12/26/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 17 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 17 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 17 Part 1

Il Seung menemui Baek Kyung di rumah sakit tempat ia pura-pura dirawat.


Baek Kyung: “Apa yang kau lakukan disini?”
Il Seung: “Aku mencari Kang Chul Gi.”
Baek Kyung: “Aku juga akan mencarinya.”
Il Seung: “Kau punya pesan untukknya?”


Il Seung: “Kau harusnya mendapat perawatan, bukankah ilegal jika keluar dari rumah sakit?”
Baek Kyung: “Kau pasti senang berpura-pura menjadi polisi?”
Il Seung: “Aku akan menangkap orang jahat sebaik mungkin.”


Il Seung heran kenapa rumah sakit tidak juga memperbaiki CCTV yang rusak. Lalu ia melemparkan sebuah kamera kepada Baek Kyung. Sebelum menemui Baek Kyung, Il Seung mengatakan bahwa ia sudah memasang beberapa kamera di dalam dan luar rumah sakit.


“Jika kau kedapatan keluar dari rumah sakit, aku akan menggunakannya sebagai bukti untuk menjebloskanmu kembali ke penjara. Sampai jumpa,” kata Il Seung sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

Pak Kwak dan Asisten Ki diturunkan jabatannya, mereka dipindahkan ke ruangan yang tampak seperti gudang. Asisten Ki ingin mencari pekerjaan baru, karena  ia memiliki resume yang bagus. Dia tahu bahwa mereka melakukan kesalahan, tapi ia merasa itu berlebihan. “Sampai kapan kita harus bekerja disini?”


Mereka membuka laptopnya masing-masing. Tugas mereka adalah membuat 1000 komentar di internet. Sepertinya untuk mengkritik Jaksa Kim. Belum sempat mengetik, ponsel Pak Kwak berdering.


“Kenapa kau menelepon? Kau harusnya mencari Kang Chul Gi. Apa? Dia menyembunyikan kamera?” tanya Pak Kwak.


Di dalam sebuah mobil, Il Seung sedang bersama dua orang kenalan Porn King yang pernah membantunya meretas password ponsel Oh Il Seung. Ia disana untuk mengaktifkan kamera CCTV yang ia letakkan di rumah sakit tempat Baek Kyung dirawat.


Kedua orang itu sekarang sudah tahu kalau Il Seung adalah detektif polisi. Il Seung melihat Baek Kyung sedang kesal, karena sekarang akan kesulitan untuk keluar dari rumah sakit. Il Seung lalu menerima telepon dari Jaksa Kim.


Il Seung menemui Jaksa Kim di kantornya. Jaksa Kim bertanya dimana Lee Kwang Ho menyimpan uangnya. Dia sudah mencarinya selama bertahun-tahun, tapi belum juga bisa menemukannya.


Il Seung: “Semuanya tunai.”
Jaksa Kim: “Tuna? Menurut sepengetahuanku, Lee Kwang Ho memiliki 3 triliun dollar. Dimana dia menyimpan uang sebanyak itu?”
Il Seung: “Di kapal.”
Jaksa Kim: “Kapal?”
Il Seung: “Sebuah kapal datang setiap tahun membawa uang tunai. Dan kapalnya terapung di lautan sepanjang tahun.” 


Jaksa Kim merasa itu masuk akal, karena itu berarti uangnya tidak akan pernah mendarat dan Lee Kwang Ho tidak akan berusutusan dengan bea cukai internasional. “Pertama-tama, aku akan membersihkan namamu dari kasus pembunuhan Oh Il Seung. Tapi ayo kita tangkap Lee Kwang Ho,” kata Jaksa Kim.


Il Seung merasa Jaksa Kim mengancamnya, tapi Jaksa Kim mengatakan bahwa dia hanya mengikuti hukum. Il Seung tidak menyukai sikap Jaksa Kim yang menggunakan hukum hanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


Pak Kwak dan Asisten Ki datang ke rumah sakit Baek Kyung dan mengambil semua CCTV yang disembunyikan Il Seung.  Pak Kwak mengatakan bahwa Il Seung sangat ingin mengembalikan Baek Kyung ke penjara, namun dia tidak bisa melakukannya karena terlalu bodoh.


Asisten Ki lalu mengingatkan bahwa mereka harus segera pergi karena harus membuat komentar-komentar di internet. Baek Kyung lalu mengancam mereka berdua jika ia sampai tertangkap kamera, maka mereka berdualah yang akan ia temui setelah bebas nanti.


Il Seung mengecek rekaman CCTV melalui ponselnya dan menyadari bahwa Baek kyung sudah berhasil menyingkirkan kameranya. Tapi kemudian dia membuka aplikasi lain dan menemukan bahwa Baek Kyung sudah bergerak. Sepertinya Il Seung meletakkan alat pelacak di jaket Baek Kyung.


Jin Young kembali ke markas. Inspektur Park bertanya apa yang Jin Young dan Il Seung lakukan karena sering sekali berada di luar kantor tetapi hanya Jin Young. “Dimana Il Seung?” tanya Inspektur Park. Tapi Jin Young tidak bisa memberikan jawaban.


Sersan Kwon lalu mengambil berkas yang ada di tangan Jin Young. “Kasus Jin Jung Gil..” Inspektur Park lalu menendang Sersan Kwon dan merebut berkasnya.


Petugas forensik datang dan mengatakan bahwa tim mereka pindah sangat jauh. Dia merasa itu seperti tempat pengasingan. Dia lalu membacakan sebuah puisi tradisional. Seluruh anggota tim bertepuk tangan.


Petugas forensik lalu bicara dengan Jin Young dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menemukan apapun dari ponsel yang Jin Young berikan. Jin Young lalu melirik ke Inspektur Park.


Ins. Park: “Bukti apa? Kau menemukan bukti baru?”
Jin Young: “Aku punya bukti baru, kesaksian dan saksinya.”
Ins. Park: “Kau mendapat jackpot. Tapi tetap saja kau tidak bisa menangani kasusnya, karena ini keluargamu. Siapa yang akan mengambil kasus ini?”


Jin Young kesal karena Sersan Kwon dan Kim tidak menjawab. Il Seung lalu masuk ke markas. Inspektur Park mengatakan bahwa Jin Young harus menemukan detektif yang mau mengurus kasus kematian ayahnya. Jin Young langsung menunjuk Il Seung.


Inspektur Park lalu memberikan berkas itu pada Il Seung dan memintanya untuk melakukan penyelidikan ulang. “Dan berikan aku progresnya dalam laporan tertulis setiap dua jam setiap hari,” perintah Inspektur. Il Seung tidak mengerti, lalu Jin Young menariknya keluar.


Il Seung: “Apa kau gila? Bagaimana aku bisa menyelidiki?”
Jin Young: “Kau tidak. Aku yang akan melakukannya.”
Il Seung: “Dia menyuruhku menulis laporan. Bagaimana aku.. Aku tidak bisa menggunakan komputer.”
Jin Young: “Aku juga akan melakukannya.”
Il Seung: “Astaga, aku tidak mau melakukannya. Aku sibuk.”


Jin Young berkata bahwa sebagai gantinya ia akan membantu Il Seung menangkap Lee Kwang Ho. Jin Young juga memberitahu bahwa Eun Bi menelepon dan bertanya mengapa kakaknya meninggal.


“Kau mengambil kasusku, aku mengambil kasusmu,” kata Jin Young. Tapi Il Seung melarangnya dan jangan pula berusaha mencari tahu.


Pelayan cafe tiba-tiba datang menggendong putra Chul Gi yang bernama Kang. Chul Gi yang melihatnya langsung menyerangnya.


Chul Gi: “Siapa kau?”
Kang: “Hyung.. Hyung..”
Chul Gi: “Maafkan aku.”


Kang ketakutan dan berlari menyeberang jalan. Chul Gi memanggil namanya dan Kang menoleh.


Baek Kyung ternyata ada disana dan melihat mereka. Baek Kyung mengejar Kang, lalu Chul Gi mengejar Baek Kyung agar tidak menangkap Kang. Sedangkan si pela


Kang bersembunyi di balik triplek di sebuah gang.  Baek Kyung melewatinya. Baek Kyung lalu kembali lagi ke gang itu, tapi Kang sudah tidak ada disana.


Comments


EmoticonEmoticon