12/20/2017

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 3 PART 1

SINOPSIS Just Between Lovers Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Just Between Lovers Episode 2 Part 2
Gang Doo masih tertimbun reruntuhan gedung menunggu bantuan. Beberapa orang petugas datang tapi tidak melihatnya, mereka mengevakuasi Moon Soo.
“Aku di sini. Aku di sini. Di sini. Aku di sini!”


Moon Soo sedang bekerja, tapi dia masih mengingat pembicaraannya dengan Gang Doo.
”Mempercayai orang yang ada di dekatku di situasi yang berbahaya? Tidak akan. Di antara hidup dan mati, orang hanya peduli pada dirinya sendiri.”


Moon Soo menemui CEO Seo yang memanggilnya.
“Kita akan bertanggung jawab pada seluruh model bangunan, tolong pahami blue printnya. Dan juga, datanglah ke lokasi untuk mengecek apakah ada perubahan di sana. Aku akan menghubungi pegawai kita di lokasi. Oh benar, aku bermaksud memngenalkan mu padanya hari ini.”
“Aku akan menemuinya sekarang.”
“Jangan khawatir.”
“Maaf?”
“Kau akan mengerjakannya dengan baik nona Ha Moon Soo. Aku pandai membaca orang.”
“Siapa nama pegawai kita di lokasi?”


Gang Doo sedang bertugas di pintu masuk proyek, dan seorang sopir truk memaksa masuk.
“Kau mau ke area yang mana?” tanya Gang Doo pada sopir itu.
“Buka.”
“Di mana?”
“Aku bilang, buka. Hei bocah!” Gang Doo tetap tidak membuka portalnya.


Gang Doo memanjat ke pintu truk.
“Apa ini?”
“Lee Gang Doo.”
“Apa? Hei bocah.”
“Itu bukan namaku. Namaku Lee Gang Doo. Kau mau ke area mana?”
“B.” Sopir truk menjawab singkat.


Lalu Gang Doo turun untuk membuka portalnya.


Sambil berjalan Gang Doo mengingat apa yang dikatakan CEO Seo.
“Kau hanya perlu membuat catatan secara lengkap tentang apa yang terjadi di lokasi. Dua belas tahun lalu saat kecelakaan itu terjadi, ada psebelas orang pekerja yang tewas di lokasi. Orang bodoh mengatakan semuanya akan baik-baik saja, tidak satupun dari mereka ada di lokasi. Orang-orang berada di lokasi sampai akhir untuk melakukan reparasi, hanya orang-orang itu yang terluka. Orang-orang hanya menginginkan segelas soju saat selesai bekerja.”


Moon Soo datang ke rumah temannya, yang bernama Wan Jin.
“Apa ini toko yang buka 24 jam?  Telepon dulu agar aku tahu kau akan datang.” 
“Hari ini aku bertemu orang brengsek.”
“Itu yang kita bicarakan semalaman kemarin, dan menyebabkan kerusakan liver kita. Ada peribahasa yang mengatakan pria seperti anak-anak atau anjing. Aku ingin menghindarinya tapi sepertinya aku akan sering bertemu dengannya karena pekerjaan. Ada apa dengan dia?”
“Aku tidak tahu mana yang lebih dulu, apakah hidupnya tidak seperti yang diinginkannya atau kepribadiannya menjadi kacau.”


Menurut Moon Soo, kalau dia terjebak bersama pria itu, maka hidupnya akan berakhir di selokan. Tapi Wan Jin memperingatkan agar dia berhati-hati, karena biasanya orang akan tertarik dengan orang yang buruk dari pada dengan orang yang tepat. Lalu Moon Soo bertanya sebaiknya dia berkencan dengan siapa.

“Teman mu sakit karena patah hati namun kau berkencan dengan pria dan pria ini.”
Tapi Moon Soo mengatakan kalau dia tidak berkencan.
“Setidaknya satu dari kita harus berkencan. Aku juga ingin menjadi nakal. Aku akan menjalani kehidupan liar.”


“Oke, kartunis liar terdengar bagus.”
“Lalu, apakah aku harus memulai seri x-rated liar?”
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak dan tiba-tiba Wan Jin mengalami sesak nafas.


Moon Soo membawa Wan Jin ke rumah sakit. Dai ditangani oleh dokter Jae Young (adik Gang Doo).
“Sepertinya kekakuan temporer. Tapi karena tekanan darahnya tinggi, insufisiensi otonom juga mungkin terjadi. Gejala itu ditunjukkan oleh pasien lumpuh saat perut mereka jengkel. Dia perlu dirawat di rumah sakit sampai besok.” Jae Young memberi tahu Moon Soo.
Lalu berbicara pada perawat “Tolong periksa tekanan darahnya setiap jam dan mohon berikan obat tekanan darah jika tekanan darahnya lebih dari 150.”


Setelah dokter dan perawat pergi, Moon Soo mengatakan pada Wan Jin ini karena dia banyak minum kemarin. Moon Soo akan memberi tahu orang tua Wan Jin, tapi dia melarangnya dan meminta Moon Soo untuk pulang saja. Dia mengatakan dai baik-baik saja dan ini bukan yang pertama kalinya.


Moon Soo akan keluar dari rumah sakit, dan Jae Young memanggilnya. Jae Young bertanya apakah sebelumnya mereka pernah bertemu. Moon Soo mengatakan sepertinya dia tidak mengenalnya. Jae Young meminta maaf lalu pergi.


Wanita dari bar itu sedang mengobati luka di wajah Gang Doo, dia mengatakan pada Gang Doo agar melepaskan emosinya di tempat yang tepat. Karena pekerjaan mereka seperti itu

“Jika kita membiarkan amarah kita terbang seperti yang kita inginkan, tubuh kita mengambil korban dan kita juga tidak akan bisa menghasilkan uang.” Wanita itu berkata pada Gang Doo.


“Gadis-gadis yang bekerja di sini, sepertinya mereka tersenyum tanpa ada kekhawatiran di dunia ini. Tapi mereka semua mengkonsumsi obat mulas setiap hari. Oh, benar Apakah kamu sudah berbicara dengan Mama hari ini?”
Gang Doo bilang dia belum bertemu dengannya.
“Kudengar gadis-gadis itu mendatangi Mama untuk membeli obat lebih awal tapi sia-sia.”
“Apa yang sedang terjadi? Dia bahkan tidak membuka toko hari ini.”


Gang Doo mendatangi rumah nenek tapi pintunya dikunci, dia memanggil-manggil tapi tidak ada yang mebuka pintu, jadi dia membuka pintu secara paksa.


Gang Doo menemui nenek yang sedang sakit.
“Aku masuk untuk memeriksa apakah kau masih hidup.”
“Apakah kau di sini karena kau sudah menyelesaikan semuanya?”
Bukan, menurut gang Doo dia di sini karena semua orang bertanya padanya kenapa nenek tidak membuka toko.
“Aku telah menggunakan tubuh ini untuk waktu yang lama. Wajar saja jika rusak.”


Nenek mengusirnya tapi dia tidak mau pergi malah berbaring di sebelah nenek, dan mengatakan akan tidur di situ. Nenek memarahinya karena tempat tidurnya sempit, tapi Gang Do malah menyurunya mengurangi berat badan. Nenek melempar bantal dan menyuruhnya diam.


Gang Doo menceritakan soal pembangunan di lokasi mall yang runtuh, dan dia sekrang bekerja di sana. 


Nenek terlihat marah, apa tidak da tempat lain untuk bekerja?


Gang Doo membelakanginya, sambil mengatakan bahwa itu takdir.


Moon Soo menjemput Wan Jin pulang dari rumah sakit, saat akan masuk ke daam taksi kursi rodanya macet dan Moon Soo tidak bisa mendorongnya.


Gang Doo datang lalu menggendong Wan Jin masuk ke dalam taksi.
“Apa aku boleh menyentuhmu? Aku akan menyentuh tubuhmu.”
Wan Jin mengangguk, lalu Gang Doo menngendongnya.

Gang Doo juga memasukkan kursi roda Wan Jin ke bagasi.


Moon Soo keheranan melihat Gang Doo, setelah selesai Gang Doo mengatakan kalau yang harus dilakukan Moon Soo adalah berterima kasih. Sebelum Moon Soo mengatakan apapun, Jae Young memanggil Gang Doo.


“Oppa!”
Gang Doo mendekati adiknya dan Moon Soo masuk ke dalam taksi.


Di perjalanan, Wan Jin terus tersenyum sendiri. Moon Soo mengatakan kalau dia begitu ingin dipeluk orang asing. Tapi dia mengelak, katanya Gang Doo lah yang menawarkan dan tidak sopan menolaknya. Moon Soo mengatakan kalau itu adalah pria yang dibicarakannya kemarin.
“Aku tahu kau tidak menilai pria dengan baik. Hal ini sepertinya bagus. Masalahnya kalau dokter itu adalah pacarnya.” Wan Jin masih tersenyum sendiri.


Jae Young bertanya pada kakaknya apa dia mengenal gadis yang dibantunya tadi. Gang Doo berkata bahwa dia kenal di tempat kerja.


Gang Doo meminta adiknya untuk datang memeriksa seseorang.
“Seseorang sakit tapi dia tidak akan pernah datang ke rumah sakit. Jadi bisakah kamu mampir untuk memeriksanya?”
“Jika ku datang ke sini untuk bertanya tentang ini, ku kira itu bukan hanya kenalan. Apakah kalian dekat?”
“Ya.”
“Seorang wanita?”
 “Ya. Kenapa? Aku tidak seharusnya mengenal wanita mana pun?”
“Aku akan memeriksa jadwal ku dan meneleponmu. Tolong lakukan ini melalui telepon. Jangan datang menemuiku di rumah sakit.”
“kenapa? Kau malu denganku?”
“Apa kamu belum tau. Pergilah.”


Moon Soo sedang membasuh wajahnya di toilet, lalu So Mi datang. Dia tanya apakah So Mi masih marah kepadanya. Mi So mengatakan pada hari itu, wajah Moon Soo benar-benar terlihat mengerikan.


“Kau tidak punya hak untuk memberi tahu ku bagaimana wajah ku terlihat.” Mi So masih kesal pada Moon Soo.
“Aku tahu. Tapi jika kau terus seperti ini, agar kita bisa bekerja sama....”
“Setidaknya begini. Orang-orang yang tidak tahu bagaimana cara berdandan, tapi memperlakukan wanita dengan make-up sebagai bimbos. Aku rasa itu membuat mereka merasa seolah-olah berada di atas mereka yang bermake-up, mereka hanya malas.” Lalu dia keluar dari toilet.


Moon Soo sedang berbicara dengan CEO Seo. Moon Soo bertanya akankah mereka menggunakan metode ledakan untuk menggali lokasi bangunan.

“Tanahnya kokoh namun tingkat air bawah tanah lebih tinggi dari perkiraan. Jadi aku memperdebatkannya.”

“Bagaimana kalau kita mengebor lubang untuk memeriksa dinding berongga itu ... Maafkan saya. Saya melangkah melewati batas.”

“Kau bisa terus melangkah melewati batas mu. Aku juga berpikir demikian. Bagaimana dengan blue print yang baru?”

“Belum. Saya tidak bisa membiasakan diri dengan lokasi di bagian. Saya pikir saya harus pergi sendiri untuk memeriksa.”

“Aku ada meeting dengan kontraktor besok. Biarkan aku mencoba menggeser jadwalku.


Jung Yoo Jin datang dan dia mengatakan agar tidak perlu menggeser jadwal, karena Moon Soo akan pergi ke proyek dengannya.

“Aku harus pergi ke lokasi juga. Pemeriksaan Hanyang Tech besok. Mereka akan menangani pekerjaan pondasi. Sampai ketemu besok.” Lanjutnya.


Moon Soo menurutinya lalu pamit keluar dari ruangan itu.


Jung Yoo Jin bertanya pada Seo Joo Won apakah dia sudah menyetujui survey perusahaan yang melakukan pekerjaan pondasi.

“Aku minta maaf. Beri aku waktu sebentar.” Seo Joo Woon berdiri dan keluar dari ruangan.


“Ha Moon Soo.” Seo Joo Won memanggil dan menemui Moon Soo.
“Ya, CEO.”
“Model yang baru dibangun itu bagus.”
“Anda sudah melihatnya?”
“Ruang yang ada dalam pikiran saya, itu tercermin sepenuhnya dalam model. Ini akan sangat membantu ku dalam proses perancangan.”
“itu kedengarannya bagus.”
Dari dalam ruangan, Jung yoo jin mengamati mereka.


Setelah pulang kerja, Moon Soo tidak sengaja melihat Seo Joo Won masuk ke dalam mobil Jung Yoo Jin.


Saat mobil itu meewatinya, dia bersembunyi.


Jung Yoo Jin melihat dari kaca spion kalau Moon Soo melihat mereka.


Moon Soo sedang bersiap akan berangkat kerja. Dia mencari sesuatu untuk digunakan bermake up tapi tidak menemukan apapun yang bisa digunakan. Kemudian mencoba baju yang akan dipakainya.


Moon Soo sudah berada di lokasi proyek.


Jung Yoo Jin datang bersama So Mi. 
“Akan lebih nyaman jika kau ikut dengan ku. Kau tidak menghindariku dengan sengaja, bukan?”
“Tidak, saya langsung dari rumah.”
So Mi masih tampak kesal dan tidak mengatakan apapun.


Gang Doo mendekati mereka dan berkata pada Moon Soo bahwa Moon Soo seolah-olah tidak mengenal dirinya.
“Mari kita kesampingkan apa yang kau lakukan di jalan sebelumnya, kau tidak harus bertindak seperti tidak mengenal ku juga di sini kan?”
“Meski begitu, kita juga tidak harus saling menyapa dengan gembira.”


“Apakah kalian saling mengenal satu sama lain?” jung Yoo Jin bertanya pada mereka berdua.
“Ya.” “Tidak.” Moon Soo dan Gang Doo menjawab secara bersamaan.


“Anda dari kantor pusat? CEO Hanyang Tech sedang menunggu.” Gang Doo bertanya pada Jung Yoo Jin.
“Biarkan dia menunggu sedikit lama. Ayo ke sini dulu.” Kata Jung Yoo Jin sambil menunjukkan sebuah foto di handphonenya.
“Ayo kita lakukan. Silakan tunggu di kantor maintenance. Kau perlu masuk terpisah untuk ke Distrik B.” Gang Doo berbicara pada Moon Soo.


Jung Yoo Jin mengikuti Lee Gang Doo.


So Mi dan Moon Soo berjalan bersama menuju ke kantor maintenance. Moon soo mengatakan dia akan memeriksa air bawah tanah.
“Kenapa kita yang harus memeriksanya? Perusahaan konstruksi yang harus memeriksanya.”
“Siapa pun itu, ada baiknya melakukannya karena kita sudah di sini.” 


So Mi mengatakan sebaiknya Moon Soo memberi tahunya kalau akan datang ke lokasi proyek, karena dia memakai sepatu yang tidak nyaman dan juga dia memakai tabir surya SPF rendah.
“Kupikir CEO sudah memberitahumu.”
“Dia memberitahuku. Pagi ini. Itu sebabnya aku tidak bisa siap seperti mu.”
“Berikan tasnya aku bisa pergi sendiri.”


Setelah Moon Soo pergi, So Mi dengan cemberut mengatakan 
“Ada apa dengannya. Begitu penuh dengan dirinya sendiri.”


Gang Doo dan Jung Yoo Jin berada di lokasi monumen yang hancur. Gang Doo memberi tahu bahwa subkontraktor yang membuat ini dan mengatakan itu bukan tanggung jawab mereka.

Gang Doo mengatakan kenapa Jung yoo Jin membuat monumen tidak berguna ini.

“Tidakkah kamu tahu apa yang terjadi di sini? Ini bukan sesuatu yang bisa kita lepaskan seolah-olah tidak ada yang terjadi.” Jung Yoo Jin tersinggung dengan ucapannya.

“Kurasa pasti tidak enak untuk mengabaikan seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saya tahu itu.”


Seorang pria datang untuk memberi tahu bahwa CEO Hanyang sudah lama menunggu. Jung Yoo Jin masih berbicara pada Gang Doo.

“Jika kau tahu betul seperti itu, kau harus tahu apa yang perlu kau lakukan agar bermanfaat.”
“Apa artinya berguna, tepatnya?”
Lalu Jung Yoo Jin pergi.


Moon Soo memeriksa beberapa lokasi di proyek sendirian.


Saat sedang melihat genangan air di tempat yang dala, selembar berkasnya tertiup angin dan dia berusaha menggapainya.


Gang Doo kembali ke kantor maintenance, di sana So Mi sedang duduk sambil memegang ponselnya. Gang Doo bertanya kenapa dia ada di sini, dan kemana Moon Soo.
“Entahlah.” So Mi menjawab dengan tidak peduli.


Gang Doo memintanya untuk menghubungi Moon Soo.

“Aku tidak tahu nomor teleponnya. Kami tidak cukup dekat untuk saling berbagi informasi kontak.”
“Apakah kau bangga tidak memiliki nomor telepon rekan kerja mu?”

So Mi tidak menjawab dan Gang Doo memukul meja dengan helm proyeknya, hingga So Mi tampak ketakutan.
“Di mana kau berpisah dengannya?”


Berkas dan peralatan kerja Moon Soo tergeletak di tanah.


Moon Soo terjatuh ke dalam genangan air yang cukup dalam.


“Permisi! Apakah ada orang di sana? Permisi! Apakah ada orang di sana?”
Moon Soo berteriak tapi tidak ada yang mendengar.


Trauma Moon Soo datang lagi dan menjadi ketakutan, dia mengingat saat tertimbun reruntuhan dan berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar.


Gang Doo datang dan menyelamatkannya.


“Apa yang kau lakukan? Peganglah.” Gang Doo mengulurkan tangannya dan meraik Moon Soo.


Gang Doo berhasil menarik Moon Soo dan mereka jatuh dengan Moon Soo berada di atasnya untuk beberapa saat. Setelah mereka duduk, gang Doo bertanya kenapa Moon Soo hanya duduk di sana.

“Kau seharusnya menjerit minta tolong. Kenapa kau hanya duduk di sana seolah-olah kau hanya menunggu akhir mu? Apakah aku membantu mu dengan sia-sia saat kau berencana untuk mati?”

“Tidak.”

“Kalau bukan itu, kenapa kamu datang kesini sendiri meninggalkan rekan kerja yang mendampingimu.”

“Jadi bagaimana kalau dia ikut denganku? Kau menyuruh ku untuk tidak mempercayai siapapun. KAu mengatakan pada saat hidup dan mati, seseorang hanya peduli dengan dirinya sendiri.”


Mereka menuju ke kantor maintenance tapi di perjalanan hujan turun dan mereka basah kuyup. Gang Doo memberikan jaket dan helmnya pada Moon Soo.

“Aku sudah basah.” Moon Soo kebingungan kenapa dia diberi helm padahal kepalanya sudah basah.
“Aku tidak berutang apapun padamu sekarang. Karena menolongku di gang saat itu.”

“ Kau sudah tahu?”
“Kamu bisa jalan kan?”


Mereka berdua masuk ke kantor maintenance, So Mi berdiri saat meihat mereka masuk.
“Unnie. Apakah kau baik baik saja?” dia masih ketakutan dengan Gang doo.
“Ya aku baik-baik saja.”


Moon Soo sedang mengelap rambutnya lalu So Mi keluar.


Gang Doo memberikan jaket pada Moon Soo lalu keluar dan menutup pintu.


So Mi sedang berdiri di luar lalu Gang Doo menghampirinya.
“Kau tidak akan meninggalkannya meskipun kau tahu itu adalah area terlarang, bukan?”
“Tidak. Aku tidak memaksanya pergi ke sana. Lucu.” So Mi menjawab dengan takut tapi nampak kalau dia tidak menyukai Gang Doo.


“Lucu?”
“Dia bersikeras untuk pergi bahkan jika dia sendirian. Bagaimana aku menghentikannya? Benar. Aku tidak memintanya untuk pergi ke sana. Jangan juga ikut campur urusan orang lain, Pak.”
“Nah, memang benar bahwa siapa yang kau benci bukanlah urusan saya. Tetap saja, ini adalah masalah tersendiri jika kau membiarkan seseorang terkena bahaya hanya karena kau tidak menyukai orang itu. Itu, shi **. Seseorang perlu memikirkan hal itu.”
Moon Soo muncul di belakang Gang Doo.


Pada saat yang sama Jung Yoo Jin datang.


“Masuklah. Saya dalam perjalanan kembali ke kantor.”
“Tidak, saya bisa naik bus.”
“Apakah kamu yakin kamu akan baik-baik saja? Saya tidak akan bertanya dua kali.”


Moon Soo menyuruh Mi So untuk ikut dengan Jung Yoo Jin.
“Pergi lah dengannya. Aku minta maaf karena mengacaukan jadwal mu.”


So Mi melangkah menuju mobil, tapi Gang Doo menahan pundaknya.
“Kenapa?”
“Bawa barang-barang itu bersamamu. Kau ingin dia membawa semua itu dalam keadaan seperti itu?”
So Mi menuruti perintah Gang Doo, dan dari dalam mobil, Jung yoo Jin mengamati mereka.


“Kau bilang akan naik bus.”


Gang Doo menemani Moon Soo di halte bis.
“Bis mana yang kamu ambil? Apakah kamu tinggal jauh.”
“Sedikit. Aku tinggal di Seohyeon-dong. Apa kamu tahu di mana itu?”
“Sepertinya pernah liat...”


“Kami menjalankan pemandian.”
“Pasti menyenangkan. Ini disebut Coral Bath.”
“Kenapa? Kau ingin aku pergi ke sana untuk digosok?”
“Tidak, nukan  mandi untuk pria. Itu hanya rumah pemandian wanita.”
“Itu lebih baik lagi.”


Bis sudah datang. Tapi Gang Doo tidak ikut naik.


“Kamu tidak naik?”
“Aku menuju rumah.”
“Kamu tinggal di sekitar sini? Terakhir kali....” bis sudah berjalan tapi Moon Soo belum selesai berbicara.
Comments


EmoticonEmoticon