12/20/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 15 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 15 Part 1

Jin Young berkata sebagaimanapun putus asa ibunya, dia tidak boleh menjual kalung itu karena merupakan pemberian ayahnya yang terakhir. “Tidakkah kau tahu betapa berharganya ini untukku?!” kata Jin Young kesal.


Ibunya berkata bahwa hanya bermaksud untuk menggadaikannya saja untuk meminjam uang dan akan segera mengembalikannya.


Karena tidak percaya pada ibunya, Jin Young memakai kalungnya dan menyuruh ibu agar menggadaikan perhiasannya sendiri. Tapi ibu bilang bahwa perhiasannya juga sudah digadaikan.


Jin Young bertambah kesal dan bertanya sebenarnya berapa banyak uang yang ibu butuhkan dan dihabiskan untuk apa. “Aku tidak menggunakannya. Aku menginvestasikan uangnya,” kata ibu. “Aku butuh uang untuk menghasilkan uang,” lanjut ibu lagi.


Jin Young tidak percaya dan menuduh ibu menggunakan uangnya untuk membeli barang. Jin Young bertanya investasi apa yang ibu lakukan. “Ide brilian yang kau tidak tahu,” jawab ibu.

Ibu mengatakan bahwa keuntungannya 212%. “Ibu, katakan investasi apa itu?” Ibu lalu membentuk tanda antena dengan kedua tangannya sambil tersenyum.


Terlihat listrik ruangan baru Tim Inspektur Park sudah menyala. Jin Young sedang menceritakan tentang investasi ibunya pada timnya. “Jangkrik,” kata Jin Young. Jin Young menduga ini adalah penipuan investasi dengan sistem piramida. Sersan Kwon berkata bahwa itu berarti mereka harus menangkap orang di posisi teratas.


Jin Young berkata, “Oleh karena itulah, aku pura-pura tertarik dan meminta ibuku agar aku bisa menemui mereka.” Inspektur Park lalu menyuruhnya berpura-pura menjadi orang kaya agar bisa ikut serta dalam kelompok itu.


Sersan Kim menganggap itu berbahaya. Sersan Kwon setuju dengannya dan mengusulkan agar mereka pergi bersama-sama. Tapi inspektur berkata bahwa wajah dan penampilan mereka berdua tidak cocok menjadi orang kaya.


“Terutama dia, lihatlah tampangnya seperti orang bodoh,” kata inspektur saat melihat Il Seung masuk ke dalam ruangan.


Jin Young menerima telepon dari ibunya. “ Ya, ibu. Bagaimana? Apa mereka mengizinkanku menemui mereka?”


Jin Young menemui ibunya
Ibu: Kau tidak punya maksud tersembunyi kan? Kau datang kesini karena kau pikir ini akan sukses kan?”
Jin Young: “Tentu saja. Ibu, aku punya perasaan baik kali ini. Jangkrik! Aku rasa ini akan menjadi hit.”
Ibu: “Dan yang mengajak kita berbisnis ini adalah seseorang yang kau kenal?”
Jin Young: “Benarkah? Siapa dia?”


Seorang pria datang dan melambaikan tangannya. “Pak Choi?” gumam Jin Young.
Flashback..


Pak Choi mengantarkan Jin Young muda ke dalam lift, dan berkata bahwa dia yang akan membawa barang-barangnya dan akan menunggunya di mobil.


Pak Choi: “Nona Jin.. Maksudku Jin Young. Kau sudah tumbuh besar, kau juga cantik.”
Jin Young: “Bagaimana kau..”
Pak Choi: “Aku rasa ini takdir kita. Kudengar kau menjadi diplomat.”


Ibu berbohong pada Pak Choi bahwa setelah ayahnya meninggal, Jin Young sekolah di luar negeri. Ibu menghentikannya dan mengajaknya bicara bisnis karena tidak ada gunanya membicarakan masa lalu. Ibu meminta Pak Choi agar Jin Young juga bisa ikut berinvestasi juga.


Pak Choi memegang tangan ibu untuk meyakinkan bahwa dia akan kaya lagi. Pak Choi lalu bertanya apakah Jin Young punya uang. Jin Young berbohong kalau dia punya saham asing, jadi dia punya uang.


Pak Choi lalu mengajak mereka ke lantai atas untuk membicarakannya. Jin Young menghentikannya dan bertanya siapa CEO-nya. “Aku dengar sangat penting untuk mengetahui pengalaman CEO-nya sebelum kita berinvestasi.”


Pak Choi: “Kau masih teliti seperti dulu. Jangan khawatir. Ini bisnisku.”
Jin Young: “Benarkah? Apakah banyak investornya? Ada berapa?”
Pak Choi: “Ini rahasia pemasaran, jadi aku tidak bisa mengatakannya padamu. Ketika nilai investasimu tinggi, baru aku bisa mengatakannya.”


Jin Young lalu meminta untuk melihat peternakannya dulu dan Pak Choi setuju. Jin Young juga mengatakan bahwa dia akan mengajak beberapa orang yang tertarik untuk berinvestasi juga. Pak Choi bertanya apakah mereka punya uang. “Aku bertemu mereka di pasar saham. Jadi mereka punya banyak uang,” jawab Jin Young.


Lalu Sersan Kim dan Kwon masuk dengan tampilan yang berbeda dari biasanya.


Di luar, Inspektur Park dan Il Seung mengawasi mereka. Tapi Il Seung memikirkan hal lain.
Flashback..


Setelah melihat ada kamera CCTV yang mengarah ke ruang istirahat penjaga malam, Il Seung pergi ke ruang kontrol. Namun anehnya, tidak ada tanda-tanda Ddak Ji masuk atau keluar dari sana.


Inspektur Park melihat Jin Young akan meninggalkan restoran. Ia menyuruh Il Seung mengikuti mereka. Il Seung yang sedang melamun malah berkata bahwa yag seharusnya terekam di CCTV malah tidak ada. Kemudian ia sadar telah mengucapkan hal yang tidak perlu.


Inspektur lalu mengatakan bahwa hal yang paling berbahaya adalah kehilangan fokus. “Hanya pikirkan utnuk menyelidiki kasusnya dan menangkap penjahat. Kalau tidak bisa, kau bisa pergi atau kau akan menyalakannya mesinnya,” kata Inspektur.


Jaksa Kim sudah sampai di kamar mayat dan mengecek sebuah mayat.


Jaksa Kim memastikan apakah benar Petugas Oh Il Seung yang menyimpannya disana. Petugas kamar mayat membenarkannya, dan berkata bahwa ll Seung akan melakukan otopsi pada mayat tersebut.


Jaksa Kim menunjukkan foto Il Seung dan petugas mengenalinya. Jaksa Kim lalu meminta inspektur untuk memberikannya pada tim forensik untuk diotopsi. Sedangkan dia sendiri akan kembali ke kantor.


Tidak jauh dari sana, Asisten Ki dan Pak Kwak mengintai mereka.
Pak Kwak: “Apa yang harus kita lakukan? Itu mayat Oh Il Seung kan?”
Asisten Ki: “Ya. 


Pak Kwak kesal karena seharusnya Asisten Ki mengawasi sampai mayat tersebut selesai dikremasi. Asisten Ki hanya bisa meminta maaf. Mereka kebingungan harus bagaimana menanganinya. “Ayo kita bersiap untuk dimarahi,” ajak Pak Kwak. 


Tim Jin Young sampai di peternakan jangkrik milik Pak Choi.


Inspektur Park dan Il Seung mendengar percakapan mereka dari mobil. “Setiap akun nilainya 2.000 dollar. Jika kau membayar biaya keanggotaan dan menjadi anggota, kau akan mulai dengan memiliki 10 akun per orang. Bunganya 10 dollar per hari dan 300 dollar per bulan.”


Inspektur menertawakan betapa konyolnya skema itu. Dia berkata bahwa mereka harus mendapatkan buku kas dan rekening banknya sebagai bukti.


Il Seung mengajak inspektur mengecek mobil Pak Choi. Inspektur bertanya apakah Il Seung punya kuncinya. “Tidak,” jawab Il Seung polos. Lalu mereka melihat Jin Young keluar sambil bicara di telepon.


Jin Young menerima telepon dari ibunya. Ia mengatakan agar ibu bicara dengan tenang dan menjelaskan apa yang terjadi. Ternyata ibu Jin Young tidak ikut ke peternakan.


Di rumah Jin Young,beberapa orang datang dan membawa barang-barangnya keluar.


Ibu mengatakan bahwa itu karena mereka belum membayar sewa rumahnya. Ibu meminta Jin Young untuk mengatakan pada Pak Choi bahwa dia butuh uangnya dan minta ditransfer. Jin Young menyuruhnya tenang dan minta pemilik rumah untuk mengambil dari uang deposit mereka saja.


“Kita tidak punya deposit lagi. Sudah lama aku memberikannya pada Pak Choi. Cepat minta dia untuk mengirim uangnya,” kata ibu panik dan hampir menangis. “Stooop..” kata ibu kepada para pekerja.


Pak Choi sedang menjelaskan tentang jangkriknya. Dia berkata akan membuat makanan berprotein tinggi. Dia akan mengeringkan, menggiling dan mengentalkan dengan jangkrk itu dengan tepung, sehingga akan menjadi jelly berprotein tinggi.


Sersan Kwon mencoba membuka kain hitam yang dijadikan penutup kandang, tapi seorang karyawan disana melarangnya.


Pak Choi juga mengatakan bahwa di Amerika sudah disetujui sebagai makanan pengganti, namun di Korea belum. Jadi ia mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang paling tepat untuk berinvestasi.


Pak Choi lalu mengambil seekor jangkrik dan mengatakan bahwa jangkrik tumbuh sangat cepat jadi itulah alasan mengapa dia menawarkan keuntungan yang tinggi.


Jin Young: “Ibu, dia itu penipu. Aku kesini untuk menangkapnya. Berapa yang kau berikan padanya? Apa?! 100.000 dollar?!”


Sersan Kwon masih berusaha membuka kain penutupnya. Kini pak Choi yang melarangnya dengan alasan jangkrik-jangkrik itu akan stres. Pak Choi lalu menunjuk orang-orang yang merawat jangkrik itu dengan penuh kasih sayang. (haha.. tapi lebih mirip preman)


Jin Young masuk dengan marah dan mengajak Pak Choi mati bersama saja. “Kau dan aku. Ayo kita mati bersama!”


Inspektur dan Il Seung panik, mereka lalu bergegas keluar dari mobil.


Jin Young membuka kain penutupnya dan isinya hanya kardus-kardus kosong. Jin Young melemparkan kardus itu ke Pak Choi. Pak Choi menyuruh anak buahnya agar menghentikan mereka dan dia sendiri melarikan diri. Jin Young mengejar Pak Choi.


Anak buah Pak Choi mengeluarkan pisau. 


Sersan Kim berkata, “Hey, kami Polisi. 1..2..3.” Lalu mereka mengeluarkan pisau kejut dan menembakkannya.


Inspektur Park langsung masuk ke peternakan, tapi Il Seung berlari ke arah mobil Pak Choi dan berusaha membukanya.


Saat inspektur Park masuk, ia melihat Sersan Kwon dan Kim sudah berhasil mengatasi penjahatnya. “Dimana Jin Young?” tanya inspektur.


Jin Young masih mengejar Pak Choi. Ketika berhasil mendapatkannya, Jin Young langsung membantingnya.


Inspektur melihat Jin Young sudah menangkap Pak Choi. Di depan mereka, ada Il Seung yang menunjukkan sebuah buku catatan dan beberapa buku tabungan di tangannya. Ia berhasil membobol mobil Pak Choi.


“Buku kasku.. Buku kasku! Bagaimana kau.. Dimana kau..” teriak Pak Choi.


Ketua Gook kesal karena baru saja dia selesai dengan urusan 100 juta dollar, kini ia harus mengurus mayat Oh Il Seung. Pak Kwak berkata akan sulit mengidentifikasinya karena mayatnya sudah terbakar. Mereka memastikan bahwa wajahnya tidak akan bisa dikenali, tidak bisa mengecek sidik jari, dan juga tidak ada cacatan gigi.


Ketua Gook lalu bertanya bagaimana jika masih bisa diidentifikasi. Pak Kwak memberi tahu bahwa mayat itu tercatat sebagai mayat Kim Jong Sam. Untuk berjaga-jaga, Ketua Gook meminta Baek Kyung bersiap. Ia berkata, “Kim Jong Sam sudah hidup terlalu lama.”


Inspektur datang dan memberitahu bahwa mereka berhasil menemukan sidik jari. 


Jaksa Kim membaca hasil pemeriksaannya dan menemukan bahwa itu adalah Kim Jong Sam 


“Dia tahanan mati. Dia Kim Jong Sam, seorang tahanan mati. Aku mengerti sekarang. Orang NIS memang pintar. Mereka melakukan pekerjaan menakjubkan dengan menukar mereka. Tapi inspektur, mereka tidak bisa membodohiku. Mayat itu adalah Oh Il Seung yang asli,” kata Jaksa Kim sambil tersenyum.


Inspektur berkata bahwa mereka tidak memiliki buktinya. “Tidak ada. Tapi kita punya saksinya. Petugas Polisi Oh Il Seung yang palsu. Aku akan mendapatkan pengakuannya,” kata Jaksa Kim lagi. Inspektur bertanya bagaimana caranya, tapi Jaksa Kim hanya mengedipkan matanya sambil tersenyum.


Jaksa Kim mengambil jaketnya dan langsung pergi keluar. Inspektur tampak kebingungan.


“Terima kasih, Inspektur Park. Silakan lanjutkan dan terus kabari aku,” kata Pengacara An di telepon.


Pengacara An lalu mengabarkan hal itu kepada Manajer Lee dan Ketua Gook juga ada disana. Ketua Gook berkata bahwa Jong Sam tidak akan semudah itu terkena umpan Jaksa Kim. Manajer Lee mengingatkan bahwa satu langkah saja yang salah, maka bisa merusak segalanya.


Tim Inspektur Kang membawa Pak Choi dan komplotannya ke Kantor Polisi.


Il Seung turun dari mobil, dan Jaksa Kim sudah menunggunya.


Jaksa Kim berkata,“Kau baru kembali dari menangani kasus? Apa kau senang bermain menjadi Oh Il Seung?”Il Seung tidak mempedulikannya dan pergi.


“Tahanan 3909 Kim Jong Sam, apa kau senang menjadi Oh Il Seung?” [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon