11/29/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 4 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 3 Part 2
Jong Sam muda mulai berlatih dibawah arahan Detektif Kang. Yang paling pertama diajarkan adalah ketika mencari sesuatu di suatu ruangan. “Kapanpun kau mengambil sesuatu pastikan meletakkanya kembali dengan benar, sehingga tidak ada yang tahu bahwa kau telah menyentuh barang itu,” kata Detektif Kang.


“Kunci dari pengintaian adalah sepatu. Jika kau menyamakan langkah kakimu dengan mereka, maka mereka tidak akan mengetahuinya ,” pesan Detektif Kang berikutnya.


“Selalu sembunyikan tubuhmu.” Dan mereka langsung mempraktekkan di jalanan.


Saat makan siang di sebuah restoran, Detektif menyuruh Jong Sam mencari hal apa saja yang berbeda dari minggu sebelumnya. Dan Jong Sam melakukannya dengan sangat baik. “Kau lulus. Kau harusnya jadi detektif,” puji Detektif Kang.

Musim gugur dua tahun berikutnya..


Jong Sam dan Detektif Kang terlihat sedang melarikan diri dari sekumpulan preman.


Jong Sam ternyata mencuri daftar penjudi dan juga jadwal perjudian yang akan mereka lakukan. Detektif Kang sangat bangga padanya, lalu ia meminta Jong Sam membaca Kode Prosedur Kriminal. Tapi Jong Sam bilang ia sudah selesai menghafalkannya, karena ujiannya akan dilaksanakan pekan depan.


Mereka lalu berhenti di sebuah restoran.
Jong Sam: “Lagi? Tidak bisakah kita istirahat? Aku berlari selama lima bulan untuk mendapatkan buku ini.”
Detektif Kang: “Satu kali lagi saja. Kau akan lulus tes kepolisian hanya dalam satu kali percobaan.”
Jong Sam menolak dan pura-pura tidur.


Tapi akhirnya dia bertanya, “Jadi, apa yang harus kulakukan?”. Detektif Kang menjawab, “Tunggu di meja, awasi dapur, dan sebagainya.”


Malam harinya, Jong Sam sudah mengenakan seragam pelayan. Ia menyapa para pelanggan, mengantarkan makanan, sambil tentu saja mengawasi keadaan.”


Lalu, Jong Sam melihat targetnya sudah datang dan masuk ke ruangan privat.


Pekan berikutnya.. Terlihat Jong Sam yang sedang mengikuti tes tulis untuk menjadi seorang Polisi. Ia terlihat sangat santai dan yakin akan jawa


Selama beberapa hari, Jong Sam mengambil foto para target dengan menggunakan sebuah ponsel secara sembunyi-sembunyi. 


Setelah tugasnya selesai, ia menyerahkan ponsel tersebut kepada Detektif Kang secara rahasia di sebuah stasiun bawah tanah.


Jong Sam menghafalkan kode kriminal di depan apartemen Jin Sung, berharap dapat bertemu dengannya.


Jong Sam masih bekerja di restoran, dan suatu hari Ddak Ji berlari memeluknya dan memberi tahu bahwa Jong Sam berhasil lulus tes Kepolisian, “Hyung.. kau keren sekali..”
Jong Sam: “Apa yang kau bicarakan. Ini bukan kejutan.”


Jong Sam menolak ajakan Ddak Ji ke karaoke. “Kumohon sekali saja. Kau berjanji akan pergi ke sana setelah ujian.” Jong Sam lalu setuju dan mereka kembali melakukan tos. “Kita yang terbaik...”


Tiba-tiba Jong Sam bilang kalau ponselnya tertinggal di tempat cuci piring di restoran. Ddak Ji merasa heran mengapa Jong Sam bisa melupakan barang sepenting itu, “Aku bahkan tidak boleh melihat ponselmu. Sudahlah, kita pergi besok saja,” kata Ddak Ji.


Saat Ddak Ji mengajaknya mengajaknya kembali ke restoran, Jong Sam melihat Jin Young yang sedang berjalan di seberang mereka. “Aku menemukan gadis gila.”


Ddak Ji lalu menyerahkan kunci restoran dan meminta Ddak Ji mengambilkan ponselnya. Walaupun bingung, Ddak Ji tetap melakukannya.


Jong Sam melihat Jin Sung masuk ke Perusahaan Grup Jinsung. “Dia sudah punya pekerjaan? Aku juga punya,” gumam Jong Sam.


Saat akan mengejar Jin Young, Jong Sam hampir tertabrak mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, akibatnya dia tidak berhasil menemui Jin Young.


Jong Sam menyusul Ddak Ji ke restoran. Sesampainya disana, ia menekan saklar, tapi lampu tetap tidak menyala.


Ia masuk dan menemukan Ddak Ji sedang terduduk di dapur. Jong Sam bertanya apa Ddak Ji baik-baik saja. Ia menjawab, “Seseorang memukul kepalaku, lalu pergi. Aku rasa ada perampok.”


Mereka lalu terkejut saat ada yang menggedor pintu, “Ini Polisi. Buka pintunya!” Jong Sam bertanya apakah Ddak Ji menghubungi Polisi, tapi Ddak Ji menggelengkan kepalanya.


Jin Young bermaksud membuka pintu, namun ia terjatuh karena kakinya tersandung sesuatu. Dan ada seseorang yang terbaring di sana sudah berlumuran darah dan terlihat ia sedang memegang sebuah ponsel.


Bukan hanya satu, tetapi ada dua mayat! “Ddak Ji, lari.”


Belum sempat melarikan diri, Polisi sudah berhasil masuk dan terkejut melihat keadaan di dalam restoran. Jong Sam juga terkejut karena melihat tangannya yang berlumuran darah.


Di kantor Polisi, para Polisi menonton TV yan memberitakan, “Sekitar jam 11 malam tadi, dua orang dibunuh di sebuah restoran di Jung-gu, Seoul. Mereka adalah Jaksa Ju dari Kantor Kejaksaan Pusat Seoul dan Nona Hong, pemilik restoran. Nona Hong sempat menghubungi 911 sesaat sebelum dia dibunuh.” 


Jong Sam akan dibawa untuk diinvestigasi di Kantor Kejaksaan.


Jong Sam: “Ddak Ji juga?”
Detektif: “Oh, dia sudah menjalani pemeriksaan.”
Jong Sam: “Tunggu, apakah Detektif Kang...”


Tiba-tiba Inspektur Park muda masuk, “Chul Gi.. Chul Gi.. Apakah Detektif Kang Chul Gi benar-benar menghilang?” Jong Sam sangat terkejut ketika seorang detektif menganggukkan kepalanya.


Detektif Kang berlari sambil membawa sebuah tas dan buru-buru masuk ke dalam mobil, tapi tiba-tiba seseorang menahan pintunya.


Bukannya diperiksa, Jong Sam malah ditendang oleh beberapa orang. Seseorang yang memba berkas berjudul Pernyataan Tertulis, meminta mereka berhenti.


Jaksa: “Kau sudah ingat sekarang? Kenapa kau membunuh mereka?”
Jong Sam: “Aku tidak membunuh mereka.”
Jaksa: (Sambil menampar Jong Sam berulang-ulang) Seorang jaksa terbunuh. Dan kau tertangkap tangan. Kau harus mengaku.


Jaksa menyalakan lampu di ruangan sebelah, dan Jong Sam melihat Ddak Ji yang sudah babak belur berkata , “Aku.. Aku membunuh mereka. Jadi, jangan pukuli Jong Sam. Aku tidak membunuh...(ia menggelengkan kepalanya) Aku membunuh mereka.”


Jaksa itu tersenyum melihat mereka.


Sambil menangis Jong Sam berkata, “Aku membunuh mereka. Jadi lepaskan Ddak Ji! Baj****n kau! Aku yang membunuh mereka!” Jong Sam lalu menyerang jaksa itu.


Jaksa yang lain membawa Jong Sam pergi, dan Jong Sam terus saja berteriak, “Aku membunuh mereka! Aku yang melakukannya! Aku yang membunuh mereka!”


Peserta tes yang lulus, mengambil seragam Polisi mereka. Tetapi seragam baru Jong Sam, masih tergeletak tanpa pemilik! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon