12/07/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 1 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 1 BAGIAN 1


#1 – Sendiri pun Aku Baik-Baik Saja


Terlihat sebuah mobil mewah berwarna biru memasuki area parkir.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS Mad Dog
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 1 Part 2

Pengendaranya adalah Kim Min Kyu (Yoo Seung Ho). Ia mengambil aneka peralatan dari kopernya. Ia memakai sarung tangan, masker, dan topi hitam. Ia juga mengeluarkan jarum suntik. Barulah ia bisa turun dari mobilnya.


Min Kyu tampak sedang diwawancara perihal wajib militer . Seorang penanya, berkata bahwa ini adalah penangkapan ketiga untuk Min Kyu dan menyuruhnya melepaskan topi dan maskernya.  


Min Kyu lalu melepaskan masker dan topinya.


Penanya melihat biodatanya dan membaca bahwa Min Kyu memiliki alergi serius terhadap manusia. “Ini menarik. Apakah ada penyakit seperti ini?” kata penanya 1. Penanya 2 menambahkan, “Sebagai ahli kulit, aku belum pernah mendengarnya. Apa kau melakukan ini untuk menghindari wajib militer?” “Apa kau tidak merasa bersalah pada mereka yang sudah melakukan wajib militernya?” ujar penanya ketiga.


Min Kyu membuka bajunya lalu berjalan mendekati para


Penanya ketakutan dan melakukan kuda-kuda untuk melawannya. Min Kyu lalu memegang tangan si penanya. Tiba-tiba kulit tangannya menjadi merah dan terus menjalar sampai wajahnya.


Pewawancara ketakutan dan langsung memakai cairan pencuci tangan karena takut tertular. Min Kyu berkata, “Dengan begini, apakah mungkin aku menjadi bagian dari angkatan laut?” Pewawancara menjawab tidak.


Min Kyu lalu menyuntikkan cairan yang sudah ia siapkan tadi ke tangannya. “Ini hanya muncul ketika aku melakukan kontak fisik. Semakin lama kontaknya, akan semakin parah gejalanya.Ini tidak dapat dicegah. Gejalanya dapat disembuhkan dengan suntikan obat. Ini tidak menular. Ada pertanyaan?” lanjut Min Kyu.


Gerbang rumah Min Kyu terbuka secara otomatis.


Tampak seorang tukang kebun menyapanya, “Tuan.. semuanya sudah siap.” Min Kyu hanya tersenyum dan mengangkat tangannya.


Rumah Min Kyu terlihat sangat luas.


Min Kyu mengucapkan selamat ulang tahun yang pertama untuk pembersih debunya. Ia bahkan memberikan hadiah batu baterai baru untuk pembersih debunya. “Tinggallah denganku untuk waktu yang lama. Kau sangat lucu...”


Pembersih debu mulai melakukan tugasnya lagi. Terlihat banyak robot terpajang dengan rapi di balik kotak-kotak kaca.


Ia juga menyusun menara kartu remi untuk sekedar bersenang-senang.


Narasi Min Kyu: “Tidak seperti yang kau pikirkan, aku baik-baik saja walaupun sendirian. Jika dunia berakhir dan hanya ada satu orang yang bertahan, itu adalah aku.”
Padahal dia meminum banyak obat.


Narasi Min Kyu: “Aku punya jutaan kemampuan untuk hidup dalam kesendirian.”
Padahal nge-game pun dia kalah.


Suatu malam, Min Kyu menonton film yang memperlihatkan banyak adegan ciuman. Ia mencoba mencium bantalnya.


Narasi Min Kyu: “Apakah aku kesepian? Tidak sama sekali.”


Narasi Min Kyu: “Kita harus menjaga jarak dengan orang lain.”
Tapi yang ia butuhkan sebenarnya adalah, “Aku butuh ruang untuk melindungi diriku sendiri.”


Di suatu pertokoan, terlihat banyak orang yang mengantri. Ada yang makan, kedinginan, ataupun terkantuk-kantuk. Salah satunya adalah Jo Ji A (Chae Soo Bin) yang biasa dipanggil Direktur Jo.


Seorang siswa perempuan memegangi perutnya. Ji A bilang ia akan menjaga tempatnya agar si siswa dapat pergi ke kamar mandi. Siswa itu mengucapkan terima kasih.


Ji A menerima pesan di ponselnya. Banyak pesan positif tentang hasil pekerjaan Ji A. Ia membalas, “Semuanya.. Aku kewalahan menerima ucapan terima kasih kalian.”


Seorang pria datang dan menanyakan antrian apa ini. Ji A menjelaskan bahwa mereka sedang mengantri untuk mendapatkan figur edisi terbatas.


Ji A memberikan kartu namanya. “Hubungi aku jika kau membutuhkan seseorang untuk membelikanmu sesuatu. Dengan pengalaman bertahun-tahun, aku bisa membantumu mendapatkan produk-produk edisi terbatas.”


“Oh, kau Direktur Jo yang terkenal itu,” kata si pria sambil duduk di tempat siswa dan ingin mengantri dari situ. “Aku telah berkali-kali gagal dalam berbisnis. Aku punya banyak hutang dan juga temperamen yang buruk.“ 


Ji A berdiri, “Hey kau brengsek yang tidak punya hati nurani! Apa kau tidak lihat orang di sini sudah mengantri lama? Beraninya kau menyerobot antrian. Jika kau tidak pergi dalam tiga detik, aku akan membuat sikat gigi dari bulu hidungmu!”


“Bulu hidungku baik-baik saja! Aku tidak pernah menyerobot antrian! Aku bahkan tidak tertarik dengan figur edisi terbatas ini,” kata si pria membela diri. Semua orang bertepuk tangan untuk Ji A karena berhasil membuatnya pergi.


Anak sekolah kembali dan bertanya apa yang terjadi. Ji A bilang tidak ada apa-apa dan menyuruhnya duduk.


Toko dibuka. Seorang karyawan memberi arahan agar masuk sesuai antrian dan perlahan-lahan. 


Semua berjalan baik-baik saja, namun saat pria tadi kembali dan menerebos antrian, semua orang jadi terprovokasi dan berebut untuk masuk. Ji A pun tidak mau kalah. Ia berlari paling depan.


Ji A berlari ke arah figur bernama Metal Gear Gunner. Tumpukan robot itu tampak bersinar di matanya.


Ji A berhasil mendapatkannya, ia tersenyum bahagia.


Orang-orang berdatangan untuk mengambil barang yang sama. Ji A melindungi kotaknya agar tidak tertabrak orang. Tapi dia malah tidak memperhatikan sisi lainnya. Kotaknya kotor terkena jajanan milik seorang anak kecil.


Ji A memasukkan kotak robotnya ke dalam tempat penyimpanan di belakang motornya.


Ia menerima telepon, “Halo, aku sudah berhasil mendapatkan pesananmu. Dimana kita bisa bertemu?”


Ji A mengantarkan robotnya kepada si pemesan yang tak lain adalah Min Kyu.


Bukannya keluar, Min Kyu malah membuka kaca bagian belakang. Ia bicara melalui speaker agar Ji memasukkan robotnya. Ji A meminta uangnya dulu, tapi Min Kyu bilang ia sudah membayar untuk figurnya, dan ia nanti juga akan membayar komisinya dua kali lipat dengan syarat kemasan produknya harus sempurna.


Ji A yakin dengan produknya, jadi ia setuju dan memasukkannya melalui kaca belakang.


Min Kyu memeriksa kotak robotnya dengan menggunakan kaca pembesar. Ji A menertawakannya.


“Tidak.. Tidak Tidak..,” kata Min Kyu hampir menangis saat melihat kotaknya terkena saos.


“Tuan, berikan aku komisinya sekarang, 300 dollar,” pinta Ji A. Ji A berusaha membuka pintunya.


Min Kyu tidak mau memberikan komisinya karena kemasannya rusak , itu berarti Ji A melanggar perjanjian. Min Kyu lalu menjalankan mobilnya.


Karena berusaha mengejar Min Kyu, Ji A terserempet oleh mobilnya. “Suara apa itu?” gumam Min Kyu lalu menghentikan mobilnya. Ji A tersungkur di jalan! [crstl]


Advertisement

1 comments:


EmoticonEmoticon