12/28/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 20 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 20 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 20 Part 1

Jin Young dan Il Seung sudah kembali ke Kantor Polisi. Il Seung menanyakan keadaannya dan Jin Young berkata bahwa dia baik-baik saja.


Jin Young: “Apa Nona Hong cantik?
Il Seung: “Ya, dia orang yang baik. Jadi jangan berpikiran macam-macam, jelaskanlah pada ibumu. Aku tahu karena dulu aku bekerja sambilan disana.”
Jin Young: “Sekarang aku mengerti kenapa ibuku bertingkah seperti itu.”


Jin Young sadar bahwa ibunya shock karena ayahnya bunuh diri, jadi ia akan membuktikannya bahwa itu bukanlah bunuh diri, tapi ternyata ada dugaan perselingkuhan juga. Il Seung berusaha meyakinkannya itu bukanlah perselingkuhan, karena memang banyak orang berpengaruh yang datang kesana. 


“Aku yakin ayahmu bertemu dengan seseorang yang sangat penting,” kata Il Seung. Jin Young bertanya siapa. “Aku tidak tahu. Aku tidak pernah masuk ke ruangan istimewanya. Aku dilarang.”


Jin Young merasa aneh karena orang terakhir yang bertemu dengan ayahnya juga mati di hari yang sama. Il Seung lalu melarang Jin Young turun karena Inspektur Park sudah mneyuruhnya pulang lebih awal, tapi Jin Young tidak peduli.


Ins. Park: “Min Pyo?”
Sersan Kim: “Aku belum mendapatkan sesuatu yang baru. Aku masih mencari orang yang dulu memberikan kesaksian.”
Ins. Park: “Pak Oh?”
Il Seung: “Kita harus menemukan detektif yang bertanggung jawab?”
Ins. Park: “Detektif yang bertanggungjawab?”


Jin Young yang menjawab, “Menurut Pak Choi, ada dua petugas yang bertugas hari itu. Aku menemuinya dan... Ah tidak, dia yang menemuinya.” Jin Young lalu menunjuk Il Seung dan melanjutkan perkataannya. Ia menceritakan bahwa kenyataannya hanya satu detektif yang bertugas, jadi polisi yang pertama datang kemungkinan berbohong.


Sersan Kwon menduga itu Chul Gi. Lalu Ketua Jang masuk dan bertanya bukankah harusnya Jin Young dikeluarkan dari kasus Ketua Jin.


Sersan Kim mengatakan bahwa Jin Young hanya membantu karena Il Seung masih sangat baru. Ketua Jang lalu menyuruh mereka melanjutkan rapatnya karena ia ingin ikut serta dan bertanya Polisi siapa yang mereka bicarakan. Il Seung bilang mereka belum tahu. Lalu inspektur mengakhiri rapatnya.


Ketua Jang: “Apa ini? Kau ingin aku pergi.”
Ins. Park: “Kau akan mendapat laporannya nanti.”
Ketua Jang: “Baiklah. Lagipula aku hanya mampir dan akan pulang ke rumah. Selamat bekerja.”


Setelah Ketua Jang pergi, Inspektur Park menyuruh mereka menunjukkan foto Chul Gi kepada Pak Choi. Jika Pak Choi tidak mengenali Chul Gi, maka ia meminta mereka terus menunjukkan foto-foto detektif lainnya di masa itu.


Jin Young diam-diam mencatat sesuatu. Sebelum pergi Inspektur berkata, “Jika ada yang membocorkan tentang operasi Baek Kyung, temui aku secara pribadi.” Lalu Sersan Kim mengikutinya. 


Jin Young lalu berkata bahwa dia akan mengurus tentang Pak Choi bersama Il Seung, jadi dia menyuruh Sersan Kwon pulang. “Aku? Kita? Kenapa?” tanya Il Seung 


Ins. Park: “Kau orangnya?”
Sersan Kim: “Ya. Hanya aku yang mungkin, karena yang lain sedang sibuk dalam operasinya.”
Ins. Park: “Baiklah. Kau bicara pada siapa dan seberapa banyak?”
Sersan Kim: “Aku mengatakannya pada Ketua Jang. Aku mengatakan bahwa kita sedang mengejar pembunuh bayaran.”


Inspektur Park bertanya jam berapa ia menemui Ketua Jang. “Setelah aku mengantarkan Kang,” jawab Sersan Kim. “Dan itu saat operasi berlangsung. Ah.. dia memberi banyak pertanyaan. Apa ada yang terjadi setelah itu?” lanjutnya. Inspektur Park berkata bahwa tidak ada apa-apa.


Cha Kyung masih melayani pelanggan dan meminta suaminya pergi lebih dulu.


Seseorang memberikan kartu namanya kepada Jaksa Kim. Jaksa Kim menyapanya, “Sepertinya kita belum resmi bertemu. Aku Kim Yoon Su.”


Yang menemuinya adalah Pak Kwak. “Aku Kwak Young Jae”.


Jaksa Kim bertanya apa tujuan Pak Kwak. “Ketua Gook akan memlih mati daripada mengkhianati Manajer Lee. Aku datang untuk memberitahumu itu,” jawab Pak Kwak. Pak Kwak bertanya keuntungan apa yang akan ia dapatkan jika memberi informasi mengenai pembesar diatasnya. Jaksa Kim berkata bahwa tergantung informasi apa yang diberikan.


Pak Kwak: “Kau sudah menyelidiki ulang kasus Ketua Jin bukan? Bagaimana jika kuberitahu bahwa orang terakhir yang dia temui adalah Manajer Lee?”
Jaksa Kim: “Hari itu adalah dua hari sebelum Lee Kwang Ho menjadi presiden.”
Pak Kwak: “Ya. Hari dimana sebuah rahasia tidak bisa terungkap.”


Jaksa Kim bertanya apa rahasia yang dimaksud Pak Kwak. Tapi Pak Kwak ingin agar Jaksa Kim juga menjamin keselamatan Asisten Ki. Jaksa Kim memuji Pak Kwak orang yang setia kawan.  Ia lalu bertanya siapa saksi kuncinya. “Supir Ketua Jin,” jawab Pak Kwak.


Supir Ketua Jin alias Pak Choi kembali berada di ruang interogasi. Jin Young memperlihatkan foto Chul Gi padanya tapi Pak Choi tidak mengenalnya. Il Seung lega mendengarnya. Jin Young bertanya bagaimana Pak Choi bertemu dengan detektif yang pertama.


“Ketika aku meneleponmu yang berada di Kantor Ketua, aku bertemu dengannya di lobi. Dia menunjukkan kartu identitas detektifnya,” cerita Pak Choi.


Jin Young: “Kejadian dilaporkan jam 11.10 malam. Kau menelepon kantor Ketua jam 11.12.”
Pak Choi: “Hanya dua menit? Bagaimana dia bisa tahu?”
Il Seung: “Dia tidak menerima laporan. Dia memang sudah ada disana.”


Il Seung lalu keluar untuk menerima teleponny dan meninggalkan Jin Young bersam pak Choi.


Il Seung membuka sebuah kotak berisi jam tangan lalu memakainya. 
Flashback..


“Aku bermaksud memberikannya saat kau lulus ujian Kepolisian. Aku sangat terlambat,” kata Chul Gi sambil memberikan hadiahnya. Il Seung berkata bahwa dia bukan Polisi sungguhan, tapi Chul Gi memaksa memberikannya


Di kotak itu juga ada nametag bertuliskan Kim Jong Sam. Ia menyimpan nametag dan jam tangannya lagi.


Saat Il Seung kembali ke ruang interogasi, Jin Young melanjutkan pertanyaan apakah Pak Choi masih mengingat wajah detektif itu. “Aku tidak yakin. Aku mungkin mengenalinya, jika aku bertemu dengannya,” kata Pak Choi.


Sekarang Jin Young yang menerima telepon. “Ini Kim Yoon Su.”


Jaksa Kim meminta mereka melepaskan Pak Choi dan suruh orang membuntutinya.
Flashback..


“Setelah itu, ia akan mengambil uang yang tentu saja merupakan rekening buatan. Jika kau melihat asal uangnya, kau akan mengetahui itu berasal dari Manajer Lee,” kata Pak Kwak.


Pak Choi sangat senang saat mendengar ia akan dibebaskan. Il Seung tidak mempercayai hal itu karena menduga ia akan kabur. “Tidak.. tidak. Jika aku keluar dari sini. Aku akan langsung membayar kembali uang ibumu,” kata Pak Choi.


Sebelum pergi, Jin Young memintanya mengecek beberapa foto. Pak Choi setuju, tapi ia minta izin untuk menelepon keluarganya dulu karena mereka pasti khawatir. Ia juga meminta agar mereka memberinya ruang pribadi dan mematikan kameranya. Jin Young setuju dan meminta petugas membawakan barang-barang Pak Choi.


Pak Choi melemparkan kembali ponselnya karena baterainya habis. Ia lalu mengecek foto-foto yang diberikan Jin Young. “Hey. Permisi!” panggil Pak Choi.


Lalu sepasang kaki pria masuk ke dalam ruang interogasi.


Pak Choi terkejut karena yang masuk berwajah sama dengan yang ada di foto.


Il Seung berlari menuju Jin Youn dan mengatakan kalau Pak Choi menghilang. Merek lalu berlari mencarinya.


Pak Choi sendiri sudah berada di luar Kantor Polisi. Tiba-tiba terdengar suara berisik. “Itu dia! Itu orangnya. Kembalikan uangku!”


Para korban penipuan mengerumuni Pak Choi.


Jin Young dan Il Seung melihatnya masih dari posisi agak jauh.


Tiba-tiba Pak Choi mengeluh kesakitan dan kerumunan itu menjauhinya. Terlihat darah di tubuh Pak Choi.


“Tidak! Pak Choi! Kau tidak boleh mati!” teriak Jin Young histeris.


Inspektur Kang tampak menghubungi seseorang dengan ponselnya.


Il Seung melihat seseorang diantara kerumunan yang mengenakan masker dan tampak mencurigakan. Ia lalu mengejarnya.


Jin Young meminta agar dipanggilkan 911.


Il Seung terus mengejar orang yang mencurigakan itu. Saat sampai di tempat yang sepi, orang itu mulai menyerang Il Seung.


Jin Young datang dan ikut melawannya. Namun kemudian ia tertusuk!


Il Seung menangkap tubuh Jin Young yang terjatuh dan tak sadarkan diri. “Jin Young! Jin Young!” teriak Il Seung.


“Hey, Inspektur Park, apa kau serius itu laporanmu?!” teriak Jaksa Kim lalu membanting teleponnya.


Di kantor Erim Food, Ketua Gook bicara di telepon, “Terima kasih. Terima kasih atas informasi yang kau berikan tentang Pak Choi. Aku jadi bisa mengatasi Jaksa Kim.”


“Dia melepaskan korban, lalu korban itu ditusuk. Jadi dia akan segera kehilangan pekerjaannya,” kata Ketua Gook lalu menutup teleponnya. Ketua Gook berkata pada Pak Kwak bahwa sementara ini ia harus berada di sisi Ketua Jang.


Ketua Gook juga memuji pekerjaan Pak Kwak yang langsung mengucapkan terima kasih dan tersenyum senang.


Ketua Jang terlihat baru saja menutup teleponnya.
Flashback..


Saat Pak Choi mengecek foto pemberian Jin Young, yang masuk ke dalam ruangan interogasi adalah Ketua Jang. 


Pak Choi ketakutan dan Ketua Jang sadar bahwa Pak Choi mengenalinya. Ia lalu memberi kode di tangannya agar Pak Choi tutup mulut.


Ketua Jang tersenyum sinis. Lalu meminum kopinya.


Sementara itu, sambil menggendong Jin Young yang terluka, Il Seung terus berlari! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon