ddak Ji: “Menurutmu ada cara kabur dari sini melalui sel hukuman itu?”
Jong Sam: “Sekarang mungkin Baek Kyung...”
Ddak Ji: “Sudahlah..”


Jong Sam mengajak Ddak Ji tidur, tapi dia sendiri tidak bisa.


Di tempat berbeda, terlihat ada orang tergantung dan Baek Kyung sedang memukulinya dengan alat pel.


Pria berkacamata datang dan meminta Baek Kyung menghentikan aksinya.


Pria yang dipukuli adalah Oh Il Seung, seorang polisi. Pria berkacamata bertanya, “Oh Il Seung, kenapa kau mengkhianati kami? Hey Oh Il Seung, bangun, dan katakan dimana barang yang kau curi?”


Pria berkacamata meminta Baek Kyung kembali menyiksa Il Seung dan berpesan agar tidak terlalu menyakitinya. Tapi baek Kyung malah mengganti alat pelnya menjadi pemukul baseball.


Mereka lalu menurunkan Il seung, karena mulutnya terus mengeluarkan darah. Pria berkacamata mencoba menyadarkannya, tetapi Il Seung sudah mati dengan sebuah rahasia tersimpan di dirinya.


Pria berkacamata lalu menelepon Asisten Manajer Ki dan menyuruhnya datang.


Pria berkacamata lalu menampar Baek Kyung yang tentu membuatnya kesal.
Baek Kyung: “Kau memanggilku ke sini untuk membunuhnya. Inikah ucapan terima kasih yang aku dapat?”
Pria kacamata: “Kau teknisinya. Tapi tidak bisakah kau mengatur waktu yang tepat? Kau seharusnya membunuhnya setelah dia menjawab pertanyaanku!”


Pria berkacamata meminta Asisten Ki untuk menyiapkan mobil, sementara dia dan Baek Kyung membungkus mayatnya.


Di sel, Gil Choon memandang foto Eun Bi dan juga membaca suratnya “Eun Bi sedang menunggumu..”


Esok harinya, di hari olahraga, Gil Choon dipanggil oleh petugas karena akan dibebaskan. Sementara itu, Ddak Ji tidak bisa menemukan foto dan surat Eun Bi. “Aku cuma punya satu,” kata Ddak Ji.


Sesaat sebelum keluar, Gil Choon mengembalikan surat dan foto Eun Bi yang semalam ia ambil. Ddak Ji marah.
Ddak Ji: “Kenapa kau mencurinya?”
Gil Choon: “Tidak. Aku tidak membutuhkannya.”


Jong Sam: “Kenapa kau tidak membutuhkannya?”
Gil Choon: “Karena aku sudah melihatnya setiap hari. Aku mengingatnya. Aku mengingat semuanya.”


Petugas lalu datang dan menyuruh Jong Sam melepaskan Gil Choon.
Ddak Ji: “Petugas.. Si brengsek ini  mengambil foto adikku dan ...”
Petugas: “Cukup. Kita bicarakan nanti. Song Gil Choon keluar. Kita sibuk hari ini.”
Ddak Ji: “Tidak!”


Petugas tetap mengeluarkan Gil Choon dan tidak mau mendengarkan penjelasan Ddak Ji yang mengatakan bahwa Gil Choon berencana untuk menyakiti adiknya karena Gil Choon adalah pemerkosa.


Gil Choon: “Sudah kubilang aku tidak memperkosa wanita!”
Jong Sam: “Kau bilang kau tidak memperkosa wanita karena mereka lemah! Lalu apa yang kau lakukan?”
Gil Choon: “Apa yang aku lakukan?”


Jong Sam: “Apa kau membunuh mereka?”
Gil Choon hanya tersenyum licik dan pergi meninggalkan sel! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon