11/11/2017

Witch's Court Episode 10 PART 2

Semua pengunjung sidang keluar ruangan, termasuk Yi Deumyang tak percaya dengan yang dilihatnya di ruang sidang. 


Penulis Sinopsis: Ufi
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 11 Part 1

Ketika sedang berjalan keluar, Yi deum ditabrak bahunya dengan sengaja oleh pembela Tae Kyoo yang melengos melihatnya. 
Tangan Yi Deum tiba-tiba di pegang oleh nenek Soo Ah, 


“jaksa, apa yang terjadi, kenapa persidangannya berakhir sepeti ini?
”bukannya bajingan-bajingan itu melakukan perbuatan yang buruk? Kalau begitu kau tidak bisa menghukum mereka berdua. Apa alasannya? Kau berdalih seperti ini...
“nenek...masalahnya...”


Belum sempat Yi Deum menjawab nenek, datanglah dua orang agen yang memperkenalkan diri dari bagian internal yang ingin menanyakan sesuatu. 
“aku punya pertanyaan, tolong ikut dengan kami...”
 “apa yang terjadi, aku kepala jaksa dari CAGU Min Ji Sook” kepala datang bersama Jin Wook
Salah satu dari bagian internal menunjukkan foto pertemuan antara Yi Deum dan Sang Ho.
“jangan khawatir, kami akan memenjarakan mereka berdua dipersidangan besok”. Yi Deummeyakinkan nenek.  
Dia melepaskan pegangan neneknya Soo Ah dan segera mengikuti dua orang agen tadi. Sesampainya di ruang, para agen menunjukkan foto Yi Deum dengan Baek Sang Ho. Yi Deum tidak menjawab pertanyaan agen, hanya melihat foto itu dan menyilangkan kedua tangannya kedadanya. 
Agen I : “kenapa kau menemui keluarga terdakwa?” 
Yi Deum :”aku kebetulan saja bertemu dengannya”.
“kalau kau kebetulan bertemu dengannya kenapa kau merubah pernyataan saksi?”
“aahhh..aku tidak ingat”.
Dengan marah agen tadi mengetukkan tangannya kemeja. 
“dengar, kalian salah melakukannya. Tidakkah kalian seharusnya mencari tahu dulu siapa yang menganbil foto ini dan kenapa mereka mengirimkannya kepadamu”. 
“jaksa Ma, jawab saja pertanyaannya”. 
“tidak, sampai kau mengatakan padaku siapa yang mengirimkan foto ini. Aku menyatakan akan tetap diam”. 
Karena putus asa, kedua agen itu membiarkan saja. 


Di ruang tahanan, Min Ho mengatakan pada Sang Hoo kalau semua sudah berakhir baginya sekarang. Bagaimana kita bisa mengalahkan mereka. 


Min Ho : “aku akan membusuk di penjara setidaknya 20 tahun, tapi Tae Kyoo bisa terus hidup seperti tidak terjadi apa-apa”.


Sang Hoo hanya diam saja mendengar curhatan Min Ho, kemudian mengeluarkan kertas dari saku jas nya. Ternyata kertas itu adalah “surat kepemilikan” .
“apa kau ingat, rumah dengan pohon yang kau sukai, yang kita lihat waktu dalam perjalanan ke pasar waktu kau masih kecil. Kau bilang kau akan mencari uang yang banyak, dan membelinya kalau kau sudah besar”.
Flash back


Sang Hoo muda dan Min Ho kecil berhenti di depan sebuah rumah. Min Ho kecil berkata kalau rumah itu bagus sekali, pohonnya juga bagus. Nanti, aku akan punya banyak uang dan membeli rumah ini. Lalu kita akan lama tinggal disini ya...


Song Hoo muda menjawab, tentu... mari kita tinggal yang lama disini. Sang Hoo muda membelai rambut adiknya sambil terus memperhatikan rumah yang ada di depan mereka. 
Flash back selesai
“ aku tidak bisa menunggu lagi, dan membeli rumah itu” kata Sang Hoo
Dengan sedikit kesal, Min Ho berkata, “apa kau bilang? Apa kau tidak mendengarku, Hidupku benar-benar berakhir...”
“tidak, semuanya belum berakhir. Min Ho...dengarkan aku...”
Sang Hoo lebih mendekatkan wajah nya ke wajah Min Ho 
“ dengarkan aku, kita punya tembakan terakhir, aku bersumpah akan mengeluarkanmu”. 

Semuanya jadi kacau. Kau mungkin juga akan terluka, aku menghawatirkanmu. Kenapa tidak kau campakkan saja jaksa itu.  
Suara laki-laki yang mengiringi langkah Min Ji Sook. 


Tak berapa lama dia bertemu dengan Jin Wook dan bertanya apa yang terjadi pada jaksa Ma?
Jin Wook menyimpulkan Pihak Ahn Tae Kyoo pasti dalang dari foto dan kesaksian. 


Min Ji Sook menarik nafas dan hanya menjawab “mungkin...”
Jin Wook memutuskan kalau dia akan ke NFS dan kan memeriksa sarung tangan itu apakah sungguhan.

Di kantor NFS 


“Knuckle ? aku tidak ingat melihatnya ” jawab pegawai NFS sedikit bingung. 
Kalau kami menerimanya, aku pasti melihatnya. 
Jin Wook menjelaskan kalau daftar teknisnya adalah Jung Young Ho. Petugas tadi mengatakan kalau orang yang dimaksud Jin Wook sedang ijin satu hari. Jin Wook terkejut “apa!”
“Aku menyuruhnya untuk menelpon kalau dia datang besok” pegawai NFS menutup pembicaran dan pergi meninggalkan Jin Wook. Suara Hp nya berbunyi... 

Jin Wook sudah berada di depan Min Ho.
 “apa yang ingin kau katakan?”



“kakak ku bilang dia punya video yang bisa jadi bukti? Malam itu, video yang dari Tae Kyoo yang sedang memukulinya malam itu. 


Kakakku bilang dia akan bersaksi besok. Dan menunjukkan video itu karena kita tidak tahu, apa yang merak lakukan kalau kita memasukkannya duluan. 
Video itu benar-benar akan membuktikannya.Jadi, ku mohon panggil kakakku untuk di persidangan besok”. 

Tn Gap Soo mendatangi rumah Sang Hoo untuk meminta pertolongannya. 


Sang Hoo memberikan buku agenda yang menjadi catatannya selama dia bekerja dengan Gap Soo. 


“maafkan aku Sang Hoo” 
“tidak perlu tuan”.
“tidak bisakah kau percaya padaku sekali lagi?”
“tn Gap Soo....apa kau menyuruhku bertanggung jawab sekali lagi?”
“hanya kau yang  bisa menolongku. Dan aku satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Min Hoo. Aku berjanji akan menyelamatkan Min Hoo. Tolong selamatkan aku kali ini. 


Dengan muka yang bergetar dan mata berkaca-kaca, Sang Hoo membuat sebuah pengakuan yang di tulis dengan tangannya sendiri sedangkan redaksinya sudah dibuatkan sama Tn Gap Soo. 
“baek Sang Hoo terima kasih...”.(batin Tn Gap Soo)
Sementara Sang Hoo menulis pengakuan, Tn Gap Soo membaca buku agenda yang diterimanya. 
Pengakuan itu intinya Ma Yi Deum membuatnya berbohong.


Dengan nafas tersengal-sengal Sang Hoo menandatangani pengakuan itu. Dan tanpa Sang Hoo ketahui dibelakangnya Tn Gap Soo bersiap-siap melakukan sesuatu dengan muka bengisnya dia mendatangi Sang Hoo yang duduk membelakanginya dan .....

Hari kedua persidangan Kang So Ah Murder
Di ruang persidangan 
Semua menunggu dengan cemas termasuk jaksa Jin Wook dan kepala jaksa Min Ji Sok  termasuk Min Ho yang berkali-kali menengok kearah pintu. 


Sampai akhirnya, hakim menanyakan ke Jin Wook
“jaksa, apa saksi matamu ada disini?”
“tolong berikan waktu sebentar lagi, dia akan segera datang”.
“yang mulia, bukankan membuang-buang waktu menunggu saksi yang tidak datang?” jaksa pembela Tae Kyoo.


Seseorang membawa tas dan menuju gedung kejaksaan. 
Seorang peserta sidang membuka Hp nya dan melihat berita kalau kakanya Min Hoo meninggal. 
Suasana sidang pun menjadi riuh dan rmai orang-orang membicarkan Sang Hoo yang meninggal. 
Jaksa pembela Tae Kyoo akhirnya membuka hp nya dan menunjukkan nya kepada hakim ketua. 


Hakim :” jaksa, apa saksi matamu adalah Baek Min Ho, Baek Sang Hoo?”
“ya, benar”.
“Baek Sang Hoo...barusan ditemukan tewas  ....”
Seperti petir yang datang di siang bolong, Min Ho, Jin Wook dan kepala jaksa terkejut dan tak bisa berkata-kata.
Orang-orang yang menghadiri sidang masih riuh. 
Mata Min Ho mulai berkaca-kaca ...tak percaya kalau kakaknya sudah meninggal. 



“Aku, Baek Sang Hoo... berbohong demi menyelamatkan adikku, yang sedang disidang karena jaksa Ma Yi Deum. Catatan bahwa, aku menculik, mengurung, dan membunuh Kwak Shil adalah kebohongan yang dipaksa oleh Ma Yi Deum. Aku nyatakan tn Gap Soo tidak bersalah sama sekali dalam hal ini. Semua yang diatas adalah benar...ttd Baek Sang Hoo”
Itu adalah isi pengakuan yang di tulis Sang Hoo. 
Ternyata setelah menulis pengakuan, Tn Gap Soo membunuh Sang Hoo dan melingkarkan tali ke lehernya. 
Sehingga seolah-olah Sang Hoo seperti bunuh diri. 


Berita kematian Sang Ho yang ditemukan tewas di rumahnya langsung tersiar di TV. 
“Baek Sang Hoo di temukan tewas di rumahnya, catatan yang ditemukan di dekart koraban menyatakan bahwa dia diancam oleh jaksa Ma pada kasus adiknya “. Seorang wartawan melaporkan dari TKP (rumah Sang Hoo).
Sementara itu di kantornya, Tn Gap Soo berpura-pura sedih dengan meninggalnya Sang Hoo. 


Dia membatalkan jadwal kampanyenya demi memberikan penghormatan terakhirnya pada Sang Hoo dan duka mendalam. 
Disini Tn Gap Soo terlihat menangis di depan foto Sang Hoo. 
Kemudian melakukan konferensi pers di depan banyak wartawan yang meliputnya.  
“dia bilang jaksa Ma menekannya demi menciptakan skandal politik, untuk membuat bukti meskipun palsu untuk menyelamatkan adiknya. Sang Hoo tidak bisa menahannya dan bunuh diri”.
“kenapa tidak ada yang menahan jaksa itu? Apa yang dilakukan kejaksaan selama ini!!”
Gap Soo mengakhiri konferensinya dengan berapi-api. 

Ruang persidangan 


“Baek Min Hoo melakukan kekerasan dalam waktu lama saat memperkosanya, yang menyebabkan kematiannya, dia membuang jasadnya untuk menutupi kejahatannya. Ini kejahatan yang mengerikan. 
Akan tetapi dia tidak menunjukkan penyesalannya terhadap perbuatannya tapi malahan menuduh Ahn Tae Kyoo yang bersamanya. 
Tindaknnya tidak bisa ditoleransi. Karenanya, aku menerima keputusan juri dan mengikutinya. 
Terdakwa, Baek Min Ho dihukum 18 tahun penjara, Ahn Tae Kyoo mengakui sebagai kaki tangannya dan dihukum 3 tahun penjara. Akan tetapi hukumannya dikurangi dari 5 tahun masa percobaan.
Terimakasih para juri...” hakim ketua selesai membacakan putusannya. 
Min Hoo hanya terdiam tak berdaya dan pasrah. Jin Hook sepeti tak percaya dengan putusan itu tapi tidak bisa berbuat apa-apa. 


Dua orang petugas membawa Min Hoo yang lemas ke luar ruang sidang. Melewati Tae Kyoo yang tersenyum penuh kemenangan. 
Kepala jaksa hanya bisa menundukkan kepalanya. 


Tae Kyoo menjabat tangan jaksa pembelanya dan tesenyum sambil mengucapkan selamat. 


Di TV yang disiarkan secara langsung, Tn Gap Soo meminta pihak kejaksaan untuk menindak jaksa Ma Yi Deum untuk di hukum. 
Menindak dan menekan seseorang hingga bunuh diri, dia pembunuh dan harus dihukum berat. 
Tayangan ini di lihat oleh jaksa kepala yang melihat nya dengan terdiam.  

Di kantor Pengawas Kejaksaan 
Kepala jaksa (Min Ji Sook) mengaku kalau apa yang di lakukan jaksa Ma sepenuhnya adalah tanggung jawabnya, jaksa Ma hanya mengikuti perintahnya.

Min Ji Sook terlalu mengambil resiko dengan perbuatannya ini, karena untuk itu dia mengundurkan diri dari kejaksaan. 
Min ji Sook segera mengemasi barang-barangnya di kantor, sebelum pergi dia memperhatikan kantornya dari sudut ke sudut untuk terakhir kalinya dan menghela nafas panjang. (aduuhhhh...jadi terharu dan sedih hik hik hik....).


Beberapa saat kemudian teman-taman sekantornya mendatangi Ji Sook untuk berniat membantu dan membawa barang- barangnya tapi Ji Sook melarang dan menyuruh mereka kembali bekerja. 
“jaksa jang, aku menyerahkan CAGU kepadamu”. 
Investigator Koo: “jaksa, ayo kita mengadakan makan malam perpisahan. Aku tidak ingin membiarkanmu pergi seperti ini”.
Nona Son :“jaksa, kalau kau memerlukan aku, telponlah aku, aku akan mengundurkan diri untuk menemuimu”.
Min Ji Sook tak bisa menjawab pertanyaan teman-temannya, 
dan hanya berucap “Sampai Jumpa, jaga diri kalian”
kemudian pergi meninggalkan mereka yang masih tak percaya dengan pengunduran dirinya.


Yi Deum duduk di kursi disebuah ruangan dengan memasukkan tangganya ke saku ,
kemudian ada petugas internal yang masuk
“Ma Yi Deum, kau boleh pergi dan kembali bekerja”. 
Petugas tadi memberikan ponselnya Yi Deum. 
Yi Deum pun berjalan keluar dan menghidupkan ponselnya untuk membaca berita. 


Disana dia menemukan berita, “kakak tersangka utama ditemukan tewas”.
Seseorang di belakangnya menyapanya,  


“Jaksa Ma, kau terkenal rupanya...semua orang memanggilmu pembunuh ketua jaksa”.
“katakan apa yang ingin kau katakan”.
“Min Ji Sook, mengundurkan diri dari jabatannya. Dia menutupi fakta kalau kau memanipulasi buktinya. 
Dia bahkan diam saja tentang pertemuanmu dengan keluarga terdakwa dan mengancamnya...aigoo...serendah apapun jabatannya di turunkan, dia tidak pernah goyah. Tapi karena satu bawahan yang buruk karirnya tamat. 
“Apa kau tidak merasakan apapun sekarang?”
“apa? Maksudmu aku harus berhenti karena dia berhenti?”.
“kenapa kau harus berhenti, kau pasti akan dipecat. 
Ini tahun ketujuuhmu menjadi jaksa, kualifikasimu sedang di evaluasi kembali. 
Dengar Yi Deum, biar ku beri kau nasehat, berhenti saja sebelum kau dipecat. 
Kalau kau dipecat kau bahkan tidak bisa membuka kantormu sendiri. 
Pikirkanlah lagi...”. orang itu menepuk-nepuk pundak Yi Deum kemudian melangkah pergi. 
Yi Deum hanya menghela nafas panjang. 


Di parkiran, Min Ji Sook memandangi gedung kantornya untuk terakhir kali. Kemudian muncul Jin Wook yang berlari kearahnya. 
“jaksa, aku menyatakan bahwa bukti sarung tangan telah dimanipulasi. 
Aku akan mengajukan banding. Aku tidak akan menyerah.  Aku akan memenjarakan Tae Kyoo.”
“baik, aku juga tidak akan menyerah. Kita akan segera bertemu lagi”.
Min Ji Sook masuk ke mobilnya dan berlalu dari hadapan Jin Wook. 

Yi Deumberlari ke ruangan kepala jaksa, dia mendapati ruangan itu sudah kosong. YI Deum bingung harus berbuat apa. 
Dalam kebingungannya Jin Wook muncul dari belakang pintu, beberapa saat mereka hanya diam dan saling menatap. 


“kau bilang kau akan membalas dendamnya Song Ah. 
Ahn Tae Kyoo bebas dengan masa percobaan. 
Baek Sang Hoo yang berjanji akan bersaksi, dia sudah meninggal. 
Jaksa Min, dia mengundurkan diri.
Bagaimana dengan masalah ibumu?
Apa kau mengungkapakan kebenaran sesuai harapanmu?”
Yi Deum hanya diam saja.
“jawab aku?”
“Kau benar, aku menghancurkannya”. 
Sambil menahan tangisnya, Yi Deum pergi meninggalkan Jin Wook.
Yi Deum berjalan sendiri ditengah guyuran hujan. 


Dia melihat ke layar di gedung, bahwa Cho Gap Soo memenangkan pemiliihan walikota.  
Yi Deum hanya mematung membiarkan dirinya basah kuyup di siram air hujan. 

Di kantor Cho Gap Soo, para pendukungnya memberikan selamat atas kemenangannya. 
Seseorang mendekatinya, 
“Tn kang mengundangmu makan malam, untuk merayakan kemenanganmu”.
“baiklah...”
“dimana tuan Baek?”. 
Raut muka Tn Gap Soo berubah, dia hanya menjawab : “lupakanlah...”


Di ruangannya, Tn Gap Soo memnadang keluar jendela yang masih hujan, 


Dari belakangnya terdengar suar :”selamat atas terpilihnya walikota Tuan Cho Gap Soo.”
Tn Gap Soo menoleh dan melihat Sang Hoo ada disana memberinya selamat dan tersenyum...
“Sang Hoo...”.
Keduanya pun tertawa...kemudian Tn Gap Soo melihat Sang Hoo
Tapi Sang Hoo sudah tidak ada. 
Raut muka Tn Gap Soo mendadak berubah...menjadi sedih dan dia terduduk sambil menangis sambil terus menyebut nama Sang Hoo....di luar hujan dengan derasnya.... 

Pagi hari, di kantor kejaksaan
Jin Wook masuk ruangannya dan mendapati meja Yi Deum sudah bersih, barang-barangnya sudah tidak ada. 


Dia mendapat pemberitahuan kalau unit 803 (Yi Deum) pindah. 
Saking terkejutnya dia mennjatuhkan tas nya dan berlari keluar ...


Di kamarnya Yi Deum sedang mengemasi barang-barang miliknya. 
Dia melihat fotonya sewaktu kecil dengan ibunya...lama dia terdiam kemudian mengambilnya dan memasukkannya ke kardus. 


Jin Wook tiba di kamar Yi Deum, dan mendapatinya sudah kosong.  
Kemudian berusaha menelpon Yi Deum, tapi nomernya tidak aktif. 
Jin Wook terduduk di tanggan dengan menundukkan wajah....sedih....

3 Bulan kemudian 
CAGU Park Hoo Soo, Yeo Jin Wook
Jin Wook sedang bekerja seperti biasa, ada benda yang terjatuh kemudian mengambilnya. 
Dari bawah meja dia melihat sepatu seseorang yang duduk di depan mejanya. 
Setelah melihat...tarraaaaa...Yi Deum ada dihadapannya. 


Yi Deum hanya tersenyum dan melambaikan tangan 
masih terkejut,  Jin Wook bertanya, “apa yang membawamu kemari?”
nona Ma masuk ruangan dan memberikan berkas. 
“Ma Yi Deum...Sopir Cadangan.”

Bersambung ke episode 11
Comments


EmoticonEmoticon