12/05/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 5 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 4 Part 2
Jong Sam dipukul oleh seseorang di sel hukuman sampai pingsan. Saat terbangun, dia sudah tidak lagi memakai seragam tahanan. Ia dibawa ke pinggir sungai oleh asisten Ki yang kemudian menendangnya agar berlutut.


Pria kacamata memasukkan batu besar ke dalam baju Jong Sam. “Terpidana mati Kim Jong Sam memutuskan bunuh diri setelah melarikan diri dari penjara. Ah, tapi pakaianmu tidak cocok dengan cerita itu.”


“Lalu bagaimana dengan ini? Polisi korup Oh Il Seung menggantung dirinya sendiri,” lanjut pria kacamata sambil mencekik Jong Sam. Pria berkacamata mengeluhkan Jong Sam yang begitu bodohnya membawa pergi mayat Il Seung. Padahal Il Seung harus dibuat seperti bunuh diri, dan karena waktunya terlalu lama, itu sudah tidak mungkin dilakukan. Jadi ia akan menggantinya dengan mayat yang masih baru, yaitu mayat Jong Sam.


Jong Sam yang dalam keadaan tercekik, lalu mengeluarkan sesuatu. “Ambil ini, ini peta harta karun.”


Pria berkacamata mengambil kertas itu dan bertanya darimana Jong Sam mendapatkannya. “Di tubuh Oh Il Seung,” jawab Jong Sam.


Flashback..
Jong Sam menemukan kertas itu di kartu tanda pengenal Il Seung.


Pria berkacamata melepaskan cekikannya. Jong Sam berkata lagi, “Harta karun kalian yang hilang. 100 milyar dollar.”


Sebagian kertas itu sudah sobek, jadi pri berkacamata bertanya dimana uangnya. “Di sini,” jawab Jong Sam sambil menunjukkan potongan kertas terakhir yang kemudian dia masukkan ke dalam mulutnya.


Pria berkacamata lalu mengirimkan foto peta tersebut kepada Si Ketua Wanita.


Ketua: “Itu kode morse kan? Apa katanya? Kau sudah lupa cara membacanya.”
Pria berkacamata: “Aku tidak bunuh diri. Aku menyembunyikan 100 milyar dollar dan bukti tindak korupsi. Lokasinya di...”
Ketua: “Dimana?”


Pria berkacamata: “Jong Sam memakan bagian itu.”
Ketua: “Berapa yang dia minta?”
Pria berkacamata: “Dia menginginkan identitas baru untuk pergi dari negara ini.”


Lalu terdengar suara dari kejauhan. “Itu detektif yang aku panggil. Kau kehabisan waktu,” kata Jong Sam.


Asisten Ki lalu memukul tengkuk Jong Sam sampai pingsan, dan pria berkacamta meletakkan kembali tanda pengenal Il Seung.

Flashback..


Asisten Ki memakaikan pakaian tahanan Jong Sam ke mayat Il Seung, lalu membakarnya di sel hukuman.


Sedangkan Jong Sam sendiri sudah dibawa keluar dan dipakaikan pakaian Il Seung.
Dan itulah yang terjadi sebelum para detektif menemukan Jong Sama yang kini memakai identitas Oh Il Seung.


Jong Sam, mulai sekarang disebut Il Seung, terbangun di rumah sakit. Ia lalu bangun dan melepas selang infusnya, dan berencana untuk melarikan diri. Sayangnya, Jin Young ada di sana mengawasinya.


Jin Young: “Kau mau kemana? Kau mau pergi?”
Il Seung: “Tentu tidak.”


Jin Young kemudian menunjukkan tanda pengenal Il Seung dan bertanya, apakah tanda pengenal itu asli, apakah ia detektif sungguhan. “Aku rasa iya,” jawab Il Seung.


Karena Jin Young terus menginterogasinya, Il Seung pura-pura memegang perutnya dan mengeluh kesakitan. Karena khawatir, Jin Young akan meanggilkan perawat. Tapi Il Seung bilang dia ingin buang air besar, dan langsung menuju toilet.


Asisten Ki menyusulnya ke toilet. Ia mengecek apakah di dalam toilet ada orang lain atau tidak. Setelah merasa aman, ia memberikan pakaian baru untuk dan uang untuk Il Seung.


Il Seung bertanya kenapa mereka membunuh Il Seung asli. Asisten Ki menjawab, “Dia mencuri 100 milyar dollar. Dan kami tidak membunuhnya, dia mati begitu saja..”


Flashback..
Asisten Ki dipanggil oleh pria berkacamata untuk mengurus mayat Il Seung.


Il Seung menduga bahwa mereka memiliki banyak kekuasaan. Asisten Ki membenarkannya, namun lebih mudah untuk memberikan orang identitas baru daripada mengurus mayat. Il Seung llau bertanya bagaimana jika ia ketahuan. “Tidak akan. Il Seung hanya punya seorang nenek yang tinggal di pedesaan namun mengidap demensia,” jelas Asisten Ki.


“Waktumu sampai jam 10 malam ini. Kalau tidak menemukan 100 milyar dollarnya, kau akan mati. Kalau kami yang menemukannya duluan, kau juga akan mati. Kalau kau mencoba untuk bertingkah, kau akan mati sebelum berhasil melakukannya,” ancam Asisten Ki.


Ketua Wanita menyampaikan pidato bahwa ia telah berusaha melayani dan melindungi Korea dan menjadikannya negara yang lebih baik selama lima tahun masa jabatannya sebagai Pimpinan di Badan Intelejensi Korea.


Ia lalu masuk ke kantornya dan membuang buket bunga yang diterimanya. Seorang pria sudah menunggunya disana.
Pria: “Aku dengar, kau membiarkan Il Seung hidup?”
Ketua Wanita; “Aku ingin uangku kembali.
Pria: “Lalu, bagaimana jika kau ketahuan, Gook Su Ran?”


Pria itu lalu mengambil papan nama Ketua Gook dan melemparkannya ke tempat sampah, “Bagaimana jika orang itu membocorkannya? Itu bisa jadi akhir dari kita semua.”
Ketua Gook: “Jangan khawatir. Dia hanya akan hidup sampai jam 10 malam ini.”


Si pria bertanya bagaimana jika Il Seung sudah ketahuan lebih dulu karena Jaksa Kim sedang mencarinya. Ketua Gook bilang itu tidak mungkin terjadi, karena Jaksa Kim sedang sibuk hari ini.


Jaksa Kim sendiri sedang bersama Lee Kwang Ho. 


Lee Kwang Ho lalu keluar dan sudah banyak orang yang menyambutnya. “Aku bukan presiden. Aku sudah meninggalkan Blue House lima tahun lalu. Kalian bisa memanggilku Manajer Lee,” kata Lee Kwang Ho. Tapi orang-orang tetap saja menyebutnya presiden dan memanggil-manggil namanya.


Reporter melaporkan bahwa mantan Presiden Lee Kwang H baru saja keluar setelah diperiksa di kantor Kejaksaan. “Mantan Presiden Lee diduga menerima dana ilegal dari mantan pimpinan badan intelijen (NIS), Gook Su Ran. Jumlahnya 100 milyar dollar.” Il Seung menonton berita itu dari TV di rumah sakit.


Jin Young lalu datang menghampirinya. Jin Young menyuruhnya pergi. Tapi Jin Young malah duduk di sampingnya dan bertanya kenapa Il Seung bisa terbaring tidak sadarkan diri di dekat danau. “Itu rahasia,” jawab Il Seung.


Jin Young: “Lalu kenapa kau tidak menangkap Song Gil Choon? Padahal kau bertemu dengan tersangkanya.”
Il Seung: “Itu juga rahasia.”
Jin Young: “Petugas Oh. Kau harus menjawab dengan jujur saat atasanmu bertanya.”


Tak jauh dari sana, Asisten Ki terus mengawasi Il Seung.


Jin Young tetap memaksanya menjawab kenapa kasus Gil Choon menjadi rahasia. “NIS. Dia bekerja untuk NIS sejak lulus Akademi Kepolisian,” kata Inspektur Park yang datang bersama Sersa Kim.


Inspektur Park memperbolehkannya pergi, tapi Jin Young melarangnya. Inspektur Kang lalu menyuruh Sersan Kim agar menutup telinga Il Seung, dan mengajak Jin Young bicara.


Inspektur Kang: “Kalau mereka bilang itu rahasia, berarti itu tidak boleh diketahui orang lain. Walaupun mereka menggunakan dana pajak sebesar 400 milyar dollar tanpa tanda terima, Majelis Nasional pun tidak dapat mempermasalahkannya.”


Inspektur Kang lalu bertanya pada Il Seung dimana Song Gil Choon. “Dia belum tertangkap?” Il Seung balik bertanya. Lalu Sersan Kwon datang mengabarkan kondisi Cha Eun Bi yang sudah stabil.


Sebelum pergi, Sersan Kim mengulurkan tangannya yang tadi ia gunakan untuk menutup telinga Il Seung, “Kau harus mandi. Baumu seperti kotoran.”


Il Seung sudah membersihkan dirinya. Ia menatap dirinya di cermin dan mengingat ancaman Asisten Ki bahwa dia hanya punya waktu sampai jam 10 malam.  Saat ini sudah pukul 11.30 siang.


Flashback..
Il Seung membaca pesan terakhir Il Seung asli, bahwa dia tidak bunuh diri dan dia menyembunyikan bukti korupsi, “Di pohon pinus 05090404245.”


Il Seung berusaha memecahkan kodenya. Lalu ia melihat sebuah nomor telepon di stiker iklan. “Nomor telepon? Tidak mungkin. Tidak mungkin semudah itu,” gumam Il Seung.


Il Seung lalu melihat sebuah telepon di dinding toilet. Ia menekan nomor.
Nomor: “Halo, ini Divisi Perencanaan Pelabuhan dan Logistik.”
Il Seung: “Ya halo, bisakah aku bicara dengan So Na Mu?”
Nomor: “Ya, ini So Na Mu.”


Il Seung lalu menutup teleponnya, “Daebak.. dia seorang wanita.” Ia lalu menendang dinding dan kesakitan sendiri.


Di luar toilet, Asisten Ki terus mengawasinya. Il Seung menganggukkan kepalanya lalu mengecek keadaan.


Il Seung lalu melarikan diri. Ia berlari sampai ke atap. Lalu masuk lagi ke dalam gedungIa melihat seseorang membawa brankar, dan memutuskan untuk melompat.


Ia terjatuh. Tapi tidak ada waktu untuk mengeluh kesakitan. Ia langsung berdiri dan kembali berlari.


Il Seung berhasil keluar dari rumah sakit. Di depan rumah sakit, ia mendengar ada mayat terbakar bernama Kim Jong Sam.


Asisten Ki berlari ke parkiran dan masuk ke mobilnya lalu memberitahu pria berkacamata bahwa Il Seung berhasil melarikan diri. Ia lalu mengecek posisi Il Seung melalui alat pelacak yang sudah dipasang sebelumya.


Mereka mengira Il Seung ada di dalam sebuah mobil putih dan langsung mengejarnya. Padahal Il Seung masih ada di sana dan melihat mereka pergi.


Flashback..
Il Seung menemukan alat pelacak itu ada di celananya saat ia menendang dinding toilet. Kemudian, ia melemparkannya ke dalam sebuah mobil yang akan pergi.


Song Gil Choon terlihat sedang berbelanja di toko perkakas! [crstl]

1 komentar


EmoticonEmoticon