12/21/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 9 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 9 Part 1

“Kau benar. Cerita tentang temanku itu sebenarnya adalah kisahku sendiri. Dan seperti yang kau tahu, aku menolaknya. Tidak.  Aku yang ditolak,” kata Min Kyu. Min Kyu mengatakan semuanya dengan jujur karena Aji-3 sudah tahu segalanya tentang dia, jadi dia tidak merasa malu lagi.


Min Kyu merasa tidak adil karena dia punya hal memalukan sebagai manusia, sedangkan robot tidak memiliki hal semacam itu.


Ji A menanyakan alasan Min Kyu tetap ingin memberikan kalung yang berharga itu padahal ia ditolak. Min Kyu bilang bahwa Ri El adalah wanita pertama dan terakhir yang dicintainya. Ji A berkata bahwa seseorang mungkin akan datang nanti. Tapi Min Kyu mengatakan sebaliknya.


Ji A: ”Bagaimana jika benar ada yang datang nanti?”
Min Kyu: “Astaga, lupakan saja. Robot sepertimu tidak akan mengerti perasaan manusia.”
Ji A: “Aku tahu kalau kau sedang membutuhkanku.”
Min Kyu: “Haha.. membutuhkanmu?”
Ji A: “Lalu kenapa kau menggenggam tanganku?”
Min Kyu: “Aku tidak tahu.”


Min Kyu lalu melepaskan genggamannya dan baru menyadari kalau alerginya sudah sembuh padahal dia tidak menyuntikkan obatnya. “Aku sudah sembuh.” Dia merasa hal itu sangat aneh.

Min Kyu bertabrakan dengan seorang pria sampai terjatuh. Pria itu menyentuh Min Kyu untuk membantunya bangun. Min Kyu masih diam saja karena terkejut. Dan saat sadar, dia langsung berteriak dan melepaskan dirinya.


Min Kyu kesal karena seharusnya tidak ada orang di restoran. Tapi karyawan bilang ia tidak menerima perintah itu. Sekarang ia tahu alasannya kenapa tidak ada pelanggan yang datang.


Karyawan dan Ji A bertanya bagaimana keadaan Min Kyu. Min Kyu heran karena keadaannya terlalu baik. Tidak terjadi reaksi alergi pada tubuhnya dan Min Kyu merasa itu adalah hal yang tidak mungkin.


Min Kyu lalu menyentuh karyawan tadi untuk memastikan kondisi tubuhnya. Karyawan itu ketakutan dan berusaha melepaskan dirinya. Dan saat Min Kyu sudah pergi dengan mobilnya, si karyawan berteriak, “Jangan berani kembali lagi kesini! Kau ingin menyentuhku? Dimana?”


Di mobil, Ji A menanyakan apakah pria karyawan tadi adalah tipe Min Kyu.  Min Kyu mengakui bahwa dirinya gila. Mendengar itu, Ji A berpikir bahwa Min Kyu merubah pandangannya terhadap wanita karena ia putus tadi.


Min Kyu yang sedari tadi menghubungi Dokter Oh merasa kesal, karena Dokter Oh belum juga mengangkat teleponnya. Sambil menyetir, ia kembali melihat tangannya yang baik-baik saja.


Baek Gyoon menyusul Ji A berbekal informasi GPS dari lab. Wajahnya tampak khawatir.


Sementara itu, Min Kyu menghentikan mobilnya di suatu tempat dan memberanikan diri untuk keluar dari mobil padahal banyak orang yang berlalu-lalang. Ji mengikutinya.


Min Kyu mengedip-ngedipkan matanya karena merasa was-was. Ia melihat dari atas, banyak orang yang di jalan bawahnya. Ji A tersenyum. “Kau butuh pengalihan? Ayo pergi! Ayo kita menuju kerumunan orang itu. Aku akan menyemangatimu, kawan..” ajak Ji A.


Ji A menggandeng tangan Min Kyu dan menariknya, tapi Min Kyu tidak mau bergerak. Sesaat kemudian ia berkata, “A..ayo.. ayo kita pergi.” Ji A pun kembali menarik tangannya dan meulai berjalan ke arah kerumunan orang yang sedang berlalu-lalang.


Min Kyu menatap orang-orang yang berjalan di depannya. Lalu sekelompok remaja tidak sengaja menyenggol tubuhnya. Min Kyu kesal dan langsung mengecek jam tangan medisnya, dan tidak terjadi apa-apa.


Min Kyu mulai berjalan sampai tersenyum. Ji A lalu berhenti di penjual boneka. “Kau menginginkannya?” tanya Min Kyu. Ia lalu mengeluarkan selembar uang. Penjual memintanya agar memberikan uang kecil saja, karena harga bonekanya kurang dari 10 dollar. Min Kyu lalu mengecek dompetnya dan semuanya pecahan seratus dollar. Mereka tidak jadi membelinya.


Ji A lalu berhenti di penjual topi dan memakainya topi bertulisan Cantik. “Aku Pretty nomor empat...” kata Ji A riang. Ia lalu memakain topi kepada Min Kyu dan mengajaknya berfoto bersama dengan menggunakan ponsel Min Kyu.


Ji A masuk ke toko es krim dan memesan satu cake es krim.


Di luar toko, pelayan meminta Min Kyu menekan suatu permainan. Min Kyuakan menekan namun sekarnag anak kecil juga melakukannya hingga tangan mereka bersentuhan. Min Kyu kembali mengecek jam medisnya. “Normal?” gumam Min Kyu heran.


Ji A keluar dari toko sambil menunjukkan apa yang sudah dibelinya.


Ji A lalu mengajak Min Kyu membuat tato. Min Kyu menertawakan dirinya sendiri yang dengan sukarela membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya.


Pen-Tato: “Pacarmu sangat cantik.”
Min Kyu: “Dia bukan pacarku.”
Pen-Tato: “Llau apa dia orang gila?


Lalu terdengar suara musik dan nyanyian. Ji A menggandeng Min Kyu ke arah suara itu, dan sudah banyak orang yang berkumpul disana. Min Kyu lalu duduk diantara mereka.


Si penyanyi meminta para penonton agar saling bergandengan tangan. Penonton yang ada di sebelah kiri Min Kyu langsung memegang tangan Min Kyu dan mengangkatnya ke atas. Min Kyu terkejut, tetapi sesaat kemudian dia terlihat sangat bahagia.


Min Kyu mengecek jam tangan medisnya. “Aku sembuh.. Aku sembuh.. Aku normal sekarang,” kata Min Kyu. Lalu Dokter Oh meneleponnya.


Min Kyu menerima teleponnya, “Hallo Dokter Oh.. Hallo? Kau mendengarku? Dokter Oh..” Llau ia menjauh dari kerumunan.


Min Kyu: “Dokter Oh, kau harus kembali ke Korea sekarang.”
Dokter Oh: “Tidak bisa. Aku sudah bilang aku ada seminar di Inggris.”
Min Kyu: “Kalau begitu, tolong dengarkan aku baik-baik dan jangan sampai kau terkejut. Aku sudah sembuh. Alergiku sudah hilang. Aku menyentuh orang dan tidak ada ruam.”


Dokter Oh: “Apa kau sangat ingin menikah?”
Min Kyu: “Aku tahu kau tidak akan mempercayainya, tapi...”


Min Kyu mengatakannya sambil menangis, tiba-tiba jam tangan medisnya menunjukkan reaksi alergi dan ruam juga mulai muncul di tangannya. “Ada apa ini? Kenapa indeksnya meningkat lagi?”


Sementar itu, Baek Gyoon sudah sampai dan memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Min Kyu. Ia kembali mengecek sinyal GPS Ji A.


Ji A masih di tribun penonton.Dia menengok ke kanan dan kiri mencari keberadaan Min Kyu.


Min Kyu masih tersambung dengan Dokter Oh di telepon. Ia mengatakan bahwa sebelumnya ia sudah sembuh, namun tiba-tiba terjadi reaksi alergi. “Kau ada dimana? Obatmu? Apa kau membawa suntikanmu?” tanya Dokter Oh khawatir.


“Tidak.. aku tidak membawa apapun,” kata Min Kyu. Tiba-tiba ruamnya hilang saat ia melihat Ji A yang sedang mencarinya. Min Kyu panik saat ada orang yang menghalangi pandangannya ke Ji A. Lalu saat Ji A sudah terlihat lagi, ia kembali tenang.


Ji A melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Dokter Oh: “Tetap bersamaku. Apa ada orang di dekat sana?”
Min Kyu: “Ada.. seseorang. Dokter Oh, ketika aku melihat orang ini aku akan sembuh, tapi ketika aku tidak melihatnya, maka ruamnya kembali muncul. Apa kau percaya padaku?”
Dokter Oh: “Apa? Apa maksudmu? Ketlka kau melihat seseorang?”
Min Kyu: “Dia bukan manusia.”


Dengan mata berkaca-kaca, Min Kyu berjalan ke arah Ji A dan memeluknya. Orang-orang malah bertepuk tangan dan mengatakan bahwa mereka pasangan yang romantis bahkan mengucapkan selamat. 


“Ini semua karena kau. Ini semua karena kau ada di sisiku,” kata Min Kyu. “Aku akan membelimu, dengan baterai paling tahan lama di dunia. Tetaplah bersamaku sampai aku mati. Tetaplah bersamaku selamanya. Kau adalah harta karun paling berharga milikku,” lanjut Min Kyu lalu mencium kening Ji A. 


Orang-orang kembali bersorak, dan terlihat Baek Gyoon sudah sampai disana. “Kau benar-benar sudah kehilangan akal! Dasar kau psikopat!”


Baek Gyoon lalu menghajar Min Kyu. ‘Beraninya kau menciumnya dengan bibir kotormu? Aku tidak mengirimnya untuk ini!” teriak Baek Gyoon.


Baek Gyoon bertanya apakah Ji A baik-baik saja dan langsung menggandengnya pergi.  Tapi Min Kyu juga meraih tangan Ji A yang satu lagi. “Mau kemana kau? Aku adalah tuanmu. Aku sudah bilang agar kau tetap di sisiku,” kata Min Kyu. Baek Gyoon lalu berkata kalau dia yang sudah membuat Ji A.


“Baterai tersisa lima persen lagi. Aku akan berada pada mode standy by untuk di-charge,” kata Ji A lalu menundukkan kepalanya.


“Hey, kau..!” teriak Min Kyu. [crstl]
Advertisement

1 comments:

terimaksih banyak untuk mmbuat sinopsis ini 😍


EmoticonEmoticon