12/12/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 10 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 10 BAGIAN 2


Detektif Kang memberi salam pada Manajer Lee.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 10 Part 1

Il Seung: “Apa kau menemukan kartu memorinya? Apa kau pikir aku benar-benar membuangnya? Aku hanya berpura-pura. Dengar baik-baik, jika aku mati kartu memori itu akan dikirimkan kepada Kim Yoon Soo.”
Flashback..


Di dalam gedung tadi, sebelum bertemu Pak Kwak, Il Seung bertemu dengan seorang kurir.


Il Seung bilang jika ia dibiarkan hidup, maka ia bisa membatalkan pengiriman itu. Dan saat dia sudah berada di pesawat, dia akan menelepon kurir itu lagi untuk mengirimkannya pada Pak Kwak. Jika Pak Kwak tidak bisa mengambil keputusan, maka Il Seung menyuruhnya menghubungi Lee Kwang Ho.


Pak Kwak menelepon seseorang. Dia lalu tersenyum dan berkata, “Dia tidak membutuhkannya.”


Manajer Lee menerima sebuah kartu memori dari Detektif Park.
Flashback..

Detektif Kang menarik jaket Il Seung untuk melarangnya mengikuti Jaksa Kim. Saat itulah, ia menukar kartu memorinya.


Pengacara An lalu mengecek kartu memori dengan menggunakan ponselnya. “Apakah itu asli? Apa ada salinannya?” tanya Manajer Lee. Detektif Kang menjawab bahwa itu asli dan hanya satu-satunya, “Kim Jong Sam tidak tahu bagaimana cara meng-copy-nya.”


Pengacara An menyerahkan kartu itu kepada Manajer Lee, yang lalu mematahkannya. Lalu ia berkata pada Ketua Gook, “Perkenalkan dia Manajer Asset di Macau, Kang Chul Gi.”


Di atap, Baek Kyung siap menjatuhkan Il Seung. Pak Kwak bertanya apa kata-kata terakhir Il Seung.
Il Seung: “Siapa yang membawakan itu padanya?”
Pak Kwak: “Kang Chul Gi.”


Il Seung: “Chul Gi?”
Pak Kwak: “Dia sudah bekerja pada Manajer Lee untuk waktu yang lama. Kami baru tahu. Kalau kami tahu, kami tidak akan memukulinya.”


Pak Kwak lalu mengeluarkan sebuah kertas yang akan menjadi catatan bunuh diri Oh Il Seung dengan alasan hutang judi yang sangat besar. Mereka lalu bersiap-siap menjatuhkan Il Seung.


“Semuanya jangan bergerak! Kalian tertangkap basah untuk percobaan pembunuhan. Polisi akan segera datang jadi tetaplah di tempat,” kata Jaksa Kim yang tiba-tiba datang.


Baek Kyung lalu menyerang Jaksa Kim. Il Seung menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri sambil membawa uangnya.


Sirine Polisi sudah terdengar dan para penjahat itu berusaha meloloskan diri.


Il Seung kembali ke rumah Oh Il Seung dan memindahkan uangnya ke dalam sebuah tas hitam. Ia lalu mengingat perkataan Detektif Kang bahwa ia menyimpan passport untuknya di kulkas Oh Il Seung. Ia membuka kulkas dan menemukan passportnya di sana. “Kang Chul Gi, kau brengsek.”


Il Seung juga mengambil uang yang dipersiapkan Detektif Kang dan memasukkannya ke dalam tas hitam.


Sersan Kwon: “Kau dapat mengatakan bahwa mereka adalah komplotan.”
Sersan Kim: “Kenapa seorang Agen NIS berkomplot dengan pembunuh?”


Jin Young mengamati foto Il Seung saat di telepon umum. Ia menyadari sesuatu.


Flashback..
Saat di restoran pizza, Il Seung ingin menyelamatkan Eun Bi tapi ia malah disangka sebagai pelaku penculikannya.


Jin Young: “Ini pria yang ada di toilet restoran pizza. Aku rasa bukan Song Gil Choon yang ingin menculik Eun Bi.”
Sersan Kim: “Apa? Lalu siapa?”
Jin Young: “Pria besar itu Oh Il Seung.”


Sersan Kwon menyimpulkan, “Itu berarti penculik pertama adalah Oh Il Seung, namun ia gagal. Kemudian Song Gil Choon beraksi.” Akibat kesimpulannya itu, ia menerima pukulan di kepala. “Astaga. Apa itu yang dikatakan oleh seorang detektif? Melihat situasinya, mereka bukanlah komplotan,” kata Inspektur Park.


“Oh Il Seung berusaha menghentikannya. Dia memanggil Polisi agar datang ke sana dan juga memperingatkan Eun Bi,” kata Jin Young. Dan Inspektur setuju dengan asumsinya.


Sersan Kwon berkata walaupun Oh Il Seung agen NIS, tidak mungkin dia tahu bahwa Gil Choon akan menculik, kecuali jika mereka teman satu sel atau semacamnya. Jin Young kembali menyadari sesuatu. Inspektur Park lalu meminta mereka agar menghubungi Il Seung untuk dimintai keterangan sebagai saksi dan juga pergi ke bagian forensik untuk mengetahui kemajuan penyelidikan, sedangkan ia sendiri akan menghubungi Ketua Jang untuk meminta kerja sama dengan NIS.


Jin Young: “Pria ini. Siapa dia?”
Gil Choon: “Siapa lagi? Dia Kim Jong Sam. Aku sudah bilang berkali-kali. Dia bebas berkeliaran.”
Jin Young: “Apa kau yakin? Mungkin hanya orang murid.”
Gil Choon; “Ah kau membuatku frustasi. Tidak. Dia berkata ‘kita yang terbaik’.”
Flashback..


“Song Gil Choon! Song Gil Choon... Kita yang terbaik,” teriak Il Seung saat dulu mencari Gil Choon pada penculikan Eun Bi yang pertama.


Gil Choon berkata bahwa saat dia mendengar kata-kata itu, ia langsung tahu bahwa itu adalah Kim Jong Sam, karena selalu meneriakkannya bersama Ddak Ji, sahabatnya. “Ddak Ji adalah orang yang membunuh jaksa bersama Jong Sam. Mereka selalu berkata ‘Kita yang terbaik’,” lanjut Gil Choon.


Il Seung bertemu dengan Ddak Ji di taman rumah sakit. Ddak Ji melihat tas besar dan wajah Il Seung yang terluka, tapi Il Seung bilang tidak ada apa-apa. Ddak Ji berkata bahwa Eun Bi sudah membaik.


“Coba tebak? Dia percaya padaku sekarang. Dia benar-benar percaya bahwa aku tidak membunuh siapapun. Sekarang sudah ada tiga orang yang percaya kalau kita tidak membunuh. Bukankah itu bagus?” kata Ddak Ji yang kemudian mengajak Il Seung melakukan tos ‘Kita yang Terbaik’ seperti biasa.


Tapi Il Seung hanya menyalaminya saja dan mengatakan kalau dia senang mendengar itu., tapi dia harus pergi.


Il Seung lalu memberikan kantong plastik berisi uang, tapi melarang Ddak Ji membukanya sekarang. Ddak Ji penasaran lalu mengoncangkan plastiknya dan mendengar suara di dalamnya, “Apa ini tahu?” Il Seung tersenyum mendengarnya lalu pamit pergi.


Ddak Ji: “Hyung, apa semuanya baik-baik saja?”
Il Seung: “Tentu saja. Aku akan menghubungimu. Kau harus membeli pakaian.”


Ddak Ji lalu menyentuh dan melihat pakaiannya, lalu ia bertanya apakah ia sudah mempermalukan Il Seung dengan berpakaian seperti itu. “Tidak. Aku ingin membelikanmu pakaian saat kau bebas, tapi kau bisa membelinya sendiri,” kata Il Seung. Mereka lalu berpisah.


Jin Young memperhatikan Il Seung yang sedang berlari membawa sebuah tas besar.


Jin Young lalu menelepon Penjara Musan dan mengatakan bahwa dia akan mengunjungi Kim Jong Sam. Ia sangat terkejut saat petugas berkata bahwa Jong Sam sudah meninggal.


Il Seung menelepon dari telepon umum,“Apa kau sungguh-sungguh? Aku bisa menangkap Lee Kwang Ho dengan uang 100 juta dollar ini? Aku akan mati jika tidak bertemu dengannya. Kau tahu itu, kan? Kita bicara lebih lanjut nanti. Uangnya saat ini berada di loker di Stasiun Mangwon. Ya, nomornya adalah...” 


Jaksa Kim dan bawahannya terlihat terburu-buru keluar dari kantor.


Setelah menelepon, Il Seung mengantri untuk mendapatkan tiket dan seseorang berjalan ke arahnya.


“Ya, Kim Jong Sam berada tepat di depanku,” kata seorang pria dan tentu saja membuat Il Seung menengok ke arahnya. Dia terkejut.


Pengacara An: “Kau sudah dewasa. Kau ingat aku?”


Flashback..
Pengacara An yang dulunya adalah seorang jaksa, memaksa Kim Jong Sam mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya.


Pengacara An lalu menyodorkan ponselnya pada Il Seung dan menyuruhnya melihatnya. Di ponsel terlihat Ddak Ji sedang berada dalam keadaan terikat. Ia berkata, “Jong Sam.... Tolong jangan bunuh aku. Jong Sam... Jong Sam..” Pengacara An lalu berkata jika Il Seung ingin menyelamatkan Ddak Ji maka ia harus membawa uangnya ke Pelabuhan Incheon dalam waktu dua jam.


Il Seung lalu berlari menuju loker tempatnya menyimpan uang. Ia membuka lokernya dan mengambil tasnya lalu mengecek isinya.


“Kim Jong Sam,” panggil Jin Young yang kemudian merebut tasnya dari tangan Il Seung. “Apa kau masih suka mencuri?” [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon