12/20/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 15 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 15 BAGIAN 1


#15 – Aku Menginvestasikannya


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 14 Part 2

“Aku tahu kau tidak membunuh jaksa itu, karena saat itu kau sedang bersamaku, di lantai 18 Gedung Grup Jinsung,” kata Jin Young.
Flashback..


Sepuluh tahun lalu pada malam kejadian, Jong Sam muda sepertinya akan masuk ke ruang kerja ayah Jin Young.


Il Seung: “Jika kau tahu aku ada disana, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa saat itu?”
Jin Young: “Aku mengatakannya pada detektif saat itu juga, tapi itu tidak berguna.”
Il Seung: “Kenapa? Mereka tidak percaya padamu?”
Jin Young: “Tidak. Tapi karena kau mengaku, kau bilang kaulah pembunuhnya.”
Flashback..


“Aku melakukannya. Jadi lepaskan Ddak Ji, brengsek! Akulah pembunuhnya!” teriak Jong Sam muda saat melihat Ddak Ji yang disiksa.


Il Seung lalu bertanya apa yang dulu dilakukan Jin Young di gedung itu. Tapi Jin Young tidak menjawab dan pergi meninggalkan Il Seung.


Il Seung ingin mengejarnya tapi Sersan Kim sudah kembali dan menyuruhnya membantu merapikan ruangan.


Ketua Jang: “Tidak.”
Ins. Park: “Aku belum bicara apa-apa.”
Ketua Jang: “Kau akan tetap di Tim Investigasi Tersembunyi. Itu keputusan dari atasan. Duduklah.”


Inspektur Park ternyata datang bukan untuk itu. Dia bertanya kenapa Il Seung masuk ke timnya. Ketua Jang bilang itu karena Inspektur Park kekurangan orang. Ketua Jang lalu memberikan berkas biodata Il Seung padanya.


Ins. Park: “Apa kau yakin? Kau tidak melempar masalah pada kami kan?”
Ketua Jang: “Jadi kau tidak mau menerimanya?”
Ins. Park: “Aku akan menerimanya, tapi aku ingin tahu, kenapa harus timku?”
Ketua Jang: “Karena timmu yang tahu paling banyak tentang dia.”


Ketua Jang yakin Inspektur Park akan mengawasi Il Seung dengan baik. Ia beralasan kalau ia juga khawatir. Inspektur Park lalu menerima telepon dan mengatakan bahwa mereka kedatangan tamu.


Tamu yang dimaksud adalah Jaksa Kim. Ia langsung menyapa Inspektur Park dengan mengatakan bahwa mereka telah menerima seorang pencuri. “Petugas Oh, kau pasti sangat senang karena ada yang mendukungmu?” tanya Jaksa Kim sinis namun sambil tersenyum.


Jaksa Kim lalu memperkenalkan dirinya sebagai jaksa yang bertanggung jawab atas Tim Kejahatan Tersembunyi. Jaksa Kim bertanya apakah dia bisa mempercayai hasil investigasi mereka, mengingat orang yang harusnya ditangkap pertama kali malah menjadi bagian dari tim penyelidiknya.


Jaksa Kim: “Dan aku merasa tidak nyaman tentang itu.”
Ins. Park: “Kami belum  tahu apakah dia memiliki kemampuan atau tidak. Jika tidak, maka kami akan menendangnya. Jika sudah selesai bicara, kau bisa pergi.”
Jaksa Kim: “Ya, kau harus mencaritahu. Aku juga akan kembali ke kantorku dan mengecek apakah dia memiliki kemampuan atau tidak.”


Inspektur Park lalu mengajak Il Seung bicara di luar. Dia bertanya siapa Il Seung sebenarnya dan apakah Il Seung adalah pesuruh yang dikirim dari NIS, atau dia adalah benar-benar seorang detektif.


Il Seung mengingat keinginan Ddak Ji agar dia menjadi Polisi sungguhan. “Aku Detektif Oh Il Seung,” jawabnya.


Ins. Park: “Apa yang ingin kau lakukan dengan menjadi detektif?”
Il Seung: “Aku disini untuk menangkap orang jahat.”
Ins. Park: “Aku rasa kau jujur. Ingat ini baik-baik. Kerja tim sangat penting bagi detektif. Kerja tim berawal dari rasa saling percaya. Jangan berpikir untuk menusuk orang dari belakang atau banyak yang akan terluka.”
Il Seung: “Ya, Pak.”


Jaksa Kim keluar dari Kantor Polisi lalu memberi intruksi pada inspektur agar pergi ke seluruh rumah sakit dan tempat yang memiliki kamar mayat. Dia menyuruhnya mencari daftar mayat pria yang belum teridentifikasi. “Dan bawakan juga laporan kematian tidak wajar dari setiap daerah.”


Inspektur: “Baik. Apa yang akan kau lakukan dengan itu semua?”
Jaksa Kim: “Aku akan mencari Oh Il Seung. Oh Il Seung asli yang aku yakin sudah mati.”


Inspektur mengadakan rapat tim pertamanya di ruangan baru dan terlihat listrik belum menyala disana. Dia menjelaskan apa itu Tim Kejahatan Tersembunyi. “Misalnya jika seseorang membunuh, lalu menguburkan korbannya, dan tidak ada seorang pun yang tahu.” Dia lalu menyuruh mereka agar pergi ke setiap daerah dan membawa semua kasus yang sudah dilaporkan tetapi tidk bisa ditangani karena tidak ada petunjuk.


“Dae Woong, Min Pyo, kalian satu tim.”


“Letnan Jin, kau bawa Petugas Oh. Kalian satu tim sekarang.”


Sersan Kwon: “Dia benar-benar anggota tim kita?”
Ins. Park: “Ya. Oh Il Seung, di Akademi Kepolisian kau kelas berapa?”
Il Seung: (mengingat surat penerimaan Polisi Jong Sam): “282, Pak.”
Sersan Kwon: “Tungg. Sersan Kwon, bukankah kau di 283? Berarti kau yang paling muda disini.”


Sersan Kwon cemberut. Mereka lalu menertawakannya yang akan menjadi anggota paling muda selama enam bulan kedepan. “Oh, baby.. kau lucu sekali,” goda Sersan Kim.


Jin Young lalu menyuruh Il Seung mengganti pakaiannya. “Hah?” tanyanya. Jin Young terkejut karena Il Seung tidak membawa pakaian bebas.


Istri Inspektur Park, Cha Kyung, datang membawakan kopi karena mereka menempati tempat baru sekarang. Ia juga menyapa Il Seung sebagai orang baru dan menawarkannya kopi. “Tapi aku belum pernah mencoba kopi hitam,” kata Il Seung.


Inspektur Park lalu mengusir mereka. Cha Kyung lalu memberikan kopinya. Inspektur Park sangat senang melihat istrinya datang.


Sersan Kwon: “Apa dia cantik?”
Il Seung: “Ya.”
Sersan Kwon: “Dia adalah kekasih rekan kerja Inspektur Park. Rekannya menghilang, lalu mereka menikah.”


Cha Kyung bertanya apakah Inspektur Park tidak senang melihatnya datang. Inspektur menjawab dia hanya merasa malu dilihat anak buahnya. Cha Kyung datang karena mendengar penurunan jabatan suaminya, jadi dia ingin mengecek seberapa buruk keadaannya.


Inspektur berkilah bahwa dia tidak mengalami penurunan jabatan, tapi sedang diberi tugas yang sangat penting. “Kelihatannya tidak begitu. Malam ini aku akan memanggang daging sapi untuk meningkatkan energi Isnpektur Park. Pulanglah lebih awal,” kata Cha Kyung sebelum kembali ke cafe.
Flashback..


Inspektur Park mengingat saat Kang Chul Gi menyapanya di lobi Kantor Polisi.


Kang Chul Gi datang dan meminta maaf karena berbuat gegabah di Pelabuhan Incheon.  Manajer Lee bilang tidak perlu mintaa maaf, Chul Gi hanya melakukan apa yang dia suka.


Pengacara An keluar. Dan saat masuk lagi dia mengatakan bahwa Jaksa Kim mulai mencari mayat Oh Il Seung.


Pak Kwak dan Asisten Ki sedang mengecek nota-nota pengeluaran yang akan mereka klaim ke kantor. Lalu ponsel Pak Kwak berdering. “Ya, Nyonya. Mayat Oh Il Seung? Kami sudah mengkremasinya,” jawab Pak Kwak lalu menutup teleponnya. Asisten Ki terkejut.


“Kita belum mengeceknya,” kata Asisten Ki. Mereka langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pergi.


Jaksa Kim mengatakan bahwa tinggi Oh Il Seung 190 cm, jadi dia sudah memisahkan daftar mayat dengan tinggi lebih dari 185 cm.


Saat melihat daftarnya, terdapat nama Petugas Polisi Oh Il Seung sebagai orang yang menyimpan mayat. “Telepon kantor ini dulu. Katakan pada mereka, kita akan kesana.”


Il Seung pulang ke rumah dan mengganti pakaiannya. Dia lalu membungkuk hormat pada seraga, Polisi yang sudah digantungnya. “Maafkan aku, Tuan Oh Il Seung. Kau hanya akan tinggal di sini sebentar lagi.”


Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel. Il Seung mencarinya dan ternyata itu berasal dari ponsel yang ada di tas Ddak Ji. Eun Bi menelepon dan Il Seung mengangkatnya, “Hallo?”


Kalung Jin Young yang merupakan pemberian ayahnya, terlihat ada di atas etalase sebuah toko.


Pelayan toko menelepon Jin Young dan mengatakan kalau ibunya ingin menjual kaluk milik Jin Young. Ibunya lalu meminta telepon itu dan akan bicara langsung pada Jin Young. “Kapan aku bilang kalau aku ingin menjualnya?”


“Tidak. Aku tidak akan menjual apapun. Aku hanya ingin menggadaikannya untuk sementara. Dan meminjam uang. Aku membutuhkan beberaoa ratus dollar segera. Tapi aku butuh,,,” kata Ibu.


“Apa ibu sudah gila? Darimana aku mendapatkan uangnya? Ibu dimana? Temui aku di rumah sekarang. Kalau ibu tidak muncul atau melarikan diri, aku akan menaruh ibu di daftar pencarian orang. Cepat pulang,” kata Jin Young sambil terburu-buru masuk ke mobil.


Il Seung menemui Eun Bi di restoran tempatnya bekerja dan mengembalikan ponsel Ddak Ji. Eun BI menatap ponselnya dan mulai menangis.


Il Seung berusaha mengalihkan perhatiannya dengan bertanya apakah Eun Bi sudah mulai bekerja lagi. Eun Bi berusaha tersenyum dan mengatakan bahwa semuanya terasa lebih baik jika ia bekerja.


Eun Bi lalu memberikan kantong kresek hitam dan berkata, “Kakakku meninggalkan ini.” Il Seung membukanya dan sepertinya Ddak Ji belum sempat menggunakan uang itu sama sekali.


Il Seung kembali ke kantor Polisi dengan membawa kantong uangnya. Ia melewati tempat istirahat malam petugas, dimana ia pernah menyuruh Ddak Ji bersembunyi disana.
Flashback..


Saat itu, Il Seung mengatakan pada Ddak Ji bahwa tempat itu aman. Padahal yang terjadi adalah Baek Kyung dengan mudah masuk dan menculik Ddak Ji.


Il Seung lalu melihat ada CCTV yang mengarah pada ruangan tersebut. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon