12/26/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 18 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 18 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 18 Part 1

Baek Kyung memang membuka pintunya, tapi kemudian ia menutupnya lagi tanpa masuk ke dalamnya.


Baek Kyung mengatakan bahwa Chul Gi harus mati di tempat yang jauh.


Tim Inspektur Park tiba, namun hanya menemukan mobil Baek Kyung dan tiga buah ponsel di atas salju. Jin Young menduga Chul Gi melarikan diri. Mereka lalu berpencar.


Il Seung melihat Chul Gi dan Baek Kyung masuk ke dalam hutan. “Paman... paman..” teriak Il Seung.


Baek Kyung terkejut dan menoleh. Tim Inspektur Park kembali dan bertanya ada apa. Mereka lalu mengikuti Il Seung yang sudah berlari lebih dulu

Baek Kyung tergesa-gesa membawa Chul Gi pergi. Ia lalu menjatuhkan Chul Gi dan mengeluarkan pisau dan siap menusukkannya. “Pamani!” teriak Il Seung. Baek Kyung menoleh lalu Chul Gi memukul perutnya. Il Seung lalu menyerang Baek Kyung.


“Kau datang dengan cepat,” kata Baek Kyung. Il Seung menyebutnya baji***n, lalu mencekiknya.
Flashback..


Il Seung mengingat saat ia berusaha mengeluarkan Ddak Ji yang terjepit di bagasi mobil. 


Chul Gi berhasil melepaskan ikatan tangannya dengan menggunakan pisau Baek Kyung. Ia lalu menarik Il Seung agar melepaskan cekikannya terhadap Baek Kyung. “Ini semua karena dia!’ teriak Il Seung sambil menangis. 


Inspektur Park datang lalu mengeluarkan borgol. Ia menyuruh Il Seung yang memasangkannya pada Baek Kyung. Il Seung tidak sanggup melakukannya. Ia malah pergi.


Akhirnya Jin Young yang menangkap Baek Kyung dengan tuduhan penculikan, penyerangan dan penyanderaan. Jin Young juga membacakan hak-haknya. Baek Kyung hanya tersenyum.


Ketua Jang bicara di telepon dan menyesalkan kenapa lawan bicaranya itu tidak melakukan tugasnya dengan benar. Padahal Ketua Jang sudah mengambil resiko dengan mengubunginya. “Hanya sedikit diantara kita yang tahu informasinya. Mereka dapat dengan mudah mengetahui bahwa orangnya adalah aku,” kata Ketua Jang.


“Tidak ada yang menyuruhmu melakukan hal sejauh itu. Kau dengan sukarela melakukan itu untuk menunjukkan pada Manajer Lee betapa setianya kau. Jangan salahkan aku. Jika kau punya waktu untuk menghubungiku, maka uruslah bawahanmu dengan lebih baik. Pecat mereka dengan suatu alasan atau jebak mereka atas korupsi!” kata Ketua Gook lalu membanting ponselnya.


Pak Kwak melapor pada Ketua Gook bahwa dia sudah menghapus keterkaitan mereka dengan Baek Kyung. Tapi Asisten Ki khawatir jika Baek Kyung membocorkan tentang mereka. “Maka kita akan melakukan apa yang biasanya kita lakukan,” kata Ketua Gook.


Il Seung menemui Baek Kyung di ruang interogasi. Ternyata Baek Kyung yang memintanya datang. Baek Kyung menyuruh Il Seung memberitahu teman-temannya bahwa ia tidak akan mengatakan apapun. “Orang seperti kita akan dibuang setelah selesai dimanfaatkan. Kita harus menyimpan rahasia untuk bertahan hidup,” ujar Baek Kyung.


“Kau tahu? Aku juga tahu rahasiamu. Jangan terlalu senang dulu. Ada banyak orang sepertiku. Aku akan menunggumu disini. Aku akan segera menemuimu di penjara,” kata Baek Kyung lagi.


Penjaga sel keluar dan saat itu dimanfaatkan seseorang untuk masuk. Baek Kyung membuka matanya dan terkejut.


Ins. Park: “200mm. Ukuran sepatu Kang. Dia kelas 3. Nilainya tidak terlalu bagus. Tapi dia cukup baik dalam bermain sepak bola.
Chul Gi: “Su Chi, kau tidak perlu memberitahuku. Maafkan aku.”
Ins. Park: “Untuk apa?”
Chul Gi: “Hanya.. Semua... Untuk semuanya.”


Ins. Park: “Kenapa kau minta maaf? Kau hanya perlu minta maaf untuk satu hal. Yaitu karena menjadi detektif yang meninggalkan rekannya. Kita bekerja bersama selama lebih dari 10 tahun. Jika kau pergi seperti itu, siapa yang akan menjadi rekanku? Tulis pernyataanmu disini.”
Chul Gi: “Baik.”
Ins. Park: “Temui dia sebelum kau pergi. Mereka masih ada di lobi.”


Di luar, Inspektur Park bingung dan berusaha menahan tangisnya.


Chul Gi pergi ke cafe. Cha Kyung melihatnya tapi tidak mempedulikannya dan tetap melanjutkan pekerjaannya membersihkan meja.


Ins. Park: “Cha Kyung..”
Cha Kyung: “Ini cukup. Kau masih hidup, itu sudah cukup. Selama 10 tahun terakhir, itulah yang ingin aku tahu. Aku tidak masalah jika tidak bisa bertemu denganmu lagi. Aku tidak perlu berlari padamu lagi. Inilah yang ingin aku tahu. Aku melakukan semua yang kubisa dan berdoa. Harapanku terkabul. Kau bisa pergi sekarang.”


Sambil menahan kesedihannya, Cha Kyung juga mengatakan ia tidak perlu bertemu dengan Chul Gi lagi. Chul Gi tidak menjawab apa-apa dan langsung pergi darisana.


Selepas Chul Gi pergi, Cha Kyung meneteskan air matanya.


Il Seung kembali ke markas. Jin Young yang sudah ada di dalam memberikan berkas kematian ayahnya dan menyuruh Il Seung membacanya dan menyelesaikannya malam itu juga.


Il Seung harus menyelesaikannya karena mereka akan memulai penyelidikannya besok. “Dan besok kita juga akan mencari siapa yang membuat ini. Ini buatan tangan. Jika beruntung, kita bisa menemukan pemiliknya,” kata Jin Young sambil menunjukkan badge CK.


Il Seung: “Bagaimana jika kita benar menemukannya?”
Jin Young: “Maka kita akan menemukan orang yang berada di atap bersama ayahku malam itu. Jaga dirimu, aku pergi dulu.”


Jin Young pergi ke area parkir dan melihat Cha Kyung kesulitan membuka pintu mobil karena ia melakukannya sambil menggendong Kang. Ia lalu membantunya.


Barang-barang Kang tidak sengaja terjatuh dan terlihat ada badge CK yang sama. Jin Young bertanya milik siapa itu.


Kang: “Itu milikku.”
Jin Young: “Darimana kau mendapatkannya?”


Il Seung membaca berkas yang berjudul Dokumen Terkait Bunuh Diri Ketua Jin Jung Gil.


“Itu milik ayahku,” jawab Kang.


Ayah Kang, Chul Gi, sedang berjalan sendirian.
Flashback..


Setelah melihat seseorang berlari, Chul Gi lalu berjalan keluar dari suatu ruangan di Gedung Grup Jinsung. [crstl]

Comments


EmoticonEmoticon