12/06/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 6 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 5 Part 2
Il Seung menahan pintu mobil Tim Jin Young dan langsung masuk ke mobil. Mereka terganggu tapi tetap mengizinkannya ikut.


Sersan Kim menerima kabar bahwa Eun Bi sudah keluar rumah sakit karena ibunya sudah menjemput. Sersan Kim tidak bisa menghubungi ponsel Eun Bi karena ponselnya masih ada di Kantor Polisi sebagai barang bukti. Jadi, Inspektur menyuruhnya agar menghubungi ponsel Ibu Eun Bi.


Inspektur Park pun tidak tinggal diam. Dia menghubungi Divisi Patroli Myungjin, dan memberitahu bawah tersangka ada di dekat rumah korban. Inspektur Park akan memberitahukan alamatnya tapi terganggu dengan suara Sersan Kim yang keras.


Sersan Kim berhasil menghubungi Ibu Eun Bi, tapi ternyata Eun Bi tidak sedang bersamanya, “Lalu, dimana dia?”


Eun Bi berjalan sendirian memasuki gedung apartemennya.


Gil Choon yang sudah menantinya, sedang mengisi bak dengan air.


Eun Bi membuka pintu apartemennya, dan melihat sepasang sepatu pria ada di sana dan juga bekas makanan yang berserakan.


Eun Bi tetap berjalan masuk, “Oppa? Oppa, apa itu kau?” Ia menyangka yang datang adalah Ddak Ji.


Gil Choon menggotong baknya keluar, “Eun Bi, kau sudah pulang.”


Eun Bi ketakutan. Ia menjatuhkan tas dan kuncinya lalu perlahan mundur. Gil Choon menyerangnya dan langsung membekap mulutnya.


Kepolisian Myungjin baru bergerak.


Gil Choon kembali menambahkan air ke dalam baknya. “Aku menghabiskan banyak uang untuk membeli bak ini. Rumahmu tidak ada apa-apanya. Hanya ada wastafel, dan itu tidak berguna.”


Eun Bi semakin ketakutan saat Gil Choon mendekatinya dan mengancingkan jaketnya. “Tolong jangan bunuh aku..” Lalu Gil Choon menggotong Eun Bi yang sudah terikat kaki dan tangannya.


Tim Jin Young masih dalam perjalanan. Jin Young melihat keresahan di wajah Il Seung.


Gil Choon memasukkan Eun Bi ke dalam bak yang ukurannya lebih kecil dibanding tubuh Eun Bi. Ia lalu membenamkan kepala Eun Bi ke dalam air.


Para Polisi sampai di gedung apartemen Eun Bi dan mulai mengamankan sekitarnya.


Saat akan menggerebek kamar Eun Bi, tetangganya keluar dan bertanya apa yang terjadi. Inspektur Park menyuruhnya kembali ke dalam dan mengunci pintunya. 


Gil Choon terkejut saat mereka masuk dan melepaskan Eun Bi. Ia melihat Il Seung, dan berkata, “Kita yang terbaik..” Il Seung kebingungan, karena identitasnya dapat terbongkar.


Gil Choon lalu memecahkan cermin dan mengambil pecahannya dan mengarahkan ke leher Eun Bi. “Keluar! Keluar sekarang juga! Dan tutup pintunya.” Sementara itu, Il Seung berlari menuruni tangga.


Il Seung sudah sampai di bawah dan mendongak ke atas, ke arah kamar Eun Bi.


Tim Jin Young keluar dan Gil Choon mengunci pintunya dari dalam. Inspektur memberi perintah sambil berbisik, agar mereka mencari jalan masuk lain, misalnya lewat kamar lainnya.


Gil Choon membangunkan Eun Bi, “Eun Bi bangunlah.. Astaga, kau berdarah. Ayo masuk lagi ke dalam.” Ia menunggu Eun Bi sadar dulu, baru membenamkan lagi kepalanya ke dalam air.


Sersan Kim berusaha masuk dari balkon samping kamar Eun Bi, tapi ia kesulitan dan kembali lagi.


Jin Young melihat keluar, dan menemukan Il Seung yang sedang naik melalui pipa.


Perlahan-lahan, Il Seung membuka jendela kamar Eun Bi. Ia mendorong Gil Choon sampai menjatuhkan bak airnya. Eun Bi sudah tak sadarkan diri dan Il Seung berusaha menyadarkannya. “Eun Bi, bangunlah! Eun Bi!”


Gil Choon menyerang Il Seung dan membenturkannya ke dinding. Mereka terus saling menyerang dan menjatuhkan. Lalu dompet Il Seung asli terjatuh.


Gil Choon berhasil memojokkan Il Seung dengan mencekiknya. “Ini kau, Jong Sam. Kita bertemu lagi. Lepaskan aku? Apa yang kau lihat, narapidana hukuman mati?”


Gil Choon mengambil pecahan cermin dan akan menusukkannya kepada Il Seung. Il Seung berusaha bertahan dan saat itu ia melihat dompet yang ia cari-cari. Il Seung lengah, dan Gil Choon berhasil menusuk perutnya.


Sementara itu di luar, Jin Young bersiap-siap untuk mengayunkan dirinya agar bisa sampai ke kamar Eun Bi.


Jin Young berhasil masuk saat Gil Choon hendak menusuk Il Seung lagi. Jin Young menyerangnya. Jin Young unggul dan akan memasangkan borgol ke tangan Gil Choon.


Tapi Gil Choon balik menyerang. Ia mencekik Jin Young. “Apa yang kau lakukan?” teriak Jin Young pada Il Seung. Jin Young menendang borgolnya ke arah Il Seung.


Il Seun bingung apakah harus mengambil dompetnya dulu atau borgolnya dulu. Belum sempat ia berbuat sesuatu, Sersan Kim dan rekan lainnya sudah berhasil mendobrak pintu masuk.


Mereka langsung menarik Gil Choon menjauh dari Jin Young.


Inspektur Park berusaha membangunkan Eun Bi, tetapi tidak berhasil. Dia menggendongnya keluar agar segera mendapat pertolongan.


Il Seung mengambil dompetnya dan ikut pergi keluar.


Dengan bantuan rekannya, Sersan Kim sudah berhasil memborgol tangan Gil Choon. 


Gil Choon akan dibawa masuk ke mobil. Dia bertanya, “Tunggu, tunggu. Dimana Kim Jong Sam?” Sersan Kwon bertanya siapa yang dimaksud Gil Choon. “Tahanan 3909, Kim Jong Sam. Dia narapidana hukuman mati, dan sekarang dia ada di luar.” Jin Young mendengarnya.


Sersan Kim bertanya apakah Jong Sam adalah teman satu sel Gil Choon dan ia menganggukkan kepalanya. “Astaga, jangan khawatir. Kau akan segera bertemu dengannya.”


Jin Young mengingat saat Jong Sam muda memanjat ke rumahnya.

52
Jin Young berlari mengejar Il Seung yang akan naik bus.
Jin Young: “Kau mau kemana?”
Il Seung: “Ke sana.”


Jin Young: “Apa kau tidak lapar? Ayo makan. Hanya membutuhkan waktu 20 menit.”
Il Seung: “Aku agak sibuk sekarang.”
Jin Young: “Benarkah? Ayo kita ke Kantor Polisi. Kita akan membuat pernyataan saksi.”
Il Seung: “Aku menolak. Kalau aku punya waktu untuk itu, aku akan ikut Cha Eun Bi ke rumah sakit.”


Jin Young lalu berkata bahwa ia punya alasan untuk menangkap Il Seung. Jadi Il Seung harus memilih akan makan bersamanya atau makan di Kantor Polisi. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon