12/26/2017

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 PART 3

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 Part 2
Seorang penyanyi bernama PK sedang menyanyi di sebuah konser yang disaksikan ribuan orang. Sebuah bola kristal di atas panggung sedang mendapat energi dari para penonton.


Soo Bo Ri sedang mendengarkan Woo Ma Wang menjelaskan asal energi masing-masin bola di hadapannya. Antara lain berasal dari konser di LA, dan Vancouver. Soo Bo Ri bertanya pada Woo Ma apakah semua bintang yang populer di agensinya adalah monster atau bukan. Tapi Woo Ma mengatakan bahwa itu adalah rahasia perusahaan. Soo Bo Ri tahu bahwa PK, Jeo Pal Gyen, dan Jang Na Ra juga monster. 

“Tanpa bersatu, tidak mungkin dia tidak menua seperti itu.”
“Itu sebabnya dia mempertimbangkan bedah plastik untuk membuatnya tampak tua.”
“Monster Hyun Bin itu... Agar tidak tertangkap... Dia pergi dan bergabung dengan marinir, bukan?”
“Kau cukup tertarik dengan dunia hiburan.”
“Kau mengumpulkan kedua energi dan uang. Kau pasti sangat bahagia, Iblis.”
“Apa kau datang ke perusahaan kami untuk membuat monster kami dalam bahaya?”
“Bukan itu. Sebenarnya, aku di sini untuk membahas Dewa Agung.”
“Mengapa? Kau datang ke sini untuk membicarakan pesta promosi Dewa Agung atau semacamnya?” wajah Woo Ma langsung berubah sepertinya dia tidak suka membahas topik itu.


Woo Ma tampak senang lagi saat Soo Bo Ri Son Oh Gong tidak akan kembali ke surga.
“Lupakan kembali ke surga. Sepertinya dia akan menimbulkan masalah.”
“Tunggu... surga... Dia tidak bisa kembali ke sana? Son Oh Gong... apa...masalah yang ia buat?”
“Dia bilang akan memakan Sam Jang.”


“Sam Jang? Jadi, rumor Sam Jang telah muncul di masa sekarang itu benar.” Woo Ma sangat terkejut mendengarnya.
“Pada saat itu... anak manusia yang melepaskan Son Oh Gong dari gunung Oh Hang. Kau yang mengirimnya, bukan?”
“Aku melakukannya bukan untuk menyelamatkan Son Oh Gong. Untuk mematikan api di gunung Taebaeksan. Dengan niat baik, aku hanya ingin mendapatkan Pa Choo Seo saja. Aku mendapat kurangan 100 tahun dari 1.000 tahun kekuatan internal sebagai hukumanku saat itu.”
“Bagaimanapun, kau ingat anak manusia itu? Manusia itu adalah Sam Jang. Sebagai hukuman melepaskan satu monster, dia harus hidup dengan takdir melawan segala jenis roh jahat. Bisakah kau menemukan manusia itu dan melindunginya?”
“Anak itu... Sam Jang?”


Oh Gong sedang berada di sebuah toko barang antik, dia mengambil sebuah teko lalu mengamatinya.


Teko itu memberi tahu Oh Gong apa yang terjadi dengan boneka pengantin wanita.


Oh Gong memberitahu penjaga toko bahwa dia ingin membeli teko itu.
“Ada sesuatu yang ingin ku cari, tapi sudah hilang dari sini. Untuk memberiku informasi, aku harus membawa ini bersamaku.”
“Itu barang langka dan paling mahal ditoko kami.”
“Barang langka?”


Oh Gong lalu menelepon seseorang bernama Sa Oh Jeong, dia memberi tahu orang tu agar membayar apa yang dibelinya dan orang itu mengikuti perkatan Oh gong.


Dari luar toko, seorang yang kerasukan roh boneka pengantin wanita sedang mengamati Oh Gong.


Oh Gong menemui dewa es dan memberikan teko yang dibelinya kepada dewa es.
“Lalu, kurasa wanita yang membeli boneka kayu itu juga berada dalam bahaya. Kita harus segera menemukan boneka itu dan menyingkirkannya.” 
“Siapa yang peduli? Aku mencari boneka kayu itu untuk menemukan Sam Jang. Aku ingin tahu apa pengantin wanita mengenal Sam Jang, kenalan pengantin pria.”
“Lalu, Anda tidak akan menambah poinmu untuk kembali ke surga?”
“Aku tidak membutuhkan semua itu jika menyingkirkan Sam Jang. Astaga. Dan teko ini... Untuk harga es krim.”
“Apa maksud Anda tiba-tiba ingin membayar es krim?”
“Alasan toko ini tidak laku karena energi dingin yang kau bawa, Jenderal Es. Anak yang di dalam benda ini... Kudengar dia berada di teko ini selama seratus tahun. Jika kau menaruh ini, energi di toko akan menjadi lebih hangat. Kau harus menghasilkan uang, Jenderal Es. Aku pergi.”
“Terima kasih, Hyungnim!”


Seon Mi dan Han Joo sedang menuju suatu tempat. Di perjalanan, Seon Mi melihat hantu di atas mobil yang sedang berjalan di depannya. Lalu Seon Mi meminta Han Joo untuk berjalan sejajar dengan mobil itu.


Setelah berada tepat di sebelah pengemudi mobil itu, Seon Mi melihat pria yang mengemudikan mobil itu sedang mengantuk karena terpengaruh makhluk di atas mobilnya.


Seon Mi lalu meneriaki pengemudi mobil itu agar tetap terjaga.
“Turunkan kacamu! kacamu. Kacamu! Ugh, dasar! Turunkan kacamu! Kacamu! Kau, b*jingan! Sadarkan dirimu!”
“Siapa wanita itu? Dia gila...”
“Buka matamu, brengsek! Kau b*ngsat brengsek! Kau ingin mati membeku di Siberia?” Seon Mi meneriaki pria itu, lalu meneriaki makhluk di atas mobil nya.
“Minggir! Pergi! Pergi! Enyah!”
“Apa yang kau lihat? Aku disini!” pria itu menjadi marah karena dimaki oleh Seon Mi yang tidak dikenalnya, tapi juga bingung kepana Seon Mi memaki atap mobilya.
Setelah makhluk itu menghilang, Seon Mi meminta Han Joo agar memacu mobilnya dan meninggalkan pria itu.


Saat sedang berhenti di zebra cross, Seon Mi melihat dan bertatapan dengan Son Oh Gong yang sedang menyeberang.


Seon Mi teringat dengan peri yang membohonginya saat dia masih kecil.
“Jika kau memanggil namaku saat berada dalam masalah, takut, atau bahaya... Aku akan muncul di depanmu kapanpun dan akan melindungimu.”


Seon Mi keluar dari mobil dan mengejar Oh Gong tapi tidak berhasil menemukannya.


Seon Mi masih ingat bagaimana Oh Gong meninggalkannya.
“Pokoknya, selamat tinggal.”


Seorang anak kecil menuntunnya ke sebuah tempat lalu menghilang.


Seon Mi melihat Oh Gong berdiri di tas sebuah taman lalu Seon Mi mendekatinya.
“Wow, nak. Oh, kau sudah tua. Kau tidak mati dan bertahan. Aku bangga padamu.”
“Aku berusaha bertahan dan tidak mati. Tapi kau tetap sama, Peri.”
“Apa mungkin, kau masih mencariku?”
“Kau baru muncul sekarang, Peri?”
“Aku tidak muncul begitu saja. Aku hanya lewat?”
“Sudah kuduga. Aku penasaran mengapa orang yang menipuku muncul lagi.”
“Aku tidak punya kesempatan untuk muncul. Kau tidak pernah memanggil namaku.”


Seon Mi teringat bagaimana dia tidak bisa mengingat nama Son Oh Gong.
“Jika kau memanggil namaku saat dalam masalah, takut, dan bahaya, aku akan selalu muncul dan melindungimu. Jin Seon Mi, kau ingat namaku? Kau tidak akan ingat namaku
karena aku mengeluarkannya.”


Oh Gong bertanya pada Seon Mi kenapa dia tidak berusaha mencarinya, Seon Mi mengatakan bahwa dia tidak terlalu berharga jadi tidak mencarinya lagi.
“Aku pikir kau hebat sejak berbohong padaku sebagai peri. Tapi setelah besar, aku tahu kau bisa menjadi Roh Jibang (roh biasa yang terjebak di rumah) seperti dulu. Apa mungkin, namamu Roh Jibang?”
“Apa kau memanggilku roh Jibang dan roh biasa?”
“Tidak? Lupakan saja. Ah, kau bilang hanya lewat, bukan? Aku tidak akan menghentikanmu dengan memanggilmu. Jadi lewat saja.”


Apa yang terjadi? Kudengar manusia hanya marah saat mereka menua. Jin Seon Mi sebagai anak yang meminta bantuanku, setidaknya imut. Jin Seong Mi tua terlihat menyedihkan dengan omelannya. Pasti sulit bagimu menghadapinya walau hanya roh biasa. Ugh, aku tidak bisa melupakannya. Berapa nomor ponselmu? Aku akan mengirim jimat.”
“Kau ingin nomorku? Wow. Lalu, kau mau memberitahuku namamu?”
“Jika aku memberitahu namaku begitu saja, apa itu benar nama asliku?”
“Lalu... Jika aku memanggil nama aslimu, kau akan muncul untuk melindungiku?”
“Benar. Telpon aku jika kau dalam masalah. Aku tidak dapat menjamin akan menjawabnya.”
“Mengapa aku harus menelpon? Kau bilang akan datang jika kupanggil namamu. Aku tahu nama aslimu, Peri. Aku ingat. Aku sudah tahu siapa namamu. Kalau begitu, aku permisi dulu. Aku sibuk.” Seon Mi berbohong karena dia masih tidak ingan nama Oh Gong, lalu Seon Mi pergi meninggalkannya.


Son Oh Gong menyusul Seon Mi.
“Hei, Jin Seon Mi tua? Bagaimana kau bisa berbohong? Bagaimana kau tahu namaku”?
“Aku baru saja ingat.”
“Itu bukan sesuatu yang bisa kau ingat.”
“Jangan percaya jika tidak mau.”


Seon Mi terusa saja berjalan tapi Oh Gong menghentikannya.
“Beraninya kau mencoba menipuku? Jika benar tahu, coba panggil. Kau tidak tahu, kan? Tidak, kan?”
“Kau takut aku bisa memanggil namamu?”
“Hei! Kau tau siapa aku? Dengan tiga huruf namaku, bahkan Dewa Langit akan menggigil. Itulah aku! Jadi, jangan bohong padaku mulai sekarang. Bilang saja kau tidak tahu.” Oh Gong mulai kesal lalu membentak Seon Mi.
“Anggap aku tidak tahu.”


“Ugh, dasar! Jika tidak tahu, berarti tidak tahu. Apa maksudmu "Anggap aku tidak tahu?"”
“Aku tidak akan memanggilmu. Jadi, anggap saja aku tidak tahu. Aku tidak akan memanggilmu nanti. Bukan karena aku tidak bisa. Aku harus menua dengan baik. Aku mengetahui semunya sendiri dan menjalani hidup yang baik dengan melindungi diri sendiri. Saat melakukan itu, aku tidak perlu memanggil peri untuk melindungiku.”
Seon Mi berbicara dengan sungguh-sungguh walaupun sebenarnya dia merasa sedih.
“Kau tidak memerlukannya... Kurasa kau tumbuh dengan baik. Baiklah. Aku akan melanjutkan perjalananku. Aku akan memberi saran bagus. Menua lah dengan pelan-pelan.”


Setelah berbicara, Oh Gong pergi dan meninggalkan Seon Mi yang berusaha menahan air matanya.


Woo Ma Wang datang ke kantor Seon Mi, Han Joo mengatakan Seon Mi sedang tidak di kantor dan mempersilahkannya menunggu di ruangan Seon Mi.
“Anda dia, bukan? "Kau lolos!" Wow... Anda sangat keren!”
“Apa dia di sini? CEO Jin Seon Mi.”
“Ah, CEO kami, dalam perjalanan ke Euijungboo untuk memeriksa beberapa properti untuk dibeli, dia mengalami kemacetan, jadi dia melakukan hal lain. Dia akan segera kembali. Tunggu sebentar. Wow, Anda punya wajah yang mungil.” Han Joo masih saja mengagumi Woo Ma Wang.


Woo Ma Wang masuk ke ruangan Jin Seon Mi dan mengamati sekelilingnya. Dia mengambil kartu nama Seon Mi dari meja.


Lalu mengambil foto di meja dan mengamati foto Seon Mi kecil dan neneknya.
“Benar. Ini dia.”


Flashback. Seon Mi pertama kali bertemu dengan Woo Ma Wang.


Woo Ma Wang mengamati sebuah brankas dengan kacamata yang bisa mekihat isi brankas itu.
“Dia menjadi CEO Agen Properti. Kupikir meskipun dia Sam Jang, dia hidup seperti biasa. Wow, lihat ini. Dia menghasilkan banyak uang dengan kemampuan Sam Jang. Berapa banyak bongkahan emasnya?”
Advertisement


EmoticonEmoticon