12/14/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 12 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 12 Part 1

Jin Young langsung pergi ke parkiran, tapi tidak menemukan siapapun. Ia berlari ke mobilnya dan menemukan ada satu plastik berisi jepit rambut.


Yang ingin dimakan Ddak Ji adalah tahu, karena setelah keluar dari penjara belum ada yang memberikan itu untuknya. Mereka bahkan bersulang untuk tahunya.


Mereka makan di ayunan taman. Ddak Ji lalu berencana akan pergi ke karaoke. Saat kecil dulu, rencana karaoke mereka berakhir dengan pembunuhan di restoran.


Ddak Ji lalu berdiri dan menarikan tarian Big Bang. Ia memuji dirinya sendiri, dan Il Seung menertawakannya. Ddak Ji mengajaknya ke karaoke tapi Il Seung tidak mau dan menyuruh Ddak Ji menghabiskan tahunya.


Tak jauh dari sana, Baek Kyung mengawasi mereka dan Il Seung melihatnya, tapi ia tidak memberitahu Ddak Ji.


Ddak Ji lalu bertanya siapa orang-orang yang mengejar Il Seung dan melakukan hal buruk pada mereka, serta menanyakan mengapa Kang Chul Gi ada di sana. “Tadinya aku sangat ketakutan, aku mengkhawatirkanmu. Itu mengingatkanku pada kejadian di ruang kejaksaan dulu,”kata Ddak Ji.
Flashback..


Dulu Ddak Ji dan Jong Sam dipukuli agar mengakui pembunuhan terhadap seorang jaksa yang tidak mereka lakukan.


Il Seung meminta Ddak Ji agar tidak perlu khawatir, karena mereka sudah memberikan uangnya. “Kau sungguh-sungguh? Kau tidak berbohong kan?” tanya Ddak Ji dan Il Seung meyakinkannya.


Ddak Ji kecewa karena Il Seung masih belum mau diajak ke karaoke. Il Seung bilang ia harus melakukan sesuatu.


Il Seung berjalan sendirian dan dia mengkhawatirkan Ddak Ji. Ia mengingat ketika Pak Kwak mengatakan bahwa akan menghabisi orang yang menghalangi mereka, seperti Oh Il Seung dulu. Ia lalu menghentikan taksi dan menuju rumah Manajer Lee.


Para penjaga membawa Il Seung yang sepertinya berniat untuk menyusup masuk. Manajer Lee lalu menyuruh mereka semua pergi.


Il Seung berjalan ke arah Manajer Lee dan mengepalkan tangannya, kemudian berlutut.


Il Seung: “Aku mohon hentikan apa yang kau lakukan. Tolong biarkan adikku hidup. Dia tidak tahu apapun. Dia tidak akan mengganggumu.”

Manajer Lee: “Kalau kau ingin dia hidup, itu tanggung jawabmu sendiri. Kenapa kau merengek padaku?”


Il Seung berkata bahwa dia akan menjadi pengikuti Manajer Lee, “Aku akan pergi jika kau menginginkannya, dan aku akan datang jika kau memanggilku. Kalau kau ingin aku ada di kapal, aku akan melakukannya juga. Aku akan melakukan apapun, jadi tolong  jangan sakiti adikku.”


Manajer Lee: “Menjadi pengikutku? Kau pikir kau memenuhi syarat?”
Il Seung: “Aku akan membuktikannya.”
Manajer Lee: “Bagaimana kau melakukannya?”


Il Seung terlihat berjalan di area Kantor Polisi. Ia akan masuk, tapi Pak Kwak menghentikannya dan menyuruh Il Seung mengikutinya.


Tak lama kemudian, Il Seung terlihat mengawasi ruang penyimpanan barang bukti. Saat itu sedang terjai pergantian penjaga.
Flashback..


“Uangnya ada di lemari di ruang penyimpanan barang bukti. Pada jam 11 malam, ruangannya akan kosong. Aku tahu kau bisa melakukannya. Aku dengar kau adalah pencuri yang berpengalaman,” kata Pak Kwak sambil menyerahkan sebuah jam tangan pada Il Seung.


Il Seung mengecek jamnya, tinggal 5 menit sebelum jam 11 malam.


Di ruang interogasi, Gil Choon masih belum mengakui kejahatannya. Padahal mereka semua sudah sangat mengantuk. Sersan Kwon berusaha membuatnya takut. Gil Choon lalu setuju dengan syarat mereka memesankan pizza, cola, dan acar untuknya.


Jin Young: “Bujukan atau teriak tidak berguna. Kita tidak akan bisa mendapatkan pengakuannya.”
Inspektur Park: “Kau benar. Bagaimana kita bisa menangkap orang seperti dia.”

Jin Young: “Maafkan aku.”

Inspektur Park: “Kenapa meminta maaf? Aku sedang memujimu. Apalagi kita mendapatkan 100 juta dollar.”


Inspektur Park lalu menerima telepon.


Jaksa Kim sampai di depan Kantor Polisi dan menelepon seseorang bahwa ia akan mengambil barang buktinya.


Il Seung memperhatikan kamera CCTV, karena Pak Kwak bilang bahwa pada jam 11 malam, CCTV akan dimatikan selama lima menit. Lampu CCTV akhirnya mati.


Petugas penjaga menerima telepon mengenai mobilnya, lalu bergegas pergi keluar.


Il Seung memasang stopwatchnya selama 5 menit. Ia berusaha membuka kunci pintunya dan berhasil. Pak Kwak memberitahunya agar mencari kabinet nomor 5 dan juga memberitahu passwordnya. 


Il Seung memasukkan password yang diberikan oleh Pak Kwak, namun pintu kabinet tidak mau terbuka karena passwordnya salah. Il Seung mencobanya lagi dan masih belum berhasil. Ia mulai panik karena jika salah satu kali lagi maka kabinet akan terkunci secara permanen.


Inspektur Park menemui Jaksa Kim di lobi kantor, dan langsung mengajaknya ke ruang penyimpanan barang bukti.


Il Seung menekan tombolnya secara perlahan dan kali ini dia berhasil. Ia mengambil tas uangnya. Tiba-tiba terdengar suara orang dari luar.


Inspektur Park heran karena tidak ada penjaga disana. Lalu ia menerima telepon. Karena penjaga belum juga datang, Inspektur Park mengajak Jaksa Kim untuk mengisi dokumen terlebih dulu. Mereka lalu meninggalkan ruang penyimpanan barang bukti.


Il Seung menarik napas lega, tapi waktunya tidak lama lagi. Ia kembali menutup kabinetnya dan keluar dari sana. Ia tidak bisa melewati jalan yang sama seperti dia masuk. Jalan keluarnya adalah melalui lobi.


“Oh Il Seung..” panggil Inspektur Park. Ia melihat tas yang dibawa Il Seung. Il Seung mundur ketakutan.


Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan Chul Gi. “Hya.. belum berubah sama sekali. Lama tak jumpa, Park Su Chil.”


CCTV kembali berfungsi! [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon