11/29/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 3 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 3 BAGIAN 2

Flashback, musim gugur 12 tahun yang lalu..


Jong Sam terlihat sedang memanjat dinding dan temannya menyuruhnya untuk naik satu lantai lagi.


Sementara Jong Sam masuk ke ruangan itu, temannya bersembunyi.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 3 Part 1
Di sana Jong Sam mengambil sebuah gantungan berbentuk semangka, melihat Jin Young bicara di telepon. Jin Young ternyata pulang dari sekolah lebih awal dengan alasan sakit. “Aku akan kembali ke Amerika. Apa salahnya bolos sekolah?”


Jin Young pergi ke balkon, dan tutup botolnya jatuh menggelinding ke arah Jong Sam.


Karena terkejut, Jin Young melemparkan botol minumnya ke tubuh Jong Sam, lalu mengambil ponselnya. “Kantor Polisi? Ada pencuri di sini. Apartemen Jinsung 103, apartemen nomor 507. Tolong cepat.”


Jong Sam berjalan mendekati Jin Young,kali ini Jin Young melemparkan pot bunga. Tumpahan air dari pot bunga hampir mengenai kaki Jin Young yang saat itu menggunakan kaos kaki.


Hal itu mengingatkan Jong Sam pada ibunya yang meninggal di jalanan saat hari hujan.


Jin Young menjambak rambut Jong Sam dan tidak mau melepaskannya.


Jong Sam menyuruh temannya kabur lebih dulu. Jin Young berkata, “Kau bahkan punya komplotan? Aku akan membunuh kalian berdua!”


“Lepaskan aku atau aku akan menciummu,” kata Jong Sam. 


Dan akhirnya Jong Sam bisa pergi, sayangnya gelangnya tertinggal.
Jong Sam: “Hey, lemparkan itu!”
Jin Young: “Kau gila? Ini barang bukti.”


Polisi sudah keburu datang, jadi Jong Sam langsung berlari, namun Polisi berhasil mengepungnya.


Jong Sam menyerahkan dirinya sambil tersenyum.


“Kau terkenal. Kau pencuri terbaik di kota, tapi kau tidak pernah tertangkap. Kau ingin mengatakan sesuatu? Kalau tidak ada, aku ingin tidur siang. Kau pikirkanlah apa kesalahanmu,” kata seorang detektif.


Sampai malam, detektif itu masih tertidur. Saat terbangun kakinya kram bahkan dengan air liur di wajahnya.


Detektif meminta Jong Sam mengembalikan kunci borgol yang tadi siang dicuri darinya. “Oh kau benar-benar membuka borgolnya. Kau akan kabur?”


Jong Sam: “Tidak. Tanganku mulai gatal.”
Detektif: “Kenapa kau tidak kabur? Tidak ada orang di sini. Ada jendela di depan.”
Jong Sam: ‘Ini lantai 5.”
Detektif: “Kau bisa turun lewat pipa.”
Jong Sam: “Tidak ada pipa. Aku sudah mengeceknya saat masuk tadi.”
Detektif: “Kau punya mata yang tajam.”


Detektif: “Kenapa kau bisa tertangkap? Dengan keahlianmu, kau bisa saja memanjat dinding, menaiki tangga, melompat ke gedung lain, dan bersembunyi di sekolah atau pasar yang berada di dekat sana?” 

Jong Sam: “Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Banyak anak yang akan keluar dari sekolahnya. Jika aku berlari ke sana, maka banyak anak yang akan terluka.”


Jong Sam lalu mengucapkan, “Sampai jumpa..” saat detektif menyuruhnya pergi.


Teman Jong Sam menengok ke kanan dan kiri mencari Jong Sam. Lalu Jong Sam menunjukkan gantungan semangka, dan langsung memeluknya.


Temannya mengucapkan terima kasih, karena gantungan itu adalah hadiah dari adiknya, Eun Bi..

Jong Sam: “Kau sudah mengatakannya jutaan kali. Sekarang traktir aku ramen, Geum Byul.”

Ddak Ji: “Jangan panggil aku seperti itu. Tidak keren. Aku Ddak Ji.”


Saat tahu Jong Sam dibebaskan begitu saja, Ddak Ji langsung mengajaknya tos, “Kita yang terbaik...”


“Ngomong-ngomong, detektif yang menangkapmu adalah Kang Chul Gi, dia adalah seorang polisi yang keras.”


Malam harinya, Jong Sam mengajaknya makan di area rumah Jin Young. 


Saat melihat Jin Young, ia meminta kembali gelangnya. Sayangnya Jin Young tidak mau memberikannya. Jong Sam mengizinkan Jin Young memukulnya atau meminta apa saja agar mendapatkan gelangnya kembali, “Gelang itu hadiah dari ibuku.”


Jin Young berkata, “Kau mencuri dengan memakai gelang pemberian ibumu?” lalu mengembalikan gelangnya. Hujan mulai turun.


Jong Sam terlihat memikirkan apa yang dikatakan Jin Young, dan mengingat kembali saat kejadian ibunya meninggal.


Saat itu hujan deras, dan ibu menyuruh Jong Sam kecil menunggu sementara ia sendiri akan membeli payung. Sayangnya saat akan menyeberang jalan, sebuah mobil.


Jong Sam kecil berteriak, “Ibu... Ibu...”


Keesokan harinya di taman, Detektif Kang Chul Gi membangunkan Jong Sam dan mengajaknya makan. 


Detektif Kang: “Kau punya dua jalan. Mau ke penjara atau mau mencari kerja? Aku akan membayarmu untuk bekerja sebagai informan.”

Jong Sam:”Ah, itu tidak keren. Aku tidak mau.”

Detektif: “Kalau begitu, kau akan masuk penjara. Kau dan temanmu, Ddak Ji. Aku dengar tangannya patah karena jatuh saat mencuri. Dan kau tertangkap karena ingin mengambil barangnya yang tertinggal. ”


Detektif mengulang lagi penawarannya, “Kau tidak punya uang, kau tidak tamat sekolah, tidak punya rumah, tidak punya keahlian Apakah kau akan terus mencuri dan hidup seperti penjahat?”
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Jong Sam menatap gelang di tangannya dan memanggil pelayan untuk memesan tambahan makanan.


“Apa yang harus aku lakukan pertama kali?” tany Jong Sam
Detektif Kang menjawab, “Latihan!” [crstl]

1 komentar


EmoticonEmoticon