12/28/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 14 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 14 BAGIAN 1


#14 – Kau Mengkhawatirkan Jo Ji A


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 13 Part 2

Hoktal mengembalikan anting Sun Hye ke cafenya. Sun Hye berkata ia sebelumnya tidak pernah menghilangkannya. Dia bertanya pada Hoktal apakah itu kebetulan.


Hoktal menjelaskannya secara ilmiah bahwa bisa saja anting itu terlepas karena pengaruh grafitasi dan sebagainya. Setelah itu, ia langsung pamit pulang. Tapi Sun Hye menawarinya minum kopi dulu.


Hoktal: “Aku tidak bawa dompet.”
Sun Hye: “Kau bisa membayarnya nanti.”
Hoktal: “Keluargaku mengajarkan agar tidak berhutang kepada siapapun.”
Sun Hye bergumam, “Ada apa dengan orang ini?”


Lalu Ssanip datang dan terkejut mereka melihat Hoktal sudah ada disana.


Ssanip: “Kapan kau datang kesini?”
Hoktal: “Apa? Katakan apa yang ada di pikiranmu?”
Ssanip: “Itu baju baru.”
Hoktal: “Sun Hye meninggalkan sesuatu jadi daku datang untuk mengembalikannya.”
Ssanip: “Baik, pergilah.”

Ssanip lalu bertanya apakah Sun Hye sudah siap untuk melakukan operasi mata. Ssanip lalu memesan Americano. “Aku mau latte,” kata Hoktal.


Pesanan kopi mereka datang. Sambil meminumnya, Hoktal bertanya dalam permainan kencan siapa yang akan terseret. “Yang lebih dulu marah,” kata Sun Hye.


Min Kyu menyuruh Ji A mengangkut semua paket yang dibawa Pelayan Sung ke dalam rumah. Pelayan Sung bilang itu sudah tugasnya, tapi Min Kyu berkata bahwa mulai sekarang Ji A yang akan melakukannya.


Ji A mengambil satu kotak. Tapi pelayan Sung menambahkan lagi kotaknya sambil berkata, “Kalau kau membawanya seperti itu nanti tidak akan selesai-selesai.


Ji A membersihkan rumah, sementara Min Kyu enak-enakan berbaring di sofa sambil makan kue.


Ji A: “Tuan, kau bilang aku harta karunmu. Seperti itukah kau memperlakukan hartamu?”
Min Kyu: “Tidak dapat dipercaya. Apa gunanya robot yang tidak mampu menyimpan informasi.”


Min Kyu menunjuk dengan kakinya dan menyuruh Ji A merapikan buku-buku di ruang belajar sesuai tanggal terbitnya.


Ji A membersihkan lantai ruang belajar, lalu berkata pada Min Kyu bahwa pekerjaan itu akan membuatnya lebih cepat kehabisan baterai. Tapi Min Kyu tidak peduli.


Ji A sampai i meja kerja Min Kyu dan melihat kalau surat petisi yang ia kirimkan belum dibuka sama sekali.


Baek Gyoon melihat Ji A sedang mengelap kaca. “Si bodoh itu..” kata Baek Gyoon sambil berjalan masuk ke rumah. Ji A melihatnya dan ikut masuk.


Baek Gyoon: “Apa kau kehilangan akal? Bagaimana bisa kau membuat robot android yang penuh seni untuk membersihkan jendela?”

Min Kyu: “Apa yang salah? Membersihkan adalah pekerjaan rumah yang suci. Harusah aku membersihkan jendela sendiir padahal aku punya robot untuk melakukannya?”


Ji A lalu datang dan melihat mereka berdua berbicara. Baek Gyoon merebut alat kebersihan Ji A dan mengatakan bahwa dia yang akan melakukan pekerjaannya, karena tidak tega melihat robot ciptaannya mengerjakan itu semua.


Min Kyu: “Kau, lipat payung itu.”
Baek Gyoon: “Tidak, tidak. Aku yang akan melakukannya?”
Min Kyu: “Kenapa kau datang kesini, Doktor?”
Baek Gyoon: “Karena aku yang membuat payung ini.”
Min Kyu: “Benarkah?”


Ji A bicara dalam hati, “Tidak. Itu penemuanku. Berani sekali kau, Pria Jamur?”


Min Kyu berkata, “Kau bohong, Ide payung itu tidak mungkin muncul dari kepalamu. Itu adalah sesuatu yang ditemukan oleh orang yang lebih jenius daripada kau. Ikuti aku dan  lihat ini.” Ji A membatin bahwa IQ-nya hanya 94.


Min Kyu menunjukkan gedung yang akan dibangun untuk lab Tim Santamaria seluas 6500 meter persegi. Baek Gyoon bilang itu bagus, tapi ia tidak melihat pakaian baru yang dibuat khusus untuk mereka.


Min Kyu: “Aku baru sajamemperlihatkan bangunan luar biasa yang aku bangun untukmu dan kau masih minta kesejahteraan?”

Baek Gyoon: “Bagi Ssanip makanan adalah yang paling utama, jadi kami butuh restoran yang menyajikan makanan tiga kali sehari dengan kulkas bir. Hoktal sangat sensitif dan peduli pada alam, jadi aku mau ada greenhouse di sebelah lab dengan kolam renang. Dan Pai...”
Ji A: “Bagaimana denganku?”


“Kau robot,” kata Baek Gyoon dan Min Kyu kompak.


Ji A sudah kembali ke lab dan akan mengambil air putih. Di belakangnya, Baek Gyoon menggebrak-gebrak meja untuk memberitahu bahwa dia punya beberapa botol minuman, tapi ia tidak mengatakan apa-apa. Ji A menoleh ke belakang dan meminum satu botol.


“Baiklah. Aku akan melupakannya selamanya. Hhh,” gumam Ji A.


Baek Gyoon tersenyum menatap Ji A yang sedang minum.


Pai melihat Baek Gyoon dengan murung lagi.


Baek Gyoon: “Bagaimana menurutmu?”
Pai: “Satu penyesuaian lagi, dan aku pikir kita selesai.”
Baek Gyoon: “Aku setuju. Mari kita lakukan sekali lagi.”
Pai: “Baik, Doktor.”


BaekGyoon lalu berkata pada Aji-3, bahwa Ji A menderita karenanya dan meminta Aji-3 menyiapkan dirinya. Aji-3 lalu merespon, “Kau mengkhawatirkan Jo Ji A.” Baek Gyoon menjawab, “Tentu saja.”


Pai terpeleset dan Baek Gyoon menolongnya. “Inilah saat yang tepat untuk mencium,” kata Aji-3. Baek Gyoon bertanya siapa yang mengajarkan Aji-3. Pai menjawab kemungkinan itu dari Sun Hye. Baek Gyoon marah karena harusnya yang belajar adalah Min Kyu bukan Aji-3. Baek Gyoon lalu melepaskan Pai.


Ssanip dan Hoktal datang dan mengajak mereka berpesta sandwich.


Pai bertanya kenapa mereka membeli 7 sandwich. Ssanip menjawa bahwa yang membelinya adalah orang yang lapar dan ia akan menghabiskannya.
Flashback..


Baek Gyoon mengingat saat Ji A mengatakan bahwa dia lapar dan akan memesan dua porsi besar. Tapi Baek Gyoon meralat pesannya menjadi ukuran medium, karena khawatir tidak akan habis.


Min Kyu berpikir dan akhirnya memaklumi bahwa robot bisa saja eror dan menghapus memorinya secara tidak sengaja. “Baiklah, masalah sudah selesai. Ayo kita tidur,” kata Min Kyu sambil merapatkan selimutnya.


Tapi nyatanya Min Kyu malah datang ke lab. “Tidak. Ini belum beres. Aku masih merasa tidak baik.” Ia lalu membuka pintunya dan masuk ke dalam.


Hoktal dan Ssanip sudah tidur.


Min Kyu: “Hai, Aji-3.”
Aji-3: “Selamat datang, Direktur Kim Min Kyu.”
Min Kyu: “Kenapa kau tidak memanggilku tuan?”
Aji-3: “Aku sedang menjalankan software operasi utama. Untuk menggunakan software yang dibuat khusus untukmu, kau harus me-logout sistem ini dulu.”


Min Kyu curiga dan bertanya, “Aji-3 yang ada disini, hanya dirimu kan?” Aji-3 menjawab bahwa hanya dia yang dibuat oleh Tim Santamaria, jadi jika ada kloning pasti mereka identik. “Apa kau adalah Aji-3 ku?” tanya Min Kyu lagi. “Aku tidak percaya.”


“Dia yang tidak percaya pada siapapun, tidak akan mendapatkan kepercayaan orang lain,” jawab Aji-3.
Flashback..


Min Kyu mengingat Pai juga pernah mengatakan hal yang sama saat mereka minum bir di rumahnya dulu.


Min Kyu pulang ke rumah dan memikirkan yang baru saja ia alami. Ia mengingat saat pai mengatakan bahwa yang Aji-3 rasakan bukanlah emosi.


Min Kyu kembali tidak bisa tidur. Dia membayangkan Ji A ada di sampingnya.


“Rasanya sangat nyata. Tapi kau palsu?” kata Min Kyu. Dan saat Min Kyu ingin menyentuhnya, Ji A sudah menghilang.


Keesokan harinya, Ji A berdiri di depan rumah Min Kyu dan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia aka melupakan semua kejadian kemarin. “Kau adalah teman terdekat dan harta Kim Min Kyu.”


Ji A sudah masuk ke dalam rumah dan Min Kyu hanya menatapnya saja.


“Tuan?” sapa Ji A.  Min Kyu bilang ia lapar dan pergi ke dapur tanpa mengajak Ji A, tapi Ji A tetap mengikutinya.


Saat makan pun, Min Kyu tidak bicara pada Ji A. Ketika bicara ia malah menawarkan apakah Ji A mau makan juga. Ji A diam saja. “Hanya bercanda,” kata Min Kyu.


Ji A: “Hari ini, kau terlihat tidak bahagia.”
Min Kyu: “Aku tersenyum. Bagaimana kau tahu kalau aku tidak bahagia?”
Ji A: “Karena aku melihatmu sangat tertutup sekarang.”
Min Kyu: “Ah, deep-learning? Ya benar, itu tugasmu untuk mengobservasi seseorang. Kau mengamatiku dan orang-orang di sekitarku.”


Min Kyu menonton acara TV dengan Ji A dan mereka tertawa bersama. [crst]


Advertisement

3 comments

Makasih ya sinopsis y...d tunggu kelanjutan y, semangat..😊😊

Makasih banget sinopsisnya unnie.. Semangat ya.. Ditunggu kelanjutan nya.. 😁

Tiap saat buka page nya nunggu kelanjutan


EmoticonEmoticon