12/06/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 7 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 7 Part 1

“Istriku..” tapi yang datang bukanlah Detektif Kang melainkan Inspektur Park. Inspektur Kang bilang harusnya istrinya tidak menunggu di luar apalagi cuacanya sangat dingin.


Inspektur Park: “Kalau begini, aku akan berhenti menjadi Polisi. Apa kau tidak merasa dingin?” Mereka lalu masuk ke dalam rumah dengan berbahagia.


Sementara itu, Detektif Kang ada di dalam sebuah taksi mendengarkan berita tentang investigasi Lee Kwang Ho yang menemui jalan buntu.


Jaksa Kim mengecek dokumen rekaman pembicaraannya dengan Oh Il Seung, dan setelah membacanya, ia melemparkan dokumen itu ke dinding. Sesuatu membuatnya marah lagi.
Flashback..


Oh Il Seung asli ada di depan Institut Ekonomi Masa Depan. Ia menelepon Jaksa Kim. Saat itu, ia yakin kalau ia tidak akan dibunuh. “Ini saatnya kau menangkap Lee Kwang Ho,” kata Oh Il Seung.


Melalui dokumen yang diambil Il Seung di Kantor Kejaksaan, ia mencari alamat rumah Oh Il Seung asli. Dia lalu melewati tempat sampah yang bertuliskan ‘pakaian’.


Ia mencium tubuhnya, dan merasa kebauan sendiri. (haha..)Ia lalu mencari-cari pakaian yang cocok untuknya.


Il Seung sampai di sebuah rumah atap dan mendapati pintunya menggunakan password. “Mungkinkah..” Ia lalu menekan beberapa tombol, lalu pintunya terbuka.


Il Seung lalu masuk ke dalam. “Hm.. bau busuk apa ini?” Ternyata itu adalah bau kakinya sendiri. Ia langsung berganti pakaian dan membereskan tempat tinggal barunya. 


Ia lalu mematikan lampunya dan tidur di ranjang.


Sementara itu, Ddak Ji ada di rumah sakit. Seorang perawat berlari sambil memanggil seorang dokter, “Dokter Jang.. ada keadaan darurat. Ayo cepat..”


Il Seung ternyata tidak bisa tidur. Ia turun dan pindah tidur di lantai.


Ddak Ji masuk ke toilet dan menutup pintunya.


Masih tidak bisa tidur, Il Seung lalu menyalakan lampu dan pindah posisi tidurnya.


Ternyata Ddak Ji tidur di lantai toilet. (hiks sedih..)


Keesokan harinya, Jin Young datang ke kantor. Ia masih suka mendengarkan musik melalui headsetnya. Ia menyapa seseorang, “Eonni..”


Wanita bernama Cha Kyung balas menyapanya. Ternyata istri Inspektur bekerja di kafetaria Kantor Kepolisian.


Seorang pria muda tampak membawa sebuah kotak besar untuk Cha Kyung dan membawanya masuk ke kafetaria.


Petugas kebersihan menemukan Ddak Ji tidur di toilet lalu menyuruhnya bangun.


Ddak Ji keluar masih dalam keadaan mengantuk.


Ddak Ji lalu pergi ke Penjara Musan. Petugas memberikan barang-barang milik Jong Sam dan juga uang yang pernah ditinggalkan oleh Ddak Ji untuknya. 


Petugas memberitahu bahwa tubuh Jong Sam ada di tempat untuk merekayang tidak memeliki saudara atau teman. Ia juga memberikan alamatnya pada Ddak Ji.


Di kantor, Sersan Kim menegur Sersan Kwon yang sering kali salah ketik dan itu bisa membawa citra buruk di mata Kejaksaan.


Inspektur Park memanggil anak buahnya dan bertanya bagaimana kemajuan kasus Song Gil Choon. Jin Young mengabarkan bahwa Eun Bi masih dalam perawatan, sedangkan Sersan Kwon berkata bahwa sebentar lagi mereka akan membawa Gil Choon untuk diinterogasi.


“Kapan?” tanya Pimpinan Cho Man Suk yang tiba-tiba datang. “Kapan aku bisa melakukan konferensi pers?” Inspektur Park memintanya agar ia tidak melakukan itu, karena korbannya masih terlalu muda. “Aku tidak akan mengungkap nama dan wajahnya,” bujuk Pimpinan Cho lagi. Tapi Inspektur tetap menolak karena kondisi mental Eun Bi pasti masih tidak stabil karena merasa dua kali penculikan.


Pimpinan Cho bertanya, “Jadi menurutmu kita harus menyimpan kasus ini dari publik? Unit investigasi kita buruk tahun ini”. Anak buahnya tidak ada yang menjawab.


Jin Young lalu menjauh untuk mengangkat ponselnya yang berdering. Ternyata yang menghubunginya adalah Kepala Proyek. Dia ingin memberikan informasi tentang keberadaan Thien.


Pimpinan Cho: “Jam berapa laporannya siap?”
Inspektur Park: “Tidak bisa hari ini. Investigasinya belum selesai.”
Pimpinan Choi: “Jangan berbohong padaku!”
Jin Young: “Ini memang belum selesai. Ada wanita Vietnam yang bekerja di konstruksti apartemen tempat penculikan Eun Bi, menghilang sejak dia berhenti bekerja bersama Soong Gil Choon” 


Pimpinan Cho menduga bahwa wanita itu mungkin sudah melarikan diri karena dia imigran gelap. Inspektur berjanji akan mengeceknya. “Semoga dia aman. Kalau berita ini muncul, masyarakat akan menyebut kita tidak kompeten,” kata Pimpinan Cho sambil meninggalkan bawahannya.


Inspektur Park berteriak, “Hey, brengsek!” Pimpinan Cho terkejut dan menengok ke belakang. Inspektur lalu melanjutkan ucapannya, “Cepat bawa Song Gil Choon, kau brengsek,” kata Inspektur pada Sersan Kwon. (haha.. bisa aja ni Inspektur..)


Gil Choon diinterogasi. Sersan Kim menanyakan tentang Thien padanya, tapi dia terus mengulangi setiap pertanyaannya dan tidak juga menjawab. Dia malah tertawa terbahak-bahak. Gil Choon lalu mengakui bahwa ia membawa Thien ke rumahnya. “Dia ingin bekerja, jadi aku membiarkannya bekerja di rumahku. Tapi kemudian dia melarikan diri,” kata Gil Choon.


“Dia benar-benar gila,” kata Inspektur Park yang sedang melihat mereka dari ruang pengawas bersama Jin Young.


Jin Young lalu mempresentasikan hubungan antara Thien dan Gil Choon. “Setelah dia mengambil uang 500 dollar di bank pada 10 April pukul 3.15, tidak ada lagi catatan tentang transaksi penggunaan kartu kredit atau panggilan telepon, serta tidak ada catatan jika dia sudah keluar negeri. Jika Thien ada hubungannya dengan Thien, kemungkinan Gil Choon telah melakukan sesuatu padanya antara tanggal 10 April sampai 25 Mei, ketika dia berhasil ditangkap.”


Sersan Kim sudah meminta rekaman CCTV bank tempat Thien mengambil uang terletak dekat rumah Gil Choon. Namun karena kejadiannya sudah tujuh bulan lalu, bank tidak yakin masih menyimpan rekamannya, tapi mereka akan mengeceknya. Sersan Kwon juga sudah meminta Kedutaan Vietnam untuk mengecek keluarga Thien.


Il Seung membersihkan jaketnya, lalu ada kunci yang terjatuh. Itu adalah kunci cargo yang belum sempat ia kembalikan ke kantor Na Mu.


Il Seung lalu bergegas ke Divisi Logistik Pelabuhan dan meminta maaf karena ia lupa mengembalikan kuncinya. Na Mu ternyata tahu kalau Il Seung ditangkap semalam. “Aku menghubungi jaksa. Dia memintaku untuk diam-diam menghubunginya jika ada yang mencari Oh Il Seung atau Oh Il Seung sendiri datang menemuiku,” jelas Na Mu.


Il Seung akhirnya mengerti kenapa ia bisa ditangkap. Ia lalu bertanya apakah Na Mu menemukan sebuah ponsel. Na Mu lalu mengeluarkan box berisi aneka barang, “Silakan cari sendiri.” Il Seung lalu menemukan ponsel Oh Il Seung asli yang dilemparkan saat ia sedang dikejar oleh Pak Kwak. Karena tidak mengerti, ia meminta Na Mu menyalakannya. (haha roaming 10 tahun). Sayangnya ponsel itu terkunci.


Pak Kwak dan Asisten Ki menemui Ketua Gook dan meminta maaf. Ketua Gook bilang bahwa mereka tidak dapat dipercaya dan tidak kompeten. “Manajer Lee Kwang Ho bahkan tidak mengizinkan aku untuk mengunjunginya,” kata Ketua Gook.


Setelah keluar, Pak Kwak meminta Asisten Ki agar mencari tahu apa yang sedang dilakukan Kim Jong Sam. Asisten Ki mengingatkan bahwa sebelumnya Pak Kwak memintanya agar menjauhi Jong Sam. “Apa kau tidak penasaran?” tanya Pak Kwak.


Lalu sekretaris Ketua Gook datang dan memberitahu kalau Ketua Gook menyuruh mereka berdua kembali ke ruangannya.


Il Seung datang ke suatu tempat untuk membajak ponselnya. Pembajak 1 bertanya darimana Il Seung tahu tempatnya. “Dari Porn King. Aku teman satu selnya di Penjara Musan,” kata Il Seung.


Pembajak  1 tidak percaya karena khawatir jika Il Seung adalah detektif. Jadi mereka memberinya pertanyaan.
Pembajak 2: “Kue apa yang paling enak di penjara?”
Il Seung: “Tidak ada kue yang enak di sana.”
Pembajak 2: Siapakah tahanan yang paling kasihan?”
Il Seung: “Mereka yang tidak mendapat simpanan komisi.”
Pembajak 2: “Bingo! Kau lulus. Biasanya orang menjawab tahanan mati.”


Pembajak 1 menanyakan bagaimana kabar Porn King. “Keadaannya sangat baik. Sekarang kami menyebutnya Fatty King. Dia bertambah gendut sekarang,” kata Il Seung sambil tersenyum. [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon