12/20/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 16 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 16 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 16 Part 1

Il Seung meninggalkan Kantor Polisi. Ia mengingat kembali kata-kata Jaksa Kim.


“Aku berjanji. Temui aku di Kantor Kejaksaan Umum jam 8 malam. Kita akan mengadakan konferensi pers. Jika kau tidak datang aku akan mengumumkan pencarian menyeluruh,” kata Jaksa Kim.


Il Seung melihat jam tangannya dan masih sekitar 30 menit menuju jam delapan. Langkahnya terhenti dengan Ketua Gook yang tiba-tiba turun dari mobilnya. 


Flashback..
Il Seung mengingatnya sebagai wanita yang menyuruh Pak Kwak agar menyelamatkan uangnya dulu dibanding Ddak Ji saat di Pelabuhan Incheon.


“Kau mengenaliku kan? Kau pasti tahu betapa jahatnya aku. Aku dengar kau akan mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Kim,” kata Ketua Gook sambil memberi kode pada Il Seung agar melihat ke arah mobil.

Terlihat Kang Chul Gi dengan kepala berlumuran darah duduk di kursi belakang diantara Baek Kyung dan Pak Kwak. Ketua Gook lalu mengingatkan Il Seung bahwa Chul Gi pernah menyelamatkannya, jadi Il Seung harus membalas budinya.


Ketua Gook menyuruh Il Seung masuk ke mobil, maka dia akan membebaskan Chul Gi. Tapi jika Il Seung menolak, maka mereka akan membunuh Chul Gi. Chul Gi menggelengkan kepalanya.


Jaksa Kim menatap berkas Konferensi Pers terkait manipulasi identitas Kim Jong Sam yang dilakukan oleh NIS dan juga berkas pembunuhan tahanan Kim Jong Sam di Penjara Musan.


Jaksa Kim berjalan mondar-mandir di belakang meja kerjanya. Ia mengecek jam tangannya dan sudah jam 8 malam. Terdengar pintu diketuk. Jaksa Kim terlihat was-was.


Il Seung sendiri sedang berada dalam keadaan terikat di tempat yang mirip seperti pabrik.


Chul Gi berlari dalam keadaan terluka sambil membawa kantong kresek berwarna hitam.


Jaksa Kim kecewa karena yang datang adalah Inspektur Park yang mengabarkan bahwa para reporter sudah menunggu. Ia lalu mengambil berkas pembunuhan Kim Jong Sam dengan tersangkanya adalah Oh Il Seung.


Pak Kwak memberitahu Ketua Gook bahwa konferensi pers akan segera dimulai. Ketua Gook sudah tahu bahwa konferensi pers akan dimulai terlambat karena Jaksa Kim menunggu Kim Jong Sam. “Betapa naifnya dia,” ujar Ketua Gook. Pak Kwak juga memberikan remote TV pada Ketua Gook karena konferensi akan ditayangkan secara langsung.


“Kunci kasus ini adalah mantan agen NIS dan saat ini adalah seorang Polisi bernama Oh Il Seung.” Kata Jaksa Kim membuka konferensi.


“Tambahannya adalah ini...” Jaksa Kim mengangkat kantong kresek berwarna hitam. “Yang merupakan bukti yang akan mengungkap kebenaran kasus ini.”


Manajer Lee sedang rapat bersama seseorang, tetapi Pengacara An masuk dan membisikkan sesuatu kepadanya. Manajer Lee tampak khawatir.


“Kami melacak uang dan menemukan bahwa padatanggal 27 bulan lalu, Gook Su Ran mengambil uang ini dari Bank Hangook. Ini menjadi merupakan pendanaan untuk proyek istimewa NIS,” kata Jaksa Kim.


Ketua Gook yang menonton konferensi itu sangat terkejut. “Apa kau gila?” kata Pak Kwak sambil membenamkan kepala Il Seung ke dalam ember berisi air.


Manajer Lee dan Pengacara An juga menonton konferensi persnya. “Menurut pemberitahuan yang baru saja dikirimkan oleh NIS, sidik jadi Mantan Presiden Lee Kwang Ho juga ditemukan di uang tersebut,” lanjut Jaksa Kim.
Flashback..


Sebelumnya, Il Seung ke kantor untuk mengambil uang yang dikembalikan Eun BI. Ia ternyata akan menyerahkannya pada Jaksa Kim. Kemudian saat Chul Gi dilempar keluar dari mobil, Il Seung membantunya berdiri sambil menyerahkan uang itu. Lalu Chul Gi membawa uang itu kepada Jaksa Kim.


Jaksa Kim juga mengatakan bahwa bukti yang mereka amankan adalah 30.000 dollar yang akan menjadi poin awal dari total 100 juta dollar yang digunakan sebagai uang suap. “Dimana  Kim Jong Sam?” tanya Manajer Lee pada Pengacara An.


Il Seung melawan dan menarik kepalanya dari air. Dan Pak Kwak melakukannya lagi.


“Yang paling aku khawatirkan adalah Polisi Oh Il Seung yang membuat laporan ini. Ketika dia memutuskan untuk membongkarnya, dia mengatakan ini padaku: ‘Aku tidak akan bunuh diri. Jika kau menemukanku mati berarti aku telah dibunuh. Tolong temukan kebenarannya untukku’.”


Il Seung tersenyum sedangkan Ketua Gook ketakutan. Ketua Gook lalu membaca pesan dari Manajer Lee yang mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Il Seung.


“Sampai Petugas Oh kembali dengan aman ke posisinya, aku harap kalian bergabung bersamaku mengawasi....” Lalu Ketua Gook mematikan TV-nya. 


Il Seung dibawa menemui  Manajer Lee. “Beraninya kau merusak rapat Manajer Lee? Nilainya jutaan,” Kata Pengacara An.


Il Seung: “Aku senang.” Lalu Pak Kwak menendangnya.
Ketua Gook: “Jangan terlalu senang. 30.000 dollar tidak cukup untuk melakukan sesuatu.”
Il Seung: “Senang? Aku tidak senang. Bagaimana aku bisa bahagia jika Ddak Ji mati? Dia hanya anak-anak. Dia tidak punya orang tua ataupun uang. Dia tidak punya tempat tinggal. Dia bahkan tidak bisa menyakiti orang lain. Kenapa kau membunuhnya?!” Giliran Pengacara An yang memukulnya.


Il Seung masih meluapkan kemarahannya dengan mengatakan bahwa dunia tidak akan mendengarkan ia ataupun Ddak JI. Sedangkan Manajer Lee adalah orang yang berkuasa dan tidak mungkin Ddak Ji melawannya. “Kenapa kau membunuhnyaaaa?!” teriak Il Seung.


Manajer Lee lalu memberi kode dengan tangannya agar membawa Il Seung pergi.


“Kau jangan merasa lega. Kau pikir 30.000 tidak ada apa-apanya? Ini hanya awalnya! Ini hanya permulaan, brengsek!” teriak Il Seung sambil dibawa pergi Pak Kwak. Pengacara An menutup pintu, dan Ketua Gook lagi-lagi hanya bisa meminta maaf.


Jaksa Kim masuk ke toilet dan Chul Gi sudah menunggunya disana. Jaksa Kim menyuruh Chul Gi menelepon seseorang dan dia akan menunda kasus tuduhan pembunuhan Il Seung.


“Menunda? Dia tidak bersalah! Kau harus menutup kasusnya. Kau tahu dia bukan penjahat sesungguhnya, tapi kau tetap ingin menuntutnya. Jangan menjadi politis. Bukankah itu yang dilakukan penggertak?” kata Chul Gi lalu meninggalkan toilet.


Setelah Chul Gi pergi, Jaksa Kim terlihat berpikir sejenak, lalu tersenyum.


Di ruang interogasi, Pak Choi memberikan cap jari pada sebuah surat pernyataan di depan Sersan Kwon dan Kim.  Pak Choi lalu meminta mereka memanggilkan Jin Young, karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan.


Il Seung tampak kembali ke Kantor Polisi.


Jin Young ada di ruang interogasi tapi dia sendirian. Dia sedang termenung.
Flashback..


“Jin Young, ini tentang Ketua Jin. Dia tidak jatuh dari kantornya. Dia jatuh dari atap. Ayahmu tidak bunuh diri,” ungkap Pak Choi.


Jin Young keluar dari ruang interogasi dan saat berjalan menuju ruang kerjanya, ia melihat Oh Il Seung. Jin Young bertanya apakah Il Seung dipukuli. Il Seung tidak menjawab.


Jin Young: “Kenapa kau menatapku seperti itu?”
Il Seung: “Karena ada yang harus kukatakan padamu. Aku tidak akan mengundurkan diri. Besok aku juga akan datang untuk bekerja. Jadi kau harus menyerah. Aku akan melanjutkan menjadi Polisi.”
Jin Young: “Benarkah? Sampai kapan?”
Il Seung: “Sampai aku menangkap Lee Kwang Ho.”


Jin Young tidak peduli dan melanjutkan langkahnya, tapi Il Seung kembali berbicara, “Dan juga, aku tidak membunuh ayahmu.”


Jin Young: “Aku tahu. Lalu apa yang kau lakukan di lantai 18? Jawab aku. Kenapa kau disana?”
Il Seung: “Karena kau. Aku sudah mencarimu sejak lama. Aku tidak dapat menemukanmu hingga hari itu. Itulah kenapa aku mengejarmu. Karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Aku bukan anak nakal, aku Kim Jong Sam. Bagaimana denganmu? Siapa namamu?”


Jin Young tidak bisa berkata apa-apa. “Tapi sekarang, namaku Oh Il Seung.”


Il Seung lalu berjalan meninggalkan Jin Young yang masih diam terpaku. Jin Young lalu tampakseperti ingin memanggil Il Seung, tapi dia mengurungkan niatnya. [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon