12/27/2017

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 PART 2

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 Part 1
Ketua Woo Hwi sedang menjadi juri dan meloloskan seorang gadis. Itu membuat dua juri yang lain tidak merasa senang dengan keputusannya.


Di belakang panggung, Ma Wang mendengar dua juri itu sedang membicarakan dirinya. 
“Bukankah dia terlalu banyak menggunakan kartu kesempatan?”
“Ini bukan kontes amal. Ini seperti komedi. Ini aneh.”
“Memalukan sekali. Memangnya dia  Park Jin Young atau semacamnya?”
“Apa dia bisa memilih penyanyi yang bagus?”
Sekertaris Ma Wang lalu berbisik,
“Haruskah aku membunuhnya?”


Kemudian seorang pria masuk ke ruangan itu dan Ma Wang memanggilnya. Ma Wang bertanya pada pria itu.
“Tentang siaran tadi. Jam berapa rating tertinggi penonton Bundang?”
“Iya. Saat Anda mengatakan, "Kau lolos." Dan mengeluarkan kartu kesempatan.”
“Apa aku ceroboh terlalu sering menggunakan kartu kesempatan itu? Aku pikir terlalu sering menggunakan ini bukanlah seperti amal.”
“Siapa orang yang tidak punya telinga dalam bermusik itu?”


“Astaga. Mereka bilang itu rating tertinggi penonton  di Bundang. Kau... lolos! Itu yang kulakukan.” Ma Wang berbicara sambil memperagakan gaya khasnya untuk mengejek dua juri lain.
“Terus lakukan itu. Itu menyenangkan. Aku permisi dulu.”

Dua juri yang lain hanya memandang Ma Wang dengan kesal.


Seon Mi muncul sebagai peserta di acara “Super Star” dan mengejutkan para juri, karena yang seharusnya tampil adalah peserta berusia 16 tahun.
“Dia kelas sembilan? Kurasa tidak. Dia berumur tiga puluh enam tahun. Kurasa ini salah.”
Seorang juri berkomentar tentang Seon Mi.


Ma Wang mengenali itu adalah Sam Jang.


“Aku tidak dapat bertemu denganmu di agensi dan tidak bisa menghubungimu di stasiun radio...jadi aku langsung kesini. Ini sangat mendesak bagiku. Di masa lalu, kau memilihku. Kau bilang aku punya kemampuan khusus dan lolos. Tolong bantu aku. Aku putus asa.” Seon Mi berbicara pada Ma Wang.


Sebelum berbicara, Ma Wang memakai kaca mata hitamnya.
“Karena aku telah meloloskan begitu banyak orang, Aku tidak ingat dengan baik.”


“Kau tidak ingat denganku?”
“Kurasa kau tidak cukup spesial untuk di ingat. Maaf.”
“Sebentar. Aku akan menunjukkannya. Aku akan menunjukkan sekali lagi kemampuan khususku. Tolong biarkan aku menunjukkan bakat khusus melihat hal-hal yang tak terlihat.”
Seon Mi menunjukkan luka gigitan di tangannya lalu para roh pun mulai berdatngan.


Seon Mi bernyanyi dengan suara yang tidak bagus sambil menghalau para roh dengan payungnya.


Mata Ma Wang menjadi merah dan berusaha keras menahan dirinya karena mencium bau darah Sam Jang.
“Aroma ini, bau ini! Aku sangat ingin memakannya! Tidak! Sadarlah! Ugh! Ugh, sadarlah!”


Ma Wang kembali ingat saat pertama bertemu Seon Mi.
“Jika aku membantumu, mau tukaran payung denganku?”
Ma Wang masih berusaha mengendalikan dirinya “Tidak! Tidak bisa! Aku harus jadi juri! Tidak! Aroma ini! Oh aroma ini!”
Karena sudah tidak bisa tahan lagi, maka dia menghantamkan tangan ke meja dan membuat para roh pergi.
“Kau... Lolos!” seisi studio tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Jenderal Es bertanya pada Oh Gong apa yang terjadi pada Sam Jang
“Aku tengah membujuknya agar bisa memakannya tanpa ada kesalahan. Aku membuat saus. Nanti coba cicipi, Jenderal Es.”


PK muncul dengan diikuti oleh para fansnya.
“Oppa!”
“Semuanya, berapa meter jarak antara artis dan penggemar?”
“Sepuluh meter!”
“Mari kita pertahankan garis tak terlihat itu.”
“Oppa! Oppa!”


PK duduk dengan Oh Gong dan Jenderal Es.
“Yo! Son Brother! Lama tidak bertemu. Apa kabarmu?”
“Yo, babi! Hentikan itu.”
“Maaf. Jadi kau menangkap Sam Jang? Selamat, Hyungnim! Aku sudah mencari tahu. Aku tidak akan memberitahu siapa pun jadi katakan padaku satu hal saja.”
“Kau sudah kenyang karena energi gadis yang memberikannya secara sukarela.”
“Jangan berlebihan. Sam Jang itu spesial. Mereka bilang bau darahnya
sangat memikat. Bagaimana pendapatmu, Dewa Agung?” 
“Dewa Agung belum memilikinya.” Jenderal Es yang menjawab pertanyaan PK.
“Apa? Apa kau berlatih untuk menjadi Dewa seperti Woo Ma Wang? Kau hampir mendapatkannya, tapi ditendang ke Gunung Marmer. Apa hebatnya itu sehingga  kau ingin memulainya lagi?”
“Jenderal Es, apa yang harus dihancurkan dari seekor babi? Ah. Daging.”
“Hyungnim, ambillah Sam Jang, dan dengan kekuatannya...tolong jadilah Dewa Agung Son Oh Gong di Surga lagi.” PK ketakutan lalu pamit dan pergi.


“Dia tidak pernah dewasa. Astaga.”
“Melihat Jeo Pal Gye jauh-jauh kemari, Sam Jang pasti sangatlah penting.”
“Ya. Semua roh jahat terus menghalangi karena baunya. Aku harus melindunginya sepanjang malam.”
“Anda melindungi Sam Jang sepanjang malam?”
“Ya. Karena dia mangsaku.”
“Dan Anda tidak melindungi mangsa itu sekarang?”
“Dia mungkin menemui Woo Ma Wang untuk mencari tahu namaku. Woo Ma Wang tidak akan memakannya, jadi dia aman.”


Seon Mi meminta Ma wang agar memberitahu nama Oh Gong.
“Ini di sayangkan, meskipun aku memberi tahu nama Son Oh Gong adalah Son Oh Gong...kau tidak akan bisa mengingatnya.”
“Siapa namanya tadi? Namanya..... Aku baru saja dengar.”
“Lihat. Bahkan jika kau mendengarnya,  itu tidak bisa tersimpan di ingatanmu. Sampai Son Oh Gong mengembalikan ingatan yang dia ambil darimu.”
“Lalu, aku tidak pernah bisa memanggil namanya?”
“Sangat disayangkan. Kalau begitu, berhati-hatilah.
“Lalu kontraknya juga tidak berguna dan aku harus dimakan oleh dia atau iblis?”
“Apa maksudmu dengan kontrak?”
“Kami menyetujui sebuah kontrak! Jika aku memanggil namanya, dia akan muncul dan melindungiku.”
“Kontrak? Itulah yang menggangguku. Tidak heran kalau b*jingan itu tidak bisa langsung memakanmu.”
“Tapi tetap saja, karena aku tidak tahu namanya, aku tidak bisa memanggilnya. Itu tidak berguna.”
“Dia mungkin menggunakan tipuan licik tapi kontrak dengan manusia sangat kuat. Aku akan membantumu. Mari cari sesuatu untuk menangkap Son Oh Gong.”


Ma Wang dan Seon Mi berada di sebuah gang yang gelap. Semua toko di sana sudah tutup.
“Sebentar! Kau tidak akan memintaku melewati ini  sendirian seperti terakhir kali, bukan?”
“Kali ini, ayo kita jalan bersama supaya tidak ada masalah. Aku yakin ada di sekitar sini. Ah, bangunan Pirundong 28. Kita menemukan tempatnya.”


Ma Wang dan Seon Mi masuk ke sebuah toko.
“Apa yang mereka lakukan di sini?”
“Disitu tertulis Toko Umum Barang yang kita cari pasti ada disini.”
Seorang wanita tua menyambut Ma Wang dan menyerahkan sebuah botol.
“Ini bau Mi Hon yang kau cari.”
“Apa aku bisa menjinakkannya dengan ini?”
“Untuk menjinakkan iblis ganas, aku memiliki sesuatu yang menakjubkan  melebihi ini. Kau mau melihatnya?”
“Jika Anda memiliki barang yang menakjubkan, tentu saja aku harus melihatnya. Tunggu sebentar.”
Lalu mereka berdua masuk ke bagian dalam toko.


Seon Mi melihat lihat barang di sekelilingnya dan membuka tutup sebuah guci. Darai dalam guci itu, Seon Mi melihat dirinya memakai baju pengantin kuno sedang mencium Oh Gong.”


Seorang pria muda menarik lengan Seon Mi.
“Guci apa ini?”
“Guci ini menunjukkan kejadian yang tidak menyenangkan yang akan terjadi. Apa yang kau lihat di sana selalu terjadi tapi akhirnya, tidak selalu baik. Tolong jangan sentuh apapun.”
“Kejadian yang tidak menyenangkan?” Seon Mi masih terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Ma Wang keluar dengan pemilik toko.
“Kurasa kita mendadak mendapatkan barang bagus. Ini disebut Geum Gang Go.” Ma Wang tertawa sambil menunjukkan sebuah kotak.
“Geum Gang Go?”


Sepasang calon pengantin sedang melihat-lihat rumah yang akan mereka tempati, mereka melihat ada sebuah foto yang tidak mereka pesan.
“Itu foto lama. Tapi siapa yang meletakkannya di sini? Studionya pasti salah kirim.”
“Iya, aku akan mengurusnya jadi jangan khawatir.”


Wanita itu mengamati gambar dalam foto itu. Mata pengantin wanita dalam foto itu menyala merah lalu wanita itu tertarik masuk ke dalam foto.


Soo Bo Ri sedang minum di sebuah bar. Mereka membicarakan tentang roh jahat.
“Mereka mengatakan iblis yang memakan mempelai wanita sedang kabur baru-baru ini. Kurasa itu perbuatan roh jahat yang cukup kuat.”
“Roh jahat? Dulu gambar atau cermin, Sekarang, foto atau video? Mereka melekatkan diri pada hal-hal itu. Lagi pula, sekarang iblis dunia menjadi  lebih umum, makanya surga mengirim Sam Jang.” Soo Bo Ri berbicara sambil tertawa.
“Maksudmu Sam Jang datang ke dunia ini karena iblis?”
“Sam Jang adalah manusia yang memegang tugas...melindungi dunia dari iblis.”
“Dengan kekuatan apa manusia Sam Jang melawan iblis?”
“Mereka tidak mengirim Sam Jang dari atas tanpa tindakan. Gambarannya sudah ditentukan. Apa yang seharusnya terjadi akan terjadi.” Soo Bo Ri tertawa lagi.


Oh Gong sedang menjaga rumah Son Mi, lalu Seon Mi datang dan Oh Gong mengejutkannya.
“Kau dari mana?”
“Belanja. Aku ingin menghabiskan seluruh uangku sebelum mati.”
“Belanja? Kau menemui Woo Ma Wang! Beraninya kau berbohong padaku? Kau mau mati?”
“Iya! Aku bohong! Aku menanyakan namamu tapi dia mengatakan walaupun diberitahu, aku tidak akan ingat.”
“Lihat? Sudah kubilang, kau tidak akan bisa mengingatnya. Mengapa kau tidak mempercayaiku dan melakukan perjalanan yang tidak berguna?”
“Kau ingin aku mempercayaimu?”
“Tutup matamu.”
“Kau ingin aku mati sekarang? Tidak. Tutup saja bola matamu itu. Kau harus menutupi bola matamu jadi aku bisa bilang "Ta-da!"”
“"Ta-da" kenapa?”


Oh Gong lalu mearik Seon Mi ke arah dinding. Oh Gong menunjukkan dia sudah membetulkan dinding yang dilubanginya.
“Ta-da! Demi kenyamanan waktumu yang terbatas, aku menyelesaikan beberapa masalah. Sekarang, bagaimana jika memilihku?”
“Apa kau melakukan ini agar terlihat hebat di depanku? Baik, menurutmu aku harus mati. Aku ingin tahu apa dimangsa adalah pilihan terbaik.”
“Tentu saja. Tidak ada pemangsa yang ramah sepertiku.”


“Lalu cobalah berusaha lebih banyak. Kau harus membuatku tidak ragu, jadi aku akan mulai memikirkan untuk mati.”
“Baiklah, aku mengerti. Apa yang kau mau? Aku akan wujudkan. Apa yang belum kau lakukan?”
“Makan malam bersama keluarga, minum-minum bersama teman...dan berkencan dengan pacar.”


Seon Mi dan Oh Gong sedang berada di sebuar restoran, dan mereka sedang meilih menu.
“Mari makan seperti keluarga. Haruskah aku menjadi Oppa atau kau menjadi Noona?”
“Aku selalu memesan menu keluarga. Paman, aku bisa pesan, bukan?”
“Sebanyak apa yang kau mau? Pesanlah melebihi keluarga lain.” Oh Gong lalu memanggil pelayan.


Seon Mi sedang minum bir tapi Oh Gong hanya minum air putih.
“Aku tidak pernah teriak bersulang atau minum dengan orang lain sebelumnya.”
Lalu mereka berdua bersulang.
“Sayangnya, aku saat ini dilarang minum tapi aku akan bersulang denganmu kapan saja. Haruskah aku menjadi rekan kerja atau temanmu?”
“Rekan, teman terbaik, lalu seseorang yang sedang berkelana.”
“Berkelana... Oke.”


Kemudian Oh Gong berpura pura menjadi rekan Seon Mi.
“Jin Sun Mi, seperti yang kulihat, kau harus masuk tentara. Satu-satunya tempat yang akan mengubahmu yang penyendiri adalah tentara. Ketangguhan dan kekuatan mental diperoleh melalui latihan antara senior dan pemimpin. Dan melalui interaksi pribadi...itu akan mengubah kepribadianmu yang penyendiri dengan sekali coba. Dan juga, kau bilang bisa  melihat hantu, bukan? Kau harus masuk tentara sehingga kemampuannya hilang. Tahu kenapa? Tentara mengalami lebih  banyak hal menakutkan daripada hantu.”

Seon Mi mendengarkan Oh Gong sambil terus minum dan tidak memberikan tanggapan apapun, sepertinya dia merasa bosan.
“Hei, hei, hei! Saat ini, kau tidak  memiliki rasa hormat pada tentara! Karena aku teman terbaikmu, aku bisa memberi tahumu pergi ke tentara atau tidak! Astaga. Tidak ada tempat seperti tentara. Kau sungguh harus kesana.” Oh Gong menegur Seon Mi yang hanya diam saja.
Advertisement


EmoticonEmoticon