12/11/2017

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 10 PART 1

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Avengers Social Club Episode 9 Part 2
Banyak orang mengambil foto Hong Sang Man yang tertidur di halte bus. Dia tidur berselimut kardus bertuliskan “Ahjusi Tidak Berguna”. Sebagian siswa sekolah ada yang mengenali kalau itu kepala sekolah nya.


Bok Ja Club menonton dari dalam mobil dan bersorak karena telah berhasil mempermalukan Hong Sang Man.


Saat mereka duduk di halte (setelah Hong Sang Man pergi) Soo Gyum sambil memegang kardus, memberi tahu yang lainnya kalau foto kepala sekolah tidur di halte bus telah tersebar.
“Kalau begitu rencana kita kali ini, kita menyelesaikannya dengan sempurna kan?” Mi Sook bertanya pada yang lainnya.
“Masih ada satu orang lagi.” Soo Gyum menjawab lalu berjalan menuju sekolah.


Di dalam kelas, Jung Wook bermaksud memamerkan video Do Hee saat bersujud di kaki ibu Jung Wook. Tapi dari belakang Soo Gyum merebut handphone Jung Wook dan menyerahkan pada Hee Soo, yang kemudian menghapus videonya.

“Kuperlihatkan sesuatu yang lebih menyenangkan.” Soo Gyum menunjukkan video Jung Wook saat di rumah sakit.

Hee Soo mengatakan kalau Jung Wook adalah orang bodoh yang terperangkap jebakannya sendiri, dan memintanya agar jangan mengacau dan rendah hati saja.

“Kalau yang tertarik versi panjangnya, tanyakan langsung saja pada orangnya.” kata Soo Gyum sebelum keluar dari ruang kelas.

Jung Wook mengukuti mereka keluar kelas lalu mencegatnya dan berlutut memohon agar tidak menyebarkan video itu.

“Aku berlutut bukan karena aku mengaku salah. Itu… Bukan karena aku takut. Kumohon jangan diupload.”

“Makanya lebih baik kau tidak melakukan apapun.” Soo Gyum dan Hee Soo berjalan meninggalkan Jung Wook yang masih berlutut.


Byung Soo pulang ke rumah dan bertemu Jung Hye yang sedang minum teh. Dia mengatakan agar jangan salah paham soal gedung dan percayakan saja padanya. Jung Hye tidak menanggapi.

Byung Soo bertanya lagi, kenapa Jung Hye tidak pergi karena akhir-akhir ini dia keluyuran dan melakukan hal menyenangkan. “Kalau ada hal yang mau kau katakan, katakan saja. Dari pada bicara ini dan itu.” Jung Hye menjawab dengan dingin.

Byung Soo mengatakan dia tahu dari Hong Sang Man kalau Bok Ja club mengelem kursinya dan membuatkan masakan yang tidak enak. Jung Hye mengakui kalau Bok Ja club adalah dirinya, Mi Sook dan Do Hee.

“Kau tidak pandai menilai orang, jadi apa yang akan kau lakukan?” Jung Hye lalu meninggalkan suaminya.


Mi Sook terkejut saat suaminya sudah ada di dalam kamar ibu mertuanya. Byung Pyo bertanya pada ibunya apakah benar semalam Mi Sook menginap di sini. Ibu nya tidak menjawab, dan meminta Mi Sook mendekat.


“Bok Ja Club. Apa kau keluar untuk melakukannya lagi? Apa yang sebenarnya kau lakukan?”

Mi Sook mengatakan itu hanya perkumpulan orang tua murid. Tapi suaminya lebih percaya pada Hong Sang Man. Mi Sook meminta suaminya tidak terlalu dekat dengan kepala sekolah karena orang itu suka membicarakan hal aneh dan tidak bisa dipercaya. Young Pyo mengatakan pada istrinya agar tidak melakukan hal aneh dengan perkumpulannya, dia menerima telepin lalu pergi.


Byung Soo sedang membicarakan bisnis dengan Jung Joon, kemudian mendapat telepon dari sekertarisnya, memberi tahu kalau Jung Hye sedang bersama adiknya Byung Soo.


Byung Soo masuk ke ruangan tempat Jung Hye berbicara dengan Byung Hoo. Jung Hye berencana memberikan sahamnya di Hae Rang kepada adik iparnya. Jung Hye berasalasan karena suaminya sudah mengambil miliknya, jadi dia akan melakukan apa yang menjadi miliknya dengan sesuka hati. Setelah Byung Hoo menandatangi berkas, Jung Hye pergi tanpa menghiraukan suaminya.


Byung Soo mengikuti istrinya hingga ke dalam lift. Dia berkata kalau Jung Hye memberikan sahamnya, makan akan menjadi akhir baginya dan Soo Gyum juga.

“Mungkin itu akan menjadi awal baru bagimu.”

“Baik aku mengerti. Aku tidak akan menyentuh yang menjadi milikmu.”

Jung Hye mengatakan bahwa Byung Soo harus mengembalikan semua seperti semula sebelum dia berbicara seperti itu.

“Aku akan mengembalikannya seperti sedia kala, jadi kau juga harus begitu.” Byung Soo berteriak pada isyrinya yang berjalan pergi.


Presdir Kim mendapat telepon yang mengabarkan bahwa Jung Hye memberikan sahamnya kepada adik iparnya. Dia ingat saat Jung Hye datang dan mengatakan akan memberinya saham milik Jung Hye di Geon Ah.


Jung Hye dan Mi Sook sedang minum kopi di toko ikan Do Hee. Jung Hye melihat pria tukang kayu berjalan dengan seorang gadis melewati toko Do Hee. Pria itu hanya memberi salam lalu pergi


Do Hee berusaha bersikap biasa saja, tapi dia malah memakai sarung tangan dengan terbalik.


Mereka lalu memilih-milih pisau yang biasa digunakan Do Hee, dan memilih satu.


Do Hee membawa pisaunya ke rumah pria itu. Dia bersembunyi saat pintu terbuka.

“Oppa Kau harus sering-sering menelpon ibu dan pulanglah.” kata gadis itu, dia ternyata adik si tukang kayu. Do Hee tampak senang mendengarnya.


Pria itu melihat Do Hee duduk di belakang pintu.
“Apa yang kau lakukan di sini?”
“Pisau.” kata Do Hee singkat.


Do Hee memberi tahu pria itu kalau pisaunya tumpul, lalu pria itu mengasah pisaunya.

“Kau tidak memakai pisau ini saja kan? Lain kali aku akan melihat pisaumu yang lainnya.”


Pria itu mengantarkan Do Hee pulang karena sedang hujan. Dia dalam mobil dia memutar lagu, tapi tidak saling bicara hanya tersenyum melihat keluar jendela.


Do Hee turun dari mobil dan dipinjami payung oleh pria tukang kayu.

“Pakai ini kalau kau pergi.”

“Terima kasih.”

“Hati-hati di jalan!”

Dari sebrang jalan Hee Soo melihat ibunya turun dari mobil seorang pria.


Hee Soo terus mengamati ibunya yang wajahnya tampak berseri.


Di dalam rumah Hee Soo bertanya apakah ibunya tadi pergi ke suatu tempat, tapi Do Hee menjawab dia dari toko.

“Ibu sepertinya sedang bahagia sekarang ini.”

“Tentu saja, ibu punya anak baik sepertimu, jadi tentu saja selalu bahagia. Cepatlah mandi kemudian istirahat.”

Hee Soo mengatakan pada Hee Kyung sepertinya ibunya mempunyai pacar. Tapi Hee Kyung hanya bertanya apa kah pria itu tampan.

“Apa noona tidak peduli ibu bertemu dengan pria lain?”

“Adik kecil ku, wanita tetap saja wanita sampai dia mati.”

“Bahkan ibu? Ibu adalah ibu.”

“Tentu saja. Setelah ayah meninggal, selama 10 tahun ibu hanya hidup sebagai ibu. Sampai ibu berkata sesuatu, biarkan saja tetap merahasiakan.”


Byung Soo sedang bersama Jung Joon, dia mengatakan kalau Jung Hye akan memberikan sahamnya pada Byung Hoo kalau dia tidak mengembalikan milik Jung Hye.

“Kalau dia memberikan miliknya maka perusahaan benar-benar di bawah kendali Byung Hoo presdir Kin Jung Yoon. Anehnya setelah anak itu datang dia mulai berubah.”

“Siapa? Soo Gyum?”

“oh ini membunuhku. Aku tak tahu bagaimana memecahkan ini. Mereka anak dan istri, aku tak bisa melakukan sesuatunpada mereka.”

“Mereka berbuat begitu, tapi kau masih tetap memerlukan mereka. Singkirkan mereka.”
“Apa?”


Jung Hye sedang bersama Soo Gyum.

“Dia mungkin sedang minum-minum di suatu tempat. Aku memberikan pelajaran baginya.”

“Kau memukulnya?”

“Aku memberikan warisan ku.”

“Aku menemui presdir Kim dan memintanya melindungi warisanmu.” Soo Gyum berusaha membantu Jung Hye. Jung Hye mengatakan dia bisa melakukannya sendiri dan tidak memerlukan orang itu. Soo Gyum meminta maaf karena sudah menyakiti Jung Hye .

“Sudah ku katakan jangan mau dimanfaatkan demi aku.”


Baek Young Pyo dan Byung Soo datang ke toko ikan Do Hee. Mereka bertanya apakah dia tau apa yang terjadi pada Hong Sang Man dan bertanya apa yang selanjutnya akan terjadi pada mereka berdua.

“Kau ketua Bok Ja Club kan?”

“Lalu? Apa aku harus memberitahu kalian apa yang akan kami lakukan? Hey!” kata Do Hee sambil menodongkan pisau. Mereka berdua ketakutan dan mencondongkan badan ke belakang.

“Tolong ambilkan itu, kotak yang ada es batunya. Di sebelah sana. Tolong di sana.” Do Hee masih mengacungkan pisau pada Byung Soo. Byung Doo menuruti perintah Do Hee dan menuang es batu ke kotak ikan.

“Sepertinya tidak ada yang ingin kalian katakan, seperti yang kalian lihat. Aku sedang bekerja.Silahkan pergi. Pergilah. Jangan kembali lagi ” lalu mereka pergi.


Soo Gyum memberikan Seo Yeon beberapa makanan kecil sebagai ucapan terima kasih.

“Aku memilihkan semua kesukaan ku.”

“Kalau untuk hadiah, harusnya kau pilih kan kesukaanku.”

“Ah. Kau benar.” Soo Gyum lalu tertawa dan mengambil ponselnya. Dia membaca pesan dari ibu nya “Nak, ibu dalam perjalanan menemui presdir untuk melaporkan tentang artikel tabloid, apa kamu mau ikut juga?”.


Han So Ji berusaha masuk ke ruangan presdir Lee tapi dihalangi oleh pertugas karena belum membuat janji.

“Untuk apa buat janji temu antara keluarga! Apa kau tahu aku ini siapa? Aku ini menantu presdir! Aku menantu pertamanya! Minggir!”

Soo Gyum datang dan menarik ibunya keluar kantor.

“Oh kenapa kau datang terlambat nak, ayo kita temui kakekmu.”


Han So Ji melihat Byung Soo yang sedang bersembunyi.
“Oh jagiya! Ayah, ayah, ayah, ayah. Jagiyah….. Tunggu Sebentar.” 


Soo Gyum masih menarik ibunya hingga ke pinggir jalan.

“Sudah ku bilang kalau ibu melakukannya lagi, maka ibu akan mati.”

Kau mengambil semua uang ibu, jadi anggap saja ibu sudah mati, itu sebabnya ibu datang ke sini. untuk meminta orang yang lebih tinggi jabatannya untuk menolong ku.”

“Benarkah? Baik, ayo kita mati sama-sama.”

“Aku tidak mau mati uh? Aku tidak mau mati uh? Yah aku tidak akan mati!” Han So Ji berlari dan naik taksi 


Han So Ji pulang ke kamarnya dan mendapati dua orang pria sedang mengemasi barang-barang nya.
“Siapa kalian? Omo! Omo! Polisi! Lepaskan!”

Byung Soo keluar dari toilet, dan mengatakan dia lah yang menyuruh mereka. 

“Kau gila! Kaubtidak tahu berapa ini harganya!”

“Bagaimana aku tidak gila karenamu?! Meskipun kau gila, tapi tidak seharusnya kau berbuat begitu!” Byung Soo berteriaknoada Han So Ji.

“Beresi itu. Dan jangan biarkan dia muncul di hadapanku lagi.” 


Anak buah Byung Soo membawa Han So Ji keluar, dan akan membawanya dengan mobil. Tapi Han So Ji berhasil melatikan diri.
Comments


EmoticonEmoticon