12/19/2017

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 12 PART 1

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Avengers Social Club Episode 11 Part 2
Jung Hye dan Byung Soo sedang bertengkar dan Jung Hye mengatakan kalau dia tidak ingin lagi tinggal bersama Byung Soo.
“Kenapa? Apa kau mau bercerai?”
“Memalukan sekali. Seharusnya aku yang duluan bilang begitu. Aku akan mengatakannya lagi. Lee Byung Soo. Aku tidak mau lagi hidup bersamamu. Ayo kita bercerai.”
“Benar-benar. Kau tidak tahu posisimu. Bercerai? Sadarlah Kalau kau bercerai denganku, maka kau itu bukan siapa-siapa. Apa artinya dirimu tanpa diriku?”
“Aku adalah diriku.”
“Apa-apaan itu?!”
“Aku... Kim Jung Hye.”


Do Hee sedang menelepon Jung Hye, memberi tahu bahwa Mi Sook mendapatkan bukti tentang dana ilegal untuk kampanye Baek Young Pyo.
“Kami menemukan buktinya.”
“Apa?” Jung Hye menutup teleponnya, lalu berbicara dengan Byung Soo yang masih berdiri di hadapannya. “Pergilah dengan hati-hati, Lee Byung Soo.”
“Apa? Pergi? Kemana aku akan pergi?”


Jung Hye berjalan menuju kamarnya, tapi dia berhenti saat mendenganr Byung Soo berbicara di telepon.
“Ya, kakak ipar? Apa?”
Byung Soo memberitahu Jung Hye “Ayahmu menyuruhku untuk datang. Mungkin ada banyak yang ingin dikatakannya padamu.”

Byung Soo dan Jung Hye bertemu dengan ayah Jung Hye, Presdir Kim, dan Jung Joon.
“Kakak ipar. Apa benar-benar perlu mengumpulkan semua orang seperti ini? Aku akan mengurus wanita itu dengan benar.” Byung Soo berbicara dengan Presdir Kim.
“Apa kau benar-benar tidak bisa mengatasi masalah di sekitarmu? Kalau kau membiarkan wawancara seperti itu dipublikasikan, lalu bagaimana dengan posisi Perusahaan Geon Ah?”
“Noona. Tidak tepat kalau menyalahkan Menantu Lee. Jung Hye yang duluan memulai masalahnya.” Jung Joon  berusaha membela Byung Soo.
“Itulah maksudku. Dengar. Karena dirimu, semua orang berkumpul di sini dan menjadi cemas. Jadi, kalau kau pergi keluar negeri dengan tenang...” Byung Soo kembali menyalahkan Jung Hye.


“Ayah. Aku... Akan bercerai
“Apa? Kau...” Ayah Jung Hye terkejut mendengar apa yang disampaikannya.
“Orang ini. Dia tidak pernah bertindak sebagai suamiku meski sedetik saja.”
“Kenapa kau jadi begini?”
“Dia masuk menjadi menantu di perusahaan Geon Ah. Tapi sekarang dia bahkan tidak bisa memenuhi tugasnya dengan benar.”


“Itu benar. Barusan ini, Manajer Lee juga menghancurkan bisnis dengan Cina. Karena satu orang, yaitu kau Manajer Lee, kami mengalami banyak kerugian. Ayah, tolong pikirkanlah sedikit. Hanya dengan menutupi masalah ini, sepertinya tidak optimal.”
“Kenapa kau jadi begini, kakak ipar? Kakak ipar...”
“Ayah, bisnis dengan Cina itu... Orang yang mengikutsertakan Manajer Lee ke dalam bisnis itu adalah kau” Presdir Kim menoleh ke arah Jung Joon.


“Geon Ah. Hae Rang. Aku tidak tertarik pada keduanya. Aku akan... Melepaskan semuanya, dan akan hidup sebagai Kim Jung Hye.” Jung Hye berbicara kepada semuanya.
“Yeobo. Bicaralah denganku nanti...”
“Kau. Aku sudah bilang tidak akan membiarkanmu kan?”


Jung Hye dan kakaknya keluar dari tempat pertemuan dan menuju mobil.
“Terima kasih sudah bekerja sama dengan ku.” 
“Perjanjian tetaplah perjanjian. Dan saham yang kau janjikan...”
“Aku akan memberikannya padamu setelah mencatatkan surat cerai.”
“Aku terkejut...”
“Kau pikir aku tidak bisa melakukannya?”
“Sepertinya kau berguna juga.”


Soo Gyum mencegat ibunya di bandara.
“Han Soo Ji, kau benar-benar berhasil, bahkan akan naik pesawat.”
“Oh yah, sebaiknya aku... Omo! Omo, anakku. Kau tidak perlu mengantarkan ibu seperti ini. Sudah waktunya aku naik ke pesawat. Jadi aku akan pergi. Aduh! Aduh! Ow! Kenapa kau jadi begini? Ibu sudah terlambat tahu! Lepaskan, lepaskan, lepaskan! Ibu harus mengejar pesawat ibu! Aduh”
Soo Gyum mencengkeram tangan ibunya.
“Berapa yang ibu dapatkan?”
“Ap-ap-ap-ap-apa?”
“Berapa banyak yang ibu terima dari ayah untuk mengatakan kebohongan itu?”
“Oh, itu... Aduh sakit. Ayahmu mengancam ibu, jadi ibu tidak punya pilihan.” 
Soo Gyum melepaskan tangan ibunya.
“Temui lagi wartawan itu dan katakan yang sebenarnya padanya. Kalau kau menerima uang dari ayah dan berbohong waktu wawancara.”


“Ti-tidak! Kalau ibu melakukannya, maka ibu akan mati.”
“Kenapa memangnya...?!”
“Oh, kau membuatku terkejut.” Han So Ji berbalik dan akan berjalan lagi.


“Kenapa ibu harus hidup seperti ini?!”
“Pesawatnya sudah mau berangkat. Maaf.” Dia berjalan meninggalkan Soo Gyum.


“Oh, tolonglah! Tidak bisakah ibu hidup tanpa berbuat sesuatu yang memalukan? Ibu! Ini akan jadi permintaan pertama dan terakhirku. Sekali saja, kumohon. Tidak bisakah kau jadi ibuku?”


Mi Sook dan Jung Hye sedang berada di rumah Do Hee.
Do Hee : “Tidak ada kabar apapun dari Soo Gyum.”
Jung Hye : “Kalau dia menemukan ibunya, dia pasti langsung memberitahu kita. Dia mungkin tidak bisa mengejar ibunya.”
Mi Sook : “Oh. Dia pasti sedih sekali, makanya dia bahkan tidak bisa menghubungi kita.”
Do Hee : “Anak muda itu harus menghadapi banyak hal.”
Jung Hye : “Itu benar. Dia masih sangat muda, itu tidak bagus untuknya.”
Mi Sook : “Sekarang, kita benar-benar harus mengakhiri ini semua. Supaya kita semua tidak akan terluka.”
Do Hee : “Ya, ya. Mi Sook, apa kau sudah selesai menulisnya?
Mi Sook : “Ya, aku sudah selesai.”
Jung Hye : “Bacakan dengan keras, Unnie.”
“Halo, para wartawan. Aku isteri Baek Young Pyo, kandidat untuk pengawas pendidikan, Lee Mi Sook.”
Mi Sook berhenti membaca karena Baek Young Pyo menelponnya, Do Hee bilang agar Mi Sook mengangkatnya, mereka ingin dengar apa yang dikatakan orang itu.


Mi Sook menemui suaminya di luar rumah Do Hee.
“Kau bilang ada yang ingin kau katakan.”
“Apa kau ingat? Musim gugur di tahun 1997. Aku membelikanmu daging untuk makan malam. Dan dalam perjalanan mengantarkanmu ke kamarmu yang kecil, aku melamarmu. Aku akan menjadi keluarga pertamamu.”
“Kenapa kau membicarakan tentang itu sekarang?”
“Kita benar-benar serasi waktu itu. Karena kita memulai dengan kesulitan di tempat yang kecil, kita harus berhemat dengan pengeluaran kita. Dan kita memiliki Seo Jin dan Seo Yeon. Kita benar-benar bahagia waktu itu kan?”
“Sampai kau berubah, kita memang bahagia.”
“Aku bersalah.”
“Kau bisa berhenti sekarang, sudah cukup yang kau lakukan.”
“Kembalilah sekarang. Hari pemilihannya besok.”


Mi Sook lalu berdiri setelah mendengar suaminya bicara.
“Pergilah.”
“Mi Sook.”
“Kalau kau berhenti, maka aku akan memikirkannya.”
“Kau menyuruhku mengundurkan diri dari pemilihan?”
“Iya.”
“Kau tahu aku tidak bisa berbuat begitu, berhentilah tidak masuk akal. Besok, akan dilakukan konferensi pers.”
“Apa yang akan terjadi?”
“Kau tidak layak mengisi posisi itu, aku akan mengungkapkannya. Aku akan mengungkapkan semuanya.”
“Apa kau benar-benar sudah gila? Apa yang kau dapatkan dari semua ini?”


Do Hee dan Jung Hye keluar dari rumah.
“Kenapa kau membuat keributan di depan rumah orang lain? Haruskah aku memanggil polisi?” Do Hee berusaha mengusir Baek Young Pyo.
“Oh ya, bokja klub. Kau pikir itu akan terjadi sesuai dengan keinginanmu?”
“Kita tunggu saja. Besok. Pergilah” 


Byung Soo berada di rumah Baek Young Pyo. Kandidat baek menceritakan kalau para ahjuma akan mengadakan konferensi pers.
“Mereka bilang aku tidak layak jadi pengawas pendidikan.”
“Apa? Apa yang akan kau lakukan? Kalau pasangan suami isteri sedang bertengkar, hal seperti itu bisa saja terjadi kan? Kau tidak... Memukulnya kan?”
“Terkadang”
“Sunbae!”
“Ini membuat aku gila, aish. Sekarang ini, isteriku bilang ingin menceraikan aku. Dan juga membuat aku berada dalam masalah. Aku tidak tahu kalau dia akan bereaksi seperti ini. Itu bukan kata-kata yang bisa keluar dari kepala wanita itu. Kalau aku bercerai dengan Geon Ah, aku mungkin akan dikeluarkan dari daftar keluargaku juga.”
“Kalau begitu lakukan apa saja untuk menahannya.”
“Aku harus menahannya! Setelah kita memblokir konferensi press besok. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Padahal situasiku seperti ini. Setidaknya, Sunbae harus memenangkan pemilihan. Supaya ada yang bisa aku tunjukkan pada ayahku. Kalau kita berakhir seperti ini, maka kita semua akan mati.”
Baek Young Pyo bertanya pada Byung Soo cara menghentikan mereka, dan jawabannya mengejutkan Baek Young Pyo.
“Kenapa kau tidak mengundurkan diri saja?”


Jung Hye pulang ke rumah dan di sambut oleh Byung Soo yang berbicara dengan manis.
“Oh, yeobo! Aku... Menyuruh mereka mengembalikan semuanya ke tempat asalnya. Ay. Aku... Tidak tahu kalau kau benar-benar tidak mau pergi keluar negeri. Kalau kau tidak mau, maka kau tidak akan pergi! Aku cuma memikirkan kalian berdua waktu aku mengusulkannya. Aku sepertinya... Sudah berlebihan, dan juga, apa kau pikir aku mau tinggal sendirian di rumah? Kau kan tahu, tanpa dirimu, aku tidak bisa berbuat apa-apa.”
Jung Hye tidak merespon sedikitpun.


Lalu Soo Gyum juga masuk ke rumah.
“Oh, Soo Gyum!”
“Aku pulang.”
“Ayah sudah membongkar semua barang bawaanmu. Mari kita anggap tidak pernah terjadi apa-apa. Istirahatlah.”


Byung Soo mengikuti Jung Hye yang sedang menuju ke kamarnya.
“Suaminya Kim Jung Hye, Lee Byung Soo. Tanpa dirimu, apa yang tersisa dariku? Benar begitu kan? Berhentilah berbuat begitu. Itu tidak baik. Kalau ada orang yang berusaha keras, maka kau harus menerima apa yang seharusnya kau terima, dan memaafkan apa yang seharusnya dimaafkan.”


“Apapun yang kau lakukan sekarang, tidak akan ada yang berubah. Tanpa diriku, apa yang tersisa darimu, cobalah hidup seperti itu.” Lalu Jung Hye masuk ke kamarnya dan menutup pintunya. 
“Oh, benar-benar, rasanya menjijikkan sekali, aku tidak bisa melakukannya. Bagaimana aku bisa merubah pikirannya?” Byung Soo berbicara pada dirinya sendiri.


Jung Hye dan Soo Gyum berbicara di kamar mereka masing-masing melalui telepon.
“Aku minta maaf. Aku pikir dia harus mengabulkan permintaanku, setidaknya sekali saja.” Soo Gyum menyesal dia tidak bisa membuat ibunya mengatakan yang sebenarnya.
“Jangan terlalu khawatir. Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri.”
“Kalau saja ibu bilang kalau wawancaranya bohong, maka nyonya tidak perlu melalui semua ini secara tidak adil.”
“Aku bertemu dengan orang dari HGeon Ah, dan mengatakan semua yang ingin aku katakan
“Kalau kau mau bercerai dari ayah?”
“Iya.”
“Apa mereka mengijinkannya?”
“Aku tidak memerlukan ijin dari mereka lagi.”
“Ini lucu. Kita tinggal serumah, tapi malahan bicara di telpon.”
“Aku setuju. Tapi, sepertinya semuanya akan berakhir besok. Aku menantikannya.”


Di rumah Do Hee, Mi Sook dan Jung Hye sedang mempersiapkan konferensi pers yang akan mereka adakan.
“Unnie. Apa kau sudah siap? Aku menyewa kafe, dan menghubungi semua wartawan.” Jung Hye bertanya pada Mi Sook yang tampak gugup.
“Tunggu sebentar! Nyalakan Tvnya!” Soo gyum datang, tampaknya dia mengetahui sesuatu.


Baek Young Pyo lebih dulu menggelar konferensi pers di tv.
“Aku, Baek Young Pyo, mengundurkan diri sebagai kandidat pengawas pendidikan untuk Seoul. Aku ayah yang buruk, yang tidak bisa mengatakan pada dunia tentang kematian anakku dua tahun yang lalu. Dan juga, beberapa hari yang lalu, ibuku yang sakit parah telah meninggal dunia. Dan, isteriku, yang terkejut karena hal itu. Sekarang dirawat dengan meminum obat penenang. Dia menyakini bahwa kematian anak dan ibuku adalah kesalahanku. Dengan isteriku yang seperti itu, aku memutuskan kalau aku tidak bisa melayani sepenuhnya sebagai pengawas pendidikan, dan tidak punya pilihan lain selain mengundurkan diri sebagai kandidat. Sebelum aku bertanggung jawab pada pendidikan di negara ini, aku harus mengurus keluargaku terlebih dulu. Aku rasa inilah tindakan yang harus dilakukan pada saat seperti ini, kalian yang dengan hangat menerima dan menyemangatiku meski banyak kekuranganku, aku minta maaf pada semua orang dan dengan tulus menyampaikan rasa terima kasihku. Aku, Baek Young Pyo, mengundurkan diri hari ini sebagai kandidat, tapi dari tempat yang tidak terlihat, aku akan terus bekerja keras demi pendidikan di negara ini.”


“Dia berusaha menghalangi kita. Aku tidak menyangka dia akan bertindak sejauh itu...” Mi Sook tampak terpukul dengan pernyataan suaminya.
“Kita harus bergerak cepat. Kalau dia membuat pengumuman seperti itu, apa akan ada yang percaya pada kata-katanya Mi Sook?”
“Mungkin bukan tentang kekerasan, tapi kita punya bukti yang lain. Kita setidaknya harus mengungkapkannya. Ayo kita pergi.”


Byung Soo berbicara di telepon dengan Baek Young Pyo.
“Kerja bagus, sunbae. Reaksinya sangat positif sekarang.”
“Oh, aku juga melihat itu.”
“Sepertinya akan ada yang menentang pengunduran dirimu juga. Sekarang, apapun yang dikatakan wanita itu, tidak akan ada yang mempercayainya.”
“Aku rasa, bisa saja kita membatalkan pengunduran diri. Selama tidak ilegal. Karena namaku sudah tercatat di kartu pemungutan suara.”
“Ya. Karena ini adalah sentimen yang menguntungkan, kau mungkin bisa saja memenangkan pemilihan. Mari kita berhati-hati untuk hari ini.”


Bokja Club sudah bersiap memulai konferensi persnya. Di tempat biasa mereka brkumpul sekarang sudah banyak wartawan dan ada spanduk yang berbunyi ”Kandidat Baek Young Pyo - Konstruksi Hae Rang. Konferensi Pers Korupsi Lee Byung Soo”
Beberapa wartawan bertanya pada Mi Sook “Kandidat Baek Young Pyo, karena alasan kesehatan nyonya telah mengundurkan diri dari pemilihan. Jadi, apa gunanya mengadakan konferensi pers?”
“Kredibilitas nyonya saat ini sedang dipertanyakan. Apa kau punya bukti?”
“Apa alasannya. Mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan masalah keluarga?”
“Kami akan memulainya. Kami berdua hari ini. Berada di sini setelah tertindas sekian lama.” Jung Hye memulai pernyataannya.


“Suamiku, Baek Young Pyo, kandidat untuk pengawas pendidikan Seoul dan ...
“Suamiku, Manajer umum dari Kontruksi Hae Rang, Manajer Lee Byung Soo, kami akan mengungkapkan hubungan korupsi mereka berdua. Ini adalah Catatan dari kontribusi ilegal yang.... Lee Byung Soo berikan kepada kandidat Baek Young Pyo. Dari dana rahasia.”


“Bukan itu saja. Anakku dipaksa pergi keluar negeri meskipun dia tidak menginginkannya. Alasan kenapa kematian anak itu terus dirahasiakan... Adalah karena hasrat suamiku untuk melindungi reputasi dan ambisinya. Karena dia merasa malu pada anaknya yang gagal dalam ilmu pengetahuan. Dan mengirimnya keluar negeri, suamiku menyembunyikan kematian anak kami untuk melindungi reputasinya sendiri. Dan setelah kematiannya terungkap,s uamiku berbohong lagi demi kebaikannya sendiri. Dan juga... Dan juga...”
Jung Hye menggenggam tangan Mi Sook yang bergetar, untuk menenangkannya.
“Kami menuntut Kandidat Baek Young Pyo. Atas kekerasan rumah tangga.”
“Setelah anak kami meninggal dengan cara seperti itu, suamiku melakukan ancaman dan kekerasan padaku. Hari ini, aku... Akan mengungkapkan kebiasaan Baek Young Pyo. Yang sering melakukan kekerasan rumah tangga.”
Wartawan pun menghujani mereka dengan pertanyaan. “Apa kau punya bukti kalau kau korban dari kekerasan rumah tangga?”
“Nyonya menderita akibat dari efek obat penenang yang kuat. Seperti yang telah diungkapkan oleh Kandidat Baek, dan obat-obatanmu yang sekarang sedang diperiksa.”
“Kalau kau adalah korban kekerasan, maka seharusnya ada catatan rumah sakit, apa kau memilikinya?”
Mi Sook kebingungan menjawab pertanyaan wartawan “Karena shock akibat kehilangan anakku, ku memang pergi ke psikiater untuk konseling beberapa kali. Tapi aku tidak meminum obat penenang yang kuat seperti yang dikatakan suamiku.”


“Buktinya ada di sini. Semua ucapan ibuku benar.”
Seo Yeon muncul kemudian berjalan ke samping ibunya.
“Apa kau mengakui kalau ayahmu melakukan kekerasan pada ibumu?” seorang wartawan bertanya padanya.
“Karena aku melihat semuanya.”


“Seo Yeon....” Mi Sook menangis  lalu Seo Yeon memeluknya.
“Kerja bagus ibu.”


“Tunggu sebentar. Aku punya... Video eksklusif untuk ditunjukkan pada kalian.” Soo Gyum berjalan ke arah Jung Hye sambil memperlihatkan handphone nya.


Soo Gyum menunjukkan video kiriman dari Han So Ji.
“Aku... Diancam oleh manajer Konstruksi Hae Rang, Manajer Lee Byung Soo. Jadi, aku melakukan wawancara palsu. Pernyataan kalau Kim Jung Hye telah mengancamku dan melarang aku menemui anakku semuanya bohong. Karena telah melakukan wawancara palsu, aku dengan tulus meminta maaf. Lee Byung Soo terus menyuruh aku melakukannya. Karena itu, Jung Hye, aku minta maaf. Dan ... Anakku, Ibu minta maaf.”


Para wartawan berebut meminta salinan video tersebut.
“Video itu, tolong berikan padaku.”
“Aku juga.”
“Tolong berikan padaku juga.”
“Kumohon. Tolong lihat kemari.”
“Tolong bekerja samalah dengan kami.”


Wartawan juga berkerumun di depan kantor Baek Young Pyo, saat dirinya keluar dari kantor dia dihujani pertanyaan oleh wartawan.
“Dia keluar, dia keluar...”
“Dia keluar! Dia keluar!”
“Apa semua yang diungkapkan isterimu di konferensi pers benar?”
“Apa kau mengakui korupsi dan tuntutan atas kekerasan rumah tangga?”
“Kenapa Hae Rang menawarimu uang kampanye ilegal?”
“Seperti yang sudah aku sebutkan, kondisi mental isteriku sedang tidak stabil setelah kematian ibuku.”
“Putrimu juga bersaksi, bagaimana kau menjelaskannya?”
“Semua yang diungkapkan di konferensi pers tidak benar, dan kebenaran akan terungkap melalui penyelidikan.”
“Tolong berikan pernyataan lagi....”


Tiba-tiba beberapa orang datang dan melempari Baek Young Pyo dengan telur.
“Jangan bohong! Kau munafik! Pregilah penipu!”
“Jangan bohong!”
“Tolong beri pernyataan..”
“Tolong berikan pernyataan....” 
Baek Young Pyo masuk lagi ke dalam gedung.


Byung Soo sedang melihat video pernyataan Han So Ji, dan menjadi sangat marah.
“Wanita ini! Aigoo. Tidak! Tidak! tidak! tidak! Tidaaaaaakkkkkk!!!!”


Polisi mendatangi kantor Baek Young Pyo dan membawanya ke kantor polisi.
“Baek Young Pyo-ssi! Kau ditangkap tanpa surat perintah atas pelanggaran undang-undang pemilihan.”
Dan Baek Young Pyo hanya bisa pasrah.


Jung Hye masuk ke dalam rumah dan langsung disambut oleh Byung Soo yang bersujud di hadapannya.
“Yeobo.”
“Minggir. Apa yang kau lakukan?”


“Yeobo, tolong selamatkan aku. Kalau kau meninggalkan aku, maka aku tidak punya apa-apa lagi, kau juga tahu itu.”
“Kenapa? Kau kan punya Hae Rang dan presdir. Kau juga punya Direktur Kim Jung Joon disisimu, banyak yang kau miliki.”
“Meskipun mereka semua disatukan, tetap saja tidak sebanding dengan dirimu! Tanpa dirimu, aku akan mati!”
“Kalau begitu, matilah.”
“Kau dan aku telah hidup bersama selama 10 tahun, bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Tolong bantu aku kali ini, Jung Hye.”
“Ya, aku sudah menahannya selama 10 tahun
“Aku akan baik padamu, yeobo. Di masa yang akan datang, selama 10 tahun, 20 tahun, sampai aku mati, aku akan setia pada Kim Jung Hye. Setia! Setia! Setia!”


“Itu tidak bagus, bisa tidak kau minggir?”
“Yeobo!”
“Ah, kau juga tahu kalau rumah ini punyaku kan? Aku mau kau segera mengosongkan kamarmu”
Jung Hye menujuk ke kamarnya tanpa memperdulikan Byung Soo.


Byung Soo menangis sambil bersujud.
“Jung Hye! Yeobo!”


Tiba-tiba beberapa polisi datang menangkap Byung Soo.
“Apa yang kalian lakukan?”
“Lee Byung Soo-ssi, kau ditahan tanpa surat perintah. Atas pelanggaran undang-undang pemilihan dan korupsi.”
“Tidak, aku tidak melakukannya. Yeobo, tolong selamatkan aku, Soo Gyum, kenapa kau cuma melihat saja. Soo Gyum! Yeobo!”


“Akhirnya berakhir.”
“Benar.”
Kedua tersenyum.


Di dalam kamarnya, Seo Gyum sedang melakukan video call dengan ibunya.
“Anakku! Apa kau sudah menerima hadiah dari ibu?”
“Ibu pergi tanpa menoleh ke belakang, kenapa ibu berubah pikiran?”
“Ay, yah, setidakya sekali saja kau... Oh, aku melakukannya, kenapa?”
“Baiklah, apa ibu suka di sana?”
“Ya, disini benar-benar surga, Daebak! Huh?”
“Nak, belajarlah dengan baik, kau tidak boleh hidup seperti ibu, mengerti?”
“Jangan khawatirkan aku, jalani saja hidup dengan benar”
“Aku mengerti, baiklah! baiklah! sampai jumpa!”


“Ayah pasti tidak bisa pulang ke rumah.”
“Oh, Seo Yeon. Ibu dan ayahmu akan...”
“Lakukan saja sesuai keinginan ibu. Sekarang, tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. Jangan menahan diri lagi, lakukan sesuai keinginan ibu, hiduplah sesuai keinginan ibu. Bagiku, itu sudah cukup.”


Kemudian mereka berpelukan.
“Seo Yeon. Ibu akan jadi lebih kuat. Untukmu dan untuk ibu sendiri.”


Pria tukang kayu datang ke toko ikan Do Hee.
“Halo.”
“Ya, selamat datang... Apa kau mau cumi-cumi?”
“Karena aku lewat, sekalian saja aku memeriksa pisaumu juga.”
“Tidak usah.”
“Apa?”
“Tidak apa-apa, semuanya bisa dipakai kok. Lagian kenapa pemahat mengasah pisau?”
“Tapi waktu itu, kau sendiri yang datang dan meminta aku untuk mengasah...”
“Selamat datang!” Do Hee melayani pembeli yang baru saja datang, dan berpura-pura tiak memperdulikan pria itu.


Hee Kyung dam Hee Soo berdiri di depan toko furniture si pria tukang kayu.
“Oh, kenapa kita pergi kesana?”
“Aku cuma mau lihat, dia cakep atau tidak.”
“Sudah aku bilang dia itu cakep.”
“Itu sebabnya...aku harus melihatnya sendiri. Seorang pria harus dilihat dulu sama Noona supaya diakui.”
“Noona, kan kau yang selalu ditolak.”
“Kau... itu "hwak". Cepat, ikuti saja aku. Apa kau yakin ini tempatnya?
“Ya, aku melihat kartu namanya di kamar ibu, "Kisah kayu"”
“Kapan kau melihatnya?”
“Siapa...?”
“Halo.” Pria itu sudah berdiri di belakang mereka dan menyapa.


Pria itu mempersilahkan Hee Kyung dan Hee Soo masuk ke rumahnya dan menyiapkan teh untuk mereka. Hee Kyung yang paling semangat dan banyak bertanya pada pria itu.
“Jadi, pertemuan pertama kalian, kau menyelamatkan ibu dari orang jahat? Kenapa?”
“Yah, itu karena kelihatannya berbahaya.”
“Kau lolos dari "tes kesopanan". Ibu kami, membesarkan kami berdua saja sudah sulit.”
“Jangan berlebihan.” Hee Soo menegur kakaknya.
“Apa yang kau sukai dari ibu kami?” Hee kyung masih melanjutkan in terogasinya.
“Aku rasa ada kesalahpahaman...”
“Ahh, jadi masih "pendekatan". Pokoknya, jangan menyakiti ibu kami. Meski kelihatannya dia kuat, kau tidak tahu betapa sensitifnya dia. Kau lolos babak pertama, dan kami akan pergi sekarang.”
“Sudah mau pergi? Masih ada yang mau aku katakan. Sebenarnya, aku melihat kalian berdua. Kau memberinya tumpangan waktu hujan. Meskipun ibu bilang tidak ada apa-apa diantara kalian berdua, aku rasa tidak seperti itu.” 
“Dia bilang "pendekatan", ayo cepat pergi, ayo. Selamat tinggal.”
“Selamat tinggal.”
Comments


EmoticonEmoticon