12/03/2017

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 9 PART 2

SINOPSIS Avengers Social Club Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Avengers Social Club Episode 9 Part 1
Jung Hye datang ke kamar Soo Gyum dan memberikan hadiahnya, dia membelikan sepasang sepatu dan Soo Gyum sangat menyukainya.


Doo Hee mendatangi kepala sekolah dan memperdengarkan rekaman pembicaraannya dengan ibu Jung Wook. Kepala sekolah berkilah kalau dia pernah dikerjai oleh Bok Ja club, dan dia tahu siapa orangnya.

“Kau punya buktinya? Aku punya.” Do Hee tampak puas memamerkan alat perekam itu.
“Bagaimana kalau aku merekrut Hee Kyung sebagai guru tetap dibsekolah kami? Mari kita kubur luka hati kita masing masing, untuk masa depan lebih cerah.”
“Akan kupikirkan.”


Hee Kyung menjalani sidang indisipliner, komite sekolah ingin memberikan sanksi. Tapi kepala sekolah hanya menjatuhkan pengurangan gaji bulanan.
“Aku akan mengundurkan diri.”
“Guru Kim, aku sudah bicara dengan ibumu…..”
“Kepala sekolah, aku berencana mengungkapkan kebenaran, jadi aku menolak pemberian uang pesangon. Selamat tinggal.” Hee Kyung pergi dan tidak memperdulikan perkataan mereka.


Bok Ja club menyambut dan merayakan keputusan Hee Kyung di luar sekolah.

Do Hee memanggil Jung Wook dan ibunya. Jung Wook dan ibunya meminta maaf pada Hee Kyung.


“Kalau kau mengganggu Do Hee unnie lagi, aku tidak akan tinggal diam.”
“Nyonya, tolong berhentilah salah paham.”
“Nyonya Joo Gil Yeon, kontrakmu akan segera berakhir kan?”
“Iya, tapi kenapa menyebut-nyebut tentang kontrak?”
“Karena itu milikku.”
“Omona! Sepertinya kau tidak tahu. Sudah lama pemilik gedung itu diganti menjadi manager umum. Aku ingat pernah memberi tahumu saat di supermarket. Omona! Sepertinya kau benar-benar tidak mengetahuinya. Meskipum aku dengar kau tidak melakukan apapun selain hidup seperti boneka di rumah, tapi apa yang bisa dilakukan di rumah?”
“Aku akan memastikannya. Kita bicara lagi nanti.”


Jung Hye datang ke kantor suaminya lalu melempar sebuah berkas.
“Apa kau menyentuh milikku?”
Byung Soo mengatakan dia akan merenovasi dan memperluas gedung itu baru mengatakan kepada Jung Hye.
“Kau itu tidak ada apa apanya. Menatu Geon Ah yang tidak dianggap. Anak tertua Hae Rang yang kalah dari adiknya. Memanfaatkan anak berumur 19 tahun untuk mendapatkan warisan. Dan mencuri warisan istrinya. B*jingan tidak berguna. Itulah dirimu.”


Soo Gyum dijemput oleh ibunya dengan mobil, dia bertanya dari mana ibunya bisa membeli mobil baru.
“Dari mana uang itu? Bagaimana kau mendapatkan nya?”
“Dengan kekuatan, ibu melahirkan mu. Kemudian dengan kekuatan itu, ibu mendapatkan uang.”
“Dari siapa?”
“Ada saja. Kau pikir tanpa ayahmu dan wanita itu, ibu tidak bisa mendapatkan uang?”
“Tidak mungkin. Apakah dari presdir Kim Jung Yoon?”
“Oma! Omo…. Bagus sekali tebakanmu.”
“Apa ibu sudah gila?!”
Oh memangnya kenapa?!”
“Ini akan jadi yang terakhir kalinya. Kalau ibu menjual aku lagi, maka kita akan mati sama-sama.”
“Bagaimana kau bisa bicara kasar pada ibumu.”
Soo Gyum mengambil amplop berisi uang dari tas ibunya dan turun dari mobil.


Soo Gyum datang kw kantor presdir Kim untuk mengembalikan uang.
“Berapapun yang hilang, aku akan menggantinya.”
“Aku anggap itu beramal.”
“Kalau begitu beramal lah ketempat lain.”
Presdir Kim menunjukkan selembar kertas dan foto dirinya dan Jung Hye. 


Mi Sook dan Jung Hye sedang makan di toko ikan Do Hee. Do Hee terkejut saat pria yang pernah menolongnya datang untuk membeli cumi cumi.


Jung Hye terus memperhatikan pria itu karena Do Hee terlihat sangat gugup.
“Apa kau dekat dengan unnie ku? Aku baru pertama kali melihatmu.”
“Dia tinggal di dekat sini. Dia pembuat furniture.”


Mi Sook dan Jung Hye mengikuti pria itu sampai ke rumahnya. Mereka hanya mengikutinya dan mengintip ke dalam tokonya.

“Menurutku dia orang yang aneh jadi kita harus melindungi unnie.” kata Jung Hye. Tapi Mi Sook tidak setuju.
“Sepertinya dia orang baik.” 


Soo Gyum memberikan kertas bertuliskan gosipnya dengan Jung Hye kepada ayahnya.
“Ayah sudah mengetahuinya? Kenapa membiarkan ibu sampai melihatnya?”

“Bukan aku yang membuat gosip. Kalian selalu bersama. Makanya muncul gosip seperti ini.”

Soo Gyum pergi dari kamar ayahnya sebelum ayahnya selesai bicara.


Di depan sekolah banyak wartawan berkerumun, saat kepala sekolah datang, mereka menyerbunya dengan peryanyaan tentang pelecehan guru wanita, dan laporan palsu. Hong Sang Man tidak mengakuinya lalu masuk ke dalam gedung.


Di depan ruangannya ada kardus berisi batang-barangnya dan pintu kantornya terkunci. Lalu dia mendapat telepo yang mengabarkan kalau dia dipecat. Kemudian datang dua orang polisi dan membawanya.


Jung Hye datang ke kantor kakaknya. Presdir Kim mengatakan Soo Gyum datang untuk mengembalikan uang yang diberikan untuk ibunya dan meminta presdir untuk berpihak pada Jung Hye. Soo Gyum akan menjadi anak yang tidak berguna sehingga pamannya akan menjadi pewaris, seperti yang presdir Kim inginkan.

“Dia memintaku agar ayahnya tidak bisa menyentuh hartamu.”

“Jangan ganggu dia. Dia masih 19 tahun. Jangan memanfaatkannya. Bagaimana kalau kau membuat perjanjian denganku saja?”


Hong Sang Man bertemu dengan Baek Young Pyo dan Lee Byung Soo. Young Pyo memintanya agar janhan sering bertemu. Byung So juga mengatakan agar dia jangan sering memunculkan diri sebelum masalahnya selesai. Tapi Hong Sang Man mengajak untuk menyatukan kekuatan untuk membalas Bok Ja Club. Dia mengatakan dia yang Membuat surat ancaman untuk Bok Ja Club.

“Bok Ja Club? Siapa itu?” Young Pyo tampak kebingungan. Sang Man memberitahu siapa saja anggotanya, dan mengatakan kalau mereka yang mencelakai kandidat Baek saat pertarungan ayam dan memasak makanan tidak enak untuk mereka. 

Byung Soo jadi teringat tentang handphone Jung Hye yang ada di dalam ember es batu. Young Pyo ingat saat Do Hee ada di rumah nya dan Jung Hye yang saat itu mabuk dan mengatakan dirinya seorang b*jingan.

“Jadi sekarang kita harus mendiskusikan apa yang harus kita lakukan. Apalagi sekarang?”
“Sebagai pengacara, aku akan menanyakannya.” kata Byung Soo.
“Kalau masa pemilihan selesai aku akan membantumu.”
Lalu mereka berusaha menghindar dari Hong Sang Man.


Bok Ja club berkumpul di rumah Do Hee untuk membuat rencana selanjutnya. Hing Sang Man dan Joo Gil Yeon sudah diatasi, tinggal Han Soo Ji, Byung Soo dan Young Pyo. Saat mereka sedang berpikir, terdengar suara orang memanggil Do Hee dan memukul pintu.


Hong Sang Man ada di depan rumah Do Hee dan dia sedang mabuk.

“Dari mana kau tahu rumahku?”
“Aku bangkrut. Maksudku aku ini lepala sekolah. Kau pikir aku tidak bisa mendapatkan alamat salah satu guru kontrak ku?”
“Kau harus pergi. Kami akan memanggil polisi.”
“Bok Ja Club. Aku tahu apa yang akan ku lakukan!”
Lalu Do Hee menutup pintunya.


Mereka membuka pintu lagi karena sepertinya Hong Sang Man sudah pergi. Ternyata dia tergeletak di jalan.

“Kau tidak boleh berada di sini seperti ini. Ayo bangun!”
“Aahhh…. Kau ATB. Ini ATB. Kau tidak tahu? Ahjuma Tidak Berguna.” dia tertawa lalu tertidur.
“Ayo kita kubur saja dia.” kata Do Hee.


Keesokan paginya banyak murid sekolah yang mengambil gambar seorang pria yang tidur di halte. Hong Sang Man tidur dengan berselimut kardus bertuliskan “Ahjusi Tidak Berguna”.
Comments


EmoticonEmoticon