12/01/2017

Mad Dog Episode 16 PART 1

SINOPSIS Mad Dog Episode 16 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mad Dog Episode 16 Part 2

Pak Kim ingin naik ke kamarnya untuk berganti pakaian, tapi Kang Woo mengejarnya, lalu menahannya dengan mengajaknya makan.
Pak Kim: “Makan? Aku tidak lapar.”


Kang Woo memaksa, “Datang dan makanlah walaupun kau tidak lapar. Kalian pergilah duluan, aku akan segera menyusul.” Kang Woo sendiri kemudian masuk kembali ke markas.


Kang Woo mengecek CCTV dan dia mendapati Pak Lee akan masuk ke kamar Pak Kim.


Jadi, Kang Woo lah yang naik ke kamar Pak Kim.
Kang Woo: “Akhirnya, tikus masuk ke dalam perangkap.”
Pak Lee: “Perangkap?”
Kang Woo: “Aku sudah menunggumu, Pengacara Lee.


Pak Lee lalu mengecek ke pintu dan melihat selot bagian dalam terkunci. Ia lalu membuka maskernya dan tertawa, “Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Aku ingin bertemu Tuan Jan Gebauer, dan langsung masuk karena pintunya terbuka.”


“Scarf itu yang telah digunakan untuk mencekik Min Joon dan pisau ituyang telah menusuk Noo Ri. Dengan melihat itu,kau kira aku akan percaya alasanmu?,” kata Kang Woo.

Pak Lee menyerang Kang Woo lebih dulu dengan menggunakan pisaunya. Pertarungan berjalan imbang.


Lalu, Pak Lee berhasil menggores tangan Kang Woo dengan pisaunya.


Sementara itu, Mad Dog menunggu di kedai. Pak Kim memberikan Ha Ri makanan kesukaannya. Pentium bilang Cheetah akan kembali setelah makan siang dengan Nona Oh.


“Kenapa Pak Choi belum juga turun? Dialah yang mau makan,” tanya Pak Kim.


Kang Woo mendesak Pak Lee sampai ke dinding dan berusaha mencekiknya. Pak Lee terus melawan. Ia tetap melawan walaupun Kang Woo menendang dan menghajarnya berkali-kali.


Keadaan berbalik saat Pak Lee mendapatkan kembali scarf-nya. Ia langsung menggunakan scarf itu untuk mencekik leher Kang Woo.


Di kedai, Ha Ri berusaha menelepon Kang Woo. “Kenapa dia tidak menjawab?” gumam Ha Ri.


Pak Kim lalu mengingat kembali bagaimana Kang Woo menahan tangannya dan juga ekspresi tadi. Ia berdiri dan langsung menuju markas. Ha Ri dan Pentium mengikutinya.


Kang Woo meronta dan berhasil melepaskan scarf yang mencekiknya. Ia menghajar Pak Lee sampai terjatuh, dan mencekiknya dengan scarf-nya sendiri.


Pak Kim kembali ke markas dan melihat ke rekaman CCTV yang sebelumnya dilihat oleh Kang Woo. Ia langsung keluar lagi dan menuju kamarnya.


Karena Kang Woo mengunci pintunya, selain menekan password, Pak Kim juga harus membukanya dengan kunci manual. Sayangnya, setelah pintu dibuka, mereka tetap tidak bisa masuk karena Kang Woo memasang kait pengamannya.


Kang Woo: “Kenapa? Kenapa Kim Min Joon, bukannya aku? Kenapa kau mengincar Min Joon? Katakan!”
Pak Lee: “Bunuh aku.”
Kang Woo: “Kenapa...”


Pak Kim: “Pak Kim, kau baik-baik saja?”
Kang Woo: “Kim Min Joon?”
Pak Kim meminta Kang Woo agar membuka pintunya. Ha Ri dan Pentium juga terus memanggil namanya dari luar.


Pak Lee: “Aku akan membunuh mereka semua.”
Kang Woo: “Matilah..”


Pak Kim: “Kang Woo, jangan lakukan itu! Berhenti! Jangan jadi pembunuh! Jangan bunuh dia!”


Kang Woo lalu melepaskan tangannya dari leher Pak Lee. Pak Kim menarik napas lega.


Pentium kembali sambil membawa tang besar untuk memotong kait pengamannya.


Mereka lalu berhasil masuk, “Kau baik-baik saja, Pak Choi?” Kang Woo lalu meminta Ha Ri untuk menghubungi 911.”


Kang Woo menemui Ketua Cha. Ketua Cha mengajaknya bermain Go.
Kang Woo: “Pak Lee ada di rumah sakit kan?”
Ketua Cha: “Ya, aku dengar dia terpeleset dan jatuh.”
Kang Woo: “Terpeleset dan jatuh?”


Ketua cha menggunakan alasan itu agar Pak Lee tidak masuk penjara. Kang Woo lalu membenarkan jika Pak Lee jatuh, dan dia dia juga menjatuhkan sesuatu.


“Itu adalah ponsel Ko Jin Chul,” kata Kang Woo.


Mad Dog sudah mengeceknya di markas, dan isinya adalah percakapan antara Ko Jin Chul dan Hyun KI.


Flashback..
Hyun Ki tidak jadi mentransfer uang kepada Jin Chul karena merasa rencananya berantakan, karena Jin Chul gagal membunuh Pak Kim.


Cheetah heran mengapa Pak Lee datang dengan membawa barang sepenting itu. Pak Kim lalu mengambil kesimpulan, “Dia datang untuk membunuhku, kemudian akan menyerahkan diri. Dia akan berkata bahwa Hyun Ki yang menyuruhnya.”


Kang Woo: “Aku ingin tahu. Awalnya dia ingin membunuhku. Tetapi tiba-tiba mengubah targetnya menjadi Kim Min Joon. Kenapa? Ketika aku mendengar Hyun Ki menyuruh Jin Chul untuk membunuh Min Joon, aku dapat membaca langkahmu.”

Ketua Cha: “Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

Kang Woo: “Membunuh Kim Min Joon dan menimpakan kesalahan pada Hyun Ki. Begitupun atas pembunuhan Jin Chul.” 


Ketua Cha merasa itu tidak ada hubungan dengannya karena Pak Lee bekerja di JH. Ketua Cha juga menyuruh Kang Woo agar membawa ponsel itu ke Kejaksaan untuk diselidiki. “Bagimana jika bukan ke Kejaksaan. Bagaimana jika Hyun Ki mengetahui rencanamu? Padahal dia sudah berjanji akan menjaga putrimu.” Kata Kang Woo.


Ketua Cha memohon agar Kang Woo tidak melibatkan Hong Joo karena mereka adalah keluarga. “Hubungan keluarga yang seperti perusahaan itu tidak berarti,” kata Kang Woo sambil memenangkan permainan Go-nya.


Ketua Cha: “Harusnya aku membunuhmu dua tahun lalu, saat kau berbuat keributan.”
Kang Woo: “Kau lihat aku masih hidup. Menderitalah sampai kau ingin sendiri ingin mati!”


Setelah Kang Woo pergi, Ketua Cha memanggil Pengacara Kim. Ia memintanya agar menyuruh Pak Lee tidak mengatakan apa-apa, dan juga agar Pengacara menghubungi Hong Joo dan memintanya untuk bertahan dengan Hyun Ki karena itu satu-satunya cara Hong Joo dapat hidup.


Hong Joo menerima telepon dari Pengacara Kim, “Sampaikan pada ayah bahwa aku aakn melakukan apa yang dia katakan.”


Hong Joo lalu menemui Hyun Ki di kantornya. Ia ingin menyingkirkan Mad Dog. “Jangan khawatir, Oppa akan mengurusnya...”


Hong Joo lalu mengeluarkan kembali dokumen pembaruan kontrak asuransi yang sebelum sudah masuk ke mesin penghancur. Hong Joo menyatukannya kembali. “Apa kau sedang merasa bosan sampai kau menyatukannya kembali? Apa kau akan mengancamku dengan ini?”


Hong Joo bilang yang dihancurkan ini bukan yang asli, melainkan hanya salinan. Tahun lalu, Taeyang merevisi sedikit logo perusahaan mereka. “Seseorang membuat salinan, menukar dokumennya, dan mengambil yang asli,” kata Hong Joo.


Manajer Park bertemu dengan Kang Woo. Ia memberitahukan bahwa sebentar lagi hasil penyelidikan ulang akan dirilis. Manajer Park setuju untuk membantu Mad Dog.


Pak Kim menelepon Kang Woo dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja. “Dengarkan orang yang sebentar lagi akan tiba di sana. Itulah yang perlu kau lakukan,” kata Kang Woo.


Manajer Park datang sambil melambaikan tangannya pada semua orang.


Manajer Park menyampaikan idenya, dan yang lain setuju. “Baiklah kita lakukan, tapi itu idenya Pak Choi kan?” tebak Pak Kim.


Sementara itu, Kang Woo menemui Jaksa Jin Gyeoung Su di sebuah restoran dan memperkenalkan diri sebagai keluarga korban kecelakaan Pesawat 801. Tapi Jaksa Jin bilang ia tidak mengurus masalah itu.


Kang Woo: “Aku tahu kau sudah lama mengincar JH. Jika bukan karena Jaksa On yang menyuruh untuk menghentikan penyelidikan, kau pasti sudah berhasil menangkapnya.”
Jaksa Jin: “Aku tidak tertarik, silakan pergi.”
Kang Woo: “Jaksa Jin, bagaimana jika aku membawa orang yang dapat bersaksi jika Hyun Ki memang penyebab kecelakaan itu?”


Hyun Ki memanggil Hong Joo ke kantornya. Ia mengatakan bahwa mereka harus menemukan mekanik yang melakukan pemeriksaan kelayakan terbang pada pesawat 801


DI kantornya, Hong Joo memanggil Manajer Park dan langsung menanyakan apakah dia yang sudah mengambil dokumen aslinya.


Hyun KI sendiri sedang ada di ruangan Jaksa On, bersama dengan Jaksa Jin. Jaksa Jin memberitahunya bahwa Kang Woo menemuinya dan akan mencari saksi mata yang akan membuktikan bahwa Hyun KI terlibat ke kecelakaan Pesawat 801, dan akan membawanya ke Konferensi Pers.


Jaksa Jin bertemu Kang Woo dan memastikan bahwa Kang Woo akan membawa saksi itu.


Sementara itu di markas Mad Dog, Manajer Park berperan seolah ia sedang memimpin misi. Cheetah memprotesnya dan berkata bolehkah seorang Asisten Manajer Taeyang Insurance meninggalkan pekerjaannya.

Manajer Park: “Direktur Cha membenciku, aku hanya orang buangan.”
Karena prihatin, Pentium dan Cheetah mengizinkannya untuk memimpin misi.


Pak Kim: “Aku masih menunggu, Tuan Spaniel.”
Manajer Park: “Siapa Spaniel? Aku?” (Spaniel=jenis anjing yang berbulu panjang dengan telinga terkulai)
Pak Kim: “Begitulah Mad Dog memanggilmu, benar kan Nona Jang Ha Ri?”


Ha Ri: “Fokuslah kepada misinya.”


Cheetah mengatakan bahwa mereka menyebutnya begitu, karena selama dua tahun terakhir Manajer Park selalu mengikuti mereka. Pentium menambahkan bahwa Spaniel itu sangat kecil dan suka berkeliaran. “Apa aku kecil dan suka berkeliaran?” tanya Manajer Park.


Orang yang ditunggu oleh Pak Kim akhirnya datang. Dia adalah seorang akuntan bernama Lee Yeong Mi! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon