12/19/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 13 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 13 BAGIAN 1


#13 – Kemana Uangnya Pergi? 


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 12 Part 2

Kang Chul Gi datang tepat saat Il Seung terpojok karena kedatangan Inspektur Park.


Karena masih terkejut saat melihat Chul Gi, Inspektur Park jadi terlambat mengejar Il Seung yang sudah berlari keluar Kantor Polisi. Chul Gi ditinggal sendirian di lobi.


Saat sedang berlari, sebuah mobil menghampirinya. Saat melihat yang mengendarainya adalah Pak Kwak dan Asisten Ki, Il Seung langsung masuk ke dalamnya. 


Pak Kwak mengacungkan jempolnya pada Il Seung. Di belakangnya, Inspektur Park dan beberapa petugas Polisi lainnya berusaha mengejar.

Chul Gi mengawasi dari dalam mobilnya yang masih terparkir di depan Kantor Poliis.


Sedangkan Inspektur kembali ke dalam kantor dan menelepon untuk meminta bantuan atas kejadian pencurian barang bukti.


Pak Kwak: “Bravo...”
Il Seung: “Bravo apanya? Aku ketahuan.”


Inspektur Park mendatangi ruang kontrol untuk mengecek CCTV saat kejadian pencurian itu.


Jaksa Kim yang diantar masuk oleh penjaga, terpaksa harus merasa kecewa lagi, karena barang buktinya yang ia cari sudah tidak ada. Petugas yakin uangnya disimpan di lemari itu. Jaksa Kim lalu menanyakan keberadaan Inspektur Park.


Inspektur Park masuk ke unitnya, dan bertanya kenapa belum juga ada yang turun padahal mereka harus bergegas mendapatkan barang buktinya lagi. Dengan menggunakan kepalanya, Jin Young menunjuk seseorang yang sedang duduk di kursi Inspektur. 


Ketua Jang ternyata ada di sana dan melarang mereka turun. Ketua Jang tidak mau mereka mengurus kasus 100 juta dollar itu, karena ia ingin mereka berkonsentrasi ke kasus Song Gil Choon.


Inspektur Park bilang ada yang lebih penting dari Gil Choon yaitu pencurian di Kantor Polisi. Ketua Jang malah menyalahkan bahwa seharusnya barang bukti itu sejak awal tidak dibawa kesana. Ketua mendengar dari penjaga depan bahwa Inspektur Park meneriakkan nama pencurinya, jadi ia bertanya siapa orangnya.


“Oh Il Seung, NIS,” jawab Inspektur Park. Jin Young terkejut. Ketua Jang berkata bahwa ia sudah menduga pasti ada kaitannya dengan NIS, jadi untuk apa repot-repot mengurusnya.


Ketua Jang masih bicara panjang lebar, saat Jaksa Kim masuk ke ruangan mereka.


Jaksa Kim menanyakan uang 100 juta dollarnya. Inspektur Park kebingungan, begitu juga Jin Young. Ketua Jang menjawab bahwa mereka sedang mencarinya.


Jaksa Kim: “Kau punya rekaman CCTV-nya kan? Berikan padaku beserta file kasusnya.”
Ins. Park: “Aku bisa memberikan CCTV-nya, tapi aku tidak bisa menyerahkan kasusnya padamu.”
Jaksa Kim: “Apa maksudmu? Aku jaksa yang punya kuasa untuk menangani penyelidikan ini. Kau menolaknya?”
Ins. Park: “Ini terjadi di dalam Kantor Polisi, jadi kami punya hak untuk menangani penyelidikannya.”
Jaksa Kim: “Tetap saja! Ini kasus yang sangat penting!”


Ketua Jang meminta Jaksa Kim agar menyelamatkan wajah kepolisian karena tugasnya menangkan pencuri tapi mereka malah kerampokan di depan matanya sendiri. Jaksa Kim mulai tenang, “Kalau begitu serahkan bukti faktualnya saja. Dan uang 100 juta dollar itu, siapa yang mengambilnya?”


Il Seung yang masih di dalam mobil khawatir karena Inspektur Park melihatnya dan CCTV juga berhasil merekamnya di detik-detik terakhir. Asisten Ki berkata sulit untuk membantu jika banyak orang yang melihat. Il Seung tidak mau ambil pusing dan bertanya kemana mereka mau pergi.


Il Seung dibawa ke rumah Lee Kwang Ho yang langsung merapikan dan menghitung uangnya. Il Seun bertanya “Apa sekarang adikku baik-baik saja?” Manajer Lee menganggukkan kepalanya. Tapi kemudian ia berkata kalau jumlah uangnya tidak sesuai.


Pengacara An: “Uangnya terbuang banyak, dia tidak bisa melakukan apapun tentang itu.”
Manajer Lee: “Bukankah kau bilang akan menemukan 100 juta dollar?”
Il Seung: “Kau bilang akan memberiku satu juta dollar, aku tidak akan mengambilnya. Uang yang hilang kurang dari satu juta.”
Manajer Lee: “Kau akan mendapatkan satu juta ketika kau membawakanku tepat 100 juta dollar.”


Manajer Lee lalu bertanya bagaimana Il Seung akan melengkapi uangnya. Ia tersenyum licik dan berkata, “Kau harus bekerja untuk membayarnya.”  Ia lalu bertanya kapan kapalnya tiba. “Jam 6 besok pagi,” kata Pengacara An.


Manajer Lee menyuruh Pengacara An untuk membawa uangnya ke kapal. Dan juga Il Seung yang akan tinggal di kapal selama 10 tahun. Manajer Lee sendiri akan tidur dulu sebelum berangkat kesana.


Il Seung melangkah tanpa semangat. Pak Kwak yang sudah mendengar kalau Il Seung akan dikirim ke kapal, itu berarti Il Seung diserahkan ke kapal penyelundup. Pak Kwak tampak prihatin saat mengatakan itu.


Asisten Ki bilang itu karena Il Seung terlihat di CCTV, dan sekarang Il Seung masuk daftar pencarian orang. Menurutnya, jika Il Seung tertangkap maka akan menyebabkan masalah yang jauh lebih besar.


Il Seung melepaskan jam tangan yang sebelumnya diberikan oleh Pak Kwak. “Pakai saja, kau harus pergi tepat waktu. Kami akan menjemputmu jam 4 pagi di rumah Oh Il Seung. Kau harus menemui Ddak Ji kan? Waktumu kurang dari tiga jam,” kata Pak Kwak.


Sebelum pergi, Pak Kwak juga berpesan agar Il Seung jangan sampai melarikan diri walaupun Baek Kyung sudah pergi. Jika ia melakukan itu, maka Ddak Ji yang akan terluka.


Il Seung melangkah sambil mengingat kemungkinan dia menjadi budak seumur hidup karena tidak membawa passport dan uang saat di dalam kapal. “Harusnya aku tidak meninggalkan penjara,” sesal Il Seung.


Jaksa Kim melihat rekaman CCTV yang diberikan oleh Inspektur Park.


“Kenapa mereka tidak mengeluarkan surat perintah? Kita sudah mengetahui tentang 100 juta dollar itu. Kita tahu NIS mencuri uang itu. Jelas-jelas uang itu akan dibawa ke Lee Kwang Ho. Kenapa mereka tidak mengeluarkan surat perintah?!” teriak Jaksa Kim.


Inspektur yang ada disampingnya tidak bisa memberikan jawaban.


Inspektur Park melihat rekaman saat CCTV baru menyala, yaitu saat Chul Gi menyapanya. Sayangnya, wajah Chul Gi tidak ikut terekam.


Sersan Kwon lalu datang membawakan hasil otopsi kasus Gil Choon. Tapi bukti hanya ditemukan pada kerangka Thien, sedangkan pada empat kerangka lainnya mereka tidak bisa menemukan bukti yang mengarah pada Gil Choon.


Jin Young melaporkan bahwa ia sudah mendapatkan nomor ponsel kakak Eun Bi yang merupakan teman satu sel Gil Choon. “Tapi dia belum mengangkat teleponnya, mungkin karena sudah larut malam,” kata Jin Young.


Saat sampai di rumah, Il Seung mendapati Ddak Ji tertidur di atas meja. Il Seung membangunkannya.


Ddak Ji: “Kau sudah pulang. Ayo kita makan.”
Il Seung: “Nanti saja makannya. Ddak Ji, hal apa yang paling ingin kau lakukan?”
Ddak Ji: “Tidur. Aku sangat mengantuk.”
Il Seung: “Besok, apa yang paling ingin kau lakukan saat bangun besok?”
Ddak Ji: “Akan aku pikirkan besok.”
Il Seung: “Ayo kita pergi ke karaoke sekarang.”
Ddak Ji: “Sekarang?”


Il Seung bilang ia akan menyanyi lagu Big Bang dan Ddak Ji yang akan menari. Ddak Ji tertawa karena tidak percaya kalau Il Seung akan menyanyi. 


Il Seung  dan Ddak Ji terlihat berlari sambil menahan dingin.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| A Korean Odyssey
|| Black Knight
|| I'm Not a Robot
|| Two Cops
|| Doubtful Victory
|| Nothing to Lose
|| My Golden Life

Tempat karaoke yang mereka tuju ternyata sudah tutup. Il Seung lalu mengajak Ddak Ji mencari tempat karaoke lain. Tapi Ddak Ji menolak, karena mereka bisa pergi lain kali. Il Seung yang tahu hal itu tidak akan terjadi, lalu menawarkannya makan.


Ddak Ji berkata kalau tempat makan pun sudah tutup semua. Dia mengajak Il Seung pulang karena dia sangat mengantuk dan ingin tidur. Il Seung belum menyerah dan mengajak Ddak Ji membeli pakaian. “Ah, ponselmu berbunyi,” kata Il Seung.


Ddak JI mengeluarkan ponselnya, tapi dia hanya melihatnya saja. Lalu ia menatap Il Seung. Il Seung mengerti dan langsung mencontohkan cara mengangkat teleponnya.


“Hallo.. Apa? Jin Jin Young?” ucap Ddak Ji.


Ddak Ji bertemu Jin Young di sebuah cafe. Dan Il Seung mengawasi mereka dari luar.


“Astaga kenapa dia duduk tegak seperti itu. Dia kan tidak melakukan kesalahan.” Il Seung lalu melihat jam tangannya dan waktunya tinggal satu jam lagi. “Cepatlah keluar, kita tidak punya banyak waktu,” gumam Il Seung.


Ddak Ji bercerita bahwa Gil Choon akan marah jika orang-orang menyebutnya pemerkosa.
Flashback..


Gil Choon marah saat Baek Kyung dan Ddak Ji menyebutnya pemerkosa. “Berapa kali aku harus bilang? Aku tidak memperkosa wanita,” kata Gil Choon terakhir kali sebelum bebas.


Jin Young lalu mengajak Ddak Ji agar bicara lebih lanjut di Kantor Polisi. “Tidak, aku tidak mau ke Kantor Polisi. Sebenarnya hari ini aku juga tidak mau kemana-mana, tapi aku melakukannya demi Eun Bi.”

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Just Between Lovers
|| Jugglers
|| The Big Boss
|| Secret Seven
|| The Time We Were Not In Love
|| Borg Mom

Jin Young lalu meminta maaf karena menghubungi Ddak Ji terlalu larut. Ddak Ji meminta Jin Young menanyakan tentang Gil Choon dengan cepat, karena ada teman yang sedang menunggunya. “Temanmu? Kim Jong Sam?” tanya Jin Young cepat. Ddak Ji bilang bukan, karena Jong Sam sudah mati, tapi matanya melirik keluar.


Jin Young melihat ke arah yang sama dan akan mengejar Il Seung. Ddak Ji menahan tangannya dan berkata, “Jangan kejar dia. Dia bukan orang jahat. Dia juga petugas Polisi.”


Jin Young: “Dia Oh Il Seung. Dia Kim Jong Sam. Aku juga tahu itu.”
Ddak Ji: “Dulu dia juga lulus ujian Kepolisian.” [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon