12/19/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 14 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 14 Part 1

Il Seung melihat sekelompok pelajar yang melompat kegirangan sambil bernyanyi karena akan masuk ke tempat karaoke. “Ayo masuk..Big Bang.. Big Bang..”
Flashback..


Setelah selamat dari kontainer, Ddak Ji mengajak Il Seung ke karaoke, namun Il Seung menolak.


Ddak Ji masuk ke tempat karaoke. Awalnya dia diam saja. Tapi kemudian dia menyalakan lagu Big Bang. Ia mengambil mikrofonnya, tapi tidak sanggup bernyanyi karena sudah menangis duluan.


Il Seung lalu mengeluarkan barang-barang yang ada di tas Ddak Ji. Ada gelang milik Ddak Ji, foto-ftoo Eun Bi.
Flashback..


Il Seung mengingat saat Ddak Ji berharap bahwa Il Seung adalah Polisi sungguhan, sehingga bisa membuktikan kalau mereka tidak bersalah.


Ddak Ji juga ternyata masih menyimpan surat penerimaan Jong Sam saat lulus tes Kepolisian 10 tahun lalu. Il Seung menangis lagi.
Flashback..


Il Seung mengingat kenangan bahagianya bersama Ddak Ji 10 tahun lalu dan saat berada di penjara dulu. “Aku adalah adikmu yang manis dan baik,” ucap Ddak Ji dulu..


Jin Young pulang ke rumah dan langsung berbaring di ranjangnya. “Kim Jong sam..Oh Il Seung.. Kim Jong Sam..”gumamnya.
Flashback..


Saat Jin Young berada di Kantor Polisi untuk meminta keadilan terhadap kematian ayahnya, saat itu pula Ketua Jang, yang dulu masih detektif, menangkap Jong Sam.


Jin Young lalu menyalakan lampu meja belajarnya dan mengeluarkan sesuatu dari laci. Sebuah kartu ucapan bersampul ‘Love You’. Itu adalah kartu ucapan selamat dari ayahnya saat ia lulus sekolah.


Bersama kartu ucapan itu, ayahnya juga memberikan sebuah kalung.
Flashback..


Jin Young muda sepertinya membawa cake berhiaskan lilin, tapi ia tidak menemukan siapapun di ruang kerja ayahnya di Grup Jinsung.


Ia lalu melihat amlop yang berjudul surat wasiat dan sebuah kotak hitam di meja kerja ayahnya.


Jin Young meletakkan kembali kotak berisi kalung ke dalam lacinya.


Ketua Jang memindahkanTim Inspektur Kang menjadi Tim Investigasi Kriminal Tersembunyi. “Pada dasarnya ini adalah tim untuk menyelidiki dan mengatasi kasus kriminal yang tidak terlihat,” ucap Ketua Jang.


Inspektur bertanya mengapa timnya yang dipindahkan. Ketua Jang beralasan karena tim Inspektur Park telah menangani kasus Song Gil Choon.


Tapi Sersan Kwon merasa malah seperti menerima penurunan jabatan. Ketua Jang tidak menanggapinya dan menyuruh mereka mengosongkan ruangannya.


Tim Inspektur Park lalu membawa barang-barangnya pindah ke ruang gudang. Barang-barang berantakan di sana, bahkan listriknya pun mati. Sersan Kwon jadi semakin yakin kalau jabatannya diturunkan. Sersan Kim juga kesal karena diperlakukan seperti ini. Inspektur Park hanya bisa meminta maaf pada mereka.


Tapi Jin Young yakin mereka akan mendapat nilai tambah, karena kasus kriminal tersembunyi lebih sulit dari kasus biasa.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.


Il Seung lalu melapor kepada Inspektur Park bahwa dia petugas yang baru dipindahkan.


Ketua Jang sedang membaca berkas Il Seung, menerima telepon dari nomor rahasia.


“Ya.. aku mengirimnya kepada mereka. Lebih mudah jika dia berada di bawah pengawasanku. Jangan khawatir,” kata Ketua Jang.


Manajer Lee menutup teleponnya. Lalu Ketua Gook meminta maaf karena mereka tidak menyadari bahwa Oh Il Seung mengajukan pemindahakan ke Kepolisian saat mulai bekerja sama dengan Jaksa Kim. Tapi Ketua Gook berjanji akan segera mengurusnya.


“Aku mencemaskan hal yang lain. Orang yang seharusnya tidak bertemu, malah terus saja bertemu. Aku tidak suka itu,” kata Manajer Lee.


Tim Inspektur Park  bolak-balik merapikan barang-barang dan meninggalkan Il Seung hanya dengan Jin Young.


Il Seung: “Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa? Aku sudah menyiapkan diri  jika kau melemparkan bom.”
Jin Young: “Mengatakan apa? Bahwa kau Kim Jong Sam? Atau kau adalah tahanan mati yang melarikan diri? Atau kalau kau adalah seorang pembunuh jaksa?”


Il Seung; “Yang terakhir tidak benar, aku tidak membunuh jaksa.”
Jin Young: “Aku tahu.”
Il Seung: “Bagaimana kau tahu?”
Jin Young: “Karena saat itu kau sedang berada di tempat lain.”
Il Seung: “Dimana aku?”
Jin Young: “Lantai 18 gedung Grup Jinsung. Kau ada disana bersamaku.” [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon