12/14/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 12 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 12 BAGIAN 1


#12 – Kita Harus Menemukan Pemiliknya


Inspektur Park membuka tasnya dan melihat uang yang sangat banyak. 


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 11 Part 2

Inspektur merasa ia sedang memegang bom yang sangat besar. Sersan Kwon khawatir jika mereka akan diskors karena masalah ini, padahal mereka tidak tahu apa masalahnya.


“Aku yang akan bertanggung jawab. Tapi jika aku berhasil, aku akan... Oh!” kata Jin Young. Jin Young melihat ada orang yang bergelantungan di sebuah kontainer. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan menuju lokasinya.


Chul Gi ingin menyelamatkan mereka, tapi kemudian ia melihat sebuah mobil polisi datang.


Sersan Kim menghampiri supir yang sedang menelepon dan menyuruhkannya menurunkan kontainer itu.


Inspektur Park berkata, “Bukankah itu Oh Il Seung? Apa dia terlibat dalam kasus ini? Cepat hubung 911,”


Ddak Ji mulai mengendurkan pegangannya. Jin Young melihatnya, lalu masuk ke dalam mobil.


Pegangan Ddak Ji terlepas. Il Seung pun langsung melepaskan tangannya untuk menangkap Ddak Ji.


Il Seung dan Ddak Ji jatuh tepat dia atas mobil yang tadi dimundurkan oleh Jin Young.


Sersan Kim: “Il Seung, apa kau baik-baik saja?”
Inspektur Park: “Ada apa ini Jin Young? Il Seung, kau baik-baik saja?”
Il Seung: “Aku baik-baik saja, terima kasih.”


Il Seung lalu menanyakan keadaan Ddak Ji. Il Seung lalu melihat tas berisi uang yang ada di dalam mobil. Ia kemudian menyuruh Ddak Ji untuk berlari.


Jin Young, Sersan Kim dan Kwon langsung mengejarnya, tapi Inspektur Park menyuruh mereka berhenti karena tidak ada alasan untuk menangkap mereka.


Inspektur Park lalu mengajak mereka kembali ke kantor, karena ada kasus yang harus mereka selesaikan. Ia juga menyuruh Jin Young untuk membuat laporan 100 halaman tentang apa yang sudah terjadi.


Pak Kwak: “Kau pasti lega Jong Sam baik-baik saja.”
Chul Gi: “Jika dia mati, mereka akan memulai penyelidikan. Tempat itu penuh dengan sidik jari kita.”
Pak Kwak: “Manajer Lee memanggilmu.”


Il Seung pergi bersama Ddak Ji menggunakan mobil Jin Young.


Malam harinya, Manajer Lee diberitahu putranya bahwa semua orang sudah berdiri sejak tadi di luar. Manajer Lee menyuruh mereka masuk.


Ketua Gook, Chul Gi, dan Pengacara An masuk menemui Manajer Lee.


Pengacara An berkata bahwa kepolisian mulai melakukan penyelidikan resmi.


Ketua Gook berkata bahwa penyelidikan tidak akan berguna karena pita pengikat uangnya sudah dibuang, jadi tidak ada bukti bahwa uang itu milik mereka.
Flashback..


Asisten Ki membakar pita pengikat uangnya saat di Pelabuhan Incheon.


Pengacara An berkata bahwa mereka harus mengambil uangnya itu sebelum tersebar di masyarakat. Tapi Ketua Gook bilang resikonya terlalu besar, karena Polisi tidak akan tinggal diam jika barang buktinya dicuri. “Aku minta maaf, tapi kau harus menyerah terhadap uang 100 juta itu,” lanjut Ketua Gook.


Manajer Lee lalu bercerita bahwa dulu saat masih kecil ia rela menggali pupuk untuk menemukan uang lima sen, dan sekarang uang lima sen itu masih ia simpan bersama tabungannya agar bisa melihatnya kapanpun. Jadi intinya, ia tidak mau melepaskan uang 100 juta dollarnya. Tabungannya berupa uang tunai yang berada dalam kontainer di sebuah kapal di tengah laut.


Chul Gi lalu memberitahu bahwa kapalnya akan mendarat esok hari jam 6 pagi.


Setelah Manajer Lee pergi, Ketua Gook menyarankan agar Chul Gi menemui kawannya yang sudah 10 tahun tidak ditemui. Pengacara An berkata, “Tidak ada gunanya. Polisi itu pembuat masalah paling parah di Kantor Polisi.”
Flashback..


Detektif Park: “Pembuat masalah? Aku? Menurutku kaulah pembuat masalahnya. Lihatlah dirimu. Kau tidak mengikuti perintah atasan. Katakan padaku, ”
Detektif Kang: “Jangan bertanya. Kau akan terluka.”
Detektif Park: “Jadi kau melakukan sesuatu yang berbahaya bukan? Kau tidak membiarkan aku terluka. Tapi kau sendiri membiarkan dirimu terluka. Kita sudah menjadi rekan selama 10 tahun.”


Di luar rumah Manajer Lee, Ketua Gook menghampiri Chul Gi. Dia berkata bahwa dia tidak bercanda saat menyarankan Chul Gi menemui Park Su Chil. Chul Gi tidak peduli dan akan masuk ke dalam mobilnya. “Kau akan mendapat masalah jika Manajer Lee mengetahuinya.”
Flashback..


Ketua Gook mengetahui ketika Chul Gi mengirim pesan kepada Jaksa Kim yang memberitahukan bahwa Il Seung ada di atap gedung.


“Ambil uangnya sebelum Manajer Lee mengetahui hal itu. Aku tidak peduli jika kau hanya bertemu atau mengancamnya. Bagaimanapun juga, dia akan senang bertemu denganmu karena dia selalu berusaha mencarimu,” kata Ketua Gook sambil berlalu.


Ketua Jang Pil Sung mengomeli Inspektur Park karena membawa uang 100 juta yang tidak diketahui siapa pemiliknya, bukannya mengurus kasus Gil Choon yang membuat media tertarik. Koran mempertanyakan penyelidikan Polisi mengenai kasus penemuan lima mayat yang belum ada hasilnya.


Inspektur Park bilang ia akan menangani keduanya. “Dimana uangnya?” tanya Ketua Jang.


Uangnya sedang dipegang oelh Sersan Kwon yang mengeluhkan jaket desainernya yang rusak. Saat Inspektur Park datang, ia bertanya sampai kapan ia harus memegang tas itu.


Jin Young tidak mau memegang tas itu karena dia sedang sibuk membuat 100 halaman laporan. Tapi dia kebingungan sendiri siapa yang harus dia tulis, apakah Kim Jong Sam atau Oh Il Seung. Lalu petugas forensik datang, dan mereka langsung mengerubunginya.


Petugas forensik berkata bahwa mereka tidak bisa menemukan bukti spesifik bahwa Gil Choon yang membunuh kelima orang itu. Jadi untuk menjebloskan Gil Choon ke penjara, mereka harus membuat Gil Choon mengakuinya lewat mulutnya sendiri.


Inspektur lalu menyuruh Sersan Kim untuk mengeluarkan Gil Choon dari sel, dan jin Young diminta untuk menghubungi Penjara Musan untuk meminta izin menemui teman satu sel Gil Choon.


Sersan Kwon lalu bertanya, “Lalu apa yang harus kulakukan dengan ini?”


Inspektur Park lalu membawa tas uangnya ke ruang penyimpanan barang bukti.


Di toilet rumah sakit, Il Seung mengecek luka di tubuh Ddak Ji. Ia meminta maaf karena dialah penyebab semua ini. “Aku rela dipukuli asal aku bisa bersamamu, jadi jangan bicara seperti itu,” kata Ddak Ji. Il Seung kembali meminta maaf, tapi Ddak Ji memintanya melupakan itu semua.


Ddak Ji lalu menyuruh Il Seung mencuci mukanya karena  ia akan membawa Il Seung untuk menemui seseorang. “Bertemu seseorang? Siapa?” tanya Il Seung.


Eun Bi sangat senang saat melihat Ddak Ji, karena sudah menunggunya dari tadi. Ddak Ji lalu menyuruh Il Seung masuk.
Ddak Ji: “Dia teman baikku. Dia seperti kakakku.”
Eun Bi: “Oh..Apa dia dari penjara?”
Ddak Ji: “Bukan, dia seorang Polisi. Apa kau tahu? Dia yang sudah menyelamatkanmu, petugas Oh Il Seung.”


Eun Bi sangat senang , lalu dia mengucapkan terima kasih.


Ibu angkat Eun Bi masuk dan menyuruhnya segera keluar. Eun Bi bikang dia akan pergi bersama Ddak Ji. “Sekarang hari peringatan kematian kakekkmu jadi banyak kerabat yang akan datang. Kalu tidak datang, mereka akan membicarakanmu lagi,” kata ibunya.


Ddak Ji lalu menyuruh Eun Bi pulang dan berjanji akan menemuinya lagi besok.


Eun Bi lalu mengeluarkan ponsel untuk Ddak Ji yang sudah ia beli sebelumnya. Jika Ddak Ji menolaknya, ia tidak mau pulang ke rumah.


Ddak Ji dan Il Seung lapar, tapi mereka bingung akan makan apa. Ddak Ji lalu menduga bahwa Ibu Eun Bi tidak menyayangi Eun Bi, tapi Il Seung melarangnya berpikir seperti itu.


“Apa itu karena aku mantan narapidana? Akankah dia memperlakukan Eun Bi dengan lebih baik jika aku tidak ada di dekatnya?” kata Ddak Ji. Lalu dia melihat sesuatu, “Aku tahu apa yang harus kita makan.”


Penjara Musan sedang melarang kunjungan karena sedang ada masalah, jadi permintaan Jin Young untuk bertemu teman satu sel Gil Choon ditolak. Inspektur Park lalu mengingat teman satu sel Gil Choon yang lain, kakak Cha Eun Bi.


Sersan Kwon dan Kim mengeluarkan Gil Choon dari sel dan akan membawanya ke ruang interogasi.


Sersan Kim kemudian menyerahkan kunci mobil Jin Young yang tiba-tiba ada di meja informasi. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon