12/06/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 7 PART 1

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 7 BAGIAN 1


#7 – Ayo Temukan Bersama!


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 6 Part 2
Il Seung terjatuh semakin dalam ke bawah laut. Ia berusaha melepaskan ikatan tangannya dengan menggigitnya, tetapi tidak berhasil.


Tanpa diduga, ikatan pemberatnya terlepas dan Il Seung terbebas. Walaupun kaki dan tangannya masih terikat, ia terus berusaha berenang ke permukaan.


Asisten Ki dan Pria kacamata, Kwak Young Jae, mendengar sirine polisi. Mereka berdua langsung pergi.


Il Seung berhasil naik ke permukaan dan bernapas lega.


Saat sedang berlari untuk menyelamatkan diri dia dikagetkan dengan suara tawa seseorang. “Haha.. Kau sudah tumbuh besar sekarang.” Saat menengok, ia melihat itu adalah Detektif Kang Chul Gi. Detektif yang mengajari Jong Sam muda menjadi mata-mata. “Aku rasa penjaraa tidak terlalu buruk untukmu. Kau tumbuh sangat tinggi setelah makan makanan penjara.”


Il Seung mencengkram kerah Detektif Kang, “Ya, penjara tidak seburuk itu. Aku punya pengalaman yang indah, terima kasih padamu. Kau mengabaikanku padahal kau tahu apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba muncul setelah 10 tahun?”


Detektif Kang bilang bahwa dia ada di sana untuk menyelamatkan Il Seung dan mengajaknya menemukan 100 milyar dollarnya bersama-sama.


Il Seung: “Bagaimana kau mengetahuinya?”
Detektif Kang: “Karena aku sudah mengejar Lee Kwang Ho selama 10 tahun.”
Il Seung: “Lalu, apa yang kau akan lakukan dengan uang itu nanti?”


Il Seung melepaskan cengkeramannya.
Detektif Kang: “Aku akan menghancurkannya, dengan begitu kau akan hidup.”
Il Seung: “Kau bercanda? Apa kau lebih kuat dari Lee Kwang Ho? Berhentilah bicara omong kosong dan pergilah.”
Il Seung lalu meninggalkannya.


Il Seung tiba-tiba dikepung oleh beberapa mobil hitam bersirine, namun bukan mobil Polisi.


“Tuan Oh Il Seung, kami dari Kantor Kejaksaan. Kau ditangkap karena pencurian,” kata seorang Jaksa.


Ketua Gook ada di mobilnya dan menerima telepon, “Pencurian? Bagaimana mereka bisa menangkapnya? Aku tidak bisa mengambilnya, karena aku sudah berhenti dari NIS. Diamlah! Buntuti dia dan informasikan aku terus!” Ketua Gook lalu melempar ponselnya ia tampak sangat khawatir.


“Ah.. Kim Jong Sam membuatku gila,” kata Pak Kwak. Ia melihat Il Seung dibawa ke penjara. Ia juga meminta Asisten KI untuk mencari tahu siapa jaksa yang bertanggung jawab.


Jaksa Kim sedang memeriksa Lee Kwang Ho dan menanyakan tentang apa yang dia lakukan pada siang hari tanggal 13 bulan sebelumnya bersama Ketua Gook.
Kwang Ho: “Aku makan siang bersamanya.”


Lalu bawahan Lee Kwang Ho masuk dan membisikkan sesuatu.


Setelah memberikan informasi pada Kwang Ho, bawahannya berkata pada Jaksa Kim bahwa Kwang Ho tidak bisa diinterogasi pada malam hari dan meminta Jaksa Kim agar menyelesaikannya sebelum tengah malam.  


Jaksa Kim: “Kau menerima sebuah mobil China darinya, yang isinya..”
Kwang Ho: “Isinya uang. Itu yang kau pikirkan. Apak kau tahu kenapa aku duudk di sini tanpa didampingi pengacara? Itu karena aku tidak bersalah.”
Jaksa Kim bilang Kwang Ho menutupi perbuatannya dengan membuat yayasan sosial, tapi Kwang Ho bilang banyak siswa yang menerima beasiswa dari yayasan itu. “Dan dengan itu, kau mengurangi pajakmu,” kata Jaksa Kim.


Saat Kwang Ho bertanya apa tuntutan yang dijatuhkan padanya, Jaksa Kim mengeluarkan dokumen tentang transferan dana dari NIS ke sebuah perusaahaan di Makau, dokumen jumlah uang yang sama yang diambil Ketua Gook dari sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong, ada juga rekaman pengakuan bahwa Ketua Gook berada di Macau sendirian, dan juga foto ketika Ketua Gook mengambil uangnya dari sebuah bank di Makau, serta tas yang digunakan adalah tas khusus dari NIS yang hanya Ketua Gook yang bisa membukanya.


Jaksa Kim membuat Lee Kwang Ho tercengang dengan berkata,”Tidak peduli berapa banyak uang di dalamnya, ia akan tetap lolos pemeriksaan bea cukai. Kau dituntut karena uangnya masuk ke Institut Ekonomi Masa Depan, jumlahnya tepat 100 milyar dollar. Buktinya ada pada Oh Il Seung. Dia mencuri uang itu darimu. Dan aku sudah menangkapnya.”


Il Seung sampai di Kantor Kejaksaan dan memberitahu bahwa Jaksa Kim meminta agar Il Seung diperlakukan dengan hormat, maka dia tidak akan diborgol.


Il Seung mengingat saat dirinya dibawa masuk ke


Bawahan Kwang Ho masuk dan akan membuat laporannya. Lalu Jaksa Kim menerima telepon, “Oh sekarang?”


Jaksa Kim lalu meninggalkan kantornya padahal di dalamnya ada seseorang yang sedang membuat laporan untuk Kwang Ho. Orang itu tersenyum licik. Dia adalah jaksa yang dulu memaksa Jong Sam muda mengakui pembunuhan yang tidak dia lakukan dan menjebloskannya ke penjara!


Il Seung berjalan melewati Lee Kwang Ho tapi mereka tidak mengenali satu sama lain.


Baru ketika Jaksa Kim memanggil, “Oh Il Seung.” Kwang Ho berbalik. Jaksa Kim bertanya pada Il Seung, “Siapa kau? Dimana Oh Il Seung yang asli?”


Asisten Ki memberitahu Pak Kwak bahwa Jaksa Kim sudah pernah bertemu Il Seung sebelumnya. Pak Kwak kesal karena ia baru mengetahuinya. Asisten Ki bilang Tim B lupa melaporkannya.


Pak Kwak juga bingung bagaimana mengatasi para reporter yang sudha berkumpul di depan Kantor Kejaksaan.


Jaksa Kim: “Apa kau membunuh Oh Il Seung yang asli?”
Kwang Ho: “Jadi kau sudah pernah bertemu dengannya?”
Jaksa Ki: “Y a, dan aku bersumpah dia bukan Oh Il Seung.”
Kwang Ho: “Haha.. jika ini Oh Il Seung asli, maka kau dulu bertemu yang palsu.”


Jaksa Kim mencengkeram kerah Il Seung dan bertanya apakah Il Seung adalah Oh Il Seung yang asli. Tapi Il Seung diam saja.


Jaksa Kim memeriksa dokumen atas nama Oh Il Seung, dan melihat data dan fofonya cocok.


Lee Kwang Ho tertawa, sedangkan Jaksa Kim marah dan melemparkan dokumennya. Bawahan Jaksa Kim meminta maaf dan mempersilakan Il Seung pergi.


Il Seung mengambil dokumennya lalu mengikuti Lee Kwang Ho sampai ke toilet.


Kwang Ho: “Siapa namamu?”
Il Seung: “Aku belum memutuskan. Kalau aku hidup sebagai Kim Jong Sam, aku akan mati di penjara. Jika aku Oh Il Seung, maka aku bisa terbunuh kapan saja.”
Kwang Ho: “Kau lebih pintar dari dugaanku. Jadi kenapa kau menemuiku?”


Il Seung meminta agar Kwang Ho membiarkannya hidup dan sebagai gantinya ia akan tetap mencari 100 milyarnya, dan akan mengambil bagiannya 1 milyar. Ia meminta agar ia tidak dibuntuti.


Kwang Ho bertanya bagaimana dia bisa mempercayai Il Seung. Il Seung menjawab, “Kau tidak perlu mempercayaiku. Jika aku mengkhianatiku, kau bisa membunuhku seperti kau membunuh Oh Il Seung yang asli. Aku tahanan hukuman mati, jadi aku tidak akan kehilangan apa-apa.”


Ponsel Ketua Gook yang lain berbunyi. Peneleponnya menyembunyikan nomornya. Ia lalu mengangkat teleponnya.


Il Seung keluar dari Kantor Kejaksaan. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Pak Kwak dan Asisten Ki. Mereka baru saja menerima perintah agar tidak lagi membuntuti Il Seung.


Il Seung pergi ke taman.
Flashback..


Di taman itu juga, Detektif Kang dulu membangunkan Jong Sam muda dan mengajaknya makan, lalu menawarkannya untuk menjadi mata-mata.


Saat ini, Detektif Kang juga ada di sana. 


Il Seung bertanya apa yang Detektif Kang tahu tentang uang itu.


Detektif Kang menunjukkan foto di ponselnya. “Foto ini diambil di malam Oh Il Seung mati.”


Flashback..
Asisten Ki dan Pak Kwak tampak memasukkan uang ke dalam mobil. Lalu Il Seung asli masuk dan mengendarai mobilnya


Detektif Kang memberitahu bahwa Kwang Ho lebih suka menyimpan uang cash. “Saat mendengar tentang investigasi terhadap Institut Ekonomi Masa Depan, dia mencoba memindahkan uang itu, tapi Ol Il Seung memutuskan untuk membajaknya.”


Detektif Kang juga melihat saat Il Seung di cargo dan mengambil tumpukan rokok itu.


Il Seung menduga pasti ada informasi dari ponsel Il Seung. Detektif Kang sudah mencarinya, tapi tidak bisa menemukannya. “Aku sudah mencarinya kemana-mana. Seseorang pasti sudah mengambilnya,” duga Detektif Kang.


Il Seung bertanya seperti apa model ponselnya. “Tepat seperti ini,” kata Detektif Kang sambil menunjukkan ponsel miliknya. Karena tidakmemiliki informasi apapun, Il Seung akan pergi. Detektif Kang menahannya, “Kita tidak bertemu selama 10 tahun, apa kau tidak ingin tahu aku pergi kemana dan apa yang aku lakukan?”


Il Seung: “Ya, aku punya pertanyaan. Bagaimana kabar istrimu?”
Detektif Kang: “Jangan menyebutnya begitu. Kami tidak pernah menikah. Kami tidak pernah berkomunikasi.”
Il Seung: “Kenapa tidak? Mungkin dia sedang menunggumu.”
Detektif Kang: “Hidup bukan dongeng, tidak mungkin dia menungguku selama ini.”


Tampak seorang wanita menunggu seseorang di jalan depan rumahnya! [crstl]
Comments


EmoticonEmoticon