11/30/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 4 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 4 Part 1
Masa Kini...
Kim Jong Sam dan Ddak Ji mengenang putusan hakim 10 tahun yang lalu, “Ini adalah kasus pembunuhan jaksa pertama sepanjang sejarah. Karenaseriusanya kejahatan ini dan pengaruhnya yang sangat besar terhadap masyarakat, maka kaki tangan Geum Byul dihukum 10 tahun penjara, dan pelaku utama Kim Jong Sam dijatuhi hukuman mati.”


10 tahun yang ditunggi Ddak Ji berakhir. Ia melangkahkan kakinya keluar dari penjara. Ia menatap langit, menengok kanan dan kiri, dan tidak ada seorangpun yang menjemputnya. Ia lalu mengeluarkan sebuah amplop.


Ddak Ji kembali menemui petugas jaga di pintu depan, dan menyerahkan amplop itu kepadanya. Amplop itu berisi hasil kerjanya selama 10 tahun di penjara yang ingin ia masukkan ke saldo Kim Jong Sam.


Jin Young dan timnya memantau CCTV saat kejadian penculikan Eun BI untuk mencari tahu bagaimana Gil Choon bisa keluar. Karena terus menerus menatap layar, Inspektur Park smapai harus meneteskan obat pada matanya.


Sersan Kwon berteriak kalau ia berhasil menemukan Gil Choon. Di rekaman tersebut terlihat Gil Choon menghampiri seseorang berbaju putih yang membelakangi mereka. Sersan Kim penasaran siapa pria baju putih itu. “Oh Il Seung, dia bilang dia seorang detektif. Aku sudah mengajukan pemeriksaan sidik jari. Kita akan segera mengetahuinya,” kata Jin Young. Inspektur Kang lalu menyuruh mereka untuk mencari tahu tentang Il Seung terlebih dulu.


Tiba-tiba seorang yang mereka panggil sebagai Kepala Jang datang dan menegur tim, karena mereka mengambil kasus lokal. Kepala Jang adalah detektif yang dulu menangkap Jong Sam dan Ddak Ji di restoran.


“Kalian adalah tim dan penampilan terburuk. Kalau kalian tidak bisa menangkap penculiknya, aku yang akan disalahkan. Apa kau ingin merusak reputasiku? Sekarang kiriman kembali kasusnya pada Kepolisian lokal!” kata Kepala Jang lagi.


Tim mengumpat atas kelakukan Kepala Jang. Sersan Kim berkata, “Dia ingin kita mengembalikan kasusnya ke Kepolisian Myungjin, tapi ia ingin kita menangkap Gil Choon lebih dulu. Dia bermain aman. Jadi dia akan menyalahkan kita jika kita gagal atau dia yang akan mendapat pujian saat kita berhasil.” Inspektur Kang lalu berdeham. Senior Kim mengalihkan pembicaraannya, “Oh Il Seung.. dimana kau bersembunyi?”


Kedua pria mengangkat mobil putih yang sempat digunakan Jong Sam saat ia melarikan diri. Sayangnya mereka tidak menemukan mayat Il Seung di sana.


Pria berkacamata kembali melapor pada atasannya. “Kita dalam masalah. Kejaksaan mulai mencari keberadaan Oh Il Seung. Aku tidak peduli itu. Tapi siapa pencurinya? Terdakwa hukuman mati? Datanglah. Kita harus membuat rencana,” kata wanita yang disebut Ketua itu.


Wanita itu datang ke sebuah parkiran mobil, lalu masuk ke mobil yang ada di sebelahnya.


Ada seorang pria di kursi belakang mobil. Dia bilang dia tidak menyukai berita yang sedang beredar saat ini. Si wanita memohon agar orang itu memberinya waktu untuk membereskan masalahnya.”Kau menyuruhku menunggu? Seorang Polisi rendahan menusukku dari belakang, para jaksa menyelidiki laboratoriumku, dan sekarang seorang narapidana hukuman mati mengganggu jalanku? Bagaimana aku bisa menunggu?” kata si Pria.


Wanita: “Tuan, apa yang harus kita lakukan terhadap narapidana itu?”
Pria: “Kita harus mengikuti takdirnya. Bunuh dia.”


Pria itu memperlihatkan wajahnya. Dia adalah Lee Kang So, pimpinan Institut Ekonomi Masa Depan.


Ddak Ji sudah berada di dalam bus. Ia membuka jendelanya, dan melihat telepon di umum di pinggir jalan. Ia mengingat permintaan Jong Sam.

Flashback..
Jong Sam: “Saat kau keluar, hubungi Letnan Jin Jin Young di Kantor Polisi Metropolis Seoul, Unit Investigasi Daerah.”
Ddak Ji: “Apa yang harus kukatakan padanya?”
Jong Sam: “Katakan kau tahu dimana Poliis Oh Il Seung berada.”


Orang yang dibicaran, Jin Young, sedang mengecek data para Polisi yang bernama Oh Il Seung. Salah satu data muncul tanpa disertai foto, karena statusnya adalah sedang menjalankan tugas.


Jin Young lalu menerima telepon dari Ddak Ji.


Jong Sam sendiri kembali berusaha melarikan diri. Diri naik ke langit-langit dan keluar melalui saluran udara yang menyambung ke jalan keluar darurat.


Ia mengeluarkan maya Oh Il Seung yang ia sembunyikan. Ia lalu berlutut momohon maaf pada Il Seung, “Tunggulah di situ, Polisi akan menemukanmu.”


Saat kembali ke sel, Baek Kyung memergokinya, “Bagaimana kau menemukan cara untuk keluar?”


Jong Sam: “Aku lapar, berikan saja makanannya.
Baek Kyung: “Bagaimana kau menemukannya? Apa karena bekas luka bakarku?”
Jong Sam: “Tadinya aku tidak terlalu yakin. Lalu aku melihat sepatumu yang sangat kotor. Jalannya sangat mudah ditemukan. Aku harus berterima kasih padamu.”
Baek Kyung: “Apa yang kau lakukan di luar sana? Kau sudah berbuat kekacauan.”
Jong Sam: “Apa?”


Seseorang lalu melompat dari atas, dan memukul Jong Sam.


Di tempat berbeda, Jin Young dan tim berhasil menemukan sebuah tubuh yang tergeletak, berdasarkan informasi dari Ddak Ji. Sersan Kwon memeriksanya, dan berkata, “Dia sudah mati.”


Jong Sam juga meninggalkan tanda pengenal Il Seung. Belum sempat Jin Young melihat fotonya, ia menerima telepon dari petugas forensik.


“Letnan Jin Young, aku sudah mendapatkan hasil pemeriksaan sidik jarinya. Itu adalah milik petugas Oh Il Seung.”


Tiba-tiba orang yang disangka mayat itu terbatuk dan terbangun. Jin Young kaget dan langsung membalik tanda pengenalnya dan melihat fotonya sesuai dengan orang yang ia lihat saat ini.
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Jin Young tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Karena sebelumnya, ia sudah melihat wajah itu di data Kim Jong Sam, seorang tahanan hukuman mati! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon