12/26/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 17 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 17 BAGIAN 1


#17 – Semuanya dalam Bentuk Tunai


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 16 Part 2

Il Seung terlihat  sedang menulis sebuah catatan lalu ia merobek dan melipat kertasnya. Kemudian ia memakai jaketny dan pergi keluar.


Sesaat sebelum keluar, ia kembali ke laci mejanya dan mengambil barang-barangnya saat di penjara dulu.


Il Seung keluar dan melihat ada mobil Jin Young terparkir di depan rumahnya. Ia melongok ke dalam mobil, namun tidak menemukan siapapun. Jin Young tiba-tiba datang dari belakang dan mengagetkannya.


Il Seung bertanya apakah Jin Young datang karena ingin bertanya lagi tentang kejadian 10 tahun lalu. Jin Young menjawab bukan itu, tapi ia tidak memberikan alasannya kenapa ia datang ke tempat Il Seung.


Il Seung kemudian memberikan badge dengan inisial C.K kepada Jin Young. Il Seung mengatakan bahwa benda itulah yang ia ambil di Gedung Grup Jinsung saat itu.
Flashback..


Jong Sam membuka pintu ruang kerja Ketua Jin, ayah Jin Young, tapi tidak menemukan Jin Young disana. Ia lalu keluar menuju tangga darurat dan melihat seseorang sedang berjalan di bawahnya. Dan di sebuah anak tangga, Jong Sam menemukan badge itu.


Il Seung memberikan badge itu karena berpikir benda itu dapat memberi petunjuk untuk Jin Young. Jin Young menyadari bahwa tangga itu mengarah ke atap, tempat asal ayahnya jatuh. Dan hal itu baru Jin Young ketahui dari Pak Choi kemarin.


Jin Young menduga yang menjatuhkan badge itu bisa saja tersangkanya. Jin Young bertanya apakah Il Seung melihat wajahnya. Sayangnya Il Seung tidka melihat wajahnya, tapi ia memastikan bahwa itu adalah seorang pria. Jin Young mengucapkan terima kasih dan berkata bahwa ia akan memberikan benda itu kepada Tim Forensik. Tapi Il Seung mengingatkan bahwa benda itu sudah sangat lama dan pasti banyak sidik jari orang di atasnya.


Jin Young mengerti, tapi ia senang setidaknya mendapat petunjuk. Ia lalu mengajak Il Seung masuk mobil dan berangkat bekerja. Namun Il Seung bilang dia ingin mmapir dulu ke suatu tempat dan menyuruh Jin Young berangkat duluan. Jin Young mengingatkan Il Seung agar jangan terlambat, apalagi dia terkena masalah dengan Jaksa Kim.


Catatan yang Il Seung tulis tadi bertuliskan ‘Kita harus bertemu. Hubungi Kantor Polisi’ yang sepertinya ditujukan untuk Chul Gi. Il Seung menyimpannya di seluncuran taman tempat mereka biasa bertemu.


Jin Young pergi ke cafe Kantor Polisi dan memesan kopi, namun pelayan tidak juga mengambil uangnya. Ia lalu melihat ke belakang.


Disana ada Cha Kyung yang mengingatkan bahwa Jin Young dan anggota tim Inspektur Park yang lain tidak perlu membayar. Jin Young merasa tidak enak kalau harus mendapatkan minuman gratis terus menerus. Tapi Cha Kyung berkata bahwa itu adalah suap agar Jin Young menjaga bosnya yang adalah suami Cha Kyung.


Sersan Kwon dan Kim membaca berita mengenai konferensi pers Jaksa Kim mengenai uang 300.000 dollar dan memastikan bahwa nama Oh Il Seung yang disebutkan adalah orang yang mereka kenal.


Ketua Jang masuk ke kantor Tim Investigasi Kasus Tersembunyi. Semua orang berdiri kecuali Inspektur Park. Ketua Jang bertanya dimana Oh Il Seung, Polisi yang harus dilindungi oleh masyarakat. Ketua Jang lalu menyalahkan inspektur karena anggotanya datang terlambat.


Jin Young: “Dia dalam perjalanan. Dia sedang melakukan pekerjaan lapangan.”
Ketua Jang: “Pekerjaan lapangan apa? Kau bahkan tidak punya kasus. Aku membuat tim ini untuk menenangkan masyarakat, tapi kenapa kau malah melakukan yang sebaliknya? Kenapa Oh Il Seung terkait dengan politik?”
Ins. Park: “Dia hanya memberitahu semua orang apa yang salah.”


Ketua Jang bertanya kenapa Oh Il Seung tidak melakukannya saat di NIS dulu. Tapi dia malah melakukannya di hari pertamanya bekerja di Kepolisian. Dia tidak mau Kepolisian yang disalahkan atas kasus Lee Kwang Ho.


Il Seung datang dan langsung bertatapan dengan Ketua Jang.
Flashback..


Il Seung mengingatnya sebagai detektif yang menangkapnya dulu.


“Kau tahu aku kan? Tidak? Aku rasa kita pernah bertemu sebelumnya. Kau terlihat tidak asing bagiku. Dengarkan baik-baik. Jika kau polisi, lakukan saja tugasmu sebagai polisi. Jangan membuat masalah,” kata Ketua Jang sambil berjalan mendekati Il Seung.


Jaksa Kim: “Kau menyuruhku untuk mempercayai ini?”
Pengacara An: “Jika tidak, apa yang akan kau lakukan? Itu dokumennya.”
Jaksa Kim: “Jadi maksudmu uang 300.000 dollar itu adalah biaya jasa yang dibayarkan oleh NIS untuk proyek terkiat Institut Ekonomi Masa Depan?”
Pengacara An: ”Ya, dokumennya ada semua disitu. Kau pikir institut itu hanya nama? Ini adalah tempat dimana ekonomi Korea diteliti.”


Jaksa Kim mendekati Pengacara An dan menjatuhkan berkasnya di meja. Jaksa Kim menduga itu hanya rekaan Pengacara An saja. Tapi Pengacara An menyuruhnya mengeceknya langsung. “Tapi itu semua fakta, jadi usahamu akan sia-sia,” tambah Pengacara An.


Jaksa Kim bertanya dimana hasil penelitiannya. Pengacara An berkata bahwa penelitiannya masih berlangsung dan akan mengirimkan hasilnya kepada Jaksa Kim jika sudah selesai. Ia menambahkan kalau Jaksa Kim banyak melakukan kesalahan akhir-akhir ini dan terlalu berusaha keras untuk menangkap Lee Kwang Ho. “Berhentilah menargetkan dia dan lakukan investigasi dengan benar,” pesan Pengacara An sebelum pergi.


Ins. Kang: “Jaksa Kim, kasusnya muncul di berita.”
Jaksa Kim: “Apa? Kenapa bisa bocor ke media? Kenapa?!”


Berita yang tersebar adalah informasi bahwa uang 300.000 dollar yang diumumkan Jaksa Kim adalah uang yang dibayarkan untuk penelitian perekonomian Korea. Jin Young yang melihat berita itu mencibir.


Ketua Jang ada di kantornya dan kembali membaca berkas Jong Sam. Ia melihat keterangan bahwa Jong Sam ditangkap pada 29 November 2007 atas tuduhan membunuh seorang jaksa.
Flashback..


Dulu, Ketua Jang yang masih berstatus detektif menemukan Jong Sam dan Ddak Ji di tempat pembunuhan jaksa.


Ketua Gook melaporkan hasil pekerjaannya tentang berita itu kepada Lee Kwang Ho. Dan nantinya berita itu akan tertutup oleh berita tentang kritikan kepada Jaksa Kim. Ketua Gook memastikan bahwa dokumen yang dibuat sangat baik, jadi Lee Kwang Ho tidak perlu khawatir.


Man. Lee: “Bukan itu masalahnya. Uang yang datang dari Jepang dihentikan. Kau tahu berapa jumlahnya? Aku tidak bisa menang dalam pemilihan lokal tanpa uang itu.”
Ketua Gook: “Kau sudah tidak dituduh lagi. Kenapa kau tidak bicara pada...”
Man. Lee: “Mereka mungkin masih curiga padaku. Uang Jepang tidak akan bergerak semudah itu.”


Ketua Gook mengatakan bahwa yang memberikan uang itu pada Jaksa Kim adalah Kang Chul Gi. Lee Kwang Ho meminta Ketua Gook menyingkirkan mereka semua satu persatu. “Semua?” tanya Ketua Gook. Lee Kwang Ho yakin mereka semua sudah terlibat.


Chul Gi sedang memperhatikan putranya yang baru keluar dari sekolahnya.


Jin Young menemui Pak Choi. Pak Choi meminta maaf dan berjanji akan segera mengembalikan uang ibu Jin Young. Tapi Jin Young bilang ada sesuatu yang lebih penting dan meminta Pak Choi agar menjawab semua pertanyaannya dengan jujur. Pak Choi setuju.


Jin Young: “Apa itu di atap? Apa kau melihatnya sendiri?”
Pak Choi: “Ya.”
Jin Young: “Bagaimana kau melihatnya?”
Pak Choi: “Aku keluar untuk merokok.
Flashback..


Cerita Pak Choi: “Aku mendengar suara, lalu aku melihat ke atas. Ayahmu sedang bergantungan di atap. Aku sangat terkejut, sehingga aku hanya bisa menatapnya. Setelah 2 atau 3 detik, dia terjatuh. Tapi aku yakin ada orang di atas.”


Pak Choi tidak bisa melihat wajahnya karena terlalu gelap. Jin Young lalu mengeluarkan badge C.K yang ia terima dan Il Seung dan bertanya apakah Pak Choi pernah melihatnya. Pak Choi tidak mengetahuinya. Jin Young juga mengatakan bahwa semua kamera CCTV mati dan semua orang dievakuasi keluar hari itu. Pak Choi juga merasa itu aneh, tapi ia mendengar kalau ayah Jin Young sendiri yang memerintahkannya.


“Suatu hari, dia menjawab teleponnya, dan aku mendengar dia memanggil seseorang dengan panggilan Petugas Polisi.


Il Seung kembali ke taman dan menemukan pesannya masih menempel disana. Il Seung menambahkan pesan bahwa dia sudah membeli ponsel dan meminta Chul Gi menghubunginya. Lalu ia menempelkan kembali kertas pesannya.
Flashback..


Il Seung mengingat saat Ketua Gook mengancam akan membunuh Chul Gi.


Il Seung menghubungi Jaksa Kim dan menanyakan alamat rumah sakit yang merawat para tahanan.


Il Seung datang ke rumah sakit itu dan menemui Baek Kyung! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon