12/12/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 10 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 10 BAGIAN 1


#10 – Aku Tahu Dimana Uangnya


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 9 Part 2

Dengan menggunakan mobil Pak Kwak, Detektif Kang dan Il Seung kembali ke terminal truk untuk mengambil mobil Detektif Kang.


Il Seung bertanya apa yang terjadi pada Detektif Kang dulu, tapi ia tidak menjawab. Ia mengalihkan pembicaraan dengan membahas Lee Kwang Ho yang akan segera mendapatkan kartu memorinya.  Il Seung lalu mengeluarkan sebuah kartu memori dari tangannya, ternyata ia hanya berpura-pura membuangnya.


Il Seung bilang ini bukan tentang uangnya, ia harus bertahan hidup. “Aku harus bertemu dengannya,” kata Il Seung.


Dari sebuah telepon umum, Il Seung menghubungi Jaksa Kim. Ia memberitahukan bahwa uangnya berada di tempat Jaksa Kim pertama kali bertemu Oh Il Seung.


Detektif Kang lalu menarik Il Seung dan menyuruhnya segera melarikan diri karena itu akan membahayakan dirinya. “Aku sudah meletakkan passportmu dan uang di kamar mayat Oh Il Seung. Pergilah keluar negeri,” saran Detektif Kang. Tapi Il Seung menolak, karena menurutnya tetap saja Manajer Lee akan mencarinya.

Il Seung juga tidak mau bersembunyi karena itu hanya membuatnya terus ketakutan. Itu berarti sama saja dia hidup di penjara. “Jika aku bisa hidup, aku ingin hidup normal seperti orang lain.”


Il Seung lalu melihat mobil Jaksa Kim lewat, lalu mereka mengikutinya sampai ke parkiran sebuah gedung.


Il Seung mengikuti Jaksa Kim masuk ke dalam gedung. Jaksa Kim terlihat membuka kunci suatu ruangan, mengecek keadaan di dalamnya, lalu ia menutup, mengunci pintunya, dan pergi lagi.


Il Seung kemudian berusaha membuka kunci pintu dengan menggunakan kawat. Ia berhasil membukanya dan masuk ke dalam. Ia melihat-lihat sekitar, namun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Jaksa Kim tiba-tiba masuk dan bertanya apa yang Il Seung lakukan di sana.


Saat sedang makan mie, Pak Kwak menerima telepon. “Apa? Jaksa Kim Yoon Su mendapat informasi? Dimana kau?” Asisten Ki mendengus karena mie-nya belum habis, tapi dia sudah harus pergi lagi. Mereka lalu naik mobil menuju suatu tempat.


Jaksa Kim bilang ia sudah curiga bahwa dia akan dibuntuti jika menerima telepon gelap seperti itu. Ia bilang ingin sekali menangkap Il Seung, yang ia pikir Oh Il Seung asli, namun belum menemukan alasan untuk menangkapnya.


Jaksa Kim lalu menelepon Polisi karena ada tindak pembobolan. “Aku punya bukti video dari kantor Lee Kwang Ho,” kata Il Seung. 


Il Seung mengajak Jaksa Kim ke tempat ia dan Oh Il Seung pertama kali bertemu, tapi Jaksa Kim bilang saat ini mereka sudah berada di tempat yang dimaksud. “Tapi tidak ada apa-apa di sini,”kata Jaksa Kim.


“Tapi apakah bukti itu asli?” tanya Jaksa Kim. Il Seung bukannya menjawab, tapi malah berusaha kaur. Jaksa Kim langsung berusaha mengejarnya. Jaksa Kim kemudian memojokkan Il Seung sampai ke sebuah lemari, sampai membuat lemari itu jatuh.


Di dalam lemari yang sudah terbuka, terlihat ada box kertas. 


“Tunggu dulu! Apa itu biasa ada di sana?” tanya Il Seung sambil menunjuk ke bos kertas di dalam lemari tadi.


Jaksa Kim tertarik dan membuka box itu. “Kau benar, ini uangnya. Setiap gepok bernilai satu juta dollar,” kata Jaksa Kim.


“10.000 dollar Singapura, jika ditukarkan satu lembarnya senilai 10.000 dollar Korea. Lee Kwang Ho, kau benar-benar menggunakan otakmu,” lanjut Jaksa Kim sambil merapikan kembali uang itu.


Il Seung jadi gelisah, karena merasa uang itu adalah jalan keluar untuk kehidupan barunya, ia tidak bisa membiarkan Jaksa Kim mengambil uang itu. Il Seung lalu melihat botol kosong yang ada di dekatnya, lalu memukulkannya ke kepala Jaksa Kim.


Putra Manajer Lee mengantar Ketua Gook menemui ayahnya, lalu meninggalkan mereka berdua untuk bicara.


Ketua Gook sudah disuruh untuk diam, tapi dia malah datang karena harus memberitahukan informasi yang sangat penting. “Ada kamera tersembunyi yang dipasang di kantor. Kartu memori Oh Il Seung...” 


Manajer Lee: “Aku tidak butuh penjelasanmu. Berikan saja kartunya padaku.”
Ketua Gook: “Hmm.. kami masih mencarinya. Kami akan segera...”
Manajer Lee: “Kenapa kau ada di sini jika kau belum menemukannya? Kau datang hanya untuk memberitahu hal itu?”


Ketua Gook: “Maafkan aku, Tuan. Dan Kang Chul Gi masih hidup. Dia bersama Kang Jong Sam sekarang.”
Manajer Lee: “Aku tahu.”
Ketua Gook: “Haruskah aku mengurusnya?”
Manajer Lee: “Tidak perlu. Pengacara An sudah mengurusnya.”


Detektif Kang melihat kedatangan Asisten Ki dan Pak Kwak di area parkir.


Detektif Kang berjalan menuju mobilnya, dan saat akan membuka pintunya, seseorang mendatanginya. Pengacara An ada di sana.


Jaksa Kim sudah diikat oleh Il Seung. Ia menuduh bahwa Il Seung memang sudah merencakan semuanya. “Kau memang tidak akan memberikan bukti itu padaku. Dan kau akan memberikan uangnya pada Lee Kwang Ho,” kata Jaksa Kim. Il Seung mengiyakannya.


Jaksa Kim: “Kau tahu apa yang akan dia lakukan dengan uang itu? Dia akan menggunakannya untuk membunuh orang lagi. Dia tamak. Dia adalah yang paling pelit diantara orang kikir. Tapi dia akan menggunakannya untuk menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya. Apa kau tahu mengapa dia masih punya kekuasaan padahal sudah kalah dalam pemilu? Ini karena orang seperti kau yang membantunya. Melakukan segala hal buruk hanya untuk menyelamatkan dirimu sendiri...”


Il Seung: “Lalu kenapa kau tidak menjalankan tugasmu dengan baik? Dia menjadi kuat karena orang yang kuat dan berkuasa juga membantunya. Orang sepertiku tidak bisa membantu banyak.”

Jaksa Kim: ”Benar. Walaupun kau berikan uangnya, ia akan tetap membunuhmu. Lee Kwang Ho membuat orang berkuasa mendukungnya ketika mereka membantunya. Tapi ia akan menyingkirkan mereka yang lemah. Banyak yang bunuh diri. Ditambah kau mengetahui rahasianya. Apa kau pikir dia akan membiarkanmu hidup?”


Il Seung agak ragu, tapi ia tetap membawa uangnya. Sebelum pergi, ia memberikan pecahan botol agar Jaksa Kim dapat melepaskan ikatannya. “Buka dan keluarlah. Maaf karena aku memukul kepalamu,” kata Il Seung.


“Tidakkah kau merasa bersalah pada Oh Il Seung?! Kau tidak boleh menggunakan namanya jika kau hanya akan menjadi anjing Kwang Ho! Oh Il Seung bisa saja menutup matanya saat orang berkuasa melakukan kesalahan. Tapi dia tidak melakukan itu, karena dia orang baik! Di mana Oh Il Seung sekarang?” teriak Jaksa Kim.


Il Seung tidak menjawab dan membawa uangnya keluar.


Il Seung  melihat Asisten Ki dan Pak Kwak, lalu ia berusaha melarikan diri. Tapi akhirnya Il Seung terdesak.  Pak Kwak menyuruhnya menyerahkan uang itu dan akan menyerahkannya padaManajer Lee. “Jika aku memberikannya, jangan kejar aku lagi. Jika tidak aku akan membunuh kalian,” kata Il Seung dan Pak Kwak berjanji padanya.


Il Seung lalu mengambil segepok uang dan melemparkan sisanya. Asisten Ki memeriksanya. Setelah memastikan isi karungnya, Pak Kwak memanggil, “Hey Baek Kyung.”


Pak Kwak berkata, “Terima kasih padamu, dia jadi bisa bebas.” Ia lalu menyuruh Baek Kyung untuk membunuh Il Seung. “Mau bagaimana lagi? Ini perintah Manajer Lee,” lanjut Pak Kwak.


Pengacara An membawa Detektif Kang menemui Lee Kwang Ho! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon