12/12/2017

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 9 PART 2

SINOPSIS Doubtful Victory Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Doubtful Victory Episode 9 Part 1

“Astaga! Dia benar-benar mendapatkan segalanya di kamera itu,” kata Detektif Kang saat melihat rekaman Ketua Gook yang membawa uang ke hadapan Manajer Lee.


Detektif memuji Oh Il Seung, tapi Il Seung bilang itu tidak berguna karena mereka masih tidak tahu dimana uangnya.


Setelah video selesai, ada rekaman suara yang berbunyi, “Aku Oh Il Seung. Tolong berikan ini pada Jaksa Kim Yoon Su. Jaksa Kim, orang-orang Lee Kwang Ho menyadap ponselku. Jadi aku harus melarikan diri dari Pelabuhan Incheon. Hanya untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi padaku. Aku menyembunyikan di tempat dimana kita bertemu pertama kali”.


Sekarang teka-tekinya adalah di mana Oh Il Seung dan Jaksa Kim pertama kali bertemu. Il Seung lalu bersyukur dia kehilangan ponsel Oh Il Seung, jika tidak maka orang-orang itu akan terus mendengar pembicaraannya.


Il Seung terus saja mendengarkan rekaman suara Oh Il Seung. Ia mencoba mendengar suara-suara di belakang Oh Il Seung, karena ia yakin Oh Il Seung merekam suaranya saat berada di tempat persembunyian uang itu.

Detektif Kang: “Kenapa kau mencuri mayat Oh Il Seung?”
Il Seung: “Tidak. Dia hanya berada di dalam mobil yang aku pakai?”
Detektif Kang: “Lalu kenapa dulu kau tidak berikan saja mayatnya pada mereka?”
Il Seung: “Aku kasihan padanya. Jika aku memberikan mayatnya, mereka akan membuatnya seolah bunuh diri.”


Detektif Kang menyarankan agar membawa rekaman itu ke profesional, tapi Il Seung khawatir malah akan hilang. Setelah mendapatkan uangnya, Il Seung akan menyerahkan rekamannya pada Manajer Lee jadi ia meminta agar Detektif Kang tidak memikirkan rencana lain. “Baiklah, tidak akan,” kata Detektif Kang sambil mengangkat kakinya ke arah Il Seung.


Il Seung kembali mendengarkan rekamannya. Ia bilang dilihat dari suara mesin yang terdengar di belakang Il Seung, kemungkinan ada lima truk di dekatnya. “Terminal Truk Seobu!” kata Detektif Kang.


Mereka bergegas menuju ke sana dengan menaiki mobil Detektif Kang.


Lalu Asisten Kang turun dari mobil yang sebelumnya sudah berjaga di sana. Pak Kwak menyuruh Asisten Ki untuk mencari di seluruh ruangan.


Sedangkan Pak Kwak sendiri, kembali menyetir mobilnya dna mengikuti mobil Detektif Kang.


Asisten Ki menelepon Pak Kwak dan mengabarkan bahwa Il Seung memotong chip yang ada di tanda pengenal Oh Il Seung. Lalu Pak Kwak menyadari di sanalah selama ini Oh Il Seung menyimpan memorinya.


Pak Kwak lalu menyuruh Asisten segera bergabung bersamanya dan juga menyiapkan tim bantuan. Ia bertekad untuk mendapatkannya.


Mereka sampai di terminal truk dan mencari truk dengan nomor plat 4633 sesuai informasi dari Detektif Kang. Il Seung menduga Oh Il Seung sudah mengganti platnya. Tapi di saat yang bersamaan, dia melihat mobil itu.


Oh Il Seung ternyata menyemprot nomor platnya sehingga tidak bisa terekam di kamera. Itulah mengapa orang-orang Lee Kwang Ho tidak bisa menemukan truk itu.


Il Seung iseng menekan handle truk, dan ternyata tidak terkunci. Mereka lalu membuka pintunya.


Mereka tertawa.
Il Seung : “Inikah 100 juta dollarnya?”
Detektif Kang: “Ada 130 box kertas berisi pecahan 50 dollar.”


Kesenangan mereka hanya sebentar saja, karena Il Seung melihat Asisten Ki dan Pak Kwak yang sedang berlari ke arah mereka. “Astaga, cepat lari!”


Mereka lalu menutup pintu belakang. Detektif Kang memecahkan jendela depan dan berusaha menyalakan mobilnya dengan merangkai kabel setirnya. Asisten Ki dan Pak Kwak berusaha mencegah mereka, tapi tidak berhasil.


Mereka berhasil menyalakan mesinnya dan membawa mobil itu pergi. 


Tapi truk yang lebih besar terlihat menyalakan lampu utamanya dan mengikuti truk Il Seung.


Truk besar yang dikendarai seorang berpakaian hitam menyerempet truk Il Seung hingga truk berputar-putar. Lalu truk besar itu maju lagi dan menabrak dari samping.


Pintu belakang terbuka dan dus-dusnya jatuh berserakan, tapi tidak terlihat ada uang di dalamnya.


Pengendara truk besar itu adalah Baek Kyung. Ia membawa pergi truk besarnya dan melapor pada Pak Kwak yang datang dari arah berlawanan.


Detektif Kang dan Il Seung berusaha keluar dari truk dalam keadaan terluka. Detektif Kang melemparkan tumpukan kertas yang ada di belakang. Uangnya ternyata tidak ada disana.


Pak Kwak datang dan berkata, “Astaga, apa yang kau lakukan? Ini bukan satu juta dollar. Aku kecewa.” Il Seung diam-diam mengeluarkan ponsel yang berisi kartu memori Oh Il Seung ke dalam tumpukan kertas.


Il Seung: “Kau pikir apa yang sedang kau lakukan? Aku bilang akan memberikanmu uangnya saat aku berhasil menemukannya. Kau hampir membunuhku!”
Pak Kwak: “Tapi kau tidak mati. Astaga aku kira kau benar-benar sudah mat, tapi ternyata aku salah  Kang Chul Gi.”


Gil Choon mengigau meminta makanan karena dia sangat lapar, Jin Young melihatnya dari balik kaca sambil membawa foto Ddak Ji.


Inspektur Park melarang bawahannya melakukan apapun pada Gil Choon, agar Gil Choon mengira mereka sudah mendapatkan sesuatu.


Petugas forensik lalu datang mengabarkan mengenai hasil penyelidikan mengenai lima kerangka yang ditemukan di area imigran gelap, dimana salah satunya kemungkinan adalah kerangka Thien.


Petugas forensik: “Salah satu kerangka itu adalah Thien dan hasil otopsinya menunjukkan kalau dia mati karena tenggelam. Dan DNA Gil Choon ditemukan di pakaian Thien.”
Inspektur Park: “Bagaimana dengan kerangka yang lain?” 
Petugas forensik: “Itulah yang aneh. Penyebab kematian mereka tidak jelas, dan buktinya pun tidak jelas. Aku agak yakin kalau ini akan menjadi kasus yang sangat sulit.”


Sersan Kwon: “Apa itu berarti yang lain akan menjadi kasus tak terpecahkan?”
Sersan Kim: “Hati-hati dengan ucapanmu, kau bisa merusak mood-nya.”


Petugas forensik lalu memberi tahu hasil penyelidikan suara yang dilakukan terhadap orang yang menelepon untuk memberi peringatan tentang peculikan Eun Bi bahwa itu bukanlah suara Gil Choon.


Sersan Kwon sudah memiliki rekaman CCTV tempat orang itu menelepon, tapi lupa menginformasikannya kepada yang lain.


Sersan Kim: “Itu kan..”
Petugas forensik: “Siapa dia?”


Il Seung sendiri sedang dihajar habis-habisan oleh Pak Kwak. Detektif Kang malah sudah terbaring di jalan. Pak Kwak meminta Il Seung menyerahkan rekamannya, tapi Il Seung bilang ia akan menyerahkannya bersamaan dengan uangnya nanti.


Pak Kwak: “Bagaimana aku mempercayaimu ketika kau bekerja sama dengan Kang Chul Gi? Dia adalah orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk menghancurkan Manajer Lee. Kalian bekerja sama menemukan uangnya dan tidak akan memberikanku rekaman buktinya.”


Pak Kwak: “Apa dia tidak menceritakan apa yang terjadi 10 tahun lalu saat dia berusaha melawan Manajer Lee?
Detektif Kang: “Hentikan!”
Pak Kwak: “Dia dipukuli sampai babak belur dan dilempar ke sebuah kapal. Siapa yang melakukan itu? Aku.”


Il Seung: “Apa itu benar?”
Pak Kwak: “Kau tahu apa yang terjadi kalau kau naik kapal tanpa uang atau passport? Kau tidak bisa turun. Kau harus bekerja di sana sampai kau mati. Dengan kata lain kau menjadi budak seumur hidupmu.”


“Tutup mulutmu!” kata Detektif Kang sambil berusaha bangkit dan menyerang Pak Kwak. Tapi ia terlalu lemah, sehingga langsung ambruk lagi.


Asisten Ki berhasil menemukan ponsel yang tadi dilempar Il Seung dan melihat rekamannya. “Hampir saja kita mendapat masalah,” kata Pak Kwak.


Tidak rela kehilangan bukti itu, tiba-tiba Il Seung mengambil kartu memori itu dari tangan Pak Kwak dan melemparkannya. Asisten Ki sangat kesal dan mendorong Il Seung, karena itu berarti dia harus mencarinya lagi, dan kali ini akan lebih sulit karena ukurannya sangat kecil, berada di rerumputan dan keadaan yang gelap.


Pak Kwak menyuruh Detektif Kang masuk ke dalam mobil, karena ia akan dipertemukan dengan Manajer Lee. Il Seung menatap Detektif Kang dengan khawatir.


Pak Kwak lalu menyuruh Il Seung mencari uangnya. “Waktunya sampai besok. Jika Manajer Lee Kwang Ho tahu kau bersama Kang Chul Gi, kau juga akan langsung dibunuh,” kata Pak Kwak.


Tidak mau hal buruk terjadi pada Detektif Kang, Il Seung mengambil satu dus penuh kertas dan memukulkannya ke belakang kepala Pak Kwak sampai pingsan. Ia lalu mengambil kunci mobil Pak Kwak dan memberikannya pada Detektif Kang! [crstl]


Comments


EmoticonEmoticon