12/20/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 16 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 16 BAGIAN 1


#16 – Pilih Diantara Dua


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 15 Part 2

“Bagaimana aku memanggilmu? Petugas Polisi Oh Il Seung atau Kim Jong Sam? Kau pilih yang mana? Kau tidak tahu? Kau suka keduanya?” tanya Jaksa Kim yang sudah membawa Il Seung ke kantornya.


Il Seung diam saja, jadi Jaksa Kim akan membantunya menjawab pertanyaan itu. “Nomor 1. Jika kau memilih untuk menjadi Kim Jong Sam, kau dapat mengaku bahwa kau adalah Kim Jong Sam dan katakan pada dunia tentang kejahatan Lee Kwang Ho, ikuti dia, lalu kembali ke penjara.”


Jaksa Kim menebak identitas Il Seung yang berubah seluruhnya adalah perbuatan NIS. Jaksa Kim mengatakan bahwa jika ia menemukan bukti Il Seung telah memalsukan identitas dan mendapatkan kesaksian atau narapidana di penjara, maka semuanya akan berakhir. “Atau nomor dua, jika kau memilih menjadi Oh Il Seung. Mereka bilang ini milik Kim Jong Sam, tapi aku yakin hasil otopsi ini adalah milik Oh Il Seung.”


Jaksa Kim lalu membacakan penyebab kematiannya yaitu guncangan eksternal, yang berarti dia dibunuh dan mereka juga menemukan bahwa DNA mayat itu adalah milik seorang tahanan. “Jadi, jika kau memilih sebagai Oh Il Seung, kau akan dituduh mmebunuh Kim Jong Sam dan berakhir di penjara.”

“Pilihlah!” suruh Jaksa Kim.


“Jika Kim Jong Sam mengakui bahwa dia adalah Kim Jong Sam, maka semuanya akan berbalik.Jika Kim Yoon Suu berhasil memojokkannya, maka dia tidak punya pilihan lain. Jika aku Kim Yoon Su, aku akan membuatnya mengaku,” kata Manajer Lee.


Pengacara An kembali mengabarkan kalau di tubuh Oh Il Seung ditemukan DNA Kim Jong Sam, jadi Jong Sam akan dituduh untuk pembunuhan. Dia juga mengatakan bahwa mereka tidak bisa menekan siapapun karena Jaksa Kim yang mengurusnya.


Ketua Gook sudah siap menghabisi Jong Sam jika Manajer Lee memberi perintah. Tapi Pengacara An bilang itu tidak masuk akal, karena mereka tidak akan tinggal diam jika ada sesuatu yang mencurigakan.


“Kita kalah dalam kampanye. Siatuasinya sangat berbeda jika dibandingkan saat Blue House berada di pihak kita,” kata Pengacara An lagi. Ketua Gook lalu berkata, “Kalau begitu, kita akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi.”


Jin Young memarahi ibunya karena mengeluarkan uang 100.000 dollar tanpa berkonsultasi dengannya dulu. Ibu berkata bahwa dia bermaksud memberi kejutan pada Jin Young.


“Aku ingin membuat uangnya menjadi 20 kali lipat, membeli rumah yang lebih besar, membuatmu berhenti dari pekerjaanmu, mengatur kencan buta untukmu dengan pria kaya, dan membuatmu menikah dengan keluarga kaya,” kata ibu dengan santai.


Ji An bertanya berapa banyak ibu berhutang, karena ia tahu nilai deposit rumah dan perhiasan ibu tidak sampai 100.000 dollar. Ibu menyuruh Jin Young tidak perlu khawatir karena ia akan membayar hutangnya.


Jin Young: “Bagaimana? Bagaimana kau akan membayarnya? Kau sudah menghabiskan semua uang peninggalan ayah, dan kau juga menjual rumah! Bagaimana kau membayar 100.000 dollar?!”
Ibu: “Jin Young, hentikan. 100.000 itu tidak banyak, kenapa kau berteriak padaku? Ketika ayahmu masih hidup..”
Jin Young: “Dia tidak disini. Ibu, kita sudah tidak punya ayah lagi. Kita tidak punya uang itu. Kita tidak akan pernah punya uang seperti itu lagi. Jadi ibu aku mohon, tidak perlu mencoba untuk menghasilkan uang. ”


Ibu berteriak dan bertanya bagaimana mereka bisa hidup tanpa uang. Ibu lalu menyalahkan ayah yang meninggalkannya seperti itu.


Ibu menangis histeris dan Jin Young memeluknya.


Setelah itu, Jin Young pergi lagi dan masuk ke dalam mobilnya. Ia menemukan jepit rambut pemberian Il Seung setelah Il Seung meminjam mobilnya.
Flashback..


Di hari kejadian, Jin Young baru lulus dari sekolah di luar negeri datang ke kantor ayahnya untuk memberi kejutan, karena ayahnya berulang tahun.Pak Choi menyambutnya dan membawakan koper Jin Young.


Pak Choi memberitahu kalau ayah Jin Young baru saja naik ke kantornya. Jin Young meminta Pak Choi tidak memberitahu ayahnya tentang kedatangannya. Ia lalu masuk lift dan naik ke lantai 18.


Jin Young menyiapkan cake dan topi ulang tahun, lalu dia mendengar suara. Dia keluar dan melihat Jong Sam sedang berjalan.


Jin Young melihat Jong Sam akan masuk ke suatu ruangan.


Jin Young sendiri masuk ke ruang kerja ayahnya tapi tidak bisa menemukan ayahnya disana. Ruangannya juga gelap. Dia lalu menghubungi ponsel ayahnya, namun tidak ada jawaban.


Jin Young lalu melihat sebuah kotak hitam dan amplop putih di atas meja kerja ayahnya. Ia membaca judul amplop itu adalah surat wasiat. Tiba-tiba telepon di meja berbunyi, dan Jin Young mengangkatnya.


Dia terkejut dan langsung berlari ke arah jendela. Ia melihat ayahnya sudah jatuh ke tanah.


Jin Young turun dan berlari menuju ayahnya, tapi Pak Choi berusaha menahannya. “Tidak! Ayah!” teriak Jin Young sambil menangis.
-Flashback end-


Jin Young sadar dari lamunannya dan mengencangkan sabuk pengamannya.


Il Seung kembali ke Kantor Polisi dan menatap meja kerjanya.
Flashback..


Jaksa Kim memintanya untuk mengatakan siapa pembunuh sebenarnya dan juga proses perubahan identitasnya. “Maukah kau membersihkan nama Oh Il Seung, membalas dendam pada Lee Kwang Ho, lalu pergi ke penjara atau hanya dituduh sebagai pembunuh lalu dipenjara?”


Il Seung duduk di kursinya. Tak lama Jin Young juga masuk kesana dan berkata, “Apa yang kau lihat? Apa kau tidak pernah melihat orang yang kehilangan uang? Astaga, Kim Jong Sam.”


Jin Young: “Kenapa namamu Kim Jong Sam?”
Il Seung: “Ehem.. Karena aku dilahirkan di Jongno Sam-ga.”
Jin Young: “Bagus kau tidak lahir di Euljiro Sam-ga, karena nanti namamu akan menjadi Eul Sam.” 


Jin Young menebak bahwa Il Seung tidak tahu arti nama Oh Il Seung. Ia lalu bertanya kenapa Il Sueng menggunakan namanya dan berpura-pura menjadi Polisi padahal tahu bahwa itu salah. Jin Young lalu menyuruh Il Seung menulis surat pengunduran diri sebelum ia memberitahukannya pada yang lain. 


Il Seung mengeluh karena hari ini banyak sekali yang menyuruhnya mengatakan sesuatu. “Lalu kenapa kau tidak mengatakan alibiku juga 10 tahun lalu? Aku ingin sekali mengatakan semuanya, menangkap penjahatnya dan membersihkan namaku. Kau bilang kau melihatku.Kau bilang kau ada di lantai 18. Kau berbohong kan? Itu tidak masuk akal.”


“Aku ditangkap di tempat bernama Odong Blowfish House. Nama dan wajahku ada di TV. Kau ada di lantai 18 gedung Jinsung malam itu. Bagaimana kau tahu kalau aku dituduh membunuh dan pergi ke Kantor Polisi?” lanjut Il Seung lagi.


“Karena ayahku meninggal malam itu. Pimpinan Grup Jinsung, Jin Jung Gil. Aku datang ke Kantor Polisi untuk mengatakan bahwa ayahku tidak bunuh diri. Aku melihatmu disana,” jawab Jin Young.


Jin Young mengatakan bahwa ia sangat terkejut saat mendengar Jong sam membunuh seorang jaksa, karena dia mengira bahwa Jong Sam membunuh ayahnya.


“Kenapa kau ada di depan kantor ayahku saat itu?” tanya Jin Young. Tapi Jong Sam tidak menjawabnya dan malah berdiri dan akan pergi. Jin Young kembali mengingatkan agar Il Seung menulis surat pengunduran dirinya.


“Aku akan sudah dipecat ketika kau kembali. Jaga dirimu,” kata Il Seung.
Flashback..


Jaksa Kim: “Pilihlah sekarang.”
Il Seung: “Kim Jong Sam. Itu pilihanku.” [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon