12/05/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 5 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 5 Part 1
Song Gil Choon membeli beberapa alat perkakas sambil terus menyeringai. Entah apa yang direncanakannya kali ini.


Sementara itu Ketua Gook membaca artikel di internet tentang dirinya yang berjudul ‘Ketua Gook Su Ran Meninggalkan Kantor karena Penyuapan’. Walaupun sudah tidak di NIS, Ketua Gook masih memiliki jabatan sebagai Kepala di Perusahaan Makanan Yirim (Yirim Food).


Ketua Gook membuka brankas yang ada di bawah meja kerjanya. Ia menyimpan sebuah koper berisi pistol ke dalam brankas tersebut.


Pria berkacamata dan Asisten Ki masuk ke ruangan Ketua Gook sambil membawa buket bunga. Mereka berdua mengucapkan selamat datang kembali setelah empat tahun ia pergi dari Yirim Food. Ketua Gook bertanya kenapa mereka ada di kantornya, padahal seharusnya mereka membuntuti Jong Sam.


Mereka mengakui bahwa mereka kehilangan Jong Sam. Asisten Ki meminta agar mereka menambah orang untuk mengurusnya. Tapi Ketua Gook bilang tidak bisa, mereka sudah tidak di NIS lagi. Ketua Gook lalu melemparkan kembali bunganya ke pria berkacamata.


Mereka lalu keluar dari ruangan Ketua Gook. Pria kacamata berkata bahwa Asisten Ki seharusnya tidak berkata seperti itu. 
Asisten Ki: “Apakah kita harus terus melakukan ini?’
Pria kacamata: “Tidak. Kita juga menghasilkan uang, dengan menginvestasikan uang NIS. Itulah mengapa kita dibayar lima kali lipat lebih banyak.”


Asisten Ki sepertinya tidak mengerti bahwa yang ia lakukan adalah hal yang salah. Ia menganggap dirinya saat ini sedang bekerja untuk negara. “Ngomong-ngomong, dimana kita bisa menemukan Kim Jong Sam?”


Il Seung palsu sudah berada di Divisi Logistik Pelabuhan dan bertemu So Na Mu, tapi tidak ada barang milik Oh Il Seung di sana. “Sudah kubilang, kami tidak menerima cargo pribadi,” kata Na Mu.


Il Seung: “Tapi ada cargo baru yang datang dalam satu minggu ini kan?”
Na Mu: “Ya, ada.”
Il Seung: “Bisakah aku mengeceknya?”
Na Mu: “Tidak.”


Il Seung lalu mengeluarkan tanda pengenal Kepolisiannya, “Tunjukkan padaku.” Na Mu tampak kesal, tapi ia tetap membawa Il Seung ke cargo yang dimaksud.


Na Mu: “Ini semua cargo yang datang minggu ini.”


Il Seung kebingungan karena melihat banyak sekali cargo di sana. Ia tidak tahu harus mengecek yang mana. Lalu Na Mu memberi tahu, bahwa walaupun Il Seung seorang detektif, ia tetap harus memiliki dokumennya atau paling tidak memiliki nomor serinya. “Nomor seri?” tanya Il Seung.


Karena tidak memiliki informasi apapun, Il Seung terpaksa pergi. Sambil berjalan ia terus mengulangi contoh nomor seri yang ditunjukkan oleh Na Mu, “ZOM-648RAY6... ZOM...” Lalu dia mengingat sesuatu.
Flashback..


Saat akan mengambil dompet Il Seung asli, dia menjatuhkan dompetnya, dan isinya jadi berantakan. Salah satunya adalah uang Dollar Amerika dengan coretan huruf dan angka di atasnya. Sayangnya dompet itu sudah diambil oleh Gil Choon.


Il Seung lalu berlari menuju rumah sakit tempat Eun Bi dirawat.


Gil Choon masih menyimpan dompet dan uang di dalamnya. Ia sepertinya sedang menonton TV.


Di rumah sakit, Jin Young mulai menanyai Eun Bi, apakah ia mengenal Song Gil Choon. Tapi Eun Bi bilang ia tidak mengenal nama itu. Jin Young memintanya menceritakan kejadian hari itu. “Aku tidak terlalu ingat..”
Flashback..


Gil Chon membangunkan Eun Bi yang tertidur karena pengaruh obat di permennya. Eun Bi bangun dan berteriak, lalu Gil Choon membekap mulutnya dan menyuruhnya agar menuruti semua perkataannya. Gil Choon memasang seluruh kancing di jaket Eun Bi.


Mereka lalu naik ke tangki air, lalu Gil Choon mendorongnya. Gil Choon ikut masuk ke dalam air dan mengingat Eun Bi.


Eun Bi menangis saat mengingat kejadian ia hampir tenggelam, tapi ia bertekad untuk melanjutkan ceritanya agar masalahnya cepat selesai. Eun Bi lalu menanyakan dimana ponselnya. Jin Young berkata bahwa ponselnya ada pada mereka karena menjadi barang bukti.


Eun Bi: “Apakah ada telepon untukku?”
Jin Young: “Ponselnya basah, jadi kemungkinan tidak berfungsi.”
Eun Bi lalu berkata bahwa ia menunggu telepon dari seseorang.


Orang yang ditunggu Eun Bi ternyata sudah ada di rumah sakit. Orang itu tak lain adalah Ddak Ji, kakaknya.


Ddak Ji melihat Jin Young keluar dari kamar Eun Bi tapi masih ada polisi yang berjaga di depan pintunya.


Jin Young yang merasa harusnya tangki air sudah tidak berisi air, menghubungi seseorang dan bertanya apakah orang bernama Song Gil Choon pernah bekerja di tempat itu. “Ya baiklah, aku akan segera ke sana. Tolong tunggu aku,” kata Jin Young.


Il Seung sampai di rumah sakit dan melihat Jin Young masuk ke dalam lift. Dia juga melihat Ddak Ji yang sedang berjalan lesu. “Dia bilang tidak akan menemui adiknya. Seharusnya dia beli baju baru.” Il Seung lalu mengejar Jin Young.


Il Seung mencegat mobil Jin Young dan meminta agar diperboleh masuk ke dalam mobil. Jin Young memperbolehkannya.


Jin Young: “Apa kau punya saudara laki-laki? Kau punya saudara kembar yang hilang?”
Il Seung: “Tidak. Tapi mau kemana kita sekarang?”
Jin Young: “Kenapa kau masuk tanpa bertanya dulu? Langsung saja katakan apa yang kau mau.”
Il Seung: “Kau mencari Song Gil Choon, kan? Aku mencoba untuk bekerja sama.”
Jin Young: “Jawab dulu, apa hubungan kau dan dirinya?”


Il Seung: “Dia mencuri uangku. Dia mencuri dompetku dan ada hal yang sangat penting di dalamnya. Aku hanya gagal menangkapnya. Berhentilah mencurigaiku. Ayo kita cari dia bersama-sama.”
Jin Young menelepon Inspektur Park dan memintanya mengecek penggunaan kartu kredit Il Seung, karena Gil Choon mungkin menggunakannya.


Kepala Proyek memberi tahu bahwa Gil Choon berhenti bekerja pada Bulan Maret. Kepala Proyek menyuruhnya berhenti karena walaupun Gil Choon baik, tapi dia agak bodoh menyesuaikan diri dengan baik. “Tapi karena itu, koki kami juga ikut berhenti.”


Jin Young: “Koki?”
Kepala Proyek: “Ada gosip bahwa mereka saling menyukai. Dia berhenti saat Gil Choon berhenti.”
Jin Young: “Siapa namanya?”
Kepala Proyek: “Siapa ya.. Oh ya, namanya Thien. Aku rasa dia orang Vietnam.”


Jin Young bertanya apakah Kepala Proyek tahu alamat Thien, tapi dia bilang akan sulit menemukannya karena Thien adalah imigran gelap. Kepala Proyek juga memberitahu bahwa Gil Choon pernah memperkosa orang yang bekerja di cafe bernama Nona Ko.


Kepala Proyek lalu menanyakan bagaimana nasib tangki airnya, karena harganya mahal. Jin Young bilang ia akan mencari solusinya, tapi Il Seung pura-pura tidak mendengarnya padahal dialah yang merusaknya. Jin Young lalu memberikan kartu namanya jika nanti ada seseorang yang bisa memberikan informasi dimana Thien. Jin Young juga menanyakan dimana alamat cafe Nona Ko.


Jin Young dan Il Seung pergi ke cafe dan bertemu Nona Ko. Sayangnya Nona Ko tidak mau membicarakan mengenai Gil Choon. Ia malah memuji Il Seung yang tampan dan memperkenalkan dirinya. “Nama asliku Ko Hyun Jung. Nama panggilanku Ko So Young.” Jin Young memintanya menceritakan apa yang terjadi hari itu.


Nona Ko menyalakan rokoknya dan mulai bercerita, “Aku tinggal di motel dekat sini, Penginapan Baekjo. Sepertinya itu akhir Bulan Mei. Aku pulang bekerja, tapi baj****n itu...”
Flashback..


Gil Chon memanggil Nona Ko, tapi Nona Ko mengusirnya karena jam kerjanya sudah selesai. Gil Choon menawarkannya permen karet, tapi Nona Ko menolaknya. Gil Choon lalu mendorong Nona Ko masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.


Nona Ko melanjutkan ceritanya, “Aku terus berteriak, sehingga tetanggaku datang. Pengecut itu lalu melarikan diri.” Il Seung bertanya apakah Nona Ko yakin bahwa Gil Choon ingin memperkosanya, karena yang Il Seung tahu adalah Gil Choon tidak memperkosa wanita karena mereka lemah. Nona Ko memperagakan saat Gil Choon hendak membuka kancing bajunya, lalu ia melihat Il Seung dan berkata, “Ah lucunya.. Kau pasti belum pernah berkencan ya..”


Saat di luar cafe, Il Seung berkata bahwa yang terjadi pada Nona Ko bukanlah percobaan pemerkosaan melainkan percobaan pembunuhan. “Seperti yang terjadi pada Cha Eun Bi,” kata Il Seung. Mereka mulai saling beradu argumentasi.


Tanpa sengaja, Il Seung berkata bahwa Gil Choon pernah melihat foto Eun Bi. Jin Young bertanya bagaimana Gil Choon bisa mendapatkan foto Eun Bi, tapi Il Seung tidak bisa menjawabnya.


Ponsel Jin Young berdering. Jin Young bilang bahwa mereka akan segera kembali ke kantor. Jin Young meminta agar disiapkan berkas kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan Gil Choon.


Saat kembali ke kantor, Inspektur Park dan Sersan Kwon merasa heran karena Jin Young dan Il Seung datang bersama. Jin Young bilang bahwa Il Seung juga ingin menangkap Gil Choon jadi mereka bekerja sama. Sersan Kwon lalu memberi tahu bahwa kartu kredit Il Seung belum digunakan lagi.


Sersan Kim datang dan menyerahkan berkas Gil Choon pada Jin Young dan bertanya, “Kenapa kau membutuhkannya?” Lalu ia melihat Il Seung, “Apa kau di sini untuk membantu kami?” Il Seung mengiyakannya.


Jin Young: “Aku rasa kasus Ko Hyun Jung adalah percobaan pembunuhan. Ini pembunuhan berencana.”
Inspektur Park: “Pembunuhan berencana?”
Jin Young: “Ya, sama dengan kasus Cha Eun Bi. Dia sudah berencana untuk membunuh Cha Eun Bi s ejak lama.


Inspektur Park bertanya bagaimana Gil Choon bisa mengenal Eun Bi. “Orang ini bilang, itu rahasia,” jawab Jin Young sambil menunjuk Il Seung. Jin Young melanjutkan membaca berkasnya dan menemukan bahwa Gil Choon ditangkap di tempat yang sama dengan tempat kejadian. 


Mereka lalu menyadari bahwa Gil Choon akan kembali ke tempat kejadian. Sersan Kwon menerima laporan penggunaan kartu kredit Il Seung, “Di Restoran Myungjin.”
Sersan Kim: “Myungjin-dong?”
Jin Young dan Il Seung: “Rumah Cha Eun Bi.”


Mereka lalu bergegas menuju rumah Eun Bi.


Gil Choon sendiri sedang asyik makan mie dan menonton TV sambil tertawa! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon