11/29/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 3 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 3 BAGIAN 1


Jong Sam panik saat Polisi berjalan ke arah belakang mobil untuk mengecek bagasinya.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 2 Part 2
Pistol yang diserahkan Jin Young dalam keadaan basah. Petugas bilang harus mengeringkannya terlebih dulu dan bertanya, “Sidik jari siapa yang ada di sini? Ada yang kau curigai?” Tapi Jin Young diam saja.


Waktu yang sudah menunjukkan jam 9 malam membuat Jong Sam bertambah panik. Sesaat sebelum menancapkan gasnya, sebuah mobil setan hitam menabrak mobil patroli Polisi. Sehingga perhatian Polisi teralih dan langsung mengejar mobil itu.


Itu adalah pria berkacamata dan Asisten Ki. Mereka meminta Jong Sam untuk menyusul mereka.


Petugas akan segera datang dan Ddak Ji membuka pintu toilet. Baek Kyung melihatnya, dan merasa ada yang aneh dengan Ddak Ji.


Saat melihat mobil Polisi sudah melintas, Jong Sam kembali menjalankan mobilnya.


Petugas masuk ke sel Ddaak Ji. “Total 5 orang, satu ada di sel hukuman,” kata seorang tahanan.

Tiba-tiba tahanan yang berada paling dekat dengan toilet berteriak, “Dingin! Siapa yang tidak mematikan kerannya?”


Semakin banyak air yang mengalir keluar, tapi Ddak Ji menahan pintunya agar mereka tidak bisa masuk toilet. Ddak Ji berusaha sekuat tenaga.


Pria kacamata sudah berhasil kabur dari Polisi dan kembali ke tempat mereka pertama kali bertemu Jong Sam. Tapi mereka tidak bisa menemukannya di sana.


Jong Sam menyembunyikan mobilnya lalu segera berlari menuju ke penjara.


Sementara itu, Jin Young sudah mendapatkan siapa pemilik sidik jari di pistol itu. Jin Young lalu menghubungi Penjara Musan.


Petugas di Musan: “Kim Jong Sam? Tentu dia ada di sini. Kalau dia tidak ada, di sini sudah terjadi keributan besar.


Akibat kesalahannya, Ddak Ji dmasukkan ke sel hukuman nomor 2. Dia memanggil petugas dan bilang kalau perutnya sakit, tapi tidak dipedulikan.


Petugas berkata, “Perhatian, sel hukuman nomor 1!” Karena tidak ada jawaban, petugas mengecek dengan menyorotkan lampu senter ke dalam sel.


Petugas panik, “Dia tidak ada.” Lalu mereka membuka pintunya dan menemukan Jong Sam tidak ada di sana. Bersamaan dengan itu, handy talkie petugas berbunyi menanyakan apakah Jong Sam ada di selnya.


Tiba-tiba ada tetesan air, petugas menengok ke atas dan terlihat Jong Sam yang tersenyum. “Apa yang kau lakukan?” tanya petugas.


Jong Sam lalu melakukan gerakan-gerakan aneh, “Mission Impossible, keren kan?” Sebagai hukumannya, Jong Sam harus tinggal di sana satu hari lagi.


Jong Sam dan Ddak Ji bisa menarik napas lega.


Karena masih penasaran, Jin Young mencetak data Jong Sam dan juga Gil Choon.


Inspektur Kang datang dan menegur Jin Young yang mengambil seluruh alat bukti di kasus Eun Bi dari Kepolisian Myungjin. “Itu karena aku yang pertama menyadari...”

“Tetap saja, kepolisian lokal yang seharusnya mengambil kasus ini,” sela inspektur. Lalu kedua rekannya datang, “Apa kau inspektur, bisa memanggil mereka untuk rapat? Baiklah, apa yang kau ketahui tentang tersangka, Inspektur Jin?” sindirnya.


Namanya Song Gil Choon, umur 35 tahun. Sersan Kim memuji Jin Young yang bisa mendapatkan informasi dengan cepat, tapi Sersan Kwon heran bagaimana Gil Choon bisa membawa Eun BI dari Kantor Polisi.


Flashback..
Saat itu sedang terjadi keributan di Kantor Polisi, sehingga petugas mengira bahwa Gil Choon adalah detektif dari Kepolisian Myungjin.


Sersan Kim: “Tapi bagaimana dia bisa mengenal Eun Bi?”

Jin Young: “Eun BI masih dalam tahap pemulihan, jadi aku belum bertanya padanya.”

Sersan Kwon: “Astaga! Song Gil Choon baru saja dibebaskan dari penjara hari ini. Dia mantan narapidana untuk kasus pemerkosaan. Dia ditahan di Penjara Musan.”


“Penjara Musan?” ulang Jin Young


Di selnya, Jong Sam  masih menatap tanda pengenal Il Seung. Dan dia sudah menceritakan tentang apa yang menimpa Eun Bi pada Ddak Ji. Ddak Ji berterima kasih pada Jong Sam, “Tapi kenapa kau tidak terus saja tinggal di luar?”


Jong Sam: “Kau gila? Mereka akan menyalahkanmu untuk itu semua.”

Ddak Ji: “Saat aku sudah dibebaskan besok, kau kaburlah.”


Jong Sam: “Aku juga sempat memikirkan itu, tapi aku tidak tahu harus kemana. Aku tidak punya tempat sembunyi. Aku juga tidak punya uang.”


Jong Sam melarang Ddak Ji yang berpikiran untuk membantunya. Ia lalu menjelaskan apa yang dia rasakan saat ada di luar. “Pertama, kau akan merasa mual saat naik bus. Dan rasanya ada di luar negeri. Semuanya terasa berbeda. Dan wanitanya sangat cantik.”

Ddak Ji: “Kau bertemu seorang wanita? Wanita sungguhan? Siapa dia?”

Jong Sam tertawa sambil menahan tangisnya, “Dia hanya seorang wanita gila.” [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon