12/28/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 20 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 20 BAGIAN 1


#20 – Ibumu Mengambilnya


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 19 Part 2

Jin Young tampak memikirkan hasil pertemuannya dengan Pak Choi. Sedangkan IL Seung kmebali membuka berkas kasus Ketua Jin. Ia membaca beberapa barang bukti peninggalan Ketua Jin yaitu dompet, ponsel, surat wasiat, pulpen, dan enam dokumen.


“Kau benar. Tidak ada black box di daftar barang bukti,” kata Il Seung kepada Jin Young. Jin Young yakin karena ia sudah membaca berkas itu puluhan kali. Ia juga yakin bahwa tidak adanya back box bukan kesalahan, tapi memang disengaja.


Il Seung berencana akan menemui Polisi yang bertanggung jawab saat itu, tapi Jin Young menduga bahwa mereka tidak akan mau bekerjasama karena ini menyangkut barang bukti yang hilang.


“Tentu aku tidak senang. Kasus ini sudah ditutup 10 tahun lalu. Jika kau bertanya sekarang, ini berarti perlawanan,” kata detektif yang dulu juga pernah ditemui Jin Young muda.


Jin Young berkata bahwa dia menanyakannya karena ia menemukan bukti baru. Dia juga berkata bahwa saat itu, dia juga pasti akan menyimpulkannya sebagai kasus bunuh diri.


Det: “Jangan bohong. Kau berkeras bahwa ayahmu tidak bunuh diri.”
Jin Young: “Kau mengingatku?”
Det: “Astaga. Semua orang tahu kalau putri Ketua Jin menjadi seorang detektif. Kau harusnya tidak mengurus kasus ini.”


Il Seung lalu mengatakan bahwa dia yang mengerjakan kasusnya, sedangkan Ji Young hanya melihatnya saja. Tapi detektif itu tetap tidak percaya dan bertanya apa yang mereka ingin ketahui. “Black box,” kata Il Seung.


Tapi detektif itu sama sekali tidak mengetahui mengenai black box itu. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak memiliki rekan detektif lain dan mengurus kasusnya sendiri sampai akhir. Saat itu berdekatan dengan pemilihan umum dan sedang terjadi banyak kasus.


Kemudian detektif baru ingat kalau black box itu memang ia yang mengambilnya, tetapi istri Ketua Jin memintanya agar dikeluarkan dari daftar barang bukti. “Ibuku?” tanya Jin Young.


Jin Young pulang ke rumah dan melemparkan barang-barang ibunya untuk mencari  black box-nya. “Dimana kau menyimpannya?” teriak Jin Young. Tapi ibu tidak menjawabnya, walaupun wajahnya sampai terkena pakaian yang dilemparkan Jin Young.


Jin Young: “Kenapa ibu mengambilnya? Kau tahu selama ini aku meneliti kasus ayah, tapi kau menyembunyikan black box-nya? Itu sangat penting!”
Ibu: “Itu tidak penting. Tidak ada yang perlu dilihat. Itu tidak berguna.”
Jin Young: “Detektif yang menentukan itu penting atau tidak!”


Ibu santai saja dan tetap membaca bukunya. Jin Young merebut bukunya dan meminta ibu memberikan black box-nya. Ibu mengatakan bahwa dia tidak memiliknya dan mengambil kembali bukunya lalu mulai membaca lagi. “Apa ibu mengetesku?” tanya Jin Young yang kemudian mulai mencari lagi. Il Seung pamit pulang tapi Jin Young melarangnya dan menyuruhnya membuka semua dus yang ada


Jin Young mmebuka dus berisi alat-alat kosmetik ibu. Ibu menyuruhnya hat-hati agar tidak pecah, tapi Jin Young bilang itu semua sudah tidak ada isinya. (haha..) Saat Jin Young ingin membuka sebuah kotak bedak ibu berkata, “Jangan buka itu!” larang ibu.


Tapi Jin Young tetap membukanya dan menemukan sebuah kartu memori. ‘Aku bilang jangan buka itu. Ayahmu berselingkuh dariku,” kata ibu. Il Seung dan Jin Young terkejut.


Jin Young memasukkan kartu memorinya dan akan menonton rekamannya. Ia menyuruh Il Seung untuk masuk ke kamarnya agar bisa melihatnya bersama.


Ibu: “Haruskah kau melihatnya?”
Jin Young: “Petugas Oh, bisakah kau menutup pintunya?”
Ibu: “Kau jahat sekali.” (Lalu ibu yang menutup pintunya sendiri)


Karena khawatir akan perasaan Jin Young tentang ayahya yang berselingkuh, Il Seung mengambil laptopnya dan berkata dia saja yang melihatnya. Tapi Jin Young mengambil laptopnya kembali. “Ayo kita mulai dengan saat sebelum ayah ke  kantor,” kata Jin Young.
Flashback..


Di rekaman terlihat ayah Jin Young, Ketua Jin, sedang bersama seorang wanita keluar dari pintu samping Rumah Makan Odong Blowfish House.


“Dia tidak seperti pel***r. Siapa dia?” gumam Jin Young.


“Dia Nona Hong, pemilik Rumah Makan Odong Blowfish House. Aku dijebak atas pembunuhannya malam itu,” kata Il Seung.


Sementara itu di tempat berbeda, Chul Gi berharap Inspektur Park percaya padanya. Inspektur Park lalu bertanya kenapa Chul Gi bisa diincar oleh pembunuh bayaran dan ia juga memberitahu kalu Baek Kyung sudah mati.


Ins. Park: “Siapa yang membunuhnya? Apa sama dengan orang yang mengejarmu?”
Chul Gi: “Mungkin.”
Ins. Park: “Kenapa mereka mengejarmu? Apa mereka juga berasal dari 10 tahun lalu? Siapa mereka? Aku sedang menginterogasimu. Katakan yang sejujurnya.”


Chul Gi tidak menjawab, jadi Inspektur Park mengganti pertanyaannya tentang bagaimana Chul Gi mengenal Oh Il Seung. “Aku melepaskannya setelah dia mencopet, lalu dia lulus ujian Kepolisian.” Inspektur Park lalu menganggap Il Seung istimewa karena setelah itu ia langsung masuk NIS. 


Chul Gi lalu bertanya kenapa Inspektur Park tidak menjadi ayah bagi Kang. Inspektur Park lalu bercerita bahwa ia menjadi ‘paman’ kang selama 8 tahun, dan dua tahun tidak cukup untuk menjadikannya ‘ayah’. “Apa yang Kang, Cha Kyung, dan aku diskusikan adalah memberikan waktu pada Kang,” kata inspektur.


Ins. Park: “Bagaimana Baek Kyung tahu kalau kita melacaknya?”
Chul Gi: “Sepertinya ada seseorang yang memberitahunya.”
Flashback.


Baek Kyung membaca pesan di ponselnya, lalu dia tahu bahwa dia sedang diikuti.


Ins. Park: “Siapa?”
Chul Gi: “Aku tidak tahu. Dia pasti seseorang yang tahu tentang rencananya.”
Ins. Park: “Hanya anggota timku yang tahu itu. Apakah salah satu diantara mereka?”
Chul Gi: “Kau harus menyelidikinya. Sampai jumpa.”


Inspektur lalu memperingatkan Chul Gi agar tidak pergi terlalu jauh karena dia masih termasuk dalam daftar tersangka. “Kau yang mengajarkanku agar tidak mempercayai apa yang tersangka katakan sebelum itu berhasil dibuktikan,” kata inspektur.


Jaksa Kim memeriksa tanggal Baek Kyung dimasukkan ke sel hukuman dan ia mengeceknya dengan kejadian penting seperti yang disarankan Il Seung.


Dia menemukan bahwa di tanggal yang sama juga ada beberapa orang penting yang bunuh diri. “Lihat ini. Dia benar-benar keluar masuk penjara,” gumam Jaksa Kim. Ia lalu memasukkan berkas-berkasnya ke dalam tas dan pergi.


Jaksa Kim ternyata mendatangi Ketua Gook di kantorya dan dia merasa senang karena Ketua Gook tidak mengusirnya. Ia lalu menunjukkan berkas tentang beberapa CEO yang bunuh diri dan menceritakan kasusnya. Ketua Gook lalu menyuruhnya berhenti.


Jaksa Kim: “Semuanya memiliki kesamaan. Semuanya berhubungan dengan Manajer Lee.”
Ketua Gook: “Aku rasa kau terlalu banyak membaca gosip di internet.”
Jaksa Kim: “Tapi ada beberapa hal yang internet tidak tahu. Kau mengenal Baek Kyung kan?”


Ketua Gook: “Siapa?”
Jaksa Kim: “Hey, kau terlalu dingin. Aku menerima ini dari Penjara Musan. Lihatlah tanggal dia masuk ke sel hukuman sama dengan tanggal orang-orang penting itu bunuh diri. Bagaimana bisa?”
Ketua Gook: “Aku tidak tahu. Aku tidak tahu banyak tentang penjara.”
Jaksa Kim: “Kau harus tahu. Sebentar lagi kau akan berada disana. Aku yakin akan mendaoatkan 1 atau 2 orangmu. Seperti Pak Kwak dan Pak Ki. Aku bisa mengecek kartu kreditnya dan menemukan pembelian air mineral di dekat tempat kejadian bunuh diri.”


Ketua Gook: “Apa yang sedang kau lakukan?”
Jaksa Kim: “Aku menunggumu mengatakan itu. Jadi, bagaiamana? Kau mau membuat kesepakatan denganku? Jujur saja, aku tidak tertarik mengirimmu ke penjara. Jadi untuk satu kali ini saja, kenapa kau tidak mengkhianati Lee Kwang Ho? Pikirkanlah.”


Pak Kwak ternyata mengintip mereka, lalu Asisten Ki datang dan mengejutkannya. Ia lalu menyuruh Asisten Ki bersembunyi juga.


Pak Kwak: “Kau tidak melihat apapun.”
Ast. Ki: “Baik.”
Pak Kwak: “Berapa umurmu?”
Ast. Ki: “27”
Pak Kwak: “Usia yang bagus. Baek Kyung mati seperti itu. Lalu kau dan aku... Ah ayo kita pergi.” [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon