12/02/2017

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 8 PART 2

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Avengers Social Club Episode 8 Part 1
Do Hee dan kedua anaknya bersama dua orang pria yang menunjukkan rekaman CCTV kejadian pemukulan Jung Wook. Seorang pria mengatakan orang tua Jung Wook pasti akan bereaksi keras.
“Ibu, kakak tidak melakukannya, dia berpura-pura. Lihatlah itu.”
“Diamlah….” Hee Kyung menegur Hee Soo.


Do Hee ke ruangan kepala sekolah, di sana sudah ada ibunya Jung Wook. Dia mengatakan anaknya mengalami trauma berat.

“Apapun yang dikatakan orang, aku percaya pada anakku. Kalau kau mau melakukannya secara hukum, silahkan saja. Aku juga akan menyiapkan tuntutan. Kali ini siapkan buktinya duku. Kau tahu kan betapa menakutkannya tuduhan palsu?.”


Do Hee makan malam bersama kedua anaknya.

“Ah. Aku merasa malu. Harusnya aku menghukumnya dengan benar.” Hee Kyung merasa kesal. Dia melanjutkan, 

“Kalau aku berada di situasi yang sama lagi, aku akan tetap menghentikan Hee Soo lagi.”

Hee Soo mengingat saat dia akan memukul Jung Wook, dia melihat kalau tendangan kakaknya tidak mengenai Jung Wook.


Do Hee sedang minum sendiri, lalu pria yang pernah menolongnya tidak sengaja lewat dan mereka minum bersama.

“Kenapa kai berada di sini malam malam begini?”

“Karena aku tidak bisa tidur.” jawab Do Hee.

Mereka sedang makan gurita, Do Hee mengatakan kalau gurita mempunyai 3 hati. Dia menceritakan kalau dia juga punya 3 hati. 1 saat suaminya meninggal. Yang satu lagi sudah mati saat pemilik uang menagih pembayaran. Yang satu lagi, dia menjaga dengan baik karena anak-anaknya.


Ibu Soo Gyum menemui presdir Kim, dia menunjukkan foto saat Jung Hye menjemput Soo Gyum. Dia sudah menulis sesuatu tentang anak bungsu perusahaan Geon Ah dan anak haramnya, dan menyerahkannya pada presdir Kim.

“Apa kau pikir ini tidak diberitakan karena mereka tidak tahu?”

“Oh. Itu tidak berhasil di sini juga. kalau begitu bagaimana dengan ini, lawan putri bungsu perusahaan Geon Ah grup. Wawancara dengan wanita simpanan selama 20 tahun.”

“Berapa yang kai mau?”

“Tentu! Aku tahu kita bisa bicara.” ibu Soo Gyum sangat senang triknya berhasil pada presdir Kim.


Presdir Kim datang ke kantor Byung Soo, Byung Soo mengajaknya bekerja sama walapun posisinya sebagai pewaris juga belum pasti.

Sebelum pergi presdir Kim mengatakan

“Tapi, warisan cinta yang kau bicarakan kalau tidak tentang ayah ya tentang anak. Tidakkah itu ketinggalan jaman? Tidak bisa kah kamu membuat bisnis mu sendiri? Aku lebih memilih orang yang mandiri. Aku tidak tahu apa aku bisaterus percaya pada Hae Rang konstruksi atau tidak.”


Hee Kyung akan mengajat, tapi di dalam kelas kosong. Di papan tulia terdapat tulisan “guru jahat, pergilah!”


Di luar sekolah banyak wartawan berkerumun, saat Hee Kyung keluar mereka menyerbu nya dengan pertanyaan. Tapi Soo Gyum menjawab mereka “ tolong pastikan fakta sebelum kalian menulis artikel. Siswa itu berbohong. Tentang tangannya yang patah, dia memakainya untuk menipu semua orang.”


Mereka berdua bertemu dengan Hee Soo, lalu Hee Soo mengajak kakaknya pergi.


Baek Young Pyo dan Mi Sook menuju tempat wawancara, tapi Mi Sook tidak tahu tujuan mereka. Mereka tiba di panti asuhan tempat Mi Sook dirawat. Dia minta untuk membatalkan wawancara. Tapi suaminya mengatakan kalau Seo Yeon tidak mau ikut jadi Mi Sook lah yang harus bekerjasama dengannya.


Saat wawancara, Mi Sook tidak banyak bicara. Mi Sook selalu melihat ke arah seorang gadis kecil yang sedang bermain. Membuat Dia teringat dengan masa kecilnya.


Mi sook ingay dulu dia pernah didudukkan di depan kaca. Dan seorang wanita menyuruhnya untuk mengulangi kata katanya.
“Ikuti kata kataku. Kau anak nakal dan bodoh. Itu sebabnya kau dibuang.”


Ibu Jung Wook datang ke toko Do Hee. Dia menunjukkan kalau video pemukulan terhadap anaknua sudah tersebar di internet.


Jung Hye menerima telepon dari kakak nya yang meminta menemuinya. Presdir Kim menyerahkan sebuah kertas yang berisi tulisan ibu Soo Gyum dan foto Jung Hye saat menjemput Soo Gyum.

“Karena dirimu, aku harus membuat perjanjian dengan wanita itu. Meski latar belakang kalian sama, seharusnya kau lebih bersikap wajar. Kau bilang karena kami memiliki latar belakang yang sama, aku harus lebih pengertian. Ketahuilah kami menghentikan artikel ini demi dirimu. Apa kau mau menggunakan cara ini untuk menunjukkan keberadaanmu? Meskipun kau tidak berguna bagi keluarga, setidaknya kau tidak menjadi beban.”

“Kau tidak pernah menganggap aku sebagai keluarga.”

“Siapa yang bilang kau itu keluarga? Karena sekarang kau memainkan peran sebagai ibu, aku tasa kau melupakan peranmu sendiri.  Haruskah ku perjelas?”

“Aku tidak pernah melupakannya. Aku terlahir dan dibesarkan sebagai anak haram dan aku sekarang membayar hutang-hutangku melalui pernikahan. Aku bahkan tidak bisa memutuskan bercerai meskipun aku menginginkan nya, aku tahu itu dengan baik.”

“Ya. Sepertinya kau belum melupakan peranmu. Teruskan saja hidup seperti itu.”


Di dalam mobil Jung Hye menangis.


Presdir Lee menjemput Soo Gyum di sekolah


“Apa yang kakek maksud menyuruhku mengikuti kakek?”
“Apa kau akan melakukan itu?”
“Apa itu yang kakek harapkan dariku?”


Hee Soo dan Hee Kyung sedang melihat berita tentang dirinya televisi. Lalu mematikan nya saat Do Hee masuk. 


Hee Kyung mengatakan kalau dia tidak bisa mendapatkan sertifikat ujian selama beberapa tahun kalau ibu Jung Wook menuntutnya.


Mi Sook menjenguk ibu mertuanya. Ibu mertuanya bertanya kapan anaknya akan datang. Mi Sook hanya berkata kalau anak ibu pasti merasa bahagia karena ibu menunggunya. Dia menangis lalu ibu mertuanya memeluknya.


Mi Sook pulang ke rumah saat suaminya sedang mabuk. Baek Young Pyo marah karena istri nya pulang malam. Mereka lalu bertengkar saling menyalahkan atas kematian Seo Jin.


Di dalam kamar Seo Yeo mendengarkan orang tuanya bertengkar sambil menangis.


Do Hee mendatangi rumah Jung Wook. Ibu Jung Wook keluar rumah dan menemuinya. Do Hee meminta maaf, tapi ibu Jung Wook menyuruhnya untuk berlutut dan memohon lagi sampai harga dirinya lenyap, agar anak-anaknya melihatnya.


Mendengar pengjinaan ibu Jung Wook, Do Hee tidak lagi memohon.

“Terima kasih. Sudah membuatku sadar. Aku barusan mau berlutut dan memohon. Kalau demi anak anakku, harga diri atau hati terserahlah, aku bersedia hidup tanpa itu semuanya. Tapi pemikiranku salah, kalau aku berlutut dan memohon itu sama saja anak anakku yang berlutut dan memohon. Karena dirimu aku tahu sekarang. Berlutut itu mudah, aku tidak akan lagi mengambil jalan yang mudah. Bagaimanapun kerasnya, bagimu atau bagiku. Ayo kita lewati jalan yang sulit.”
“Apa kau bilang? Pergi kemana?”


Mi Sook menangis di depan kamar Seo Jin sambil meminta maaf terus menerus.


Jung Hye berada di tempat biasa Bok Ja Club bertemu tapi tidak ada yang bisa datang karena masing-masing mempunyai masalah.


Jung Hye lalu pergi ke spa yang pernah dia datangi bersama Do Hee, kali ini Dia pergi sendirian.
“Aigoo, aigoo. Aku akan membawamu pulang.” kata Jung Hye sambil mengelus karpet sambil berbaring.
Comments


EmoticonEmoticon