12/27/2017

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 PART 3

Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 Part 2
Oh Gong mengajak Seon Mi ke sebuah tempat dengan pohon natal yang sangat besar, kali ini mereka berpura-pura menjadi sepasang kekasih.
“Wow! Pohon itu sangat cantik.”
Oh Gong menunjuk pasangan yang sedang berfoto bersama.
“Kau juga harus foto seperti mereka. Kau tidak membawa ponselmu? Haruskah aku memberimu? Adikku memproduksi ponsel tersebut. Dia orang tertinggi di perusahaannya. Dia mungkin akan membawa model terbaru yang bahkan belum diluncurkan. Apapun yang kubutuhkan, aku hanya perlu memberitahunya.”


“Lupakan. Aku punya.” Seon Mi mengeluarkan ponselnya dan berfoto.
“Semua orang berpose seperti ini. Kau juga harus mencobanya sebelum mati. Ambil fotonya.” Oh Gong memeluk bahu Seon Mi. Tapi Seon Mi hanya diam saja memandang Oh Gong.


Dia teringat apa yang dilihatnya di dalam guci besar tadi, lalu mendorong Oh Gong agar lepas dari dekapannya.
“Kita tidak perlu melakukan hal seperti ini.
“Dengan niat baik, aku memberimu kesempatan untuk mencobanya sebelum mati. Jika tidak mau, lupakan saja.” Oh Gong menjadi kesal.
“Aku tidak pernah keluar dengan seseorang selama liburan. Disini sangat bagus. Aku tidak tahu mereka menghiasi pohonnya dengan indah.”
“Baiklah, aku telah melakukan bagianku. Kau harus perlahan menyiapkan hatimu.”
Lalu Oh Gong menjentikkan jarinya dan lampu di pohon itu pun mati.

“Pohon itu indah, kenapa kau mematikan lampunya? Semua orang pergi! Apa yang akan kau lakukan jika mereka pergi?”
“Orang-orang itu bukan keluarga, teman, atau pacarmu. Cuma kau satu-satunya yang sendiri tanpa ada orang lain. Bukankah hidupmu tampak lebih sepi dan sengsara setelah sesuatu lenyap? Menggunakan kata-kata manusia, bukankah sepertinya hidup ini sudah hancur? Bagaimana menurutmu? Ini saat yang tepat membuat keputusan untuk mati.”
“Meskipun aku tidak memiliki keluarga, teman, atau pacar. Di hidupku, ada aku. Walaupun aku sendiri dan hidup dengan benar, aku lebih menyayangi dan membanggakan diriku. Aku ingin terus hidup. Itu sebabnya aku membutuhkanmu.”
“Aku tidak butuh kau yang terus ingin hidup. Lupakan. Hanya untuk hari ini, menjadi  keluarga, teman, dan pacarmu... Aku puas mencobanya denganmu.”


“Meski begitu, aku berterima kasih hari ini. Ini. Ini hadiah.” Seon Mi menyerahkan kotak Geum Gang Go.
“Apa itu? Aku tadi membelinya di sana. Ini juga sesuatu yang ingin kulakukan. Memberi dan menerima hadiah adalah sesuatu yang belum pernah kulakukan. Ambil.”
Oh Gong sepertinya ragu dan merasa curiga tapi tetap menerima kotak itu dan membukanya.


Flashback. Wa Mang memberi tahu Seon Mi tentang kotak itu.
“Ini disebut Geum Gang Go. Jika kau memasangkan ini padanya, kau bisa membuatnya tetap di sisimu. Jika dia menolak, itu akan memberinya rasa sakit yang setara dengan dicabik.”


“Trik apa yang ingin kau mainkan?”
“Ini pertama kalinya aku memberi seseorang hadiah jadi aku ingin mencobanya. Kau bilang akan melakukan semuanya untukku. Jika tidak mau, berikan.”
Seon Mi akan mengambil kotak itu lagi, tapi Oh Gong memasukannya ke dalam saku.
“Kau bilang ini milikku. Untuk saat ini, sudah kuterima.”


“Kau membuangnya atau tidak, itu terserah. Hari ini, aku tidak bisa mengambil keputusan. Karena aku menghabiskan waktu bersamamu, ini malam Natal yang paling menyenangkan.”
“Apa?”
“Kau tidak tahu? Ini malam Natal. Itu sebabnya keluarga, teman, dan pacar keluar bersama. Terima kasih telah keluar bersamaku. Menyerah pada hidup adalah sesuatu yang tidak ingin ku lakukan hari ini.”
“Baik! Aku memberimu waktu 15 hari jadi aku akan membiarkannya hari ini. Pergi!”


Seon Mi membalikkan badannya dan berjalan. Tapi Oh Gong memanggilnya.
“Hei! Selesaikan apa yang telah kau lihat.”
Oh Gong menjentikkan jarinya dan lampu di pohon natal raksasa kembali menyala.
“Wow! Indahnya.” Seon Mi sangat menyukainya dan di belakang Seon Mi, Oh Gong sedang mengamati kotak pemberian Seon Mi.


Ma Wang kembali melihat mantel Oh Gong menggantung di patung kerbau miliknya, dai mengambilnya dan menemukan kotak Geum Gang Go dari saku mantel Oh Gong.

“Sudah kubilang jangan menggantungnya di sini, bukan? Aku sudah bilang akan membakarnya, bukan?”
“Maaf. Jika kau ingin membakarnya, silakan.”
“Aku akan membakarnya di depan matamu. Perhatikan baik-baik! Hei, Dewa Agung! Sebelum aku membakarnya, apa ada yang penting di sakumu?”
“Tidak, bakar saja.” Oh Gong tampak tidak bersemangat dan tidak peduli.
“Aku akan memberimu kesempatan untuk mengambilnya.”
“Ma Wang, bakar itu jadi kau akan meringankan emosiku. Punyaku banyak.”
“Lain kali, jika kau menggantungnya lagi, aku sungguh akan membakarnya.”
“Tidak, bakar saja!”
“Mengapa membakar sesuatu yang tidak  bersalah? Kau harus hidup dengan baik! Aku akan menggantungnya di kamarmu.”
“Ma Wang. Kau pernah melihat manusia...yang terlihat tidak memiliki apapun...dan ingin melindungi hidup mereka dengan baik?”
“Aku sering melihatnya. Terlihat di mata anak-anak yang audisi di programku. Tentu saja, Di antara anak-anak itu, sebagian besar tampak kehilangan dimatanya. Mengapa?”
“Tatapan yang menginginkan hidup itu...sangat keren.”
“Jadi? Kau ingin melindungi tatapan itu di matanya?”
“Ma Wang, kau membakarnya?” Oh Gong seperti teringat sesuatu.
“Aku tidak membakarnya.” Ma Wang menunjukkan mantel yang dipegangnya.
“Tidak! Sausku! Aku menyuruhmu mematikan kompornya! Astaga, itu sangat enak! Apa yang kau lakukan? Astaga, dasar!” Oh Gong mengomel lalu menuju dapur.


Ma Wang merasa sangat kesal dan menginjak-injak matel Oh Gong.


Ma Wang mengambil kotak Geum Gang Go.
“Sial! Aku tidak bisa memasangkan Geum Gang Go! Harga yang aku bayar untuk  membeli ini! Jika ada cara untuk mengatasi tugas mudah  itu lagi, betapa menyenangkannya itu!”


Oh Gong berlari dari dapur sambil berteriak.
“Ma Wang! Ma Wang! Kau tidak boleh membakarnya! Wow, ada sesuatu yang penting disini. Aku hampir lupa!”
“Oh, sungguh? Lihat? Aku menyuruhmu untuk mengambilnya. Untung tidak kubakar.” Ma Wang berpura-pura terkejut.
“Terima kasih.”
“Tidak perlu berterima kasih.”
Setelah Oh Gong pergi, dia berbicara sendiri.
“Silakan pasang Geum Gang Go, kumohon!”


Sa Oh Jeon sedang bersama dengan beberapa staffnya, dia berhenti karena melihat Oh Gong.
“Hyungnim. Apa yang membawa Anda kemari?” Sa Oh Jeong berbicara dengan sangat hormat.
“Ada masalah mendesak.”
“Oh, begitu.”
“Ayo masuk.”


Sa Oh Jeong berjalan bersama dengan Oh Gong, membuat para staffnya keheranan karena Sa Oh Jeong adalah pimpinan tertinggi di perusahaan itu.


Oh Gong menghampiri seorang staff wanita yang juga heran melihatnya.
“Bekerja keraslah.”


Oh Gong berada di ruangan Sa Oh Jeong.
“Apa? Anda ingin menghancurkan kontrak dengan manusia?”
“Ya. Ini menganggu dan memusingkanku.”
“Omong-omong, apa manusia itu Sam Jang?”
“Ya. Saat keluar dari Gunung Marmer, aku membuat kontrak yang menyebalkan.”
“Sebagai langkah awal, aku akan mengurusnya dengan pengacara yang kompeten. Mengapa Anda tidak menuruti saran pribadi? Dan juga, aku akan memastikan untuk menemukan informasi tentang gelang itu. Tapi, siapa yang memberikannya pada Anda?”
“Sam Jang. Dia bilang ini hadiah Natal.”


Seon Mi sedang memikirkan Oh Gong.
“Ini hari ke 15. Apa dia sudah memakai Geum Gang Go?”
Di depan ruangannya, Seon Mi melihat ada pembeli rumah yang membatalkan pembelian rumah, dia mengatakan tidak jadi menikah karena calon pengantin wanita sedang sakit. Han Joo membujuknya dan mengatakan dia akan kehilangan deposit, tapi tekad pria itu sudah bulat.
“Aku tidak akan pernah masuk ke rumah itu lagi. Tolong batalkan kontraknya.”


Seon Mi dan Han Joo memeriksa rumah yang tidak jadi dibeli. Tidak ada yang salah dengan rumah itu.


Seon Mi melihat ada sebuah foto, dia terus memandangnya dan pengantin mata wanita di foto itu menjadi berwarna merah. Seon Mi tertarik masuk ke dalam foto itu.


Han Joo mencari Seon Mi dan hanya menemukan foto.
“CEO kita... hilang lagi. Ugh. Ini sangat menyusahkan.”


Han Joo membawa foto itu ke kantor. Di kantor sudah ada Oh Gong yang mencari Seon Mi.
“Dimana Jin Seon Mi?”
“Kau siapa?”
“Aku punya sesuatu untuk di tagih dari  CEO di sini. Sekarang jatuh temponya. Dimana dia?”
“Aku tidak tahu. Dia datang untuk melihat rumah dan menghilang. Hal semacam itu sering terjadi.”


Oh Gong melihat foto yang dibawa Han Joo lalu membawanya pergi.
“Tunggu sebentar. Hei! Hei! Kenapa kau mengambilnya? Hei!”


PK sedang mengadakan interview.
“Halo! Dengan PK yang tertampan didunia. Aku berterima kasih atas semua cinta dan dukungan kalian di Tur Asia terakhirku.”
“Iya! Anda menyelesaikan Tur Asia dengan keren! Dan sekarang Anda akan
Tur Amerika Selatan, bukan?”
Oh Gong datang dan langsung menyeretnya pergi tanpa berkata apapun.


Oh Gong menunjukkan foto yang dibawanya pada PK.
“Ah...ini. Mempelai wanitanya bukan iblis, tapi mempelai prianya iblis  yang bernafsu. Benar.”
“Karena dia kalanganmu, kau kenal, 'kan? Bagaimana aku bisa masuk?”
“Kau mau masuk? Bagaimana jika tidak bisa keluar?”
“Kau tidak pernah langsung menjawab pertanyaanku. Katakan saja dimana aku bisa masuk.”
“Jadi, disana ada rumah tempat berlangsungnya pernikahan. Pergilah ke sana dan masuk foto.”


Oh Gong mengikuti apa yang dikatakan PK. Dan berhasil masuk ke foto itu.


Oh Gong melihat upacara pernikahan yang diadakan seorang memperlai pria dengan 7 orang wanita.
“Iblis bernafsu yang serakah.” Oh Gong mengumpat pada pengantin pria yang merupakan siluman buaya.


Oh Gong tidak sengaja menyenggol seorang pria dan menjatuhkan botol yang dibawanya.
“Ada orang aneh muncul! Dia bukan dari kota ini! Ada orang aneh! Cepat! Dia bukan dari kota ini!” pria itu berteriak kemudian Oh Gong dibawa mendekat kepada pengantin pria.


“Bagaimana kau bisa kemari?”
“Itu kau? Iblis yang membawa wanita itu?”
“Ini adalah dunia yang kuciptakan! Jika kau menyakitiku di sini, dunia ini akan runtuh...kau juga! Dan para pengantin itu tidak akan bisa kembali.”
“Aku tidak tertarik padamu. Aku hanya perlu membawa seseorang yang kucari.”
“Mengapa? Apa dia pengantin wanitamu? Baik. Jika dia sudah menikah, aku akan membiarkannya pergi. Sebagai gantinya, cari pengantinmu sendiri. Tapi jika kau salah. Kau harus kembali dengan sendiri. Temukan dia! Temukan dia dari sana.”


Oh Gong kebingungan menemukan Seon Mi karena wajah semua pengantin wanita tertutup. Dan dia juga tidak boleh mendekat.


Oh Gong lalu membuat seekor kupukupu berwarna biru di telapak tangannya, dan berbisik pada kupukupu itu.
“Cari bau bunga teratai.”


Kupukupu terbang dan hinggap di salah satu pengantin wanita.
“Orang kedua dari baris pertama. Bawa dia ke sini.”
“Tunjukkan wajahnya.” Siluman buaya memerintahkan agar seorang pengantin wanita datang mendekat pada Oh Gong.


Setelah penutup wajahnya dibuka dia adalah Seon Mi.
“Aku benar. Bersyukur kau memiliki baunya. Aku akan membawanya.” Oh Gong akan membawa Seon Mi pergi tapi siluman buaya menghentikannya.
“Tunggu! Bagaimana aku tahu jika kau pengantin prianya? Aku harus bertanya kepada pengantin wanita. Apa dia pengantin priamu?” 
Seon Mi hanya diam saja.


Oh Gong mengeluarkan kotak Geum Gang Goo dan memakainya, lalu menunjukkan pada Seon Mi.
“Jin Seon Mi! Lihat aku! Kita harus pergi! Sadarlah! Jin Seon Mi!”
“Dia bukan pengantin wanitamu. Bawa dia kembali.”
“Tunggu. Jin Seon Mi! Lihat ini. Kau tahu ini, bukan? Ini hadiah yang kau beli untukku. Kau bilang ini hadiah pertama yang kau beli untuk seseorang. Lihat.”
Seon Mi sudah sadar dan mengenali Oh Gong.
“Pegang tanganku. Hei. Lepaskan dia.”
“Apa ini? Dimana tempat ini?”
“Hei. Kau sudah sadar?”
“Peri?”
“Ayo pergi.”


“Bau apa ini? Ada wanita dengan bau enak ini? Aku tidak bisa membiarkannya! Sini!”
Siluman buaya itu mengendus bau Sam Jang dan menghentikannya. Oh Gong dan Seon Mi berlari tapi anak buah siluman itu mengejar mereka.


Mereka sudah berlari cukup jauh dan masih dikejar.
“Apa yang baru saja terjadi?”
“Kau ditangkap iblis dan akan menikah. Tapi apa kita sudah keluar dari foto?”
Mereka berlari lagi dari kejaran orang-orang itu.
Advertisement


EmoticonEmoticon